Tuesday, 7 November 2017

Menguatkan Pembelajaran Abad 21 dengan Pendidikan Vokasi

Pengembangan pendidikan vokasi yang diangkat pada kegitan Profesor go to School di Kab Kendal mendapatkan sambutan hangat dari para peserta yang nota bene adalah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua topik diskusi yaitu Pembeljaran Pendidikan Vokasi Abad XXI dan Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pembangunan Berkelanjutan merupakan topik yang memiliki keeterkaitan dengan kebijakan nasional revitalisai SMK. Menurut Dr. Eko Supraptono, M.Pd, selaku penanggungjawab program Professor go to School untuk wilayah Kendal, dua topik terpilih tersebut merupakan upaya kepedulian UNNES dalam mendukung kebijakan nasional.

Ketua MKKS Wil Kab Kendal menyatkan bahwa kegiatan Profesor go to School yang diprakasiUNNES sangat relevan dengan upaya Pemerintah Daerah Kendal dalamuaya memajukan sekolah kejuruan yang memilki kebermakaan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan insutri. Ia berjarap para peserta akan dapat memetik hikmah dari topik-topik mutahir yang nantinya dapat diintrodusir ke dalam pembelajaran.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4 Kendal, Drs. Kusdarmanto selaku tuan rumah mengungkapakan rasa terima kasihnya kepada UNNES yang telah menggelar kegiatan Professor Go to School dengan sasaran para guru kejuruan yang memang sangat mengharapkan dukungan perguruan tinggi dalam penguatan program sekolah. Ia berharap ke depan, UNNES menjadi mitra narasumber pengembangan sekolah untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan masyarakat usaha dan industri.

Diskusi diawali dengan materi yang disajikan oleh Prof. Sudarman yang mengangkat tema Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pembangunan Lingkungan Bekelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan semakin parah pada akhir-akhir ini sudah saatnya dihentikan dan ditangani secara komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Tantagan bagi pendidikan kejuruan adalah bagaimaan turut memberikan solusi penangann lingkungan hidup berbasis ilmu pengethuan yang sesuai dengan core bisnis dan bidang diiplin pendidikan kejuruan. Diskusipun berkembang cukup seru di mana para peserta mengharapkan adanya pelatihan pengolahan limbah di seolah dengan nara sumber dari UNNES yang sudah dikenal sebagai universitas konservasi.

Sementara itu, paparan Prof. Samsudi mengangkat tema pembelajaran abad 21 pendidikan kejuruan uang perlu dilakukan adalah penyelearasan kurikulum SMK dengan DUDI, profesionalisme guru dan tendik, standarisasi dan optimalisasi saran dan prasasrana, tata kelola kelembagaan, kemitraan SMK dengan DUDI/ Stake holder. Ia mengingatkan bahwa lulusan pendidikan kejuruan harus dapat mengantarkan lulusan dapat mengisi formasi kerja, jangan sampai hanya mengjasilkan pengangguran. Untuk itu, diperlukan revitalisasi pendidikan kejuruan secara menyeluruh, termasuk di dalamnya melakukan inovasi pembelajaran berbasis pada teknologi digital, teknologi informasi dan kounikasi. Pada ujungnya, pembelajaran harus mendorong para siswa memiliki keterampilan communication skill, critical thinking, collabortion, dan creativity.


from Universitas Negeri Semarang

Rektor Serahkan 37 SK Jabatan dan Pangkat

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan Dr Martono menyerahkan 37 Surat Keputusan (SK) Rektor tentang pengangkatan Pejabat dan Pangkat baru dilingkungan UNNES pada, Selasa (7/11).

Saat memberikan arahan, Rektor mengimbau kepada pejabat baru yang dilantik agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan aturan yang berlaku, bersikap amanah dan selalu menjaga nama baik UNNES.

“Mari bersama-sama kita jaga nama baik UNNES. Jangan sampai ada permasalahan di rumah tangga UNNES, terutama masalah yang bersifat pribadi. Kalaupun ada, harus diselesaikan dengan baik tanpa membuat suasana kampus menjadi keruh dan kacau”, jelas Rektor.

Profesor bidang Sosiolinguistik itu juga mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk meluruskan barisan yakni dengan menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas kinerja yang dilakukan, selalu meningkatkan komunikasi dengan rekan lainnya, berkoordinasi, dan bersinergi.


from Universitas Negeri Semarang

Hendrar Prihadi Kunjungi Labschool UNNES

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi Labschool Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam rangka “Wali Kota Mengajar” di Sampangan Semarang, Selasa (7/11).

“Wali Kota Mengajar” merupakan bentuk kegiatan dalam memperingati hari pahlawan. Seluruh warga sekolah mengenakan pakaian dengan tema pahlawan seperti pakaian dokter, perawat, tentara, polisi, pejuang, ataupun meniru salah satu pahlawan seperti Jendral Soedirman.

Hendrar Prihadi mengatakan, untuk menjadi pahlawan di jaman now,  kalian bisa menjadi anak yang berprestasi, mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional. “Kids jaman now, sering memilih tempat duduk di belakang, padahal ketika guru menjelaskan tidak terdengar, dan jauh dari perhatian guru. Di setiap kesempatan kalian harus memilih tempat duduk di depan, selalu berusaha jadi juara, selalu berusaha jadi orang hebat,” katanya.

Setelah mengajar, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan bersama perwakilan orangtua murid Labschool Unnes. Hendar menyampaikan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dalam penanaman karakter positif pada anak. Orangtua harus menjadi kontrol bagi tumbuh kembang anak, apalagi di jaman modern seperti sekarang ini. Peran media begitu sangat penting. Anak-anak bisa mengetahui dunia luar melalui media sosial.

Hendrar  juga menghimbau kepada para orangtua murid untuk selalu berperan dan mengawasi pergaulan anaknya. “Orangtua seharusnya bisa mengarahkan putra-putrinya dalam memainkan media sosial secara baik, aktualisasi diri harus dengan cara yang positif dan ikut mengawasi peredaran narkoba, yaitu berdiskusi dengan cara yang baik kepada anak-anaknya,” tambahnya.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 6 November 2017

Beri Sapaan Kampus Nusantara Mengaji, Menristekdikti Pilih UNNES Pertama

Menteri Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohammad Nasir PhD memberikan sapaan pertama diantara Perguruan Tinggi lain melalui telekonferensi kepada sivitas akademika Universitas Negeri Semarang (UNNES), saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kampus Nusantara Mengaji 2017, Senin (6/11).

Kegiatan berpusat di Universitas Sriwijaya yang dipimpin langsung oleh Menristekdikti Mohammad Nasir. Ia memberikan komando dimulainya kegiatan khataman Alquran di 15 kampus secara serentak.

Dalam sambutannya, Nasir mengajak seluruh masyarakat muslim untuk terus memuliakan, menjaga, dan mengamalkan isi kandungan dalam Alquran.

“Alquran memang seharusnya menjadi primadona bagi setiap muslim. Tidak hanya kebutuhan, tetapi juga pedoman hidup. Untuk memuliakan Alquran yang paling baik adalah dengan menghafal dan mengamalkannya”, jelas Nasir.

Untuk itu, tambah Nasir, Kemenristekdikti sangat mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan Kampus Nusantara Mengaji. Kegiatan ini telah berhasil mengkhatamkan Alquran secara serentak dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

“Dengan memahami isi Alquran, lantas diterapkan dalam berperilaku sehari-hari, nantinya Allah akan memberikan rahmat bagi kelangsungan hidup masyarakat di negeri ini”, tambah Menristekdikti keduabelas tersebut.

Sementara itu, penyelenggaraan Kampus Nusantara Mengaji di gedung rektorat Universitas Negeri Semarang (UNNES) berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh unsur pimpinan dilingkungan UNNES bersama 100 mahasiswa hafiz dan hafizah.

Dalam sambutannya, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum berharap kegiatan Kampus Nusantara Mengaji ke depan akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan dapat memupuk nilai-nilai karakter mahasiswa.

“Sekarang di Universitas Sriwijaya. Maret 2018 yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-53, UNNES siap menjadi tuan rumah Kampus Nusantara Mengaji”, jelas Rektor.

Rektor juga mengimbau kepada mahasiswa untuk tetap merendahkan hati terutama dalam belajar dan menuntut ilmu.

“Semakin mendaki pengetahuan, kita harus semakin merendahkan hati dengan merasa masih belum berilmu. Seperti halnya padi, semakin berisi pasti akan semakin merunduk. Selain itu, jangan lupa untuk mendoakan bapak ibu dosen karena dengan mendoakan merekalah, ilmu yang anda dapat akan menjadi berkah dan bermanfaat”, pungkas profesor bidang Sosiolinguistik itu.

Dwi Hermawan (Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Lewat Monev, Belmawa Kemristekdikti Mendorong Tumbuhnya Wirausaha Muda Berbasis Keilmuan

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengadakan Monitoring dan Evaluasi, Kopetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) di Universitas Negeri Semarang (6/11) di Gedung Rektorat.

Kegiatan ini diikuti oleh Sembila Universitas Swasta dan Negeri di Jawa Tengah antara lain Politeknik Negeri Semarang, Universitas 17 Agustus, Universitas Darul Ulum Islamic Center, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Diponegoro, Universitas Muhamadiyah Semarang, UNNES, Universitas Semarang, dan Universitas Terbuka.

Tujuan dari kegiatan ini adalah, membentuk karakter wirausaha mahasiswa berupa proses pengintegrasian antara hardskill dan softskill sehingga terbentuk kapasitas wirausaha. Selain itu juga mendorong tumbuhnya wirausaha muda berbasis keilmuan. Wirausaha muda ini diharapkan sudah memiliki bekal yang cukup berupa keterampilan dasar berwirausaha yang diperoleh melalui berbagai program kewirausahaan yang diikutinya. Kecukupan ilmu ini memberikan bekal bagi lulusan perguruan tinggi untuk menjalankan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Salah satu dosen penguji Prof Hanny Wijaya menjelaskan, KBMI pula disampaikannya harus sinergi dengan Kemahasiswaan, PKM-K, Program Belajar Bekerja Terpadu, Kuliah Kerja Usaha), dan Program Kewirausahaan lainnya yang telah diikuti mahasiswa calon penerima modal.

Ia menambahkan, prioritas program ini adalah untuk pengembangan usaha bagi mahasiswa yang sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkannya. Adapun komoditi jenis usaha yang diusulkan harus terdiri dari lima kategori yakni makanan atau minuman, jasa dan perdagangan, industri kreatif, teknologi dan produksi budidaya.

Kunjungan Lokasi

Saat melakukan monev, Kasubdit Kesesjahteraan dan Kewirausahaan Kemristekdikti, Ismet Yusputra didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang Br mengunjungi salah satu pengusaha muda dari UNNES yang menerima dana hibah dari Kemristekdikti. Muhammad Hasri Sabila mengembangkan Cafe dengan nama D’CO. Cafe ini berada di sekitar kampus UNNES dan mempunyai cabang di 7 lokasi antara lain, Jember, Palembang, Bulungan Kalimatan Timur, Tangerang, Wonogiri, dan Semarang.

Sabila panggilan akrabnya menceritakan, setelah menerima dana hibah dari Kemristekdikti dirinya dibantu beberapa rekannya mengembangkan usaha cafe ini hingga mempunyai 20 karyawan. Kita akan terus mengembangkan cafe ini menjadi waralaba, sehingga usaha ini terus berkembang tetapi permodalah dapat terbantu dari investor.

Bambang BR pun bangga mempunyai mahasiswa seperti, menurutnya kunci sukses dalam usaha adalah, piawai berkomunikasi, bisa bekerjasama, dan cepat dalam menyelesaikan masalah. UNNES pun tidak tinggal diam setiap ada mahasiswa yang kreatif dalam usaha, kita akan melakukan pendampingan dan menjadi narahubung ke Kemristekdikti.

Sudah kita buktikan pengusaha muda dari UNNES yang sukses seperti Ulfa Nurjanah dengan Mr Cuki nya, dan Faesal dengan Its Milk-nya. Mereka begitu lulus kuliah sudah bisa mandiri dan dapat membuka lapangan pekerjaan.

 


from Universitas Negeri Semarang

Heri Kismaryono: Jangan Takut Masuk UNNES

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyediakan banyak beasiswa bagi mahasawa serta, untuk itu jangan takut masuk UNNES.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Umum Hukum dan Kepegawaian Drs Kismaryono MM kepada 90 siswa dan 7 guru pendamping SMA Ihsaniah Kota Tegal, Senin (6/11/2017) di rektorat UNNES kampus Sekaran Gunungpati.

Kismaryono menjelaskan, UNNES menerima mahasiswa program Bidikmisi paling banyak se-Indonesia,selain itu juga ada sekitar 15 jenis beasiswa di kampus konservasi ini diantaranya dari Bank Indonesia, Bank BTN, Yayasan Salam, Lazis UNNES, Unggulan Supersemar, dan Van Deventer Maas Stichting.

Kismaryono menjelaskan, UNNES menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur yakni jalur SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri.

Selain itu, Heri Kismaryono juga menerangkan tentang, prodi-prodi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UNNES.

Sebelumnya perwakilan dari SMA Ihsaniah Nur Aeni SsosI MPdI menyampaikan, SMA saya ini baru pertama kali berkunjung ke UNNES, untuk itu mohon diberi pencerahan sehingga anak didik kami nanti bisa di terima di UNNES ini.


from Universitas Negeri Semarang

Pimpin Apel FBS, Kajur Bahasa Indonesia Ajak Berbahasa Santun

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Dr Haryadi MPd, mempimpin apel pagi, Senin, 6 November 2017, di fakultas tersebut. Dalam amanatnya, Haryadi mengajak segenap civitas akademika UNNES untuk menggunakan bahasa Indonesia secara tertib dan santun.

Menurut Haryadi, dalam merumuskan Sumpah Pemuda, para pendiri bangsa telah menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Untuk itu, dalam berkomunikasi sehari-hari, bahasa Indonesia mesti digunakan secara semestinya sesuai dengan kaidah dan konteksnya. Bahasa, dengan demikian, juga mencerminkan persatuan dan semangat nasionalisme. “Tidak hanya melalui lisan, namun tertib berbahasa juga bisa dibangun saat berkomunikasi melalui pesan singkat seperti Whatsapp,” ujarnya.

Selain diikuti dekan dan wakil dekan, apel pagi setiap Senin ini diikuti pengelola jurusan dan tenaga kependidikan di lingkungan FBS.

Haryadi tak memungkiri kasus-kasus yang belakangan muncul dalam skala nasional banyak yang bermula dari persoalan kebahasaan. Untuk itu, ia mengajak siapa pun untuk menggunakan bahasa secara santun, baik dalam tuturan sehari-hari maupun dalam berkomunikasi di jejaring sosial.


from Universitas Negeri Semarang

2018, UNNES Mencanangkan sebagai Universitas Internasionalisasi

Tahun 2017 ini sebentar lagi akan berakhir, 2018 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mencanangkan sebagai Tahun Internasionalisasi. Untuk itu ada 10 kebijakan UNNES yang harus dilaksanakan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama Prof Sukestiyarno mengingatkan itu saat menjadi Pembina Apel Pagi Senin, (6/11/2017) di halaman rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Ke-10 kebijakan itu yakni pertama penguatan kapasitas kelembagaan menuju zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), kedua penguatan akreditasi progran studi (nasional, regional, dan internasional), ketiga pengembangan internasionalisasi budaya dan atmosfir akademik, keempat pengembangan role model konservasi dalam tridarma perguruan tinggi, kelima revitalisasi LPTK.

Kemudian, keenam peningkatan layanan prima dan manajemen risiko, ketujuh peningkatan produktivitas dan efisiensi sumber daya, kedelapan peningkatan prestasi internasional, entreprenuer, dan pengembangan karakter mahasiswa, kesembilan pengembangan kerja sama di tingkat regional dan internasional, dan kesepuluh peningkatan income generating university yang bersumber dari kegiatan akademik dan nonakademik.

Adapun nawa target tahun internasionalisasi UNNES yakni peringkat dan rating internasional, akreditasi internasional, kelas/rombel internasional, mahasiswa asing, dosen dan mahasiswa mobilitas internasional, riset dan publikasi internasional, buku internasional, prestasi dan reputasi mahasiswa internasional, dan program unggulan inovasi (PUI) serta hak kekayaan intelektual (HKI).


from Universitas Negeri Semarang

Kolaborasikan Empat Cerita Daerah, “Malim Jonggrang” Sukses Pukau Ratusan Penonton

Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menggelar drama dengan mengkolaborasikan empat cerita daerah sekaligus pada Minggu malam (5/11), bertempat di gedung B6 Fakultas Bahasa dan  Seni UNNES.

“Untuk gelar karya kali ini, kami mengemasnya kedalam suatu drama yang mengangkat kearifan lokal cerita nusantara diantaranya Maling Kundang, Danau Toba, Timun Mas, dan Roro Jonggrang (Candi Prambanan)”, jelas Ketua Panitia Irma Mulya Setyarini.

Menurut Irma, drama dikemas dengan memasukkan unsur-unsur komedi sehingga menjadi lebih menarik dan dapat dinikmati oleh penonton.

Pagelaran yang disutradarai oleh dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Bambang Purwanto SS MHum ini berhasil menyita perhatian ratusan penonton.

Selain drama, kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan dari bebeberapa bintang tamu yang menampilkan musik akustik dan paduan suara.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNNES Dr Rudi Hartono SS MPd mengapresiasi pagelaran karya yang melibatkan dosen dan mahasiswa ini. Menurutnya, cerita dari drama tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda.

Sebut saja dari cerita Maling Kundang, tambah Rudi, kita dapat belajar untuk tidak menjadi angkuh dan sombong, dari cerita Danau Toba kita belajar tentang kerendahan hati dan mau menerima, serta amanat lainnya yang memang sesuai dengan kearifan nusantara kita.

“Selain sebagai sarana ekspresi akademik  dan ajang latihan bagi mahasiswa, pagelaran juga  diharapkan dapat meningkatkan kompetensi untuk menghasilkan lulusan yang mampu bergelut di dunia seni, utamanya seni peran”, pungkas Rudi.

Dwi Hermawan (Student Staff)

 

 

 


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 5 November 2017

Mahasiswa UNNES dan Santri Az Zuhri Berkolaborasi Ikuti Bela Negara

Dodik Bela Negara, Kodam Diponegoro Magelang menerima kedatangan 650 peserta Bela Negara. Mereka terdiri dari 580 Mahasiswa Baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan 70 santri Pondok Pesantren Az Zuhri Semarang guna melaksanakan program Bela Negara.

Program Bela Negara kerjasama UNNES dan Ponpes Az Zuhri ini akan berlangsung dari 5-7 November 2017.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR menjelaskan, tujuan UNNES menggandeng Pondok Pesantren adalah menanamkan rasa nasionalisme dan kesadaran untuk bela negara karena itu adalah tugas semua elemen bangsa.

Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan Bela Negara ini mahasiswa UNNES dan Santri Ponpes Az Zuhri, memiliki daya cegah, daya tangkal radikalisme, terorisme dan lebih mencintai NKRI.

Demikian juga pendamping dari Ponpes Az Zuhri, Taufik Khurohman, merasa bangga dengan adanya kegiatan ini, saya senang sekali melihat santri saya mengikiti kegiatan ini. Kedepan kerjasama ini harus bisa berlanjut, sehingga santri kami tertanam rasa cinta NKRI dan terjauh dari paham radikalisme.


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 4 November 2017

UNNES Mencetak Alumni Berprestasi Anti Mainstream

Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah menjadi universitas yang berwawasan global. Banyak lulusannya yang telah sukses di berbagai bidang. Selain memproduksi guru berkualitas, UNNES juga mencetak para hakim, jurnalis, pengusaha, pengacara, penerjemah, teknisi, insinyur dan masih banyak lagi bidang yang dikuasai oleh para alumnus UNNES.

Kali ini unnes.ac.id mewawancarai seorang alumnus yang bergerak di bidang yang sangat anti mainstream. Namanya adalah Mardian Marsono alumnus UNNES program studi Sastra Inggris angkatan tahun 2000 silam. Saat ini dia bekerja sebagai Senior Consultant di bidang Komunikasi Strategis di perusahaan berskala internasional Kiroyan Partners. Berikut adalah ringkasan dari hasil wawancara kami.

Dapatkah anda terangkan sedikit mengenai perusahaan anda?

Kiroyan Partners (KP) adalah firma konsultan public affairs dan komunikasi strategis yang berkantor di Jakarta. Layanan KP fokus pada 3 bidang yaitu manajemen reputasi, stakeholder relations dan Corporate Social Responsibility. Klien KP meliputi perusahaan dan berbagai organisasi internasional. KP adalah perusahaan lokal dengan tim 100% dari Indonesia. 

Bagaimana kisahnya anda dapat diterima di perusahaan tersebut?

Saya bergabung di KP sejak awal tahun 2016 sebagai Konsultan Senior. Menurut saya KP adalah firma konsultan one of the kind di Indonesia. Values, corporate culture, serta misi besar KP yang beririsan dengan pengalaman dan bidang yang saya minati adalah alasan utama saya bekerja di KP.

Apa pengalaman anda yang membuat diterima di Kiroyan Partners?

Setelah menyelesaikan studi di Sastra Inggris UNNES saya berkarir di sebuah perusahaan tambang batubara multinasional di Kalimantan Timur selama 6 tahun. Saya kemudian mengundurkan diri dan menempuh studi master di University of Auckland, Selandia Baru. Sekembalinya ke Indonesia saya bekerja sebagai Project Manager di sebuah perusahaan konsultan CSR selama 1,5 tahun, lalu bergabung di KP.

Rekan kerja anda adalah lulusan universitas terkemuka di Indonesia dan dunia. Bagaimana anda bisa ‘menyusup’ di kalangan tersebut?

Kolega di KP berasal dari alumni berbagai universitas dalam negeri seperti UI, ITB, Unpar, UPI dan Unpad serta dari lulusan luar negeri seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Australia. Semua datang dengan latar belakang, kompetensi dan pengalaman yang beragam namun saling melengkapi portofolio KP. Bagi saya ini adalah pengalaman yang berharga karena kami dapat saling bertukar wawasan dan gagasan. Saya masuk dalam lingkungan tersebut berbekal ilmu yang saya dapat dari UNNES dan koleksi pengalaman profesional saya setelah lulus dari UNNES.

Apa prestasi dan pengalaman anda saat kuliah dulu? Bagaimana hal tersebut terkait dengan prestasi kerja anda saat ini?

Prestasi yang berkesan adalah ketika meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat Universitas dan menjuarai turnamen debat bahasa Inggris di Undip. Semasa kuliah saya aktif di UKM English Debate Society (EDS), English Student Association (ESA), dan terlibat dalam beberapa kegiatan di BEM Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Keterampilan berorganisasi, kerjasama, etos kerja, public speaking, conceptual dan analytical thinking adalah beberapa pelajaran penting yang saya petik dari pengalaman akademik maupun non-akademik semasa kuliah di UNNES, yang saya rasakan manfaatnya hingga saat ini.

Bagaimana rasanya bekerja di perusahaan yang berdedikasi tinggi dan memiliki suasana kerja internasional?

Saya sangat menikmati suasana kerja di KP. KP memiliki jumlah tim yang kecil dengan struktur organisasi yang fluid sehingga hubungan dengan rekan kerja baik dengan tim konsultan, tim administrasi dan tim direksi berjalan sangat cair, terbuka dan asertif. Atmosfer kerja juga sangat akrab dan kental dengan canda namun tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme dan saling menghargai. Sebagai firma konsultan public affairs dengan klien dan jejaring internasional, kita dituntut untuk selalu melek dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi global. Bahasa Inggris bisa dikatakan adalah bahasa kedua di KP. Selain klien, tidak jarang partner, relasi maupun mahasiswa magang datang dari belahan dunia yang lain.

Apa tantangan yang anda hadapi di dunia kerja saat ini?

Ada dua hal: perkembangan pengetahuan dan globalisasi. Sebagai perusahaan konsultan kita dituntut untuk selalu memperkaya diri dengan perkembangan ilmu public affairs kontemporer. Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk selalu memperbaharui wawasan. Saya yakin secara umum ini hal yang juga dihadapi di bidang kerja yang lain. Yang kedua adalah globalisasi. Dunia semakin tidak terbatas, kita bisa sarapan di Jakarta, makan siang di Singapura lalu makan malam di kota lain. Begitu pula sebaliknya yang dialami oleh warga dunia yang lain. Perkembangan teknologi informasi pun semakin pesat dan memudahkan. We are getting more globally connected. Oleh karena itu kita harus selalu membuka dan meningkatkan diri sesuai dengan bidang yang kita geluti. Termasuk melihat dunia lebih luas dengan cara pandang dan nilai-nilai kosmopolit seperti toleransi, keberagaman, etika, dan saling menghargai.

Pesan anda kepada mahasiswa dan alumni UNNES?

Pertama, di manapun kita berada dan berkiprah, jadilah pribadi dengan perspektif growth mindset. Artinya jangan pernah berhenti belajar dan teruslah mengembangkan diri sesuai dengan passion (minat) dan tujuan yang kita ingin capai. Kedua, di manapun kita berada dan berkiprah, perbedaan adalah keniscayaan. Oleh karena itu, hargai sesama (respect) dan fokuskan pada kolaborasi yang produktif dan positif. Kita tidak sama tapi bisa kerja sama.


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 3 November 2017

Pengabdi UNNES Lakukan Diseminasi Produk Teknologi di Kabupaten Magelang

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu soko guru dan penopang pertumbuhan ekonomi di daerah selain sektor pertanian. Sektor ini sudah terbukti menjadi salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Namun ketatnya persaingan regional maupun global saat ini, menuntut UMKM dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk yang dihasilkan.Salah satu masalah yang dihadapi oleh UMKM saat ini adalah minimnya penguasaan IPTEK yang mendukung usahanya.

Dalam rangka melaksanakan salah satu tupoksi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi UNNES, beberapa dosen melakukan pengabdian berupa diseminasi teknologi hasil-hasil penelitian yang diharapkan dapat mempercepat diseminasi dan pemanfaatan inovasi teknologi potensial hasil riset dan pengembangan LP2M UNNES kepada UMKM di Kabupaten Magelang.

Tim pengabdian terdiri atas Drs Sunyoto MSi (Ketua), dengan anggota Prof Dr Rustono MHum, Farid Ahmadi SKom MKom PhD, Dr Muh Fakhrihun Na’am SSn MSn, Indah Anisykurlillah SE MSi Akt CA, Dra Margunani MP, dan Eka Yuli Astuti MA.

Tujuan pengabdian ini yakni untuk memfasilitasi proses hilirisasi teknologi hasil litbang hasil riset ke Masyarakat, meningkatkan sinergi kelembagaan IPTEK pada berbagai tingkatan baik pusat maupun daerah, meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk berbasis IPTEK, membentuk dan memperkuat jaringan antara penghasil teknologi dan pengguna IPTEK, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sasarannya mengakselerasi hilirisasi teknologi hasil litbang hasil riset UNNES ke UMKM di Kabupaten Magelang, untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk berbasis IPTEK di UMKM.

Diharapkan teknologi yang dihasilkan oleh LP2M UNNES dapat dimanfaatkan oleh UMKM di Kabupaten Magelang baik secara ekonomi maupun sosial, yang berdampak pada peningkatan kelayakan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Metode yang diggunakan dalam kegiatan ini adalah Tematik Individual Training Camp, dimana UMKM akan didampingi oleh pengabdi UNNES selama 1 bulan untuk dapat meningkatkan kualitas produk agar dapat lebih berdaya saing di pasar domestik maupun ekpor.

Pengabdian ini dilakukan selama 3 bulan (Oktober – Desember 2017) dimulai dari identifikasi, persiapan, pelaksaksanaan, monitoring & evaluasi, serta upaya rencana tindak lanjut.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Subdit Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pada tahun 2017 UNNES memperoleh kepercayaan melakukan kegiatan diseminasi di 3 Kabupaten yakni, Kabupaten Semarang, Magelang dan Karanganyar.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum, dalam sambutannya menyampaikan, pemanfaatan teknologi hasil litbang LP2M UNNES berupa dukungan prototipe peralatan teknologi atau produk teknologi, perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan UMKM dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya lokal.

Lebih lanjut disampaikan kebijakan pengembangan penelitian dan pengabdian UNNES diupayakan terus sejalan dengan kerangka pengembangan Sistem Inovasi di Daerah (SIDa) dan Sistem Inovasi secara Nasional (SINas).

Hadir pada kegiatan ini Anggota Komisi X DPR RI Ir Bambang Sutrisno, dalam sambutannya menegaskan, UMKM wajib melakukan inovasi dan pembaharuan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi termasuk UNNES, dalam sisi produksi maupun pemasaran modern, agar dapat mengikuti keinginan konsumen, sehingga produk yang dijual akan selalu diminati pasar.


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 2 November 2017

Prodi Sastra Jawa UI-UNNES Saling Perkuat Keilmuan

Ketua Program Studi Sastra Jawa Universitas Indonesia, Dr Dwi Puspitorini MHum, memberikan kuliah umum di Program Studi Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang, kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Rabu, 1 November 2017. Kesempatan ini menjadi upaya penguatan keilmuan kedua program studi.

Di hadapan puluhan mahasiswa, Dwi Puspitorini memberikan kuliah umum mengenai “Perkembangan Kajian Linguistik Jawa Kuno”. Perempuan kelahiran Magelang ini antara lain berbicara mengenai istilah, sejarah, dan perkembangan Jawa kuno di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, antara lain, Koordinator prodi Sastra Jawa UNNES Ermi Dyah Kurnia MHum juga dosen prodi yang sama, yakni Hardyanto MPd dan Yusro Edy Nugroho MHum.

Menurut Ermi, pada Mei 2017, pihaknya terlebih dulu mengunjungi Prodi Sastra Jawa UI untuk meningkatkan kerja sama dalam hal pembahasan draf Uji Kemampuan Bahasa Jawa (UKBJ). “Kunjungan balasan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kedua prodi untuk saling memperkuat, baik dari sisi keilmuan maupun kelembagaan. Banyak hal bisa dibagi dari hasil pengalaman kedua prodi yang sama-sama mencetak sarjana sastra Jawa ini,” ujarnya.

Pada Kamis (2/11), Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES bekerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar Nasional Kearifan Jawa di Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni. Seminar menghadirkan pembicara dosen Universitas Negeri Yogyakarta yang juga Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan (Hiski) Prof Suwardi Endraswara MHum, dosen Universitas Indonesia yang juga Ketua ATL Pusat Dr Pudentia MPSS, dan dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES Bambang Indiatmoko PhD.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua ATL Jateng yang juga Koordinator Prodi Pendidikan Seni Pascasarjana UNNES Prof Tjetjep Rohendi Rohidi MA dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Arif Tri Laksono MHum.


from Universitas Negeri Semarang

Kominfo dan UNNES Berkolaborasi Adakan Forum Diskusi Publik

Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Forum Diskusi Publik dengan tema “Penguatan Nilai-nilai Pancasila pada Generasi Muda” Kamis (02/11) di Auditorium UNNES.

Forum Dialog ini menjadi salah satu metode komunikasi berbasis edukasi untuk memberikan pemahaman terhadap generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa dalam NKRI.

Sekretaris Ditjen IKP Kemkominfo Ibu Siti Meiningsih yg menekankan akan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Serangkaian pemateri forum dialog terdiri dari Lemhannas Laksda TNI (Purn) Dr Surya Wiranto SH MH Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Drs Gun Gun Siswadi MSi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Musisi Erix Soekamti.

Erix Soekamti dalam kesempatan ini menyampaikan, bagaimana peran seniman dan budayawan dalam mengamalkan Pancasila. Dia memberikan contoh kepedulian group band yang digawanginya peduli dengan dunia pendidikan dengan membuat universitas gratis yang dia beri nama Does University. Hal ini sudah dimimpikan Erix sejak lama, dan sudah diwujudkan di daerah Ungaran Kabupaten Semarang.

Ia menyampaikan, di Does University ini kawula muda akan diberikan pengetahuan dan pelatihan pembuatan Video Animasi. Disini semuanya bisa belajar dengan gratis, dan bisa menggunakan fasilitas yang telah kita sediakan. Harapan kedepan dengan adanya Does University ini pemuda Indonesia mempunyai karya yang bisa diperhitungkan di kancah internasional.

Ketika membuka acara Forum Diskusi Publik ini Dr Parmin menyampaikan, UNNES dengan pola pendidikan karakter mahasiswanya, terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Muda dari Kominfo RI.Hal ini menunjukan kehebatan UNNES dalam melakukan pembinaan karakter mahasiswa sehingga Kominfo tepat menjadikan perguruan tinggi ini dalam penguatan karakter generasi muda Indonesia.


from Universitas Negeri Semarang

Ikut Menginternasionalkan UNNES, FBS Hadirkan Ahli BIPA

Ikut menginternasionalisasikan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Fakultas Bahasa dan Seni  (FBS), menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan dosen Universitas Indonesia (UI) yang juga Ketua Afiliasi Pegiat dan Pengajar BIPA (APPBIPA) Jakarta Raya, Dr Totok Suhardiyanto  MHum.

Kegiatan kuliah tamu yang diikuti mahasiswa semester V Program studi
Sastra Indonesia (SASINDO) ini, digelar di FBS UNNES Kampus Sekaran, Rabu (1/11), dengan mata kuliah wajib pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA).

Ahli BIPA yang sudah banyak menghasilkan buku tata bahasa ini mengatakan, BIPA sangat strategis sebagai sarana diplomasi karena memberi sumbangsih pada pemerintah untuk menyebarkan bahasa Indonesia di kancah internasional. Totok juga menemukakan, BIPA bisa menjadi pintu gerbang dalam menginternasionalisasikan sebuah lembaga, bahkan negara.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) UNNES Dr Haryadi MPd, sangat mendukung perkuliahan dengan mendatangkan dosen tamu. Haryadi berharap mahasiswa dapat termotivasi agar kelak dapat menjadi pengajar BIPA.
 
Menurut Haryadi, Keterjalinan kemitraan dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia salah satunya dapat diimplementasikan dengan program seperti ini. Bahkan juga ada kemungkinan dosen jurusan BSI bisa menjadi dosen tamu di perguruan tinggi yang ada di Indonesia, termasuk UI.


from Universitas Negeri Semarang

Rektor UNNES Pembicara Kunci di Universitas Malaysia Kelantan

Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., menjadi pembicara kunci pada sebuah seminar bergengsi di Malaysia yang bertajuk Minggu Fiesta Batik Malaysia (MFBM) 2017 pada hari Kamis (2/11). MFBM 2017 merupakan prakarsa dari Fakulti Teknologi Kreatif dan Warisan (FTKW) Universitas Malaysia Kelantan (UMK). Kegiatan ini merupakan usaha UMK untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan warisan yang sangat berharga yaitu Batik. Pada abad 13, teknik batik dari Jawa telah merambah kerajaan Jambi dan melalui kerajaan Jambi tersebut, batik mulai terkenal di beberapa daerah di semenanjung Malaka. Batik kemudian menjadi bagian  budaya populer di Kelantan, Pahang dan Terengganu.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UNNES membawakan presentasi berjudul ‘Efforts to Introduce Local Batik to International Communities’. Pada presentasi tersebut Rektor menjabarkan bagaimana Batik motif Semarangan terealisasi melalui usaha kolektif para perajin batik Semarang. Rektor juga menjelaskan bagaimana usaha UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional dalam melakukan usaha pelestarian batik semarangan dan mengenalkan batik Semarangan kepada mahasiswa asing serta masyarakat internasional lainnya.

Pada kesempatan tersebut Rektor UNNES berkesempatan berdiskusi dengan Naib Canselor UMK, Prof. Dato’ Dr. Mortaza Mohamed dan Timbalan Naib Canselor (Penyelidikan dan Inovasi), Prof. Dato’ Dr. Ibrahim Che Omar untuk membahas tindak lanjut kerja sama UNNES dan UMK yang melipiti: mobilitas mahasiswa, mobiltas peneliti dan dosen serta penelitian kolaboratif. UMK sangat mengapresiasi kehadiran Rektor UNNES yang telah membagikan ilmunya mengenai usaha konservasi Batik.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum, yang turut mendampingi Rektor pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan kesempatan yang strategis untuk menunjukkan keseriusan UNNES dalam mengenalkan konservasi budaya kepada masyarakat internasional. Indonesia harus menjadi contoh bagi Malaysia dalam usaha melestarikan dan menyebarluaskan batik. Pendapat tersebut juga disepakati oleh ahli batik UNNES, Dr. Syakir, M.Sn. Batik dapat menjadi lebih berjaya di kancah internasional dengan kolaborasi antar universitas internasional utamanya di regional ASEAN.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 31 October 2017

Kepala BAKK UNNES Purna Tugas

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama (BAKK) Drs Anwar Haryono MPd memasuki purna tugas terhitung mulai 1 Novermber 2017.

Pelepasan oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Selasa (31/10/2017) di rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.
Selain Anwar Haryono MPd, dilepas pula Dra Ninik Setyowani MPd dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Drs Supriyono MSi dosen FMIPA, Drs Winarno Dwi Rahardjo MPd dosen FT, Purwaningsih Staf BAKK, Armiati Staf LP2M, dan Kasto FIP – UPP Semarang.

Hadir Wakil Rektor Bidang Keuangan Dr S Martono, Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja sama Prof Sukestiyarno, Wakil Dekan FIP, Kepala BUHK Drs Sutikno MSi, Kepala BAPK Drs Heri Kismaryono MM, Ketua KORPRI, Ketua Paguyuban Wredatama, dan pejabat terkait di lingkungan UNNES.

Prof Fathur Rokhman mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdiannya rata-rata 36 tahun lebih turut membesarkan UNNES ini dan mohon maaf atas segala kekurangannya dalam melayani Bapak/Ibu semua.

Dengan pengabdian yang begitu lama itu, banyak menyumbangkan karya emas bagi mahasiswa untuk berprestasi dan berkarakter.

Prof Fathur berharap, secara administrasi kelembagaan memang telah berakhir, namun hubungan kekeluargaan dengan UNNES terus terjalin dan tetap menjaga silaturahmi.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua paguyuban Wredatama UNNES Drs Zoedindarto Boedyhartono yakni paling tidak ada dua pertemuan besar dengan lembaga yaitu halal bihalal dan temu kangan dengan unsur pimpinan UNNES dalam rangka Dies Natalis.


from Universitas Negeri Semarang

Atlet UNNES Tidak Saja Memberi Reputasi Namun Juga Prestasi

Tujuh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES)  Ikut dalam uji coba cabang olah raga wushu untuk Asian Games 2018. Tes event bersama dengan 547 atlet dari  berbagai pengprov dan perkumpulan wushu ini digelar Sport Mall Britama Arena, Jakarta Utara, Jumat (27/10).

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES Dr Henny Setyawati menjelaskan, dari 7 mahasiswa FIK UNNES yang ikut dalam event ini, 2 mahasiswa masuk dalam Tim Pelatnas dan 5 mahasiswa masuk Tim Jawa Tengah. Menurut wasit Wushu Internasional yang juga Manager Tim Jawa Tengah sekaligus sebagai Sekretaris Panitia Wushu Road to Asian Games 2018,  7 mahasiswa yang Ikut ambil bagian dalam event yang digelar sampai 29 Oktober, 4 mahasiswa memperoleh medali emas, yaitu Yusuf Widiyanto (sanda 56 kg putra), Bayu Raka Putra (60 kg putra), Puja Riyaya (70 kg putra), dan Imas Ardzi Maulana (Taolu, nomor Daoshu putra). 1 Perak, Bayu Peni Hendraswari (sanda 48 kg putri), dan 1 Perunggu Ratih Erlyana ( 60 kg putri). Adapun satu mahasiswa atlet sanda atas nama Laksamana Pandu, terhenti di babak quarter.

Dr Henny juga mengatakan, ada kemungkinan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto yang juga Menteri Perindustrian RI menerapkan  promosi degradasi dalam komposisi pemain pelatnas. Promosi degradasi ini, imbuhnya, akan membuat persaingan di kejuaraan kian meningkat. Termasuk untuk atlet pelatnas yang harus terus berusaha mempertahankan posisinya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang Budi Raharjo mengaku, keikutsertaan mahasiswa UNNES dalam event bergengsi ini tentu saja melalui proses panjang pembinaan yang terprogram, intensif, berlanjut dan berkesinambungan. 

Dr Bambang BR juga berujar, di berbagai event nasional maupun internasional, universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional ini memang selalu  menempatkan atletnya pada tangga juara. Bukan saja memberikan sumbangsih reputasi, namun juga prestasi.


from Universitas Negeri Semarang

LPTK Salah Satu Kunci Pendidikan Di Indonesia

Peranan LPTK sebagai lembaga penyelenggara program pendidikan bagi calon guru yang diharapkan dapat mencetak tenaga-tenaga profesional ternyata mendapat tantangan dengan diberlakukannya UU No 14  tentang Guru dan Dosen.

Hal itu yang membuat Wakil  Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Jawa Tengah, GKR Ayu Koes Indriyah tertarik melakukan diskusi dengan pratisi pendidikan di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Dalam kempatan ini Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, LPTK merupakan salah satu kunci berhasil atau tidaknya pendidikan di Indonesia.

UNNES siap menciptakan pendidik yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran.

Dalam kesempatan ini Rektor mengusulkan, pembenahan kurikulum, kualitas guru, fasilitas, dan kesejahteraan guru, perlu direvitalisasi untuk melahirkan sarjana pendidikan yang handal secara intelektual dan memiliki kualitas akhlak yang baik.

GKR Ayu Koes Indriyah pun sangat senang berdiskusi dengan pakar pendidikan yang ada di UNNES.

Karena mendapatkan masukkan yang luar biasa, dan ia menyampaikan hasil diskusi ini kepada DPR untuk mendapatkan tindak lanjut.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 30 October 2017

Tanamkan Rasa Cinta Lingkungan, 900 Mahasiswa FE Lakukan Penanaman di Mangunsari

Menanam pohon adalah kewajiban bagi seluruh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES). kegiatan ini merupakan perwujudan dari visi Unnes menjadi Universitas yang berwawasan konservasi dan bereputasi internasional. Kegiatan penanaman pohon juga merupakan upaya menanamkan rasa cinta lingkungan bagi generasi muda.
Fakultas Ekonomi (FE) melaksanakan kegiatan penanaman pohon bagi mahasiswa angkatan 2016. Diikuti tak kurang dari 900 mahasiswa dan mengambil tempat di kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati, Sabtu (28/10).

Ketua gugus pengembang konservasi FE, Dr Amin Pujiati mengatakan, FE berkomitmen untuk mendukung program universitas agar mahasiswa dapat menanam pohon.
Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti. Mahasiswa wajib merawat tanamannya sehingga program penghijauan tidak hanya bersifat sporadis tapi mengandung unsur kebermanfaatan dalam jangka panjang.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa juga terlihat antusias mengikuti penanaman pohon. Mereka berpendapatan bahwa selain menjadi kewajiban dan syarat wisuda, menanam pohon dapat memberikan sensasi baru bagi mereka. Banyak mahasiswa mengaku baru pertama kali menanam pohon. Sehingga pengalaman baru ini diharapkan akan membuat mereka lebih mencintai lingkungan.

Ketua panitia kegiatan Avi Budi Setiawan melaporkan, pada kegiatan penanaman ini jenis tanaman buah-buahan. Yang terdiri dari belimbing, durian, sawo kecik, jambu air, jambu kristal dan petai. adapun seluruh bibit pohon disediakan oleh UPT Pengembang Konservasi UNNES.

Harapan ke depan, pohon yang ditanam ini bisa tumbuh dan berkembang. Sehingga akan banyak manfaat yang diperoleh, tak hanya manfaat berupa lestarinya lingkungan, namun juga manfaat ekonomi. Namun itu semua akan terjadi apabila program ini tak hanya berhenti pada penanaman tapi juga perawatan.


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 29 October 2017

Semarang International Illustration Festival 2017 Tarik Animo Ilustrator Berbagai Negara

Semarang International Illustration Festival (SIIF) adalah acara tahunan yang memamerkan karya-karya ilustrator dari berbagai negara. Tahun 2017 merupakan tahun pertama penyelenggaraan acara ini. Walaupun begitu hal itu tidak membuat surut antusiasme ilustrator dari berbagai negara. Terbukti kurang dari sebulan yaitu dari 28 September – 20 Oktober 2017, 500 ilustrator  telah mengirimkan hasil karya terbaiknya. Karya-karya tersebut kemudian dikurasi oleh tim seleksi SIIF menjadi 100 karya terbaik. Tim seleksi SIIF yaitu Syakir MSn dan Prof Sofyan Salam MA PhD dari Universitas Negeri Makassar.

Ketua Panitia Wandah Wibawanto SSn MDs menyampaikan, 100 karya terbaik ini merupakan karya terbaik dari yang terbaik dari berbagai negara. Ada 17 negara yang menjadi partisipan, antara lain Indonesia, China, Italia, Perancis, Kazakhistan, dll. Setiap karya yang lolos akan ditampilkan dalam katalog digital dan cetak (print) ber-ISBN.

SIIF diselenggarakan pada 28 – 31 Oktober 2017 di Galeri B9 Jurusan Seni Rupa UNNES. Selain pameran, ada acara Launching Buku berjudul “Seni Illustrasi” milik Prof Sofyan Salam MA PhD, tambah Wandah.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman Mhum mengapresiasi acara SIIF ini. Prof Fathur menuturkan, karya yang ditampilkan di SIIF sangat berkualitas. Karya dari Ilustrator Indonesia juga tidak kalah dari ilustrator dari luar negeri. Semua karya memiliki makna tersirat. Karya-karya ini juga sudah mengaitkan seni dan teknologi.

 

Kontributor : Nur Adha Choiriyah (Student Staff)

 


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 28 October 2017

Sumpah Pemuda, UNNES Selenggarakan Lomba Baris-Berbaris

Setelah mahasiswa baru di Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti Pendidikan Bela Negara, mahasiswa kader-kader bela negara memeriahkan Hari Sumpah Pemuda dengan mengikuti lomba baris berbaris, Sabtu (28/10) di lapangan Rektorat.

Lomba diselenggarakan untuk menguatkan kedisiplinan mahasiswa, kebersamaan, dan kebanggaan lembaga. FT tampil menjadi juara 1 dan mendapatkan piala dan uang tunai sebesar 2.500.000, juara 2 diraih oleh FIK dan Juara 3 diraih oleh FBS.

Pasukan baris berbaris FT Unnes dipimpin oleh Danton Hendrik Purnama Prodi Teknik Otomotif tampil kompak dan mempesona para hadirin.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengapresiasi kegiatan ini, selain meningkatkan disiplin baris berbaris menjadikan peserta selalu kompak dan selalu seirama. Melalui kegiatan kreatif ini diharapkan fapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam kesempatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Bambang BR memberikan motivasi, mahasiswa harus disiplin, fokus dan sungguh-sungguh belajar, supaya bisa meraih hasil yang terbaik.


from Universitas Negeri Semarang

Art Talent Exhibition 2017 diikuti Seluruh Siswa SMK-SMA se-Kota Semarang

Art Talent Exhibition 2017 merupakan acara kompetisi siswa SMK-SMA Kota Semarang dan sekitarnya yang diadakan dalam bentuk kompetisi seni gambar, seni tarik suara, dan seni tari. Acara ini terdiri dari Kompetisi Doodle Art, Solo Vokal, dan Tari Semarang.

Acara yang merupakan kerjasama antara Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan MGMP Seni Budaya SMK Kota Semarang di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini merupakan salah satu rangkaian acara Bulan Bahasa dan Seni FBS 2017.

Acara Exhibition ini dibuka oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum di Gedung B6 FBS UNNES, Sabtu (28/10).

Prof Prof Fathur menuturkan, Art Talent Exhibition 2017 merupakan acara yang sangat bagus. Melalui acara ini, para siswa dapat berkompetisi secara sehat dan tentunya dapat mengukur kemampuan sesuai bidang seninya masing-masing. Kemampuan tersebut harus selalu diasah sehingga dapat berkembang dan meningkat.

Ketua MGMP SMK Kota Semarang Dr Sri Verayani MPd selaku penanggungjawab acara ini menyampaikan, Art Talent Exhibition 2017 diadakan selama dua hari yaitu 28-29 Oktober 2017. Hari pertama setiap siswa akan bersaing untuk memperebutkan piala juara dan uang pembinaan. Dan hari kedua siswa yang menjadi pemenang akan menunjukkan kebolehannya saat upacara penutupan.

Kontributor : Nur Adha Choiriyah (Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Rektor UNNES Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda ke 89, (28/10) di Kampus UNNES Sekaran l.

Prof Fathur menandaskan, anak muda khususnya mahasiswa adalah generasi emas atau generasi milineal yang akan mengukir sejarah bangsa melalui karya nyata yang akan dipersembahkan untuk bangsa indonesia.

Namun demikian rektor mengaku Inovasi dan kreatifitas pada mahasiswa itu tidak hadir dengan mudah, tapi melalui proses panjang, dan kunci utamanya adalah konsisten dan fokus, sehingga menghasilkan karya yang bisa dinikmati masyarakat.

Bertepatan dengan hari sumpah pemuda kali ini, Prof Fathur berharap, agar mahasiswa UNNES termotivasi untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tulus tingkatkan mutu dan prestasi membangun reputasi untuk Indonesia. Serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.


from Universitas Negeri Semarang

Rektor Serahkan Hadiah Kontes Novel Internasional

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman MHum menyerahkan hadiah kepada pemenang kontes novel internasional yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni dalam rangka peringatan Bulan Bahasa dan Seni, di Kampung Budaya, kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Sabtu (28/10).

Dalam penyerahan itu, Rektor didampingi oleh Dekan FBS Agus Nuryatin dan Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) Paulus Pangka. Leprid mencatatkan kontes ini sebagai kontes novel internasional dengan peserta terbanyak, yaitu 239 novel.

Juara I diraih novel Buku Panduan Matematika Terapan yang ditulis Henny Triskaidekaman dari Jakarta. Juara II Tango dan Sadimin (Ramayda Akmal, Hamburg, Jerman), dan juara III Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing (Eko Triono, Cilacap, Jawa Tengah).

Juri yang terdiri atas Rektor Institut Kesenian Jakarta Seno Gumira Ajidarma, Guru Besar Sastra FBS UNNES Agus Nuryatin, dan Guru Besar Sastra Universitas Negeri Yogyakarta Suminto A Sayuti juga menetapkan lima karya terpilih, yaitu Seratus Tahun Kebisuan (Wawan Kurniawan, Sopeng, Sulawesi Selatan), Putih Biru (I. B. Arya Lawa Manuaba, Badung, Bali), Asolole (Mashuri, Sidoarjo, Jawa Timur), Lelaki Gagap dari Kalipulung (Saroni Asikin, Pati, Jawa Tengah), Sophie: Selikat Haroem Getah Melajoe (Rifadilah Sarin, Pekanbaru, Riau).

Tiga pemenang utama masing-masing akan menerima hadiah uang tunai Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta. Lima novel terpilih masing-masing menerima hadiah Rp2 juta.


from Universitas Negeri Semarang

Tim Pandawa Lounching Tiga Mobil Hemat Energi

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaunching mobil hemat energi Pandawa. Mobil ini rencananya akan diikutkan lomba mobil hemat energi di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada 6-11 November 2017.

Manajer Tim Pandawa UNNES, Rifky Mufti Rahman, mengatakan mobil Pandawa Urban Concept ini adalah seri terbaru dari mobil hemat energi sebelumnya. Untuk pengembangan dan penerapan teknologi terkini, kami membutuhkan waktu selama empat bulan untuk melakukan riset.

Mobil Pandawa sendiri menjadi andalan UNNES untuk mengikuti berbagai perlombaan sejenis, baik untuk mobil listrik maupun mobil mesin. Sejak 2012, ada lima mobil yang dibuat dengan tiga berbahan bakar bensin dan dua mobil menggunakan listrik.

Rifky mengatakan Pandawa Urban Concept ini menggunakan teknologi fuel injection sehingga untuk kebutuhan bahan bakarnya bisa disetel. Sementara untuk material juga menggunakan bahan yang ringan rapi kuat. Mobil ini sendiri beratnya hanya 90 kilogram. Bahan bakar gasoline bensin sehingga lebih ramah lingkungan. Ini sesuai dengan visi Unnes yang mendeklarasikan diri sebagai kampus konservasi.

Total ada tiga mobil yang akan mengikuti lomba di ITS. Setiap mobil beranggotakan tujuh mahasiswa dari berbagai jurusan sesuai kebutuhan. Kita juga melibatkan mahasiswa jurusan Ekonomi untuk mengatur keuangan tim.

Kaprogdi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNNES, Syamsudin mengatakan tim Pandawa tahun ini ditargetkan meraih juara. Kita mengapresiasi para mahasiswa yang ikut lomba. Kita berharap kali ini menjadi juara setelah tahun lalu meraih juara keempat.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES, Prof Dr Rustono Mhum bangga dengan kreatifitas mahasiswa ini, saya sangat bangga mempunyai mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Hal ini mendorong UNNES menjadi universitas yang bertaraf internasional.


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 27 October 2017

Mahasiswa PKn UNNES Sabet Dua Kejuaraan Nasional di Malang

Tiga mahasiswa Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil menjadi jawara dalam beberapa ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada Rabu hingga Jumat (25-27/10).

Tim yang beranggotakan Dwi Hermawan, Daniar Solekha, dan Mohammad Zacki Pratama tersebut berhasil meraih dua kejuaraan sekaligus. Mereka berhasil meraih juara 2 dalam lomba Projek Kewarganegaraan dan juara 3 lomba Dialog Interaktif tingkat nasional.

Perlombaan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pekan kebangsaan yang merupakan agenda tahunan Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyambut Dies Natalis ke-63 UM.

Sebelum memasuki babak final, ketiganya diharuskan membuat karya tulis dan laporan pelaksanaan projek untuk dapat terpilih sebagai finalis perlombaan.

“Untuk lomba dialog, kami mengusung tema “Media Sosial dalam Persepektif Kewarganegaraan: Merekatkan Indonesia dan Mencegah Radikalisme melalui Kulturisasi Nilai-nilai Pancasila”, sementara untuk lomba projek kewarganegaraan kami memilih tema pelaporan “Praktik Bela Negara Muda melalui Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK) pada Prodi PPKn UNNES tahun 2015” yang memang saat ini memiliki urgensi tersendiri bagi bangsa Indonesia,” jelas Dwi.

Ketiga mahasiswa PPKn semester lima ini berharap, pencapaian tersebut dapat memotivasi diri dan teman-teman mahasiswa lainnya.

“Tentunya, kami berharap apa yang kami dapatkan di UM dapat menjadi salah satu bahan pengembangan bagi kami dan teman-teman mahasiswa lainnya” jelas Zacki.

Menurut mereka, keberhasilan tersebut tidak hanya murni usaha tim semata, namun juga karena dukungan dari banyak pihak,

“Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk dari bapak ibu dosen pembimbing. Mulai dari penyusunan karya tulis dan pelaporan hingga tahap presentasi kami selalu dibimbing, “ jelas Daniar.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang Budi Raharjo MSi , Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Drs Ngabiyanto MSi, dan Ketua Jurusan PKn Drs Tijan MSi mengapresiasi capaian tersebut.

“Kami selalu mendukung upaya pengembangan diri bagi mahasiswa, salah satunya melalui kompetisi dan perlombaan semacam ini. Menuju Universitas bereputasi Internasional, UNNES terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dan terbaik termasuk dalam usaha memfasilitasi keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi baik ditingkat nasional maupun internasional,“ jelas Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Drs Ngabiyanto MSi.

Ryan Aditya Prayoga (Students Staff)


from Universitas Negeri Semarang

UNNES Gandeng Tiga Perguruan Tinggi, Program Hibah Asuh Perguruan Tinggi Unggul

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggandeng tiga perguruan tinggi (PT) melaksanakan Program Hibah Asuh Perguruan Tinggi Unggul melalui Badan Penjaminan Mutu UNNES.

Ketiga PT tersebut yakni Universitas Muhammadiah Semarang (Unimus), Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran Kabupaten Semarang, dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Singkawang Kalimantan Barat.

Penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum dengan Rektor UNW Prof Dr Subyantoro MHum, dan Ketua STKIP Singkawang Drs Andi Mursidi MSi. Kemudian penandatangan Nota Persetujuan antara Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES Prof Rustono MHum dan Wakil Rektor Bidang Akademik Unimus Sri Darmawati MSi diwakili WR II Dr Sri Rejeki Skp MKep SpMat , Jumat (28/10/2017) di Rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Tujuan kegiatan ini untuk pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas SDM, penyediaan tenaga ahli, serta membina hubungan kelembagaan dalam melaksanakan fungsi tridharma PT di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman menyampaikan, UNNES merupakan universitas unggul yakni akreditasi A. Pengembangan program hibah asuh ini saya berkeyakinan bahwa program ini sangat membawa manfaat yang besar bagi pengembangan PT baik di Unimus, Universitas Ngudi Waluyo, dan STKIP Singkawang.

Setelah penandatangan nota kesepahaman, kegiatan dilanjutkan Workshop penyusunan dokumen audit mutu internal (AMI), dan Bimbingan teknis pelaksanaan audit mutu internal.


from Universitas Negeri Semarang

Tingkatkan Reputasi Internasional, UNNES Tandatangani Kerjasama dengan Chung Cheng University Taiwan

Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kerjasama dengan Chung Cheng University (CCU) Taiwan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) dan diskusi terkait bidang tujuan kerjasama antara kedua pihak pada Jumat (27/10), di Ruang Senat Gedung Dekanat MIPA, Kampus UNNES Sekaran, Semarang.

Pada acara ini, turut hadir Kepala International Office UNNES, Intan Permata Hapsari, MPd, Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas, selaku Staf Ahli Bidang Kerja Sama Luar Negeri, beserta staff dan jajaran pejabat dari tiap program studi sebagai perwakilan dari UNNES. Sementara itu, pihak CCU diwakili oleh Professor Gary Shyi, selaku Dean College of Social Science, Prof Marco Lin, dan Prof Victoria Ro.

Selaku pemberi sambutan, Dr Ratna Dewi menyatakan bahwa kerjasama yang akan dilakukan ini berfokus pada bidang Cognitive Science dan Teknologi Informasi. Dari bidang tersebut, ia menambahkan, tawaran kerjasama yang akan dilakukan berupa program pertukaran pelajar, magang internasional, ataupun undangan professor dari CCU untuk menjadi guest lecturer.

Dari pihak CCU, Gary menyatakan bahwa kerjasama yang ditawarkan oleh CCU sendiri terdiri dari beberapa program, yakni pertukaran pelajar, undangan international summer school, dan beasiswa kuliah di CCU.

Perlu diketahui, Chung Cheng University adalah salah satu universitas terbaik Taiwan yang berlokasi di Chiyayi. Universitas ini memiliki 8 fakultas yang terdiri dari 29 jurusan. Terdapat lebih dari 12.000 mahasiswa yang berkuliah di sini, termasuk 652 mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia.

(Cesar Abdul, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

UNNES Inisiasi Kerjasama dengan Guangxi Normal University Tiongkok

Bertempat di Ruang Vicon, Rektorat UNNES, Semarang, Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan diskusi untuk memulai kerjasama dengan Guangxi Normal University, Tiongkok pada Kamis (26/10).

Dari pihak UNNES, acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang IV, Prof Sukestiyarno PhD, Kepala International Office UNNES, Intan Permata Hapsari, MPd, beserta jajaran perwakilan dari fakultas dan prodi. Sementara itu, turut hadir pula Deputy Director of International Office, Guo Xuan Bing dan Head of International Admission, Chen Xiao Han selaku perwakilan dari Guangxi Normal University.

Dalam sambutannya, Prof Sukestiyarno menyampaikan bahwa UNNES menyambut dengan baik kerjasama yang akan dilakukan dengan pihak Guangxi, mulai dari kalangan program studi, hingga setiap fakultas. Kemudian, beliau menawarkan kerjasama dari pihak UNNES yang berupa pertukaran pelajar, pertukaran staf, kolaborasi penelitian, dan program double degree.

Dari pihak Guangxi, Guo Xuan Bing menyatakan bahwa universitasnya telah menerima sekitar 15.000 mahasiswa asing, termasuk 200 mahasiswa Indonesia. Untuk program yang sudah dilakukan, universitas ini telah melakukan pengiriman mahasiswanya untuk belajar bahasa ke negara asia, seperti Thailand. Selain itu, mereka juga menerima mahasiswa asing dari Thailand, Indonesia, dan Vietnam untuk belajar bahasa mandarin.

Selain program tersebut, Xuan Bing juga menawarkan program lain, yakni beasiswa mahasiswa asing yang ingin belajar di Guangxi dengan program waktu tambahan 1 tahun untuk belajar bahasa mandarin di universitas tersebut.

(Cesar Abdul, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

UNNES Tambah Satu Profesor

Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai Lembaga Pendidikan Unggul yakni telah terakreditasi A, terus melakukan lompatan-lompatan. Salah satu wujud komitmen itu mencetak Profesor sesuai tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Kali ini UNNES kembali mencetak Profesor baru, Dr Zulaeha MHum Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) resmi menjadi Profesor.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyerahkan Surat Keputusan (SK) Profesor dari Dikti kepada Dr Zulaeha MHum, Kamis (26/10/2017) di Auditorium kampus UNNES Sekaran.

Hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Rustono, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof Sukestiyarno, Dekan FBS Prof Agus Nuryatin, Ketua Senat UNNES Prof Soesanto, dan Pejabat terkait di lingkungan UNNES.

Prof Fathur Rokhman memberikan ucapan selamat kepada Dr Zulaeha dan menyampaikan harapannya agar mereka menebarkan manfaat keilmuan yang berdampak kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa merasakan keilmuan yang mereka miliki.


from Universitas Negeri Semarang

Dukung Gerakan Literasi, UNNES Gelar Seminar Matematika XI

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA UNNES) menyelengarakan seminar nasional Matematika XI, Sabtu (21/10) di Ruang Seminar Gedung D12 Dekanat FMIPA UNNES Kampus Sekaran.

Seminar bertemakan “Inovasi Matematika dan Pembelajarannya dalam Mendukung Gerakan Literasi” ini menghadirkan Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Matematika Fakultas Kegurian dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya Prof Dr Zulkardi MI Kom MSc. Ia membahas tentang peranan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam mendukung gerakan literasi sekolah dan pendidikan karakter.

Menurut Prof Zulkardi, sumber belajar ini menyediakan konten dan konteks yang berkaitan dengan literasi matematika yang disesuaikan dengan kurikulum, budaya Indonesia dan kompetensi yang disesuaikan dengan  Programme for International Student Assessment (PISA) framework.

Selain Prof Zulkardi, Guru Besar  Statistika FMIPA Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Khairil Anwar Notodiputro MS, dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat LP2M UNNES Dr Isti Hidayah MPd juga menjadi pembicara pada acara yang dihadiri 300 an pemakalah/peserta dari 24 Instansi  di delapan Propinsi.

Ketua Panitia, Dr Wardono MSi melaporkan, latar belakang tema pada seminar kali ini adalah kenyataan bahwa kemampuan literasi matematika Programme Internationale for Student Assesment (PISA) siswa Indonesia saat ini masih harus terus ditingkatkan. Hal ini, karena kenyataan setiap tiga tahun mulai tahun 2000 sampai hari ini hasil PISA siswa Indonesia rankingnya masih berada di bawah.


from Universitas Negeri Semarang

Peneliti dari Nottingham University hadir dalam UNNES Journal Editors Meeting

Perpustakaan dan Pengembang Jurnal Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan ‘UNNES Journal Editors Meeting‘, dengan tema Internasionalisasi Ejurnal di kampus Sekaran, Rabu (25/10). Pembicara dalam kegiatan ini adalah Dr Joshua Sniner dari Department of Political Sciences, University of Nottingham, dan Kepala UPT Perpus dan Ketua Pengembang Jurnal UNNES Moh Yasir Alimi PhD.
Joshua mengatakan, tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam penulisan artikel ialah “flow”/fluidity of your thoughts, yang kedua ialah The clarity of your expression/prose dan dan yang ketiga ialah The overall “tightness” of you argument. Menurutnya, Kegagalan menyampaikan secara baik dalam tiga area ini menyebabkan suatu artikel mempunyai masalah “struktural”.
Joshua menambahkan, sebuah artikel terdiri dari tiga bagian: pendahuluan, body, dan kesimpulan. Pendahuluan berisi The relevance of the piece – broad contextualisation, Discussion of relevant literature – i.e. linking your research idea/question to current scholarly debates; Research approach or methodology ; Delineates limits of the analysis; problem/Research statement – “my argument is”, dan Research plan /roadmap- “I will” . Tip penting diberikan Joshua adalah don’t get too lost in methods/or lit review.  
Sementara itu, Moh Yasir Alimi, PhD menyampaikan hasil pertemuan Indonesian Journal Editors Meeting di Bali pada tangal 27-29 September 2017 mengenai rahasia-rahasia agar jurnal bisa terindeks Scopus.

from Universitas Negeri Semarang

Wednesday, 25 October 2017

Diumumkan, Inilah Pemenang FBS UNNES International Novel Contest 2017

Novel berjudul Buku Panduan Matematika Terapan karya Henny Triskaidekaman terpilih sebagai pemenang utama FBS UNNES International Novel Contest 2017. Novel itu dinilai oleh juri menawarkan pendekatan dan cara ungkap baru penulisan prosa.

Ketua Panitia Sendang Mulyana menjelaskan, penyelenggara menerima 299 naskah dari berbagai negara. Selama lebih dari satu setengah bulan naskah itu dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Dr Seno Gumira Ajidarma, Prof. Dr. Agus Nuryatin, dan Prof. Dr. Suminto A Sayuti.

“Jumlah dan persebaran peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa, dahsyat, dan memesona. Kami optimis, sayembara ini akan menempatkan UNNES sebagai subjek penting dalam perkembangan sastra Indonesia ke depan,” kata dosen Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) ini.

Sendang menambahkan, peserta sayembara ini berasal dari berbagai negara, dari berbagai ragam profesi, dan rentang usia yang juga sangat beragam. “Sebagian adalah nama baru, tapi tak sedikit sastrawan dengan reputasi besar yang berpartisipasi,” katanya.

Daftar pemenang selengkapnya adalah sebagai berikut:

Pemenang I:
Buku Panduan Matematika Terapan (Henny Triskaidekaman, Jakarta)

Pemenang II: Tango dan Sadimin (Ramayda Akmal, Hamburg, Jerman)

Pemenang III: Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing (Eko Triono, Cilacap, Jawa Tengah).

Selain tiga pemenang utama di atas, juri juga memilih lima novel terpilih, sebagai berikut:
1. Seratus Tahun Kebisuan (Wawan Kurniawan, Sopeng, Sulawesi Selatan).
2. Putih Biru (I. B. Arya Lawa Manuaba, Badung, Bali)
3. Asolole (Mashuri, Sidoarjo, Jawa Timur)
4. Lelaki Gagap dari Kalipulung (Saroni Asikin, Pati, Jawa Tengah)
5. Sophie: Selikat Haroem Getah Melajoe (Rifadilah Sarin, Pekanbaru, Riau)

Ketiga pemenang utama tersebut masing-masing akan menerima hadiah uang tunai Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta. Adapun lima novel terpilih masing-masing akan menerima hadiah masing-masing Rp2 juta. Para pemenang akan menerima hadiah dan penghargaan pada Sabtu 28 Oktober 2016 di Kampung Budaya.


from Universitas Negeri Semarang

Pengurus Dharma Wanita Persatuan UNNES Beri Bantuan Belajar kepada Putra Putri Pegawai UNNES

Sebanya 113 anak dari putra putri Pegawai Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperoleh bantuan belajar dari Pengurus Dharma Wanita Persatuan UNNES, Rabu (25/10/2017) di rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Ketua Dharma Wanita Persatuan UNNES Barokah Isdaryanti SPd MPd menyampaikan, kegiatan pemberian bantuan belajar bagi putra putri pegawai UNNES ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan Oktober.

Pada tahun 2017 ini jumlah pemohon sebanyak 85 orang, namun jumlah penerima bantuan belajar ada 113 anak menyebar di semua fakultas.

Bantuan ini jangan dipandang jumlahnya, tapi lihatlah kepedulian kebersamaan dan keguyuban antara karyawan dan pengurus Dharma Wanita Persatuan UNNES.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 24 October 2017

Seni Rupa UNNES Gelar Kompetisi Sketsa Nasional

Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Pameran Sketsa Nasional dengan mengangkat tema “Kemaritiman dan Budaya Pesisir” di Galeri Seni Rupa FBS UNNES Gedung B9, Senin (23/10).  Pameran ini adalah puncak dari ajang kompetisi sketsa tingkat nasional yang sudah dimulai sejak 1 Agustus – 15 Oktober 2017.

Menyajikan 120 karya hasil penjuarian dan kurasi oleh beberapa dosen dan praktisi sketsa dengan mempertimbangkan aspek keunikan, spontanitas sketsa, pengembangan tema,  dan teknis penggarapan medium. Karya sketsa berukuran A3 dengan dengan berbagai variasi media, seperti pensil, chrocoal, drawing pen, dan tinta. Lomba dan pameran diikuti oleh para peserta dari seluruh Indonesia, antara lain dari  Semarang, Bali, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Medan, Padang, Palemvang, Bengkulu, Cirebon, bandung, bogor,solo, jogja, surabaya, probilinggo, rembang, tuban, dan madura.

Ketua Jurusan Seni Rupa FBS UNNES, Dr Syakir MSn mengatakan bahwa kegiatan ini akan digelar di tahun medatang, mengingat tingginya antusias peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Pameran Sketsa Kemaritiman dan Budaya Pesisir dibuka sejak hari ini hingga Rabu 25 Oktober 2017.


from Universitas Negeri Semarang

UTC Juara Sircuit Tenis Lapangan Antar PTN se-Jateng & DIY

UNNES Tennis Club (UTC)  berhasil menjadi kampiun di kejuaraan Sirkuit Tenis Lapangan “Piala Rektor” antar PTN se-Jateng & DIY 2017 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (22/10).

Pada nomor Ganda Beregu Putra, Tim UTC berhasil mengalahkan Tim Tenis UNS di partai puncak dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut diperoleh melalui pasangan Nasuka/M Harlanu dengan mengalahkan pasangan Bambang Wijanarko/Maryanto dengan skor 8-5 di partai pertama. Sementara di partai kedua, pasangan Limpad Nurrachmad/Ricko Irawan berhasil mengalahkan pasangan Rifki/Satria dengan skor 8-4.

Hasil positif juga ditorehkan pada nomor ganda perorangan eksekutif, yang mampu menjadi juara melalui pasangan Prof Rustono/Drs Prapto Nugroho, Pasangan tersebut dengan susah payah mampu mengalahkan pasangan Prof Fauzan/Abdul Aziz dari UNSOED dengan skor yang cukup ketat 8-7.

UNSOED selaku tuan rumah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh PTN se-Jateng & DIY yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kejuaran sirkuit kali ini. Selanjutnya, UNNES didaulat untuk menjadi tuan rumah di tahun 2018 yang rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan perayaan DIES NATALIES UNNES pada bulan April tahun 2018. 

Sementara itu, Ketua Umum UTC, Prof Rustono menyampaikan bahwa UNNES akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi tuan rumah sekaligus mempertahankan predikat juara bertahan di Kejuaraan Sirkuit Tenis Lapangan yang akan datang.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 23 October 2017

Semnas Geografi, Rektor UNNES Minta Kibarkan Reputasi Dengan Prestasi

Universitas Negeri Semarang (UNNES) tentu akan terus melahirkan ide-ide kreatif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat, termasuk program transmigrasi dalam pemerataan pembangunan.

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Fathur Rokhman mengemukakan hal itu saat membuka Seminar Nasional Geografi, Sabtu (21/10) di Kampus Fakultas Ilmu Sosial UNNES Kampus Sekaran.

Dihadapan 350 peserta seminar yang diselenggarakan oleh Jurusan Geografi ini, Prof Fathur berharap agar reputasi UNNES terus dikibarkan  dengan prestasi dan karakter mahasiswa.

Sementara itu, saat menjadi pembicara, Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) Dr Ir Condrat Hendarto MSc mengatakan kesenjangan antara wilayah perkotaan di Indonesia mendorong pemerintah untuk mengoptimalisasikan program transmigrasi dalam pemerataan pembangunan. Selama ini, pembangunan hanya berfokus di Jawa dan Sumatera saja.

Kedepan, Dr Condrat berharap aktivitas pembangunan lebih mengarah pada seluruh wilayah Indonesia. Pemerataan pembangunan dapat diwujudkan salah satunya melalui program transmigrasi.

Menurut ketua panitia Muhammad Rifki Anas, beberapa pejabat KDPDTT juga menjadi pembicara pada seminar kali ini.


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 22 October 2017

Tim UNNES Juara II Cabor Tonnis di Fornas

Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Tingkat Nasional (Fornas) ke-IV telah digelar Sabtu-Minggu (21-22/10) di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Tim Tonnis Universitas Negeri Semarang (UNNES) mewakili kontingen Jawa Tengah meraih juara dua tim putra kategori prestasi (Tulus Adi Sugiarto, Dwi Wijayanto FIK), dan juara tiga tim putri kategori umur 40 tahun plus (Wahyu Lestari FBS, Rohmawati FE). Sedangkan tim putra 50 tahun plus dari klub Wahyu Temurun Kota Semarang yang mewakili Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih juara satu.

Drs Tri Nurharsono MPd selaku Dosen FIK sekaligus Pengurus Tonis Seluruh Indonesia mengatakan Kejuaraan Tonnis pada acara FORNAS IV tersebut mendapat apresiasi positif dari Ketua Umum FORMI Nasional Hayono Isman. Ia mengatakan Peserta Tonnis kali ini sudah diikuti oleh lima provinsi. “Ini membuktikan Cabang OLahraga Tonnis telah mendapat respon masyarakat yang sangat baik” ujarnya.

Sementara itu, ia juga mengungkapkan cabor tonnis ini akan kita presentasikan di hadapan bapak Mempora Rapublik Indonesia, kemudian pada bulan Oktober Tahun 2016 lalu, Cabang Olahraga Tonnis juga ikut memeriahkan pada acara The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games yang diselenggarakan di Jakarta yang diikuti oleh 110 negara dari lima benua.

Untuk menguatkan kontingen Tim Jawa Tengah dan Nasional, ia berharap Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Tengah dan UNNES dapat berkolaborasi melakukan gerakan akselerasi dengan instansi terkait agar mendapat dukungan bahwa Tonnis dapat dijadikan salah satu Olahraga Unggulan di Indonesia dan dikenal oleh berbagai negara, tuturnya. Hayono Isman juga bangga dan gembira saat ini cabor Tonnis telah berhasil diujicobakan dan dipertandingkan di beberapa negara.

Diakhir sambutannya Hayono Isman, juga menggelorakan yel Tonnis bersama seluruh pemenang sebagai penyemangat dan apresiasi yang luar biasa yakni Murah, Sehat, Gembira dan Luar Biasa.


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 21 October 2017

Parmin, Dosen UNNES Wisudawan Terbaik UNS

Dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA UNNES) Dr Parmin SPd MPd meraih predikat sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor pada Wisuda Universitas Sebelas Maret (UNS) periode V tahun 2017, Sabtu (21/10), di Auditorium UNS. Parmin lulus program studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dengan nilai Indeks Prestasi tertinggi 4,00 dengan predikat kelulusan sangat terpuji.

Sekretaris Senat UNNES ini lulus dengan disertasi yang berjudul Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA.

Menurut Dr Parmin, model SIL sebagai model baru untuk merekonstruksi pengetahuan asli masyarakat menjadi pengetahuan ilmiah, karena tidak semua pengetahuan asli masyarakat secara ilmiah dapat diuji kebenarannya. Melalui model yang dikembangkan, dipastikan semakin banyak yang direkonstruksi pengetahuan asli masyarakat yang pada saat ini terancam punah karena pengaruh modernisasi gaya hidup masyarakat.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum menyampaikan selamat. Prof Fathur berharap, setelah lulus doktor mereka dapat berinovasi mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan UNNES sebagai rumah ilmu, dan masyarakat luas.


from Universitas Negeri Semarang