Wednesday, 15 November 2017

Kuliah Umum di UMK, Rektor UNNES: Gunakan Bahasa dengan Bijak

Profesor sosiolinguistik yang juga Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengajak masyarakat menjadi pengguna bahasa yang bijak. Sikap itu harus diambil karena bahasa selalu berdimensi politis dan ideologis. Bahasa digunakan untuk kepentingan penggunanya.

Ajakan itu ia sampaikan saat ia menjadi pembicara dalam kuliah umum Politik Bahasa Penguasa di Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (15/11).

Sebagai alat komunikasi, menurutnya, bahasa digunakan penggunanya untuk memuluskan kepentingan tertentu. Ada kepentingan yang bersifat positif karena membawa kebaikan bagi kebaikan masyarakat luas, tetapi ada kepentingan yang destruktif.

Prof Fathur berpendapat, agar bisa arif menyikapi politik bahasa masyarakat perlu memiliki kesadaran linguistik yang baik. Kesadaran linguistik  dibangun melalui empat pengetahuan dasar. Pertama, pengetahuan mengenai sifat dan penggunaan bahasa. Bahasa bukan alat komunikasi yang bermakna tunggal, tetapi maknanya dinamis dan dialogis,” katanya.

Kedua, pengguna bahasa harus dapat menyusun makna dengan melibatkan konteks. Ketiga, hindari menggunakan bahasa secara ofensif. Adapun keempat, jangan mudah terprovokasi.

Kuliah Politik Bahasa Penguasa diikuti sekitar 200 peserta. Selain mahasiswa, sejumlah pimpinan lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan hadir dalam acara tersebut.


from Universitas Negeri Semarang

Kedatangan Dosen Tamu dari Malaysia, Jurusan Matematika dan Jurusan Ilmu Komputer UNNES Selenggarakan Kuliah Umum

Jurusan Matematika dan Jurusan Ilmu Komputer Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan kuliah umum dengan dosen tamu dari Malaysia bertajuk Big Data, Modeling, Computational Platform and Holistic Approaches for the Fourth Industrial Revolution, Selasa (14/11) di Gedung D12 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES

Kuliah umum kali ini menghadirkan Associate Professor Dr. Norma Binti Alias dari Matematik Fakulti Sains Universiti Teknologi Malaysia. Saat ini Prof. Norma merupakan peniliti di Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Stidies di UTM yang berfokus pada pengaplikasian antara pengetahuan dasar bidang ilmu fisika, kimia dan biologi dengan matematika untuk kemajuan teknologi lokal. Wanita kelahiran 1968 ini merupkan slah satu peneliti aktif dengan keahlian dibidang Parallel Computing and Numerical Analysis

Pada kuliah umum kali ini, Prof. Norma memberikan materi yang berhubungan dengan data terutama data besar dan juga korelasi bahwa matematikawan sekarang ini dapat lebih memperluas jaringan karena matematika dan teknologi sangat erat kaitannya.

Membukan kuliah umum kali ini, ketua Jurusan Matematika Drs. Arief Agoestanto MSi mengharapkan para peserta kuliah untuk dapat memperoleh manfaat akademis melalui kajian ilmiah yang dipaparkan narasumber tersebut.

(Student Staff, Ryan)


from Universitas Negeri Semarang

Tingkatkan Peringkat Green Metric, UPT Konservasi UNNES Adakan Sosialisasi

Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2016, berdasarkan penilaian UI Green Metric menduduki peringkat 6 nasional, sedangkan untuk tingkat dunia UNNES pada urutan ke 95. Untuk itu, mari bersama sama meningkatkan peringkat Green Metrik UNNES supaya lebih baik lagi.

Kepala UPT Konservasi UNNES Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi menyampaikan itu saat memberi materi Sosialisasi UI Green Metric dalam Menyongsong Tahun Internasionalisasi UNNES 2018, Rabu (15/11/2017) di LP2M kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Kegiatan diikuti 60 orang dari dari kalangan pejabat UNNES mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Direktur Pascasarjana, WD Pascasarjana, Kepala Bagian, dan Kepala Sub Bagian.

Target UNNES yakni 2018 nanti pada peringkat 3 nasional dan 70 pada peringkat dunia. Ini semua bisa tercapai jika warga UNNES bersama sama mendukung komitmen lembaga tercinta ini.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Rustono saat membuka sosialisasi menyampaikan, tujuan pemeringkatan ini yakni untuk berkontribusi dalam wacana berkelanjutan dalam bidang pendidikan dan penghijauan kampus, mempromosikan universitas sebagai agen perubahan sosial berkaitan dengan tujuan tujuan berkelanjutan.

Kemudian, menjadi alat penilaian diri tentang keberlanjutan kampus untuk institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia, dan menginformasikan kepada pemerintah, badan lingkungan setempat, internasional, dan masyarakat tentang program program berkelanjutan di kampus.

Ada enam komponen yang dinilai yakni penataan dan infrastrukturdengan bobot 15%, energi dan perubahan iklim (21%), limbah (18%), air (10%), transportasi (18%), dan pendidikan (18%).


from Universitas Negeri Semarang

Fakultas Ekonomi Juarai Kompetisi Kreasi Taman Kampus UNNES 2017

Fakultas Ekonomi menjadi juara I pada Kompetisi Kreasi Taman Kampus UNNES 2017 yang diselenggarakan oleh UPT Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kepala UPT Konservasi Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi menyampaikan, setelah diadakan penilaian Kompetisi Kreasi Taman Kampus UNNES 2017 sebagai juara pertama yakni Fakultas Ekonomi (FE) dengan total nilai 608, juara II FH dengan nilai 537, dan juara III FMIPA2 dengan nilai 531. Sedangkan juara Harapan I sampai V berturut-turut yakni FMIPA 1, LP2M, FIS, BUHK, dan FIK.

Juara I memperoleh hadiyah indoor plant senilai 4.500.000, juara II memperoleh indoor plant senilai 3.500.000, dan juara III indoor plant senilai 3.000.000. Untuk juara harapan I sampai V memperoleh indoor plant senilai 1.000.000.

Penyerahan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Rustono didampingi Kepala UPT Konservasi UNNES Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi.

Prof Amin juga mengatakan, kompetisi ini baru dilaksanakan pertama kali untuk kompetisi tahun 2018 nanti diharapkan setiap fakultas dan Unit di UNNES supaya ikut kompetisi. Sebab keasrian lembaga ini termasuk penilaian dalam UI Green Metric supaya UNNES lebih meningkat posisinya.


from Universitas Negeri Semarang

Lagi, Dua Dosen FIK UNNES Jadi Dosen Tamu di Malaysia

Jumlah tenaga pendidik Universitas Negeri Semarang (UNNES)  yang menjadi dosen tamu di luar negeri terus meningkat. Kali ini dua dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES menjadi dosen tamu di Universiti institute Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Minggu-Kamis (12-15/11).

Dosen jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Donny Wira Yudha Kusuma PhD membagi ilmu tentang mengajar teknologi bulu tangkis, dan dosen jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Anggit Wicaksono MPd tentang teknologi mengajar bola basket.

Diterima oleh pejabat Departement of Physical Education UiTM Malaysia Dr Mawarni, kedua dosen muda itu juga menginisiasi kerjasama antara kedua lembaga. Adapun kerja sama yang dibangun meliputi pertukaran mahasiswa untuk studi, dan penelitian bersama dalam bidang Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Selain untuk memperkuat reputasi Internasional UNNES, Dekan FIK Prof Dr Tandiyo Rahayu MPd berharap, kerja sama yang diinisiasi generasi baru FIK ini dapat memberikan manfaat positif bagi UNNES dan UiTM Malaysia.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 14 November 2017

Lantik Pejabat, Rektor: Bekerjalah untuk Kemajuan Bangsa

Universitas Negeri Semarang (UNNES) melantik sejumlah pejabat baru di tingkat ketua lembaga, kepala badan, kepala biro, kepala bagian, dan kepala subbagian, Selasa (14/11) di Ruang 405 Rektorat, Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Mutasi dan rotasi pejabat ditujukan untuk memberi kepastian pola karier dan mempercepat pencapaian UNNES menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Rektor berharap pejabat baru memegang teguh visi UNNES sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan bersama. Menurutnya, mewujudkan visi UNNES adalah bagian dari ikhtiar memajukan bangsa Indonesia.

Sebagai lembaga publik yang sedang bertransformasi, UNNES memerlukan sumber daya unggul. Pejabat yang dilantik diharapkan mengakselerasi prestasi kerjanya.

Ketua Lembaga Hingga Kasubag

Total ada sejumlah delapan belas pejabat yang dilantik, dari tingkat eselon I hingga eselon IV. Pada tingkat eselon 1, dua orang pejabat yang dilantik yaitu Dr Abdurahman MPd sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) dan Prof Dr Totok Sumaryanto MHum sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3).

Dr Sugianto MSi sebagai Sekretaris di LP3 dan Dr Suwito Eko Pramono MPd sebagai Sekretaris LP2M.

Agung Yulianto dilantik sebagai Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) menggantikan Dr Suwito Eko Pramono. Adapun Deddy Rustiono SE MSi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan diangkat menjadi Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAKK) menggantikan Drs Anwar Haryono MPd yang telah purnatugas.

Daftar lengkap pejabat yang dilantik dapat dilihat dalam tautan ini.

 


from Universitas Negeri Semarang

IKA UNNES Dorong UNNES CHOIR Berprestasi di Ajang Internasional

Ikatan Alumni Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai wadah para alumni berkomitmen mendukung mahasiswa UNNES dalam berkarya.

Salah satu dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan kepada Tim Choir UNNES yang akan berlaga di 21 ST Maritime Silk Road Hainan Choir Festival di Hainan, Tiongkok, 18-24 November 2017.

Dalam event internasional itu, sebanyak 37 penyanyi, 1 pengiring, 1 konduktor, dan 1 official akan berjuang menjadi juara dalam festival itu.

Ketua IKA UNNES Dr Drs Budiyanto SH menyampaikan, IKA UNNES akan senantiasa mendukung UNNES untuk menjadi universitas yang bertaraf internasional.

Kepada UNNES CHOIR, pihaknya memberikan pendampingan dana sebanyak Rp10 juta.

“Dana ini jumlahnya tidak seberapa tapi bentuk dukungan ini menjadi penting untuk menambah semangat untuk menjadi juara dalam event internasional tersebut,” katanya.

Dana diterimakan langsung oleh salah satu wakil peserta Ratna Wahyuningtyas dari Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni.

Ratna menyampaikan, dana itu sangat bermanfaat dan menambah semangat untuk kami bertanding. Atas dukungan dan doa dari para alumni kami akan berusaha mempersembahkan juara untuk UNNES tercinta.


from Universitas Negeri Semarang

Peningkatan Produktivitas Dosen dan Lektor Kepala UNNES melalui Workshop Pengembangan Kinerja

Universitas Negeri Semarang mengadakan Evaluasi dan Workshop “Pengembangan Kinerja Dosen dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Profesor dan Lektor Kepala UNNES 2017” pada Selasa, (14/11) di Ruang Senat, Gedung Rektorat Kampus UNNES Sekaran.

Turut hadir dalam acara ini adalah Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman MHum beserta jajaran Wakil Rektor, Majelis Professor, dan senat UNNES. Bertindak sebagai pembicara adalah Prof Dr Bunyamin Maftuh MPd MA, selaku Direksi Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya, Prof Fathur menyatakan bahwa upaya pembangunan UNNES telah sampai di jalan yang benar, mulai dari prestasi UNNES dalam jajaran peringkat dunia (UI Green Metric, Webometric, dan Akreditasi AUN-QA), akreditasi institusi UNNES yang telah menjadi AIPT A, serta jumlah jurnal yang internasional yang terbanyak se-Indonesia (83).

Meskipun memiliki prestasi tersebut, Prof Fathur menghimbau para Professor dan Lektor untuk bekerja keras meningkatkan jumlah publikasi pada wadah yang dimiliki untuk bisa meningkatkan reputasi universitas.

Selanjutnya, Prof Bunyamin menjelaskan materi mengenai peningkatan produktivitas universitas, khususnya UNNES untuk menjadi World Class University. Dalam penjelasannya, beliau menyayangkan jumlah professor yang masih kurang di beberapa PTN.

Oleh karena itu, beliau menghimbau para dosen, lektor, dan lektor kepala UNNES untuk mampu meningkatkan jumlah publikasi internasional. Dengan peningkatan jumlah publikasi internasional, hal ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja pribadi ataupun reputasi universitas, namun juga meningkatkan jumlah professor yang mungkin dapat diajukan oleh universitas.

(Cesar Abdul, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 13 November 2017

UNNES Susun Standar Pelayanan, Mahasiswa dan Alumni Berikan Masukan

Mahasiswa dan alumni turut memberikan masukan dalam uji publik rancangan standar pelayanan prosedur yang diselenggarakan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Senin (13/11) di Hotel Gracia, Kota Semarang.

Mahasiswa dan alumni hadir sebagai stakeholder yang dilayani UNNES bersama stakeholder lain seperti orang tua mahasiswa, pemerintah daerah, perbankan, dan pihak lain.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono Msi menyampaikan standar layanan diperlukan supaya UNNES dapat melayani masyarakat dengan prima serta mampu mewujudkan good governance.

“Masukan dari  stakeholder sangat kami perlukan agar kami bisa melayani masyarakat dengan lebih baik,” katanya.

Sejumlah aspek pelayanan dibahas dalam uji publik tersebut, antara lain pelayanan beasiswa, legalisasi ijazah, informasi publik, layanan kerja sama, hingga perizinan.

Kepala UPT Humas Hendi Pratama SPD MA mengungkapkan, sebagai lembaga publik UNNES harus siap menangkap semangat publik yang menghendaki pelayanan prima di segala bidang. Selain itu, pelayanan yang baik juga merupakan amanat undang-undang.


from Universitas Negeri Semarang

LP3 UNNES selenggarakan Professors go to school di Labschool UNNES

Professors go to school diselenggarakan di Aula Labschool UNNES pada Sabtu, (11/10).  Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru SD Kota Semarang. Peserta adalah guru-guru SD di Kota Semarang yang berjumlah 153 orang.

Materi dalam kegiatan ini yaitu Gerakan Literasi Sekolah yg disampaikan oleh Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum dan Penelitian Tindakan Kelas yg disampaikan oleh Prof. Dr. Dewi Liesnoor S, M.Si.

Menurut Sapto Legowo, Kepala UPTD Kecamatan Gajahmungkur, penilaian angka kredit (PAK) dari guru-guru bisa diukur antara lain melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovasi. “Kegiatan semacam ini tentu sangat bermanfaat bagi guru-guru SD di Kota Semarang ini, yaitu untuk pengembangan diri dan menambah wawasan untuk membuat karya sampai publikasi.” tambahnya.

Beliau berharap setelah kegiatan seminar ini, para guru bisa menindaklanjuti dengan membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di sekolah masing-masing.

Dalam pemaparan materinya, Subyantoro berpendapat bahwa anak-anak lebih suka bermain game daripada membaca. Anak-anak lebih semangat untuk bermain game karena ada reward, tidak seperti membaca. “Untuk itu salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca pada anak adalah dengan memberi contoh dan menciptakan lingkungan yang literat. Peran orang tua di rumah dan guru di sekolah adalah memberi contoh kepada murid-muridnya. Kemudian kita ciptakan lingkungan yang tersedia berbagai sumber bacaan, seperti sudut baca, poster, mading, dsb.” jelasnya.

Setiap guru dituntut harus bisa membuat PTK, karena ini merupakan salah satu syarat untuk kenaikan pangkat, yaitu dengan membuat karya tulis ilmiah, salah satunya berupa PTK.

Saeful Rohman, salah satu peserta, mengungkapkan kebimbangan yang pernah dialami dalam membuat PTK, yaitu apakah 2 siklus atau lebih. Sehingga untuk kendala semacam ini dia butuh pendampingan dan pembimbing.  “Dalam proses pembuatan PTK ini cukup sulit, sehingga saya perlu adanya pembimbing, semoga melalui kegiatan ini saya bisa sharing dengan guru lain yang sudah berpengalaman,” harapnya.


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 12 November 2017

Membudayakan Semangat Konservasi di Magelang FUKM Tanam 3.400 Pohon

Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (FUKM) UNNES menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Minggu (12/11). Pengabdian masyarakat sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan antar UKM untuk membudayakan semangat konservasi diantara pengurus dan anggota 56 UKM.

Pengabdian dilakukan dengan dukungan dari Dinas KLH Jawa Tengah dengan melakukan penanaman pohon sebanyak 3400 yang ditanam pada 8 dusun di desa tersebut. Selain tanaman, pengabdian juga diisi dengan sosialisasi beasiswa, pemasaran produk lokal, pemeriksaan kesehatan gratis, dan hiburan untuk masyarakat dari Rebana Moderen UNNES.

Hadir dalam kegiatan pengabdian Camat Windusari, Sihabudin, S.Sos., dan Kepala Desa Candisari, Widodo. Camat mengucapkan terima kasih atas kegiatan pengabdian masyarakat dari UKM UNNES sebagai salah satu bentuk tindaklanjut MoU antara Rektor dengan Bupati Magelang.

Koordinator pendamping kegiatan pengabdian masyarakat yang juga Staf Ahli Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Parmin, M.Pd., semangat mengabdi merupakan bagian dari penguatan karakter konservasi bagi pengurus dan anggota UKM di UNNES sehingga selain membantu masyarakat, menguatkan tradisi gotong royong mahasiswa bersama masyarakat yang membutuhkan.


from Universitas Negeri Semarang

Pananahan di Sukmalindo, Mahasiswa FH Ungguli Malaysia

Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang ( FH UNNES) dalam ajang olahraga bertajuk Sukan Malaysia-Indonesia (Sukmalindo-X), yang diselenggarakan di UNNES, (9-12/11).

Prestasi itu didapat oleh Dwi Ambarwati mahasiswa semester 5 dan Erma Regita semester 3 setelah berhasil mengungguli skor panahan Malaysia di event tahunan kedua negara yang sudah dilaksanakan sejak 2007. Event ini mempertandingkan beberapa cabang olahraga, yaitu badminton beregu, sepak takraw beregu, bola voli, futsal dan panahan.

Berkali-kali Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang Budi Raharjo memuji keberhasilan pemanah dari FH itu. Menurut Bambang, dirinya sudah terbiasa dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan medalinya, tapi yang ini menjadi luar biasa karena  mahasiswa Fakultas Hukum yang bisa mendapatkan medalinya.

Bambang juga berharap, melalui keberhasilan mahasiswa UNNES dapat terinspirasi untuk berprestasi demi kontribusi nyata kepada kampusnya.


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 11 November 2017

Menyoal Ketatanegaraan, FH UNNES Ikuti Konferensi Hukum Tata Negara

Menyoal ketatanegaraan, Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) bersama 600 pendekar hukum tata negara yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) seluruh Indonesia gelar Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) ke-4, di Aula Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (10/11/) malam.

Ketua Bagian HTN-HAN FH UNNES Dani Muhtada MPA PhD mengatakan, konferensi bertema penataan regulasi di Indonesia ini, bertujuan untuk menemukan solusi secara akademik. Saat ini, tambah Dani, Indonesia tengah mengalami permasalahan berupa pembentukan jumlah regulasi yang yang tak terkendali.

Akibatnya, percepataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik menjadi terhambat, peraturan perundangundangan yang satu dengan yang lain tidak harmonis, tidak sinkron dan saling tumpang tindih.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MENKUMHAM) Yasonna Hamongan Laoly saat membuka acara, berharap konferensi semacam ini perlu diadakan secara rutin dalam rangka menemukan solusi atas berbagai tantangan kehidupan ketatanegaraan yang setiap saat selalu kita hadapi.

Yasonna mengatakan, KNHTN selalu menjadi agenda wajib yang ia hadiri sejak penyelenggaraannya yang kedua tahun 2015, ketika diselenggarakan di Padang Sumatera Barat.

Mantan dosen FH Universitas HKBP Nommensen Medan ini mengaku senang bisa mendapat kesempatan menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para akademisi HTN-HAN. Sebab, Yasonna merasa seperti kembali kepada komunitas awalnya sebagai pendidik di perguruan tinggi

Dekan FH UNNES Dr Rodiyah SPd SH MSi, sangat mengapresiasi kegiatan dengan narasumber Prof Yuzuru Shimada (Nagoya University), Prof Simon Butt (University of Sydney), dan Dr Harjono (Ketua DKPP) ini. Rodiyah mengakui keikutsertaan FH UNNES dalam konferensi ini penting untuk meneguhkan eksistensi FH UNNES sebagai salah satu institusi unggul di bidang hukum di Indonesia

Selain Yasonna, hadir juga antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Dirjen Peraturan Perundang-undangan Prof Dr Widodo Ekatjahjana, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo, Bupati Jember dr Faida dan Anggota APHTN-HAN seluruh Indonesia.


from Universitas Negeri Semarang

Bahas Jurnalisme Online, Pers Mahasiswa UNNES Gelar Pelatihan Jurnalistik Dasar

Pada Sabtu dan Minggu (11-12/11), Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BP2M) Universitas Negeri Semarang  menggelar Pendidikan Jurnalistik Dasar (PJD) di Lantai 4 Rektorat Unnes, Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Tahun ini, PJD digelar dengan tema besar jurnalisme online. Persoalan itu dinilai aktual, bukan karena jurnalisme online dipandang sebagai jurnalisme mada depan, tetapi karena berkaitan erat dengan persoalan hoaks yang dihadapi masyarakat belakangan ini.

Sejumlah narasumber dipastikan hadir, antara lain dosen Sosiologi Komunikasi Universitas Diponegoro Triyono Lukmantoro, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPI) Jawa Tengah Muhammad Rofiudin, dan Pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang Pratono.

“Kami berharap peserta akan mendapatkan perspektif baru yang lebih komprehensif mengenai persoalan jurnalisme online,” kata ketua Panitia R Aditya Purbaningsih.

Adit menjelaskan, selain ketiga narasumber yang akan berbicara pada sesi panel tersebut, ada sejumlah narasumber lain yang diharapkan menginspirasi peserta mengetahui aspek-aspek dasar jurnalistik. Mereka adalah dosen jurnalistik UPGRIS Zainal Arifin ZA, fotografer lepas Yassir Arafat El-Macoalo, dan dosen Bahasa Indonesia UNNES yang juga Pemimpin Redaksi PortalSemarang.Com, Rahmat Petuguran.

Lebih dari dua ratus mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang hadir mengikuti acara ini.


from Universitas Negeri Semarang

Menristekdikti, PTN dan PTS Harus Bersinergi Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk bersinergi demi meningkatkan daya saing bangsa. Hal ini disampaikan Menristekdikti saat membuka acara Rapat Kerja Badan Kerjasama (BKS) PTN-Kopertis Jawa Tengah dan Yogyakarta, di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta (10/17).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti,  Ketua BKS yang juga merupakan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Sari Bahagiarti, pimpinan PTN  se-Jawa Tengah dan Yogyakarta, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi dan Koordinator Kopertis Wilayah VI Dwi Yuwono Puji Sugiharto, serta tamu undangan lainnya.

Nasir menyambut baik pelaksanaan rapat kerja ini sebagai upaya meningkatkan mutu PTN dan PTS di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta demi meningkatkan daya saing bangsa. Menristekdikti mengatakan banyak peluang kerjasama yang dapat dibangun antara PTN dan PTS. Nasir menjelaskan sinergi dapat dibangun dalam bidang riset, publikasi, magang dosen, pengabdian kepada masyarakat, program kreativitas mahasiswa, inkubator inovasi, pendidikan anti korupsi, dan gerakan anti radikalisme.

“ Sinergi akan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara lebih merata, muaranya adalah meningkatnya daya saing bangsa. PTN dan PTS itu sama, bedanya hanya sumber dana pengelolaan. PTS dengan akreditasi A sama nilainya dengan PTN dengan akreditasi A,” tutur Nasir.

Pada kesempatan ini Menristekdikti memberikan apresiasi atas perkembangan positif kualitas perguruan tinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. “ Yogyakarta memiliki 3 PTN dengan akreditasi A yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta dan UIN Yogyakarta, selain itu ada 5 PTS dengan akreditasi A. Sedangkan di Jawa Tengah ada 4 PTN dengan akreditasi A yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret dan Politeknik Negeri Semarang. PTS dengan akreditasi A di Jawa Tengah ada 4 PTS,” jelas Nasir.

Rektor UPN mengatakan Rapat Kerja BKS PTN-Kopertis Jawa Tengah dan DIY diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang akan meningkatkan kualitas pengelolaan PTN di wilayah Jawa Tengah dan DIY baik universitas, Institut, Sekolah Tinggi, maupun Politeknik, sehingga pada muaranya akan dapat menjadikan PTN dibawah BKS PTN-Kopertis Jawa Tengah dan DIY menjadi lebih berkualitas, dipercaya oleh masyarakat, serta mampu bersaing dalam kancah internasional. “ Kami selaku panitia yang ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja BKS kali ini sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Menteri. Ini adalah kali pertama Rapat Kerja BKS dihadiri Menristekdikti,” ujar Sari Bahagiarti.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum Selaku Ketua BKS Jateng DIY dalam laporannya menyampaikan bahwa BKS Jawa Tengah dan Yogyakarta beranggotakan 23 PTN dan 2 Kopertis. BKS ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kemampuan pengelolaan kelembagaan PTN dan Kopertis di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. “ Perguruan Tinggi dengan mutu baik dan akreditasi A akan memberikan pendampingan kepada perguruan tinggi lainnya, sehingga mampu mencapai akreditasi yang lebih baik,” ujarnya.


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 10 November 2017

UNNES Tuan Rumah Sukmalindo X Tahun 2017

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi “Tuan Rumah” event pertandingan olahraga persahabatan antara Malaysia dan Indonesia dalam kegiatan Sukan Malaysia Indonesia (Sukmalindo) X Tahun 2017.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Dr Didin Wahidin MPd, Jumat (10/11/2017) di auditorium UNNES Sekaran Gunungpati.

Hadir dari Malaysia, Prof Maya Dr Sopian Bujang (Ketua Delegasi), Prof Dr Nik Wan Bin Omar (Ketua Kontingen), Prof Dato’Dr Abdullah Mohammad Said, Riduan Bin Mohammed Arof, Tony Azman Hassan. Sedangkan dari UNNES Wakil Rektor BIdang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Prof Dr Tandiyo Rahayu MPd, Dekan FE Dr Wahyono MM, dan pejabat terkait di lingkungan UNNES.

Kegiatan berlangsung sampai 12 November diikuti 161 peserta terdiri atas 58 atlet dan 11 pelatih untuk Indonesia, serta 64 atlet dan 39 pelatih dan sekretariat untuk Malaysia. Ada 5 cabang yang dilombakan yakni Futsal, Voli, Sepak Takraw, Bulu Tangkis, dan Panahan. Kemudian, ditambah Kebudayaan yakni pentas tari bersama.

Dr Didin Wahidin yang juga Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaraan dan Mahasiswa (Belmawa) menyampaikan, kegiatan ini sebagai alat pemersatu antara Indonesia dan Malaysia.

Didin Wahidin berharap, Sukmalindo ini diharapkan bisa menjadi alat pemersatu kedua bangsa, agar bia terus terjalin silaturahmi yang baik.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan selamat datang para Delegasi Malaysia di Universitas Negeri Semarang (UNNES) Universitas Konservasi dalam acara yang sangat luar biasa ini yakni Sukan Malaysia-Indonesia (Sukmalindo).

Hari ini tepat 10 November, Hari peringatan Pahlawan artinya yakni para mahasiswa antara Indonesia dan Malaysia adalah penerus perjuangan pahlawan masing masing negara untuk memperjuangkan agar negara Indonesia dan negra Malaysia semakin berjaya.


from Universitas Negeri Semarang

Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Rektor UNNES Jadi Inspektur Upacara

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjadi Inspektur Upacara pada upacara peringatan Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2017) di Fakultas Hukum UNNES kampus Sekaran Gunungpati.

Hadir Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Biro, Asisten Direktur Pascasarja, dosen, karyawan, dan mahasiswa.

Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 ini mengambil tema Perkokoh Persatuan Membangun Negeri.

Prof Fathur Rokhman membacakan amanat Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa. Saat membacakan sambutan Mensos itu, para peserta upacara diajak untuk mengenang para pendahulu, pahlawan, perintis kemerdekaan, dan pendiri Republik Indonesia. Sebab karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri,pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini, kata Prof Fathur saat mengakhiri membacakan sambutan Mensos RI.

Rektor menambahkan, Upacara memperingati Hari Pahlawan di Fakultas Hukum UNNES ini berjalan sangat luar biasa, petugas upacara pakai seragam bagus, semoga kita semua menjadi penerus perjuangan para pahlawan kusuma bangsa dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan memperkokoh UNNES sebagai rumah ilmu pengembang peradaban.


from Universitas Negeri Semarang

Meningkatkan Paper Jurnal Internasional Dosen FMIPA UNNES Melakukan Diskusi dengan Geogia Tech USA

Profesor dari Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Univeraitas Negeri Semarang (UNNES) dan Geogia Tech USA melakukan diskusi keilmuan (9/11) di Dekanat FMIPA.

Hadir dalam diskusi ini Ahmet Erbil, Ph.D., Professor of Physics Georgia Tech, USA dengan para dosen senior FMIPA, seperti Prof Dr Hardi Suyitno, MPd, Prof Dr Nathan Hindarto, Prof Dr Wiyanto, MSi, Prof Dr Ani Rusilawati, MPd, Prof Dr Sutikno, ST, MT, Prof Dr Edy Cahyono, MSi, Prof Dr Sudarmin, MSi, Dr Putut Marwoto, MS dan beberapa doktor muda.

Prof Ahmet Erbil, Ph.D merupakan salah satu ekspert dan pernah menjadi konsultan di berbagai industri di USA, Japan, dan Europe. Dia pernah mengepalai lebih dari 20 project yang disponsori pemerintah maupun korporasi.

Dia berhasil memiliki lebih dari 20 paten, publikasi lebih dari 60 paper di jurnal internasional bereputasi, dan mempresentasikan sekitar 80 makalah pada konferensi tingkat national maupun international.

Dekan FMIPA, Prof Dr Zaenuri, SE, MSi, Akt sangat mengapresiasi kehadiran Prof Ahmet Erbil, Ph.D yang telah membuka wawasan internasionalisasi para profesor dan doktor FMIPA. Diskusi berjalan dengan sangat produktif, dengan penyelaras Dr Niken Subekti, SSi, MSi, International Corner FMIPA UNNES.

 


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 9 November 2017

Dorong Dosen Membumikan Teori, UNNES Gelar Pelatihan Menulis Opini

Jarak antara teori dan praktis perlu dikikis oleh para akademisi. Salah satu caranya, akademisi didorong memublikasikan temuan dan pemikirannya melalui berbagai saluran. Selain melalui jurnal ilmiah bereputasi, mereka juga diharapkan menyalurkan gagasan melalui media massa.

Menurut Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum, tulisan populer di media massa memiliki keunggulan karena dapat menjangkau lebih banyak orang. Dengan jangkauan yang luas, temuan dan gagasan dosen akan bermanfaat bagi lebih banyak orang.

Untuk mendorong dosen dan tenaga kependidikan menulis, UPT Humas dan Protokoler menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel populer di media massa, Kamis (9/11).

Redaktur Pelaksana Suara Merdeka Saroni Asikin hadir sebagai mentor pelatihan yang diselenggarakan di lantai 4 Gedung H tersebut. Selain membimbing peserta mengembangkan gagasan dan artikel dari awal hingga usai, Saroni membimbing peserta untuk memperhatikan kaidah kebahasaan.

 


from Universitas Negeri Semarang

Rekror UNNES Ikut Mangayubagya Pernikahan Kahiyang dan Bobby

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum turut berbahagia atas pernikahan putri Presiden Ir Joko Widodo, Kahiyang Ayu, yang disunting Muhammad Bobby Nasution.

Prof Fathur mengatakan, segenap pimpinan dan keluarga UNNES ikut mangayubagyo, bergembira dan bersukacita atas pernikahan Kahiyang dan Bobby.

Prof Fathur juga menghaturkan doa agar keluarga Bobby-Kahiyang bahagia, sakinnah, mawaddah dan warahmah.

“Selain itu juga memiliki keturunan yang saleh dan salehah,” pungkas Prof Fathur, di kampus UNNES Sekaran, Kamis (9/11)


from Universitas Negeri Semarang

Wednesday, 8 November 2017

Alumni UNNES yang Gonta-ganti Mobil Mewah

Anda pernah naik mobil Ferrari? Lamborghini? Aston Martin? Kemungkinan besar belum. Anda pasti berpikir bahwa yang bisa gonta-ganti mobil mewah hanya Raffi Ahmad atau Syahrini. Ternyata alumni Universitas Negeri Semarang (UNNES) juga ada yang hobi gonta-ganti mobil mewah. Namanya adalah Anjar Leksana alumni UNNES angkatan tahun 2007. Bukan karena dia selebritis. Bukan karena dia pengusaha. Tapi karena dia adalah seorang jurnalis di majalah otomotif ternama. Berikut adalah hasil wawancara singkat unnes.ac.id dengan Anjar.

Bagaimana Anda bisa menjadi jurnalis?

Sebetulnya saya tidak pernah berpikir untuk menjadi penulis atau jurnalis. Awalnya lulus dengan gelar Sarjana Pendidikan, saya bersiap untuk berjibaku dengan dunia akademis. Kilas balik singkat saja, sehari setelah lulus, langsung mengirimkan lamaran untuk menjadi guru ke sekitar empat puluh sekolah negeri. Namun nyatanya sampai beberapa waktu hasilnya nihil. Tak ada satu sekolah pun yang menghubungi saya. Padahal IPK saya cukup bagus.

Saat menjelang wisuda iseng-iseng saya buka web unnes.ac.id dan ada link lowongan kerja di media besar, Kompas Gramedia (KG). Singkat cerita, setelah langsung melamar dan melewati serangkaian test saya langsung diterima dan ditugaskan menjadi jurnalis ekonomi. Jujur inilah tempat paling istimewa untuk ‘menggembleng’ saya menjadi jurnalis sesungguhnya.

Kenapa sekarang pindah menjadi jurnalis otomotif?

Sekitar satu tahun lebih belajar dan memahami riuh rendah dunia ekonomi, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi jurnalis otomotif dan bergabung di Autocar Magazine Indonesia di awal 2013. Ya, semua itu terjadi lantaran dari kecil memang sudah suka dengan dunia otomotif. Dan Autocar adalah majalah otomotif asal Inggris, yang juga media otomotif tertua di dunia. Mereka memiliki reputasi yang bagus secara global.

Apa saja tugas selama bekerja di majalah otomotif?

Saya menulis banyak berita untuk Autocar. Mulai dari berita ringan, berita feature seputar industri otomotif lokal dan global, hingga menulis hasil test drive berbagai jenis mobil. Dari semua itu paling asyik memang mengajak menari dan berseluncur bersama mobil-mobil ganas di sirkuit dan jalanan. Mungkin kalau dihitung jari ya sudah ratusan mobil yang sudah saya coba. Semakin banyak mencoba (test drive) mobil, semakin banyak pula belajar memahami masing-masing kharakternya.

Bagaimana rasanya menjajal Super Sportscars?

Wow! Itulah satu kata yang terlontar saat menguji supercar. Deru mesin dan decitan ban sungguh membangkitkan gairah untuk berkendara bersamanya. Kalau boleh bilang, rasanya tak perlu kaya raya untuk bersenang-senang bersama mobil keren seperti Ferrari, Maserati, McLaren, Lamborghini, Aston Martin, Porsche dan masih banyak lagi.

Nah salah satu mobil paling gahar yang saya coba adalah menjajal Lamborghini Aventador S, dengan mode ‘Corsa’ yang paling galak. Saat mengaktifkan launch control dan menekan penuh pedal gas (akselerator) rasanya tubuh terlontar ke belakang, adrenalin mengucur deras, linear dengan tenaga besar yang tersalurkan melalui rodanya. Fantastis! Dan membuat ketagihan pastinya.

Untuk menjadi test driver supercar perlu tahapan. Kalau sesuai tradisi di tempat kami, setelah sering melakukan pengetesan mobil penumpang dan sportscar, barulah Pemimpin Redaksi mengizinkan untuk mengetes supercar. Beruntung Autocar sering mengirim saya untuk pelatihan cara memahami dan berinteraksi bersama supercar. Pelatihan lebih sering diselenggarakan di luar negeri dan beberapa kali di Indonesia bersama brand otomotif premium.

Sudah kemanana saja melakukan peliputan otomotif dan paling jauh ke mana?

Alhamdulilah sudah banyak ke luar negeri dan hampir menjelajah seluruh pulau-pulau di Indonesia, minus Papua. Saya sendiri lupa sudah berapa banyak negara yang sudah disinggahi. Yang jelas kalau Asia Pasific sih sudah ‘khatam’. Kemudian kalau liputan paling jauh dan paling berkesan adalah saat menguji Lamborghini Huracan Performante.

Mungkin agak pleonastis. Tapi saya adalah orang desa dan orang Indonesia pertama yang menjajal Lambo Huracan Performante di Italia. Menguji sampai benar-benar puas di Sirkuit Imola. Bahkan saya diizinkan untuk mencoba Lamborghini mengelilingi Kota Bologna sendirian tanpa instruktur dan alat komunikasi. Mereka sepertinya percaya betul dengan saya untuk mengujinya.

Berbeda dengan Jepang. Kalau di sana ngetes mobil jarang sekali diperbolehkan melintas jalan raya. Di Jepang lebih sering di sikuit. Entahlah, sepertinya SIM Internasional dari Indonesia kurang dipercaya di sana.

Apa saja kesibukan saat ini?

Baru-baru ini saya bergabung dengan Majalah Autobild (KG) dan menulis untuk beberapa media online. Masih menulis seputar otomotif. Nah ada tantangan baru. Kalau di Autocar disuruh translate naskah Autocar Inggris menjadi naskah bahasa Indonesia kan biasa. Sekarang tugasnya adalah menterjemahkan naskah dari Autobild Jerman. Dan itu sangat seru dan menantang

Kemudian selain itu, saya juga sedang belajar nge-vlog di Youtube, saya juga sedang ada Video Pilot Project bersama dengan salah satu TV swasta terkemuka. Nantinya kalau project tersebut lolos, bisa menjadi program anyar di TV tersebut. Doakan saja ya.

Pesan Anda kepada mahasiswa dan alumni UNNES?

Sederhana saja. Perbanyaklah tidur dan perbanyaklah makan. Nah kalimat tersebut baiknya jangan dicerna dengan cara pandang sempit. Cobalah dengan cara lain dengan sudut pandang, jarak padang dan sisi pandang yang luas. Sekian dan terimakasih.


from Universitas Negeri Semarang

Dua Mahasiswa UNNES ke Taiwan

Dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) lolos Program Pemuda Magang Luar Negeri (PPMLN) 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora.)

Mereka yakni Muhammad Aan Khunaifi dan Ria Rizki Amalia mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni UNNES.

Aan dan Ria (panggilan akrabnya) akan bergabung bersama 137 delegasi dari seluruh Indonesia ke berbagai negara diantaranya India, Russia, Polandia, Jepang, Turkey, Taiwan, Vietnam, Thailand, Kamboja, Jerman, Afrika.

Aan dan Ria menuturkan, ke 137 delegasi ini akan dibagi keberbagai negara, untuk saya dan Ria ke Taiwan bersama 12 delegasi lainnya pada November-Desember 2017.


from Universitas Negeri Semarang

SMAN 5 Denpasar Juarai Lomba Esai Sejarah Nasional di UNNES

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011 oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES.

Ketua panitia Aditya Ajeng berharap,  kegiatan ini dapat memberikan  pemahaman bagi para pemuda Indonesia untuk mampu menjadi agent of change yg tidak hanya menuntut adanya perubahan tetapi juga ikut andil dalam memberikan perubahan ke arah yg lebih baik.

“Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Sejarah dihati: Peduli Jati Diri, Cintai NKRI”. Tema tersebut dipilih dengan alasan pentingnya menyadari bahwa pergerakan Bangsa Indonesia tidak lepas dari pemuda dan kaum cendekiawan. Dengan diadakannya Olimpiade Sejarah dan Esai Sejarah Nasional tingkat SMA sederajat ini, kami berharap dapat  melahirkan para pemuda dan cendekiawan Indonesia yang peduli akan jati diri bangsa dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jelas Adit.

OSEAN terbagi atas dua ajang lomba, yakni lomba olimpiade sejarah dan esai sejarah. Cabang lomba olimpiade sejarah diikuti oleh 247 peserta dari 89 sekolah dan lomba esai sejarah diikuti oleh 64 peserta dari 38 sekolah.

“Untuk lomba esai sejarah, juara satu diraih oleh Putu Adnanta Jaya dari SMAN 5 Denpasar Bali. Sementara lomba olimpiade juara satu diraih oleh Robby Furqon dari SMAN 1 Surakarta”, pungkasnya.

 

Dwi Hermawan (Students Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Siap Internasionalisasi, UNNES Gandeng UTM Malaysia Selenggarakan Workshop Dokumen Transfer Kredit

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan workshop tentang pengembangan dokumen transfer kredit bekerjasama dengan Fakultas Bioscience and Medical Enggineering Universiti Teknologi Malaysia, Selasa (7/11).

Workshop yang diselenggarakan di gedung D6 lt. 3 FMIPA ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan hibah World Class Professor Scheme B yang dikoordinatori oleh Prof Amin Retnoningsih dan Prof Enni Suwarsi Rahayu dari Jurusan Biologi UNNES.

Workshop tentang alih kredit ini dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi yang pertama narasumber yang melakukan presentasi adalah Prof Sukestiyarno MS PhD dan Dr Ratna Dewi.

Dalam pemaparannya, Prof Sukestiyarno menjelaskan beberapa kebijakan Rektor UNNES berkaitan dengan target dan indikator kinerja UNNES untuk mempersiapkan tahun Internasionalisasi.

“Nawa Target yang menjadi prioritas UNNES sebagai universitas yang bereputasi internasional meliputi peningkatan rangking dan rating internasional, akreditasi internasional, kelas internasional, dan mahasiswa internasional”, jelas Prof Sukes yang saat ini tengah menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama UNNES.

Selain itu, tambahnya, mobilitas dosen dan mahasiswa internasional, riset dan publikasi internasional, buku internasional, reputasi dan prestasi mahasiswa internasional, dan pusat  unggulan inovasi dan H-KI menjadi hal yang sangat UNNES perhatikan.

Sementara, narasumber kedua Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas berbagi pengalaman menarik seputar program kredit transfer yang dikelola oleh UNNES bekerjasama dengan universitas-universitas luar negeri bertaraf internasional.

“Untuk mengikuti program bergengsi seperti ini, kita perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya pemilihan mata kuliah yang relevan, sinkronisasi dan ekuivalensi mata kuliah di UNNES dengan universitas mitra”, jelas Dosen Fakultas Teknik tersebut.

Selain membagikan pengalaman akademiknya, Ia juga memberikan tips dan strategi dalam membangun kerjasama dengan universitas di luar negeri untuk kegiatan pertukaran mahasiswa.

Pada sesi kedua, workshop lebih fokus membahas tentang peluang alih kredit antara jurusan Biologi FMIPA UNNES dengan fakultas Bioscience and Medical Engineering UTM.

Prof Fahrul dari Fakultas Bioscience and Medical Engineering UTM memberikan gambaran umum tentang program studi dan struktur kurikulum di fakultas Bioscience and Medical Engineering UTM.

“Di UTM juga terdapat program studi Biologi dan program studi Biologi Industri. Kurikulum yang dikembangkan untuk program studi Biologi didasarkan pada pengintegrasian antara biologi tradisional dan biologi modern sedangkan untuk program studi Biologi Industri, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengintegrasikan multidisiplin ilmu yang meliputi bioteknologi biru (biotek lingkungan), bioteknologi putih (biotek industri), bioteknologi hijau (biotek pertanian), dan bioteknologi merah (bio farmasi)”, papar Prof Fahrul.

Pada dasarnya, tambah Prof FAHRUL, terdapat banyak kemiripan mata kuliah baik dari segi nama maupun substansinya. Hal ini merupakan modal yang baik dalam program alih kredit pertukaran mahasiswa antara UNNES dan UTM.

Sementara Dr Saiful menjelaskan terkait struktur kurikulum dan mata kuliah yang ada di jurusan biologi UNNES dan beberapa mata kuliah yang berpotensi untuk dialihkreditkan.

“Melalui program ini, UNNES berharap dapat terus bekerjasama dengan UTM. Program transfer kredit ini menjadi langkah UNNES sebagi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional”, pungkas Dr Saiful.

Pada akhir sesi workshop, peserta berdiskusi tentang teknis perencanaan hingga pelaksanaan program alih kredit untuk kedua universitas. Setelah terbentuk dokumen petunjuk teknis alih kredit, maka dapat segera diprogramkan oleh UNNES dan UTM untuk dapat dilaksanakan pada tahun yang akan datang.

Dwi Hermawan (Students Staff)

 


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 7 November 2017

Menguatkan Pembelajaran Abad 21 dengan Pendidikan Vokasi

Pengembangan pendidikan vokasi yang diangkat pada kegitan Profesor go to School di Kab Kendal mendapatkan sambutan hangat dari para peserta yang nota bene adalah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua topik diskusi yaitu Pembeljaran Pendidikan Vokasi Abad XXI dan Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pembangunan Berkelanjutan merupakan topik yang memiliki keeterkaitan dengan kebijakan nasional revitalisai SMK. Menurut Dr. Eko Supraptono, M.Pd, selaku penanggungjawab program Professor go to School untuk wilayah Kendal, dua topik terpilih tersebut merupakan upaya kepedulian UNNES dalam mendukung kebijakan nasional.

Ketua MKKS Wil Kab Kendal menyatkan bahwa kegiatan Profesor go to School yang diprakasiUNNES sangat relevan dengan upaya Pemerintah Daerah Kendal dalamuaya memajukan sekolah kejuruan yang memilki kebermakaan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan insutri. Ia berjarap para peserta akan dapat memetik hikmah dari topik-topik mutahir yang nantinya dapat diintrodusir ke dalam pembelajaran.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4 Kendal, Drs. Kusdarmanto selaku tuan rumah mengungkapakan rasa terima kasihnya kepada UNNES yang telah menggelar kegiatan Professor Go to School dengan sasaran para guru kejuruan yang memang sangat mengharapkan dukungan perguruan tinggi dalam penguatan program sekolah. Ia berharap ke depan, UNNES menjadi mitra narasumber pengembangan sekolah untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan masyarakat usaha dan industri.

Diskusi diawali dengan materi yang disajikan oleh Prof. Sudarman yang mengangkat tema Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pembangunan Lingkungan Bekelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan semakin parah pada akhir-akhir ini sudah saatnya dihentikan dan ditangani secara komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Tantagan bagi pendidikan kejuruan adalah bagaimaan turut memberikan solusi penangann lingkungan hidup berbasis ilmu pengethuan yang sesuai dengan core bisnis dan bidang diiplin pendidikan kejuruan. Diskusipun berkembang cukup seru di mana para peserta mengharapkan adanya pelatihan pengolahan limbah di seolah dengan nara sumber dari UNNES yang sudah dikenal sebagai universitas konservasi.

Sementara itu, paparan Prof. Samsudi mengangkat tema pembelajaran abad 21 pendidikan kejuruan uang perlu dilakukan adalah penyelearasan kurikulum SMK dengan DUDI, profesionalisme guru dan tendik, standarisasi dan optimalisasi saran dan prasasrana, tata kelola kelembagaan, kemitraan SMK dengan DUDI/ Stake holder. Ia mengingatkan bahwa lulusan pendidikan kejuruan harus dapat mengantarkan lulusan dapat mengisi formasi kerja, jangan sampai hanya mengjasilkan pengangguran. Untuk itu, diperlukan revitalisasi pendidikan kejuruan secara menyeluruh, termasuk di dalamnya melakukan inovasi pembelajaran berbasis pada teknologi digital, teknologi informasi dan kounikasi. Pada ujungnya, pembelajaran harus mendorong para siswa memiliki keterampilan communication skill, critical thinking, collabortion, dan creativity.


from Universitas Negeri Semarang

Rektor Serahkan 37 SK Jabatan dan Pangkat

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan Dr Martono menyerahkan 37 Surat Keputusan (SK) Rektor tentang pengangkatan Pejabat dan Pangkat baru dilingkungan UNNES pada, Selasa (7/11).

Saat memberikan arahan, Rektor mengimbau kepada pejabat baru yang dilantik agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan aturan yang berlaku, bersikap amanah dan selalu menjaga nama baik UNNES.

“Mari bersama-sama kita jaga nama baik UNNES. Jangan sampai ada permasalahan di rumah tangga UNNES, terutama masalah yang bersifat pribadi. Kalaupun ada, harus diselesaikan dengan baik tanpa membuat suasana kampus menjadi keruh dan kacau”, jelas Rektor.

Profesor bidang Sosiolinguistik itu juga mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk meluruskan barisan yakni dengan menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas kinerja yang dilakukan, selalu meningkatkan komunikasi dengan rekan lainnya, berkoordinasi, dan bersinergi.


from Universitas Negeri Semarang

Hendrar Prihadi Kunjungi Labschool UNNES

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi Labschool Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam rangka “Wali Kota Mengajar” di Sampangan Semarang, Selasa (7/11).

“Wali Kota Mengajar” merupakan bentuk kegiatan dalam memperingati hari pahlawan. Seluruh warga sekolah mengenakan pakaian dengan tema pahlawan seperti pakaian dokter, perawat, tentara, polisi, pejuang, ataupun meniru salah satu pahlawan seperti Jendral Soedirman.

Hendrar Prihadi mengatakan, untuk menjadi pahlawan di jaman now,  kalian bisa menjadi anak yang berprestasi, mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional. “Kids jaman now, sering memilih tempat duduk di belakang, padahal ketika guru menjelaskan tidak terdengar, dan jauh dari perhatian guru. Di setiap kesempatan kalian harus memilih tempat duduk di depan, selalu berusaha jadi juara, selalu berusaha jadi orang hebat,” katanya.

Setelah mengajar, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan bersama perwakilan orangtua murid Labschool Unnes. Hendar menyampaikan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dalam penanaman karakter positif pada anak. Orangtua harus menjadi kontrol bagi tumbuh kembang anak, apalagi di jaman modern seperti sekarang ini. Peran media begitu sangat penting. Anak-anak bisa mengetahui dunia luar melalui media sosial.

Hendrar  juga menghimbau kepada para orangtua murid untuk selalu berperan dan mengawasi pergaulan anaknya. “Orangtua seharusnya bisa mengarahkan putra-putrinya dalam memainkan media sosial secara baik, aktualisasi diri harus dengan cara yang positif dan ikut mengawasi peredaran narkoba, yaitu berdiskusi dengan cara yang baik kepada anak-anaknya,” tambahnya.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 6 November 2017

Beri Sapaan Kampus Nusantara Mengaji, Menristekdikti Pilih UNNES Pertama

Menteri Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohammad Nasir PhD memberikan sapaan pertama diantara Perguruan Tinggi lain melalui telekonferensi kepada sivitas akademika Universitas Negeri Semarang (UNNES), saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kampus Nusantara Mengaji 2017, Senin (6/11).

Kegiatan berpusat di Universitas Sriwijaya yang dipimpin langsung oleh Menristekdikti Mohammad Nasir. Ia memberikan komando dimulainya kegiatan khataman Alquran di 15 kampus secara serentak.

Dalam sambutannya, Nasir mengajak seluruh masyarakat muslim untuk terus memuliakan, menjaga, dan mengamalkan isi kandungan dalam Alquran.

“Alquran memang seharusnya menjadi primadona bagi setiap muslim. Tidak hanya kebutuhan, tetapi juga pedoman hidup. Untuk memuliakan Alquran yang paling baik adalah dengan menghafal dan mengamalkannya”, jelas Nasir.

Untuk itu, tambah Nasir, Kemenristekdikti sangat mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan Kampus Nusantara Mengaji. Kegiatan ini telah berhasil mengkhatamkan Alquran secara serentak dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

“Dengan memahami isi Alquran, lantas diterapkan dalam berperilaku sehari-hari, nantinya Allah akan memberikan rahmat bagi kelangsungan hidup masyarakat di negeri ini”, tambah Menristekdikti keduabelas tersebut.

Sementara itu, penyelenggaraan Kampus Nusantara Mengaji di gedung rektorat Universitas Negeri Semarang (UNNES) berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh unsur pimpinan dilingkungan UNNES bersama 100 mahasiswa hafiz dan hafizah.

Dalam sambutannya, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum berharap kegiatan Kampus Nusantara Mengaji ke depan akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan dapat memupuk nilai-nilai karakter mahasiswa.

“Sekarang di Universitas Sriwijaya. Maret 2018 yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-53, UNNES siap menjadi tuan rumah Kampus Nusantara Mengaji”, jelas Rektor.

Rektor juga mengimbau kepada mahasiswa untuk tetap merendahkan hati terutama dalam belajar dan menuntut ilmu.

“Semakin mendaki pengetahuan, kita harus semakin merendahkan hati dengan merasa masih belum berilmu. Seperti halnya padi, semakin berisi pasti akan semakin merunduk. Selain itu, jangan lupa untuk mendoakan bapak ibu dosen karena dengan mendoakan merekalah, ilmu yang anda dapat akan menjadi berkah dan bermanfaat”, pungkas profesor bidang Sosiolinguistik itu.

Dwi Hermawan (Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Lewat Monev, Belmawa Kemristekdikti Mendorong Tumbuhnya Wirausaha Muda Berbasis Keilmuan

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengadakan Monitoring dan Evaluasi, Kopetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) di Universitas Negeri Semarang (6/11) di Gedung Rektorat.

Kegiatan ini diikuti oleh Sembila Universitas Swasta dan Negeri di Jawa Tengah antara lain Politeknik Negeri Semarang, Universitas 17 Agustus, Universitas Darul Ulum Islamic Center, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Diponegoro, Universitas Muhamadiyah Semarang, UNNES, Universitas Semarang, dan Universitas Terbuka.

Tujuan dari kegiatan ini adalah, membentuk karakter wirausaha mahasiswa berupa proses pengintegrasian antara hardskill dan softskill sehingga terbentuk kapasitas wirausaha. Selain itu juga mendorong tumbuhnya wirausaha muda berbasis keilmuan. Wirausaha muda ini diharapkan sudah memiliki bekal yang cukup berupa keterampilan dasar berwirausaha yang diperoleh melalui berbagai program kewirausahaan yang diikutinya. Kecukupan ilmu ini memberikan bekal bagi lulusan perguruan tinggi untuk menjalankan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Salah satu dosen penguji Prof Hanny Wijaya menjelaskan, KBMI pula disampaikannya harus sinergi dengan Kemahasiswaan, PKM-K, Program Belajar Bekerja Terpadu, Kuliah Kerja Usaha), dan Program Kewirausahaan lainnya yang telah diikuti mahasiswa calon penerima modal.

Ia menambahkan, prioritas program ini adalah untuk pengembangan usaha bagi mahasiswa yang sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkannya. Adapun komoditi jenis usaha yang diusulkan harus terdiri dari lima kategori yakni makanan atau minuman, jasa dan perdagangan, industri kreatif, teknologi dan produksi budidaya.

Kunjungan Lokasi

Saat melakukan monev, Kasubdit Kesesjahteraan dan Kewirausahaan Kemristekdikti, Ismet Yusputra didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang Br mengunjungi salah satu pengusaha muda dari UNNES yang menerima dana hibah dari Kemristekdikti. Muhammad Hasri Sabila mengembangkan Cafe dengan nama D’CO. Cafe ini berada di sekitar kampus UNNES dan mempunyai cabang di 7 lokasi antara lain, Jember, Palembang, Bulungan Kalimatan Timur, Tangerang, Wonogiri, dan Semarang.

Sabila panggilan akrabnya menceritakan, setelah menerima dana hibah dari Kemristekdikti dirinya dibantu beberapa rekannya mengembangkan usaha cafe ini hingga mempunyai 20 karyawan. Kita akan terus mengembangkan cafe ini menjadi waralaba, sehingga usaha ini terus berkembang tetapi permodalah dapat terbantu dari investor.

Bambang BR pun bangga mempunyai mahasiswa seperti, menurutnya kunci sukses dalam usaha adalah, piawai berkomunikasi, bisa bekerjasama, dan cepat dalam menyelesaikan masalah. UNNES pun tidak tinggal diam setiap ada mahasiswa yang kreatif dalam usaha, kita akan melakukan pendampingan dan menjadi narahubung ke Kemristekdikti.

Sudah kita buktikan pengusaha muda dari UNNES yang sukses seperti Ulfa Nurjanah dengan Mr Cuki nya, dan Faesal dengan Its Milk-nya. Mereka begitu lulus kuliah sudah bisa mandiri dan dapat membuka lapangan pekerjaan.

 


from Universitas Negeri Semarang

Heri Kismaryono: Jangan Takut Masuk UNNES

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyediakan banyak beasiswa bagi mahasawa serta, untuk itu jangan takut masuk UNNES.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Umum Hukum dan Kepegawaian Drs Kismaryono MM kepada 90 siswa dan 7 guru pendamping SMA Ihsaniah Kota Tegal, Senin (6/11/2017) di rektorat UNNES kampus Sekaran Gunungpati.

Kismaryono menjelaskan, UNNES menerima mahasiswa program Bidikmisi paling banyak se-Indonesia,selain itu juga ada sekitar 15 jenis beasiswa di kampus konservasi ini diantaranya dari Bank Indonesia, Bank BTN, Yayasan Salam, Lazis UNNES, Unggulan Supersemar, dan Van Deventer Maas Stichting.

Kismaryono menjelaskan, UNNES menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur yakni jalur SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri.

Selain itu, Heri Kismaryono juga menerangkan tentang, prodi-prodi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UNNES.

Sebelumnya perwakilan dari SMA Ihsaniah Nur Aeni SsosI MPdI menyampaikan, SMA saya ini baru pertama kali berkunjung ke UNNES, untuk itu mohon diberi pencerahan sehingga anak didik kami nanti bisa di terima di UNNES ini.


from Universitas Negeri Semarang

Pimpin Apel FBS, Kajur Bahasa Indonesia Ajak Berbahasa Santun

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Dr Haryadi MPd, mempimpin apel pagi, Senin, 6 November 2017, di fakultas tersebut. Dalam amanatnya, Haryadi mengajak segenap civitas akademika UNNES untuk menggunakan bahasa Indonesia secara tertib dan santun.

Menurut Haryadi, dalam merumuskan Sumpah Pemuda, para pendiri bangsa telah menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Untuk itu, dalam berkomunikasi sehari-hari, bahasa Indonesia mesti digunakan secara semestinya sesuai dengan kaidah dan konteksnya. Bahasa, dengan demikian, juga mencerminkan persatuan dan semangat nasionalisme. “Tidak hanya melalui lisan, namun tertib berbahasa juga bisa dibangun saat berkomunikasi melalui pesan singkat seperti Whatsapp,” ujarnya.

Selain diikuti dekan dan wakil dekan, apel pagi setiap Senin ini diikuti pengelola jurusan dan tenaga kependidikan di lingkungan FBS.

Haryadi tak memungkiri kasus-kasus yang belakangan muncul dalam skala nasional banyak yang bermula dari persoalan kebahasaan. Untuk itu, ia mengajak siapa pun untuk menggunakan bahasa secara santun, baik dalam tuturan sehari-hari maupun dalam berkomunikasi di jejaring sosial.


from Universitas Negeri Semarang

2018, UNNES Mencanangkan sebagai Universitas Internasionalisasi

Tahun 2017 ini sebentar lagi akan berakhir, 2018 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mencanangkan sebagai Tahun Internasionalisasi. Untuk itu ada 10 kebijakan UNNES yang harus dilaksanakan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama Prof Sukestiyarno mengingatkan itu saat menjadi Pembina Apel Pagi Senin, (6/11/2017) di halaman rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Ke-10 kebijakan itu yakni pertama penguatan kapasitas kelembagaan menuju zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), kedua penguatan akreditasi progran studi (nasional, regional, dan internasional), ketiga pengembangan internasionalisasi budaya dan atmosfir akademik, keempat pengembangan role model konservasi dalam tridarma perguruan tinggi, kelima revitalisasi LPTK.

Kemudian, keenam peningkatan layanan prima dan manajemen risiko, ketujuh peningkatan produktivitas dan efisiensi sumber daya, kedelapan peningkatan prestasi internasional, entreprenuer, dan pengembangan karakter mahasiswa, kesembilan pengembangan kerja sama di tingkat regional dan internasional, dan kesepuluh peningkatan income generating university yang bersumber dari kegiatan akademik dan nonakademik.

Adapun nawa target tahun internasionalisasi UNNES yakni peringkat dan rating internasional, akreditasi internasional, kelas/rombel internasional, mahasiswa asing, dosen dan mahasiswa mobilitas internasional, riset dan publikasi internasional, buku internasional, prestasi dan reputasi mahasiswa internasional, dan program unggulan inovasi (PUI) serta hak kekayaan intelektual (HKI).


from Universitas Negeri Semarang

Kolaborasikan Empat Cerita Daerah, “Malim Jonggrang” Sukses Pukau Ratusan Penonton

Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menggelar drama dengan mengkolaborasikan empat cerita daerah sekaligus pada Minggu malam (5/11), bertempat di gedung B6 Fakultas Bahasa dan  Seni UNNES.

“Untuk gelar karya kali ini, kami mengemasnya kedalam suatu drama yang mengangkat kearifan lokal cerita nusantara diantaranya Maling Kundang, Danau Toba, Timun Mas, dan Roro Jonggrang (Candi Prambanan)”, jelas Ketua Panitia Irma Mulya Setyarini.

Menurut Irma, drama dikemas dengan memasukkan unsur-unsur komedi sehingga menjadi lebih menarik dan dapat dinikmati oleh penonton.

Pagelaran yang disutradarai oleh dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Bambang Purwanto SS MHum ini berhasil menyita perhatian ratusan penonton.

Selain drama, kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan dari bebeberapa bintang tamu yang menampilkan musik akustik dan paduan suara.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNNES Dr Rudi Hartono SS MPd mengapresiasi pagelaran karya yang melibatkan dosen dan mahasiswa ini. Menurutnya, cerita dari drama tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda.

Sebut saja dari cerita Maling Kundang, tambah Rudi, kita dapat belajar untuk tidak menjadi angkuh dan sombong, dari cerita Danau Toba kita belajar tentang kerendahan hati dan mau menerima, serta amanat lainnya yang memang sesuai dengan kearifan nusantara kita.

“Selain sebagai sarana ekspresi akademik  dan ajang latihan bagi mahasiswa, pagelaran juga  diharapkan dapat meningkatkan kompetensi untuk menghasilkan lulusan yang mampu bergelut di dunia seni, utamanya seni peran”, pungkas Rudi.

Dwi Hermawan (Student Staff)

 

 

 


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 5 November 2017

Mahasiswa UNNES dan Santri Az Zuhri Berkolaborasi Ikuti Bela Negara

Dodik Bela Negara, Kodam Diponegoro Magelang menerima kedatangan 650 peserta Bela Negara. Mereka terdiri dari 580 Mahasiswa Baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan 70 santri Pondok Pesantren Az Zuhri Semarang guna melaksanakan program Bela Negara.

Program Bela Negara kerjasama UNNES dan Ponpes Az Zuhri ini akan berlangsung dari 5-7 November 2017.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR menjelaskan, tujuan UNNES menggandeng Pondok Pesantren adalah menanamkan rasa nasionalisme dan kesadaran untuk bela negara karena itu adalah tugas semua elemen bangsa.

Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan Bela Negara ini mahasiswa UNNES dan Santri Ponpes Az Zuhri, memiliki daya cegah, daya tangkal radikalisme, terorisme dan lebih mencintai NKRI.

Demikian juga pendamping dari Ponpes Az Zuhri, Taufik Khurohman, merasa bangga dengan adanya kegiatan ini, saya senang sekali melihat santri saya mengikiti kegiatan ini. Kedepan kerjasama ini harus bisa berlanjut, sehingga santri kami tertanam rasa cinta NKRI dan terjauh dari paham radikalisme.


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 4 November 2017

UNNES Mencetak Alumni Berprestasi Anti Mainstream

Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah menjadi universitas yang berwawasan global. Banyak lulusannya yang telah sukses di berbagai bidang. Selain memproduksi guru berkualitas, UNNES juga mencetak para hakim, jurnalis, pengusaha, pengacara, penerjemah, teknisi, insinyur dan masih banyak lagi bidang yang dikuasai oleh para alumnus UNNES.

Kali ini unnes.ac.id mewawancarai seorang alumnus yang bergerak di bidang yang sangat anti mainstream. Namanya adalah Mardian Marsono alumnus UNNES program studi Sastra Inggris angkatan tahun 2000 silam. Saat ini dia bekerja sebagai Senior Consultant di bidang Komunikasi Strategis di perusahaan berskala internasional Kiroyan Partners. Berikut adalah ringkasan dari hasil wawancara kami.

Dapatkah anda terangkan sedikit mengenai perusahaan anda?

Kiroyan Partners (KP) adalah firma konsultan public affairs dan komunikasi strategis yang berkantor di Jakarta. Layanan KP fokus pada 3 bidang yaitu manajemen reputasi, stakeholder relations dan Corporate Social Responsibility. Klien KP meliputi perusahaan dan berbagai organisasi internasional. KP adalah perusahaan lokal dengan tim 100% dari Indonesia. 

Bagaimana kisahnya anda dapat diterima di perusahaan tersebut?

Saya bergabung di KP sejak awal tahun 2016 sebagai Konsultan Senior. Menurut saya KP adalah firma konsultan one of the kind di Indonesia. Values, corporate culture, serta misi besar KP yang beririsan dengan pengalaman dan bidang yang saya minati adalah alasan utama saya bekerja di KP.

Apa pengalaman anda yang membuat diterima di Kiroyan Partners?

Setelah menyelesaikan studi di Sastra Inggris UNNES saya berkarir di sebuah perusahaan tambang batubara multinasional di Kalimantan Timur selama 6 tahun. Saya kemudian mengundurkan diri dan menempuh studi master di University of Auckland, Selandia Baru. Sekembalinya ke Indonesia saya bekerja sebagai Project Manager di sebuah perusahaan konsultan CSR selama 1,5 tahun, lalu bergabung di KP.

Rekan kerja anda adalah lulusan universitas terkemuka di Indonesia dan dunia. Bagaimana anda bisa ‘menyusup’ di kalangan tersebut?

Kolega di KP berasal dari alumni berbagai universitas dalam negeri seperti UI, ITB, Unpar, UPI dan Unpad serta dari lulusan luar negeri seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Australia. Semua datang dengan latar belakang, kompetensi dan pengalaman yang beragam namun saling melengkapi portofolio KP. Bagi saya ini adalah pengalaman yang berharga karena kami dapat saling bertukar wawasan dan gagasan. Saya masuk dalam lingkungan tersebut berbekal ilmu yang saya dapat dari UNNES dan koleksi pengalaman profesional saya setelah lulus dari UNNES.

Apa prestasi dan pengalaman anda saat kuliah dulu? Bagaimana hal tersebut terkait dengan prestasi kerja anda saat ini?

Prestasi yang berkesan adalah ketika meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat Universitas dan menjuarai turnamen debat bahasa Inggris di Undip. Semasa kuliah saya aktif di UKM English Debate Society (EDS), English Student Association (ESA), dan terlibat dalam beberapa kegiatan di BEM Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Keterampilan berorganisasi, kerjasama, etos kerja, public speaking, conceptual dan analytical thinking adalah beberapa pelajaran penting yang saya petik dari pengalaman akademik maupun non-akademik semasa kuliah di UNNES, yang saya rasakan manfaatnya hingga saat ini.

Bagaimana rasanya bekerja di perusahaan yang berdedikasi tinggi dan memiliki suasana kerja internasional?

Saya sangat menikmati suasana kerja di KP. KP memiliki jumlah tim yang kecil dengan struktur organisasi yang fluid sehingga hubungan dengan rekan kerja baik dengan tim konsultan, tim administrasi dan tim direksi berjalan sangat cair, terbuka dan asertif. Atmosfer kerja juga sangat akrab dan kental dengan canda namun tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme dan saling menghargai. Sebagai firma konsultan public affairs dengan klien dan jejaring internasional, kita dituntut untuk selalu melek dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi global. Bahasa Inggris bisa dikatakan adalah bahasa kedua di KP. Selain klien, tidak jarang partner, relasi maupun mahasiswa magang datang dari belahan dunia yang lain.

Apa tantangan yang anda hadapi di dunia kerja saat ini?

Ada dua hal: perkembangan pengetahuan dan globalisasi. Sebagai perusahaan konsultan kita dituntut untuk selalu memperkaya diri dengan perkembangan ilmu public affairs kontemporer. Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk selalu memperbaharui wawasan. Saya yakin secara umum ini hal yang juga dihadapi di bidang kerja yang lain. Yang kedua adalah globalisasi. Dunia semakin tidak terbatas, kita bisa sarapan di Jakarta, makan siang di Singapura lalu makan malam di kota lain. Begitu pula sebaliknya yang dialami oleh warga dunia yang lain. Perkembangan teknologi informasi pun semakin pesat dan memudahkan. We are getting more globally connected. Oleh karena itu kita harus selalu membuka dan meningkatkan diri sesuai dengan bidang yang kita geluti. Termasuk melihat dunia lebih luas dengan cara pandang dan nilai-nilai kosmopolit seperti toleransi, keberagaman, etika, dan saling menghargai.

Pesan anda kepada mahasiswa dan alumni UNNES?

Pertama, di manapun kita berada dan berkiprah, jadilah pribadi dengan perspektif growth mindset. Artinya jangan pernah berhenti belajar dan teruslah mengembangkan diri sesuai dengan passion (minat) dan tujuan yang kita ingin capai. Kedua, di manapun kita berada dan berkiprah, perbedaan adalah keniscayaan. Oleh karena itu, hargai sesama (respect) dan fokuskan pada kolaborasi yang produktif dan positif. Kita tidak sama tapi bisa kerja sama.


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 3 November 2017

Pengabdi UNNES Lakukan Diseminasi Produk Teknologi di Kabupaten Magelang

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu soko guru dan penopang pertumbuhan ekonomi di daerah selain sektor pertanian. Sektor ini sudah terbukti menjadi salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Namun ketatnya persaingan regional maupun global saat ini, menuntut UMKM dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk yang dihasilkan.Salah satu masalah yang dihadapi oleh UMKM saat ini adalah minimnya penguasaan IPTEK yang mendukung usahanya.

Dalam rangka melaksanakan salah satu tupoksi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi UNNES, beberapa dosen melakukan pengabdian berupa diseminasi teknologi hasil-hasil penelitian yang diharapkan dapat mempercepat diseminasi dan pemanfaatan inovasi teknologi potensial hasil riset dan pengembangan LP2M UNNES kepada UMKM di Kabupaten Magelang.

Tim pengabdian terdiri atas Drs Sunyoto MSi (Ketua), dengan anggota Prof Dr Rustono MHum, Farid Ahmadi SKom MKom PhD, Dr Muh Fakhrihun Na’am SSn MSn, Indah Anisykurlillah SE MSi Akt CA, Dra Margunani MP, dan Eka Yuli Astuti MA.

Tujuan pengabdian ini yakni untuk memfasilitasi proses hilirisasi teknologi hasil litbang hasil riset ke Masyarakat, meningkatkan sinergi kelembagaan IPTEK pada berbagai tingkatan baik pusat maupun daerah, meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk berbasis IPTEK, membentuk dan memperkuat jaringan antara penghasil teknologi dan pengguna IPTEK, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sasarannya mengakselerasi hilirisasi teknologi hasil litbang hasil riset UNNES ke UMKM di Kabupaten Magelang, untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk berbasis IPTEK di UMKM.

Diharapkan teknologi yang dihasilkan oleh LP2M UNNES dapat dimanfaatkan oleh UMKM di Kabupaten Magelang baik secara ekonomi maupun sosial, yang berdampak pada peningkatan kelayakan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Metode yang diggunakan dalam kegiatan ini adalah Tematik Individual Training Camp, dimana UMKM akan didampingi oleh pengabdi UNNES selama 1 bulan untuk dapat meningkatkan kualitas produk agar dapat lebih berdaya saing di pasar domestik maupun ekpor.

Pengabdian ini dilakukan selama 3 bulan (Oktober – Desember 2017) dimulai dari identifikasi, persiapan, pelaksaksanaan, monitoring & evaluasi, serta upaya rencana tindak lanjut.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Subdit Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pada tahun 2017 UNNES memperoleh kepercayaan melakukan kegiatan diseminasi di 3 Kabupaten yakni, Kabupaten Semarang, Magelang dan Karanganyar.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum, dalam sambutannya menyampaikan, pemanfaatan teknologi hasil litbang LP2M UNNES berupa dukungan prototipe peralatan teknologi atau produk teknologi, perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan UMKM dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya lokal.

Lebih lanjut disampaikan kebijakan pengembangan penelitian dan pengabdian UNNES diupayakan terus sejalan dengan kerangka pengembangan Sistem Inovasi di Daerah (SIDa) dan Sistem Inovasi secara Nasional (SINas).

Hadir pada kegiatan ini Anggota Komisi X DPR RI Ir Bambang Sutrisno, dalam sambutannya menegaskan, UMKM wajib melakukan inovasi dan pembaharuan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi termasuk UNNES, dalam sisi produksi maupun pemasaran modern, agar dapat mengikuti keinginan konsumen, sehingga produk yang dijual akan selalu diminati pasar.


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 2 November 2017

Prodi Sastra Jawa UI-UNNES Saling Perkuat Keilmuan

Ketua Program Studi Sastra Jawa Universitas Indonesia, Dr Dwi Puspitorini MHum, memberikan kuliah umum di Program Studi Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang, kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Rabu, 1 November 2017. Kesempatan ini menjadi upaya penguatan keilmuan kedua program studi.

Di hadapan puluhan mahasiswa, Dwi Puspitorini memberikan kuliah umum mengenai “Perkembangan Kajian Linguistik Jawa Kuno”. Perempuan kelahiran Magelang ini antara lain berbicara mengenai istilah, sejarah, dan perkembangan Jawa kuno di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, antara lain, Koordinator prodi Sastra Jawa UNNES Ermi Dyah Kurnia MHum juga dosen prodi yang sama, yakni Hardyanto MPd dan Yusro Edy Nugroho MHum.

Menurut Ermi, pada Mei 2017, pihaknya terlebih dulu mengunjungi Prodi Sastra Jawa UI untuk meningkatkan kerja sama dalam hal pembahasan draf Uji Kemampuan Bahasa Jawa (UKBJ). “Kunjungan balasan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kedua prodi untuk saling memperkuat, baik dari sisi keilmuan maupun kelembagaan. Banyak hal bisa dibagi dari hasil pengalaman kedua prodi yang sama-sama mencetak sarjana sastra Jawa ini,” ujarnya.

Pada Kamis (2/11), Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES bekerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar Nasional Kearifan Jawa di Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni. Seminar menghadirkan pembicara dosen Universitas Negeri Yogyakarta yang juga Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan (Hiski) Prof Suwardi Endraswara MHum, dosen Universitas Indonesia yang juga Ketua ATL Pusat Dr Pudentia MPSS, dan dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES Bambang Indiatmoko PhD.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua ATL Jateng yang juga Koordinator Prodi Pendidikan Seni Pascasarjana UNNES Prof Tjetjep Rohendi Rohidi MA dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Arif Tri Laksono MHum.


from Universitas Negeri Semarang

Kominfo dan UNNES Berkolaborasi Adakan Forum Diskusi Publik

Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Forum Diskusi Publik dengan tema “Penguatan Nilai-nilai Pancasila pada Generasi Muda” Kamis (02/11) di Auditorium UNNES.

Forum Dialog ini menjadi salah satu metode komunikasi berbasis edukasi untuk memberikan pemahaman terhadap generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa dalam NKRI.

Sekretaris Ditjen IKP Kemkominfo Ibu Siti Meiningsih yg menekankan akan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Serangkaian pemateri forum dialog terdiri dari Lemhannas Laksda TNI (Purn) Dr Surya Wiranto SH MH Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Drs Gun Gun Siswadi MSi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Musisi Erix Soekamti.

Erix Soekamti dalam kesempatan ini menyampaikan, bagaimana peran seniman dan budayawan dalam mengamalkan Pancasila. Dia memberikan contoh kepedulian group band yang digawanginya peduli dengan dunia pendidikan dengan membuat universitas gratis yang dia beri nama Does University. Hal ini sudah dimimpikan Erix sejak lama, dan sudah diwujudkan di daerah Ungaran Kabupaten Semarang.

Ia menyampaikan, di Does University ini kawula muda akan diberikan pengetahuan dan pelatihan pembuatan Video Animasi. Disini semuanya bisa belajar dengan gratis, dan bisa menggunakan fasilitas yang telah kita sediakan. Harapan kedepan dengan adanya Does University ini pemuda Indonesia mempunyai karya yang bisa diperhitungkan di kancah internasional.

Ketika membuka acara Forum Diskusi Publik ini Dr Parmin menyampaikan, UNNES dengan pola pendidikan karakter mahasiswanya, terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Muda dari Kominfo RI.Hal ini menunjukan kehebatan UNNES dalam melakukan pembinaan karakter mahasiswa sehingga Kominfo tepat menjadikan perguruan tinggi ini dalam penguatan karakter generasi muda Indonesia.


from Universitas Negeri Semarang

Ikut Menginternasionalkan UNNES, FBS Hadirkan Ahli BIPA

Ikut menginternasionalisasikan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Fakultas Bahasa dan Seni  (FBS), menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan dosen Universitas Indonesia (UI) yang juga Ketua Afiliasi Pegiat dan Pengajar BIPA (APPBIPA) Jakarta Raya, Dr Totok Suhardiyanto  MHum.

Kegiatan kuliah tamu yang diikuti mahasiswa semester V Program studi
Sastra Indonesia (SASINDO) ini, digelar di FBS UNNES Kampus Sekaran, Rabu (1/11), dengan mata kuliah wajib pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA).

Ahli BIPA yang sudah banyak menghasilkan buku tata bahasa ini mengatakan, BIPA sangat strategis sebagai sarana diplomasi karena memberi sumbangsih pada pemerintah untuk menyebarkan bahasa Indonesia di kancah internasional. Totok juga menemukakan, BIPA bisa menjadi pintu gerbang dalam menginternasionalisasikan sebuah lembaga, bahkan negara.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) UNNES Dr Haryadi MPd, sangat mendukung perkuliahan dengan mendatangkan dosen tamu. Haryadi berharap mahasiswa dapat termotivasi agar kelak dapat menjadi pengajar BIPA.
 
Menurut Haryadi, Keterjalinan kemitraan dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia salah satunya dapat diimplementasikan dengan program seperti ini. Bahkan juga ada kemungkinan dosen jurusan BSI bisa menjadi dosen tamu di perguruan tinggi yang ada di Indonesia, termasuk UI.


from Universitas Negeri Semarang

Rektor UNNES Pembicara Kunci di Universitas Malaysia Kelantan

Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., menjadi pembicara kunci pada sebuah seminar bergengsi di Malaysia yang bertajuk Minggu Fiesta Batik Malaysia (MFBM) 2017 pada hari Kamis (2/11). MFBM 2017 merupakan prakarsa dari Fakulti Teknologi Kreatif dan Warisan (FTKW) Universitas Malaysia Kelantan (UMK). Kegiatan ini merupakan usaha UMK untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan warisan yang sangat berharga yaitu Batik. Pada abad 13, teknik batik dari Jawa telah merambah kerajaan Jambi dan melalui kerajaan Jambi tersebut, batik mulai terkenal di beberapa daerah di semenanjung Malaka. Batik kemudian menjadi bagian  budaya populer di Kelantan, Pahang dan Terengganu.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UNNES membawakan presentasi berjudul ‘Efforts to Introduce Local Batik to International Communities’. Pada presentasi tersebut Rektor menjabarkan bagaimana Batik motif Semarangan terealisasi melalui usaha kolektif para perajin batik Semarang. Rektor juga menjelaskan bagaimana usaha UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional dalam melakukan usaha pelestarian batik semarangan dan mengenalkan batik Semarangan kepada mahasiswa asing serta masyarakat internasional lainnya.

Pada kesempatan tersebut Rektor UNNES berkesempatan berdiskusi dengan Naib Canselor UMK, Prof. Dato’ Dr. Mortaza Mohamed dan Timbalan Naib Canselor (Penyelidikan dan Inovasi), Prof. Dato’ Dr. Ibrahim Che Omar untuk membahas tindak lanjut kerja sama UNNES dan UMK yang melipiti: mobilitas mahasiswa, mobiltas peneliti dan dosen serta penelitian kolaboratif. UMK sangat mengapresiasi kehadiran Rektor UNNES yang telah membagikan ilmunya mengenai usaha konservasi Batik.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum, yang turut mendampingi Rektor pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan kesempatan yang strategis untuk menunjukkan keseriusan UNNES dalam mengenalkan konservasi budaya kepada masyarakat internasional. Indonesia harus menjadi contoh bagi Malaysia dalam usaha melestarikan dan menyebarluaskan batik. Pendapat tersebut juga disepakati oleh ahli batik UNNES, Dr. Syakir, M.Sn. Batik dapat menjadi lebih berjaya di kancah internasional dengan kolaborasi antar universitas internasional utamanya di regional ASEAN.


from Universitas Negeri Semarang