Saturday 25 January 2014

Keinginan Warga Trangkil Gunungpati Pasca-Longsor

TINGGAL DI TENDA - Warga RT 06/10, Trangkil Baru, Sukorejo, Gunungpati, memindahkan perabot rumah mereka, Jumat (24/1/2014). Pascalongsor mereka tinggal di tenda pengungsian.

SEKITARUNNES.COM, SEMARANG - Tempat tidur Triana (38), Ketua RT6 RW 10 Perumahan Trangkil Baru RT Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, dekat dengan pintu masuk tenda pengungsian. Setiap ada tamu yang masuk, ia selalu menunjukkan lokasi orang yang dicari.

"Saya ketua RT-nya. Jadi ya beginilah, sibuk mendata warga juga," katanya saat ditemui, Jumat (24/1/2014).
Ia langsung bercerita tentang sejarah rumahnya yang berawal pada 2010. Ketika itu bersama warga lainnya, ia tinggal di daerah Tarupolo I Jalan Suratmo. Karena tinggal di atas tanah provinsi, ia dan beberapa warga digusur dan mendapatkan biaya ganti rugi.

Kebetulan, tidak berselang waktu lama, ada pengembangan perumahan di Trangkil datang padanyaa. Di perumahan itu, ada penawaran lahan kapling, yang saat ini menjadi lokasi tempat tinggalnya. Saat itu, harga tanahnya Rp 200 ribu per meter per segi dengan luas tanah 6 x 15 meter.

"Waktu itu pengembang perumahan menyampaikan bila tanahnya aman. Nyatanya kayak gini (terjadi longsor karena tanah labil)," ujar ibu tiga anak tersebut.

Setiap tahun, ia selalu membetulkan rumahnya karena retak. Dalam jangka waktu tiga tahun, total ia sudah enam kali memperbaiki rumahnya yang retak-retak. Namun, peristiwa kali ini tidak sekadar membuatnya rumahnya retak, tetapi juga hancur. "Tidak ada yang tersisa. Untungnya kejadiannya pagi hari, kalau malam saya tidak bisa bayangin," tuturnya.

Kini, ia berharap pada perhatian pemerintah. Ia mengaku sudah trauma dua kali karena peristiwa ini. Pertama, ia trauma rumahnya digusur. Yang kedua, trauma tanahnya ambrol. Ia dan warga Trangkil lainnya berharap bisa direlokasi ke tempat yang aman yang lebih aman.

"Kami tidak minta macam-macam, cukup dipindah di tempat yang aman," kata Ana, sapaan akrabnya.
Begitu juga Rini (30) yang ingin segera direlokasi. Ia mengaku kasihan dengan anak kecil yang tidak bisa bersekolah karena harus mengungsi, termasuk anaknya. "Yah, segera direlokasi ke tempat yang aman," harapnya.

Di lokasi tersebut, ada 32 keluarga yang mengungsi. Secara keseluruhan ada 62 keluarga di Perumahan Trangkil Baru RT 6/RW 10 Sukorejo, Gunungpati. Setelah kejadian itu, wacana relokasi warga terus bermunculan.

Lurah Sukorejo, Sukidi membenarkan ada wacana pembuatan hunian sementara di lahan yang berlokasi di sekitar Jalan Pramuka. Tapi soal permanen atau tidak, belum ada pembahsan. Keputusan tergantung dari rapat antara Pemerintah Kota Semarang beserta warga.

Ia mengakui, lokasi perumahan Trangkil saat ini tidak layak huni lagi. Kontur tanah yang labil membuat tanah rawan longsor. "Bukan tidak mungkin, kejadian ini akan berulang," katanya.

Sumber: TribunJateng

No comments:

Post a Comment