Wednesday, 21 October 2015

Inilah Empat Pesan Rektor Unnes untuk Wisudawan

Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali mewisuda 3.620  mahasiswa pada wisuda periode III tahun 2015, Selasa dan Rabu (20 dan 21/10). Selain menjadi momentum yang membahagiakan bagi para wisudawan dan keluarganya, wisuda juga menjadi mementum yang membahagiakan Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum.

Kepada para wisudawan, profesor ilmu sosiolinguistik itu kembali mengingatkan bahwa para wisudawan tetap  menjadi warga kampus. Oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab melaksanakan prinsip-prinsip keilmuan sebagaimana prinsip yang dipegang dalam Rumah Ilmu.

“Sebagai rumah ilmu, Unnes adalah tempat ilmu pengetahuan berangkat dan pulang. Ada tiga prinsip yang dipegang Unnes. Pertama, menjaga dialog antarruang agar tidak terfragmentasi secara akademik. Kedua, menjaga jalinan aksiologis antara ilmu dengan realita sosial. Ketiga, mengembangkan sikap akademik terbuka,” katanya.

Kepada para wisudawan, Prof Fathur memberikan empat pesan. Pertama, para wisudawan agar menyiapkan diri  berkontribusi meningkatkan daya saing bangsa. Hal ini terutama diperlukan karena Indonesia sedang mempersiapkan diri dalam pasar bebas regional ASEAN.

Kedua, selain buah kerja keras, kesuksesan wisudawan adalah berkat dukungan orang tua. Oleh karena itu, wisudawan harus senantiasa menghormati dan berbakti kepada orang tua. Rasa hormat yang sama juga perlu diberikan kepada guru yang menopang kesuksesan mereka.

Ketiga, wisudawan perlu menjadikan kesuksesan akademik sebagai pijakan meriah kesuksesan lanjutan. Perjalanan wisudawan masih panjang dan memerlukan kerja keras dan ketekunan untuk melaluinya.

“Akhirnya, saya berdoa supaya Saudara sekalian bisa menjadi generasi inovatif, yang dapat memecahkan tantangan inividual dan masyarakat dengan ilmu pengetahuan,” katanya.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 20 October 2015

Gesekan Biola Violina, Ramaikan Acara Wisuda

Ada yang terasa beda pada hari pertama Wisuda Periode III Tahun 2015 Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang berlangsung Selasa (20/10), di auditorium kampus Sekaran Gunungpati. Apa sebab? Tak lain karena Violina Winsa Natalia memperlihatkan kepiawaiannya bermain biola.

Di hadapan 3.620 wisudawan, Violina, wisudawati Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni itu memainkan biola berpadu apik dengan orchestra Unnes mengiringi lagu You raise me up yang dipopulerkan Josh Groban.

“You raise me up, so I can stand on mountains; You raise me up, to walk on stormy seas; I am strong, when I am on your shoulders; You raise me up to more than I can be….”

Viola yang lulus dari Program Studi Pendidikan Seni Musik itu mengaku senang dan bangga karena sudah dapat menyelesaikan S1-nya di Unnes. “Saya senang karena sudah menyelesaikan belajar di Unnes, dan saya bangga karena waktu upacara wisuda tadi diberi kesempatan untuk memainkan biola untuk Unnes,” katanya.

Untuk adik kelas, pesan Viola, supaya mereka terus mengembangkan prestasi. “Buktikan kalau prestasi non-akademik dan akademik bisa berjalan bersama dan saling mendukung serta tidak menghalangi kita untuk lulus tepat waktu,” kata wisudawati yang mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,80 dan lulus dalam tempo 3 tahun, 11 bulan, 26 hari.

Wisuda Unnes kali ini dilaksanakan dalam waktu dua hari. Hari ini yang diwisuda sebanyak 1.819, yaitu dari Pascasarjana 412 wisudawan, Fakultas Ilmu Pendidikan (674), Fakultas Bahasa dan Seni (449),  Fakultas Ilmu Keolahragaan 284 dan wisudawan. Kemudian dilanjutkan besok Rabu (21/10) untuk fakultas yang belum melaksanakan wisuda.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan, tantangan ASEAN Community 2015 di tingkat regional membuka peluang akan mobility dan connectivitas SDM ASEAN di semua bidang. “Para wisudawan Unnes, tentunya menjadi bagian penting dari SDM yang berkualitas dan memiliki ipteks untuk berkontribusi dalam peningkatan daya saing bangsa Indonesia menghadapi tantangan nasional, regional, serta global,” pesan Prof Fathur

Pada periode ini, lanjut Rektor, wisudawan terbaik mencapai IPK sangat baik. Wisudawan terbaik dari Program Pascasarjana mencapai IPK 4,0. Tren yang sama juga diikuti Program Sarjana, karena wisudawan terbaik dari program ini meraih IPK 3,90, dan dari Program Diploma 3,80. “Ini menunjukkan bahwa lulusan Unnes adalah lulusan yang berkualitas.” Tegas Rektor.


from Universitas Negeri Semarang

Tim Unnes Raih Juara I Cabor Tonnis

Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Tingkat Nasional (FORNAS) ke-3 telah digelar tanggal 9-11 Oktober  di Alun-alun Denpasar, Bali. Tim Tonnis Universitas Negeri Semarang (Unnes) mewakili kontingen Jawa Tengah meraih juara 1 tim putri kategori prestasi usia kurang 30 Tahun (Laksmi Mahasiswa FBS, Alif FIK), juara 1 tim putri kategori umur 30 Tahun Plus (Wahyu Lestari FBS, Rohmawati BAAKK).

Sedangkan tim putra meraih juara 2 kategori prestasi usia kurang 30 tahun (MF Bagus Saputra, Miftahul Huda Mahasiswa FIK) dan juara 3 kategori umur 30 tahun plus, disamping itu juga meraih juara 3 kategori 30 Tahun Plus (Solekhan BAAKK, Agus Wahono BAPK).

Drs Tri Nurharsono MPd selaku official sekaligus pengurus KONI Jawa Tengah mengatakan Kejuaraan Tonnis pada acara FORNAS III tersebut mendapat apresiasi positif dari Ketua Umum FORMI Nasional Hayono Isman. Ia mengatakan Peserta Tonnis kali ini sudah diikuti oleh delapan propinsi. “Ini membuktikan Cabang OLahraga Tonnis telah mendapat respon masyarakat yang cukup baik” ujarnya.

Sementara itu, ia juga mengungkapkan bulan Oktober Tahun 2016 mendatang, Cabang Olahraga Tonnis akan diikutkan pada The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games yang diselenggarakan di Jakarta yang diikuti oleh 110 negara dari lima benua.

Untuk menguatkan kontingen Tim Jawa Tengah dan Nasional, ia berharap Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Tengah dan UNNES dapat berkolaborasi melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah agar mendapat dukungan bahwa Tonnis dapat dijadikan salah satu Olahraga Unggulan Jawa Tengah, pungkasnya.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 19 October 2015

Ayo, Dukung Agus Jafar dalam Penghargaan Pemuda Indonesia 2015

Setelah sukses mempersembahkan medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2015, mahasiswa FIP Unnes Agus Jafar kini masuk sebagai kandidat penerima Penghargaan Pemuda Indonesia (PPI) 2015.

Penghargaan Pemuda Indonesia (PPI) 2015 merupakan penghargaan yang diberika Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia kepada pemuda dari berbagai bidang yang dinilai berprestasi dan patut menjadi inspirasi.

Sebagai kandidat penerima PPI 2015 Agus Jafar akan bersaing dengan tiga kandidat lain pada bidang pendidikan kategori perseorangan.

Anda dapat mendukung Agus Jafar dengan memberikan vote dengan klik link ini. Anda hanya perlu mengisikan nama dan alamat surel serta mengeklik nama Agus Jafar sebagai kandiat pilihan Anda.

Voting dukungan telah dimulai pada Senin 19 Oktober 2015 dan akan ditutup 24 Oktober 2015 pukul 19.00 malam. Ssetiap orang hanya berhak memilih satu kandidat.


from Universitas Negeri Semarang

BP3IP RI Kunjungi Unnes

Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan RI berkunjung ke Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat 16 Oktober 2015.

Rombongan diterima oleh Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum (PRII) Dr Martono didampingi Staf Ahli PR II, tim remunerasi, Kepala BAPK Sutikno MSi, dan pejabat terkait di Hotel MG Suites Maven Semarang.

Wakil Direktur BP3IP W Hesti Indrawati menyampaikan, kami serombongan berkunjung ke Unnes untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan sistem remunerasi di unnes. hasil ini nanti sebagai bahan revisi sistem remunerasi di jajaran BP3IP.

Dr Martono menyampaikan, sistem remunerasi di Unnes berbasis penilaian kinerja individu dan didukung oleh sistem teknologi dan informasi sehingga sistem remunerasi Unnes dapat berjalan dengan baik.

Ketua tim remunerasi Unnes Amir Mahmud MSi memaparkan secara teknis sistem remunerasi yang sudah berjalan di Unnes sejak tahun 2014.

Jajaran BP3IP antusias mendengarkan paparan itu, hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh pihak BP3IP.

Setelah selesai paparan, rombongan diajak keliling kampus diantaranya mengunjungi Training Center, GSG, Kolam Renang, Mini Driving Golf, dan Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.


from Universitas Negeri Semarang

Besok, 3620 Mahasiswa Unnes Diwisuda

Sebanyak 3620 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (20/10) besok akan di wisuda di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungtpati.

Menurut Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Kerja sama (BAAKK) Unnes Heri Kismaryono MM, dengan jumlah wisudawan mencapai 3.620, wisuda periode III tahun 2015 dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Wisuda hari pertama pada Selasa (20/10) akan dilaksanakan wisuda untuk 1.819 terdiri atas Program Pascasarjana (PPs), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Calon wisudawan diwajibkan mengikuti gladi bersih pada Senin, (19/10).

Adapun pada hari kedua, pada Rabu (21/10) akan diikuti oleh 1.801 peserta dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), dan Hukum (FH). Gladi bersih hari kedua dilaksanakan Selasa, (20/10) pada pukul 14.30 WIB.

Kepala BAAKK juga menjelaskan dari data itu, 7 orang lulus Doktor, 405 orang Magister, 15 orang Pendidikan Profesi, 3039 orang Sarjana, dan 154 oranf Diploma.

“Sementara lulusan termuda berusia 20 tahun dan tertua 59 tahun,” jelas heri Kis.


from Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa FE Juara II kompetisi National Research Camp 2015

Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE Unnes) meraih juara II dalam kompetisi National Research Camp 2015, di Kendal.

Juara I dan III diraih tim dari IPB 1 dan IPB 2. Sedang juara harapan I diraih tim dari Undip, Harapan II tim dari Unair, dan Harapan III tim dari UIN Maliki Malang.

Ketua tim mahasiswa Unnes Eva Oktafikasari beserta anggotanya Siti Mahmudah dan Mar’atus Solikhah menyampaikan itu saat menyerahkan piala dari Gubernur Jawa Tengah
kepada Dekan FE Dr Wahyono didampingi Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Bambang Prishardoyo MSi di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Eva Oktafikasari, menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Penelitian Unnes diikuti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi yang berbasis penelitian dan pengabdian ini dipusatkan di Desa Ngeresepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Kearifan Lokal Masyarakat Desa”.

Tim Unnes mengambil judul “Dongeng Si Edubori: Implementasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter di SD Negeri 1 Ngeresepbalong” sebagai program pengabdian.

Menurut Eva Oktafikasari sudah seharusnya pendidikan karakter ditanamkan pada anak sejak dini, hal ini untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

Dekan FE Dr Wahyono sangat mengapresiasi atas prestasi yang membanggakan tersebut.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan khususnya bagi mahasiswa FE dan pada lembaga pada umumnya,” kata Dr wahyono.

Prestasi seperti ini semoga menjadi tradisi mahasiswa FE dalam semua lomba baik itu tingkat nasional maupun internasional, imbuhnya.


from Universitas Negeri Semarang

Terkait Remunerasi, UNIB Gandeng Unnes

Universitas Negeri Semarang dan Universitas Bengkulu (Unib) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU)  di Unib Senin, (19/10). Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum dan Rektor Unib Dr Ridwan Nurazi MSc.

Menurut Dr Ridwan, melalui kerja sama ini, Unib meminta informasi tentang remunerasi sistem BLU karena Unnes dinilai lebih unggul dan memiliki prestasi serta pengalaman sangat mumpuni dalam penerapan remunerasi.

“Sebelumnya Unib sudah melihat pelaksanaan remunerasi di perguruan tinggi lain, seperti Unpad, UGM, dan perguruan tinggi negeri yang lain. Namun, menurut pengamatan kami implementasi remunerasi di Unnes lebih cocok diterapkan di Unib,” kata Rektor Unib.

Melalui kerjasama ini, Prof Fathur berharap dapat memberikan berkah sehingga ke depan pengelolaan kedua institusi ini dapat lebih bermutu dan berkualitas sehingga mampu memberikan layanan prima dan sukses mewujudkan visi dan misi yang sudah ditetapkan.

“kerja sama ini sudah menjadi suatu keniscayaan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas layanan, oleh sebab itu Unnes menyambut baik kerjasama ini,” ungkap Rektor Unnes didampingi Pembantu Rektor Unnes Bidang Administrasi Umum Dr S Martono MSi.


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 18 October 2015

Rektor: BOPTN Harus Ditingkatkan

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) Jateng dan DIY.

Rapat kerja ini diikuti UGM, UNY, ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, UNSOED, UNDIP, UNNES, USM, UIN Sunan Kalijaga, POLINES, UPN Veteran, Kopertis V Yogyakarta, Kopertis VI Jateng, APTISI DIY, APTISI Jateng di Grand Candi Hotel Jumat 16-Sabtu 18 Oktober.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah berkaitan dengan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari pemerintah agar terus ditingkatkan.

“Jika BOPTN mengalami penurunan, tentu akan berdampak pada biaya yang harus ditanggung mahasiswa juga meningkat. Tentunya itu akan menjadi gejolak. Oleh sebab itu, kami akan mendesak pemerintah untuk meningkatkan BOPTN,” katanya.

Rektor menambahkan, selain membahas dan mendiskusikan persoalan di tingkat perguruan tinggi, raker yang digelar secara rutin itu juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi antar perguruan tinggi di Jateng dan DIY. “Melalui kebersamaan ini, juga bisa dimaksudkan untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang ditemui oleh perguruan tinggi dan kita bisa saling bantu,” tambahnya.


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 16 October 2015

Menristek Dikti Kunjungi Stand LP2M

Menristek Dikti Prof Mohamad Nasir PhD kunjungi stand Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) di Ballroom Crowne Plaza Hotel Selasa, 12-13 Oktober 2015.

“Produk jangan hanya berhenti di riset saja, tidak cukup menjadi prototype saja, namun produk itu harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Menristekdikti usai membuka pameran.

Prof. Nasir menambahkan perguruan tinggi nantinya bisa bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) setempat untuk mendiseminasi hasil penelitian itu pada dunia usaha. “Kalau sudah didiseminasi terhadap dunia usaha, bagaimana bentuknya? Apakah badan usaha kecil atau koperasi? Kami tadi sudah bekerja sama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM),” katanya.

“Tingkat kesiapan hasil penelitian yang akan diindustrikan dapat dilihat melalui TRL (technology readiness level), dimana TRL dapat diartikan sebagai indikator yang menunjukkan seberapa siap suatu teknologi dapat diterapkan atau diadopsi oleh pengguna atau calon pengguna” lanjut Prof Nasir.

Penelitian inovatif yang dihasilkan apabila sudah mencapai TRL level 9, maka hasil penelitian tersebut dapat diindustrikan. “Namun, kalau penelitian yang dilakukan masih pada tahapan-tahapan awal, harus ada penelitian lebih lanjut untuk meningkatkannya pada tahapan inovatif,” tambahnya.

Pameran ini diikuti belasan perguruan tinggi ini menampilkan produk-produk unggulan. Dalam pameran tersebut, LP2M Unnes menampilkan beberapa hasil riset dan pengabdian unggulannya, antara lain sipaktani.com (sistem informasi produk dan komoditas pertanian), handmade berbahan baku gulma dan limbah, batik mangrove dan tepung umbi.


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 15 October 2015

Mau Terjun ke Dunia Kerja, Siapkan Diri Mulai Sekarang

Selepas dari bangku perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan mampu memasuki dunia kerja dengan sikap optimistis.

Profesionalitas kerja kelak terbentuk dari ilmu yang didapat ketika kuliah ditambah dengan pengalaman kerja.

Hal itulah yang bakal dapat menjawab tantangan zaman dan menghadapi persaingan kerja yang semakin berat.

Budayawan, Prie GS menyampaikan itu saat menjadi motivator pada Pembekalan Wisuda Periode III Tahun 2015 Selasa (13/10) di Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan kampus Sekaran

Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Layanan Konseling dan Bursa Kerja (Pusbang LKBK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) diikuti 250 orang.

Untuk itu, siapkan diri mulai sekarang jika ingin terjun ke dunia kerja, sebab saat perekrutan pegawai yang dinilai tidak hanya kepemilikan akademik saja tapi juga sikap, cara duduk, cara menjawab pertanyaan, dan sopan santun kata Prie GS.

Dosen Psikologi Unika Soegijapranata Lucia Trisni S Psi MS nara sumber lain menyampaikan, saat perekrutan perusahaan menekankan pada orang yang sudah memiliki sikap diantaranya kreatif , fleksibel, memiliki berbagai keahlian ( multi skill/multi talent), bisa bekerja sama (pemain tim yang baik), berkeyakinan, memahami bisnis ( perusahaan yg dilamar), berorientasi pada kualitas, dan pelanggan.

Sedangkan, Sutarmanto MPd dari Dinas Pendidikan Jwa Tengah menyampaikan, jika menjadi guru jadilah guru yang bener (profesional), jangan menjadi guru yang kebeneran (abal-abal).

Indikator guru profesional yakni keimanan dan ketaqwaan, memiliki wawasan pancasila, memiliki rasa tanggung jawab, kemandirian, memiliki kewibawaan, Kedisiplinan, dedikasi tinggi, mampu bersosialisasi dengan masyarakat, dan mencintai peserta didik, katanya.


from Universitas Negeri Semarang

Lazis Unnes-Ketua Jurusan Verifikasi Data Penerima Beasiswa

Rumah Amal Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (Lazis) Unnes menggelar rapat bersama Ketua Jurusan Unnes melakukan verifikasi data calon penerima Beasiswa Pendidikan Rumah Amal Lazis Unnes, baru-baru ini di ruang rapat Rumah Amal Lazis Unnes kampus Sekaran Gunungpati.

Ketua Rumah Amal Lazis Unnes Dr Edy Purwanto menyampaikan, masukan dan saran dari pihak jurusan menjadi proses verifikasi penerima beasiswa ini agar tepat sasaran.

Dr Edy Purwanto menjelaskan, sasaran beasiwa pendidikan ini diperuntukkan mahasiswa Unnes sebanyak, siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK di sekitar kampus Unnes.

Menurut Dr Edy Purwanto, besaran beasiswa pendidikan ini bervariasi untuk SD/MI sebesar Rp 100.000/bulan dengan kuota 45 Siswa, SMP/MTs Rp 200.000/bulan (20 Siswa), SMA/SMK/MA Rp 300.000/bulan (15 siswa), dan Pergurun Tinggi Rp 400.000/bulan (50 mahasiswa).


from Universitas Negeri Semarang

13 Perguruan Tinggi Ikuti Conservation Campus Tour

Jalan sekitar kampus Unnes Sekaran mendadak menjadi warna-warni dengan kehadiran para pesepeda yang mengenakan seragam almamater dari perguruan tingginya masing-masing.

Mereka yakni para peserta kompetisi pasar modal yang diselenggaran Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang sedang mengikuti Conservation Campus Tour yang diselenggarakan panitia.

Para 20 besar tim finalis yang berasal dari 13 perguruan tinggi se-Indonesia itu diajak berkeliling kampus Unnes Sekaran dan diperkenalkan mengenai konsep Konservasi yang diusung Unnes.

Beberapa titik yang menjadi lokasi persinggahan para peserta diantaranya Kolam Renang Tirta Sekar, Rumah Penangkaran Kupu-kupu, Kebun Wisata Pendidikan, Gerbang Utama, Tugu Sutera, Rektorat dan Embung.
Puncak dari tour kampus ini berupa pelepasan bibit ikan lele di Embung Unnes yang dilakukan oleh para peserta beserta panitia.

Robi, salah seorang peserta dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, mengaku sangat senang bisa mengikuti tour kampus ini, ia bahkan sangat takjub dengan konsep konservasi yang diusung Unnes yang begitu unik dan lingkungan kampus yang tertata rapi.

Hal senada juga disampaikan Eric peserta dari Prasetya Mulya Business School Jakarta, ia mengaku nyaman berada di Unnes karena lingkungannya yang asri dan sangat kondusif untuk kegiatan perkuliahan.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 13 October 2015

BBS, Mengangkat Tradisi Memacu konservasi


Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar pembukaan Bulan Bahasa dan Seni (BBS) 2015 di Panggung Terbuka FBS, Selasa (13/10). “Mengangkat Tradisi Memacu konservasi” menjadi tema pada BBS tahun ini. Acara diawali dengan menari bersama, yang dilanjutkan paduan tampilan permainan perkusi, tari barong sai, pembacaan puisi, lalu disambung dengan seni barongan dan tayub. Bersamaan dengan tampinan seni pertunjukan tersebut, tiga mahasiswa Jurusan Seni Rupa beraksi melukis secara langsung. Lukisan wajah Rektor menjadi salah satu lukisan yang menyedot perhatian mahasiswa.

Suara tabuhan bedug bertalu-talu yang dilakukan Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjadi penanda pembukaan BBS. Selesai membuka acara, Rektor Unnes kemudian ikut menari tayub berbaur degan dosen dan mahasiswa yang memadati lapangan dan panggung terbuka FBS. “Saya mengapresiasi kreasi mahasiswa, dosen, dan karyawan di FBS yang telah menyemarakkan kegiatan pembukaan BBS tahun 2015 ini,” ungkap Prof Fathur Rokhman.

Dekan FBS Prof Dr Agus Nuryatin MHum mengungkapkan, tema BBS tahun 2015 ini yaitu Mengangkat Tradisi Memacu Konservasi dengan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sampai bulan November 2015. Rangkaian acara BBS yang bakal berlangsung meliputi panggung seni budaya, konferensi internasional, bedah buku, seminar nasional seni rupa, seminar dan FBS awards.

from Universitas Negeri Semarang

MK Ajari Mahasiswa Unnes Penyelesaian Sengketa Pilkada

Perselisihan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) harus diselesaikan sebaik-baiknya pada tataran tingkat yang paling bawah sampai paling atas.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Arief Hidayat mengatakan hal itu saat menjadi keynote speaker pada Focus Group Discussion Proyeksi Konstitusional Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilihan Kepala Daerah di Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran Gunungpati, Selasa (13/10).

Arief juga menegaskan, akan membatasi perkara pilkada serentak yang masuk ke MK. “Sengketa Pilkada yang bisa masuk ke MK sudah dibatasi oleh undang-undang,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Ida Budiarti menyebutkan ada sejumlah tahapan pilkada yang rentan masuk ke ranah hukum. Diantara tahapan itu yang dirasa paling krusial adalah tahapan pemilihan dan rekapitulasi suara yang dilakukan secara berjenjang.

“Menghindari kerawanan itu, KPU harus diminta berkerja lebih teliti dan hati-hati,” ungkapnya dihadapan 150 dosen dan mahasiswa Unnes itu.

Sebelumnya, saat pembukaan acara, Rektor Unnes Prof Fatkhur Rokhman berharap agar peradaban di Indoinesia harus didasari hukum yang berkeadilan. “Keadilan akan makin tegak dan kuat apabila supremasi hukum ditegakkan secara konsisten, “ katanya.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 12 October 2015

Mahasiswa FE Unnes Juara I Nasional Investment Analysis Competition

Tim mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang meraih juara 1 dalam Kejuaraan Invesment Analysis Competition Tingkat Nasional di Universitas Udayana Denpasar Bali, Sabtu (3/10).

Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf) begitu nama tim, beranggotakan Laksmita Diani Putri (Akuntansi), Rendy Irawan (Manajemen), dan Benteng Ali Rahmat (Manajemen) berhasil masuk final 5 besar dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Dengan presentasi yang menyakinkan, akhirnya Dewan juri memutuskan Tim Unnsaf Unnes unggul meraih juara I, juara II oleh Universitas Diponegoro, dan juara III oleh tuan rumah Universitas Udayana Bali.

Untuk Juara 1 dan 2, selain mendapat hadiah berupa uang tunai, juga mendapatkan Golden Ticket berupa kesempatan magang di Mega Capital Jakarta.

Dekan FE Unnes Dr Wahyono MM sangat mengapresiasi dan menyambut gembira atas keberhasilan tim Unnes.

“Ini prestasi yang membanggakan membawa nama harus lembaga dan Unnes sejajar dengan perguruan tinggi lain di Indonesia,” kata Dekan FE.


from Universitas Negeri Semarang

Besok, Pameran Foto Unnes Tempo Dulu

Sebagai sebuah institusi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengalami sejumlah perubahan. Tidak hanya pada fisik, perubahan juga terjadi pada tata kelola organisasi, iklim akademik, dan semangat warganya.

Untuk melihat berbagai perubahan dan kemajuan yang telah dicapai universitas, UPT Humas akan menggelar pameran foto bertema tempo dulu. Pameran akan dibuka pada Selasa-Jumat (13-16/10) di Lantai 1 Gedung Rektorat.

Dalam pameran ini ada 26 frame foto zaman dulu dan sekarang yang sempat didokumentasikan pewarta foto universitas.

“Foto ini bisa bermakna penting agar warga Unnes bisa mengenal lebih jauh karakteristik Unnes, baik pada masa lalu maupun sekarang. Ada 19 foto lama dan 11 foto lama yang akan dipamerkan,” kata Kepala UPT Humas dan Protokoler Drs Bambang Priyono MPd.

Bambang menambahkan, arsip foto yang dipamerkan tidak hanya yang dimiliki Unnes, tetapi beberapa foto lain yang dimiliki perseorangan.

“Pameran terbuka bagi umum. Kami mengundang warga Unnes untuk menikmati pameran ini,” katanya.


from Universitas Negeri Semarang

Inilah Agus Jafar, Mahasiswa Tuna Netra Peraih Emas Pimnas 2015

Terlahir dengan kekurangan penglihatan tak membuat Agus Jafar rendah diri. Ia terus berjuang agar kekurangannya tak menghalangi perkembangan prestasinya. Ketika dia punya kesempatan, dia juga menjalin solidaritas untuk sesame tuna netra.

Jafar mengaku, dia memang tuna netra sejak lahir. Namun bukan tuna netra total, hanya low vision. Mata sebelah kirinya tidak berfungsi, sedangkan mata kanannya masih bisa berfungsi dengan jarak pandang yang pendek.

Konon, aku Jafar, itu ia warisi secara dari genetis. Selain dirinya, semua saudara laki-laki menderita kekurangan penglihatan yang sama. “Kalau saudara perempuan justru tidak,” akunya.

Remaja kelahiran 17 Agustus 1991 ini mengaku, kekurangan pandangan sempat membuat aktivitas belajarnya tak sebaik anak-anak lain. Namun, kondisi itu tak membuatnya berkecil hati. Dengan dukungan keluarga, ia berusaha tegar dan melanjutkan belajar.

Setelah lulus dari sekolah menengah pertama berbasis Islam, ia vakum sekolah selama dua tahun. Satu tahun untuk bekerja dan satu tahun lainnya digunakannya untuk pergi ke panti rehabilitasi terbesar dan tertua di Indonesia, Wyata Guna di Bandung.

Pergulatannya selama delapan bulan di panti tersebut membuatnya menemukan banyak inspirasi. Walau gagal masuk ke SLB di Bandung karena faktor ekonomi, ia mendapati banyak pelajaran penting dari sana.

Resmi menjadi mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Unnes pada 2013, impiannya untuk menebar manfaat bagi sesama penyandang disabilitas khususnya tunanetra semakin terbuka lebar.

Adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang menjadi jalan baginya untuk menyemai gagasannya membantu pada penyandang tunanetra menjadi kenyataan. Mengambil judul “Pelatihan Alquran Braille bagi Penyandang Tunanetra”, Jafar berbagi inspirasi yang telah ia dapati dari petualangannya selama delapan bulan di panti rehabilitasi Wyata Guna dengan sesama tunanetra di Pekalongan.

“Saya mendapatkan bantuan dari LSM yang ada di sekitar panti di Bandung untuk pengadaan Alquran Braille tersebut secara gratis. Alhamdulillah, setelah pelatihan yang kami adakan, sekarang mereka sudah bisa mandiri,” ungkapnya bersyukur.

Mahasiswa asal Batang bertinggi badan 191 sentimeter tersebut juga menggagas komunitas peduli kaum disabel saat aktif sebagai fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan 2014. Komunitas yang bertujuan untuk menjadi jembatan bagi pemahaman awam tentang disabilitas tersebut kini masih aktif menyuarakan kesetaraan dan kepedulian kepada para penyandang disabilitas.

Tidak hanya berhenti pada gagasan pelatihan Alquran Braille bagi penyandang tunanetra di Pekalongan, Jafar kembali menyemai gagasannya untuk memberikan ketrampilan bagi tunanetra di Purbalingga. Pelatihan pijat refleksi ini muncul ketika ia melihat apa yang bisa meningkatkan keterampilan para penyandang disabel tunanetra sehingga bisa setara dengan orang normal lainnya.

“Biasanya hanya pijat biasa saja yang dikuasai tunanetra. Karena itu saya membuat pelatihan pijat refleksi ini agar mereka bisa mengembangkan ketrampilan para penyandang tunanetra agar bisa bersaing,” jelasnya.

Selain bergerak di bidang pengabdian kepada para penyandang tunanetra melalui PKM, atlit paralimpiade tingkat provinsi ini juga aktif membantu para penyandang tunanetra yang membutuhkan Alquran Braille secara gratis.

“Saya ingin menunjukkan bahwa para penyandang disabilitas juga bisa berkarya dan bersaing dengan orang-orang normal pada umumnya,” pungkasnya.

Keyakinan Agus Jafar segera terbukti. Kegigihannya mengangtarkan timnya memperoleh emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2015 di Universitas Halu Oleo Kendari.

Selamat!


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 10 October 2015

Cara Mahasiswa Unnes Berbagi Tips Cantik

Dua mahasiswa Pendidikan Tata Kecantikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) berbagi tips kecantikan dalam sebuah make up class bertema “Day and Party Make Up” di The TCO Café Banaran, Gunungpati.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Pretty Charitya (22) asal Medan dan Awaliyana Rakhmawati (22) asal Magelang. Mereka mengadakan make up class ini untuk memberikan  pengalaman agar peserta memiliki skill dalam merias.

“Selain untuk merias diri sendiri, ilmu dalam merias juga dapat dijadikan peluang pekerjaan yang tidak habis di makan masa,” ujar Tya.

Seluruh peserta mendapatkan tips dan trik serta kesempatan untuk mempraktikkan langsung sejumlah pengetahuan tentang kecnatikan. Para peserta juga mendapat sertifikat, dan berhak mengikuti sesi pemotretan.

“Ada beberapa teknik make up, d isini saya menggunakan kuas untuk mengaplikasikan semua kosmetik agar lebih hemat dan halus,” ujar Nana.

Dijelaskan, make up sehari-hari sama pengaplikasikannya, hanya saja make up pesta menggunakan warna yang lebih tajam dan mencolok disbanding make up harian.

Peserta mengaku sangat senang karena menambah pengalaman dan teman juga mendapat banyak ilmu dan teknik make up yang baru.

 


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 9 October 2015

Mahasiswa Baru Perlu Edukasi Pasar Modal

Selama ini pasar modal masih dipandang sebelah mata. Selain itu, juga dipandang sebagai kegiatan orang kaya yang mempunyai banyak uang. Padahal, hanya dengan modal awal Rp100 ribu bisa menjalankan di pasar modal.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE Unnes) Dr Wahyono MM menyampaikan itu saat membuka Unnes Capital Market Competition (UCMC) yang diselenggarakan Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf), Jumat (9/10) di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Kelahragaan (FIK).

Untuk itu, Edukasi pasar modal perlu diberikan kepada semua mahasiswa dan masyarakat luas sehingga tidak tabu tentang pasar modal.

Kampus adalah agen pembaruan dan juga perubahan, dengan melakukan implementasi seperti ini diharapkan mahasiswa memperoleh pengetahuan dan tidak tabu lagi tentang pasar modal, kata Dr Wahyono.

Dr Wahyono berharap, tahun ini semoga semua mahasiswa baru Unnes bisa berpartisipasi berlatih di pasar modal.

Ketua panitia Galang Hutriadi melaporkan, kegiatan seperti ini diselenggarakan tiap tahun, ini kali ke empat tingkat nasional dengan tema “Challenge Your Self to Be Smart Investor” diikuti 165 peserta dari 39 universitas dari lima pulau di Indonesia diantaranya pulau Jawa, Kalimantan, Sumatara, Bali, dan Sulawesi.

hari ini (Jumat 9/10) merupakan 20 finalis yang sudah terseleksi sebelumnya melakukan tes Gala Show nantinya akan dipilih 8 peserta terbaik. Ke 8 peserta ini besok (Sabtu 10/10) tes lagi Show Case diambil 3 terbaik, kemudia ketiaga itu di tes lagi untuk menentukan juara 1, 2, dan 3.

Galang menambahkan, ke 20 peserta itu yakni dari Universitas MH Thamrin Jakarta, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prasetya Mulya Business School, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).


from Universitas Negeri Semarang

Pimnas ke-28, Unnes Raih 1 Emas Dan 5 Perak,

Universitas Negeri Semarang (Unnes) meraih 1 medali emas dan 5 perak, di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 yang digelar di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Adalah sebuah prestasi yang membanggakan buat civitas akademika Unnes,” kata Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo, pada akun facebooknya, Kamis (8/10).

Dr Bambang Budi Raharjo juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama bersinergi untuk meraih prestasi terbaik di Pimnas ke-28 tersebut. “Terima kasih kepada mahasiswa, pendamping, pembimbing, dan semua yang telah mensukseskan kompetesi tersebut untuk meraih prestasi bagi Unnes, utamanya rektor Unnes.” katanya.


from Universitas Negeri Semarang

PPL di SMA Taruna Nusantara, Mahasiswa Wajib Dampingi Siswa Di Asrama

Hampir tiga bulan 20 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Semarang (Unnes) harus bisa beradaptasi dan mengikuti kehidupan semi militer yang diterapkan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara dalam kehidupan formal sekolah.

Bukan hanya itu, ke duapuluh mahasiswa PPL ini masih harus berlanjut mendampingi siswa di asrama, tempat mereka hidup sehari-hari.

“Misalnya dengan belajar bersama atau latihan kedisiplinan,” ungkap salah satu mahasiswa PPL di SMA Taruna Nusantara, Emy Wulandhari kepada Unnes.ac.id di lapangan olah raga SMA kawasan sejuk lembah tidar, Kamis (8/10) sesaat setelah praktek mengajar volleyball bagi siswa putri.

Pola pengasuhan di sekolah ini memang berbeda di banding dengan SMA pada umumnya. Ada cara-cara militer yang diadopsi. Melanggar displin bisa mendapat hukuman fisik, tapi tanpa kontak fisik.

“Jadi jangan heran jika banyak siswa berprestasi, baik nasional maupun internasional lahir dari sekolah di kawasan sejuk lembah tidar ini, “ kata mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi itu.

Ketika mengunjungi mahasiswa PPL di sekolah berasrama tersebut, Kepala UPT Pusat Humas Unnes Bambang Priyono MPd mengatakan, mahasiswa PPL harus mampu menampilkan diri sebagai agen konservasi. Selain itu, harus memiliki kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogic, “ empat kompetensi tersebut selaras dengan ruang lingkup PPL, yakni mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan dan konseling, serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, kata Bambang Pri yang juga sebagai pembimbing PPL.


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 8 October 2015

Seminar Nasional dan Call Paper FE Unnes

Saat ini terjadi anomali atau terjadi perubahan yang tidak bisa diprediksi. Gejolak lingkungan ini ternyata berpengaruh juga terhadap ekonomi. Untuk itu, kita harus memiliki strategi yang sifatnya solutif sebagai jalan keluar yang terbaik secara luas dan seimbang.

Sebentar lagi sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean. Indonesia harus menjadi terdepan, jangan menjadi masyarakat konsumen atau menjadi negara yang selalu tertutup ketika solusi-solusi ekonomi dari negara lain dilakukan dalam mengatasi lingkungan.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan itu saat membuka Seminar Nasional dan Call for Paper, Rabu (7/10) di Hotel Grasia Semarang.

Prof Fathur berharap tulisan call for paper ini bisa disampaikan pada jurnal-jurnal internasional yang terindek fokus, sehingga apa yang digagas ini bisa di pelajari, di kaji, dan dikembangkan diberbagai keilmuan di belahan dunia.

Hadir sebagai keynote speaker Dr Agus Hermanto (Wakil Ketua DPR RI yang juga Dewan Penyantun Unnes), Amin Wibowo PhD (Dosen Universitas Gajah Mada), Hardanto Subagyo (Direktur Bisnis Kompas), dan Gunawan Sulistyo (Wakil Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan Bank BRI).

Dekan Fakultas Ekonomi Dr Wahyono melaporkan, kegiatan ini diselenggarakan Fakultas Ekonomi Unnes bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang, STIE BPD Jateng, STIE Darma Putra, Unisbank, dan STIE Widya Manggala.

Seminar mengusung tema “Strategic Agility : Thrive in Turbulent Environment (Research and Practices)” diikuti 150 orang dari 26 PTN/PTS di Indonesia diantaranya dari daerah Batam, Padang, Lampung, Palembang, Jakarta, Bogor, Kalimantan, Bali, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Magelang, dan Semarang.


from Universitas Negeri Semarang

3 Atlet Mahapala Siap Takhlukkan Carstenzs Pyramid

Senin 5 Oktober kemarin, Panitia Spirit of Indonesian Youth Expdition (SIYE) IV Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) Universitas Negeri Semarang (Unnes)  yang akan di selenggarakan di Sugapa, Papua telah menentukan 3 atlet dari 10 calon atlet yang akan melakukan pengabdian masyarakat serta pendakian puncak gunung Carstenzs Pyramid setinggi 4.884 mdpl.

Mereka adalah Edy santoso (Fakultas Teknik), Retno Muninggar (Fakultas Hukum) dan Faris Wickasono (FakultasTeknik). Mereka diselekasi dari 10 calon atlet yang ada berdasarkan  latihan fisik selama 3 bulan, test lapangan (gunung Merbabu dan Sumbing), hasil medical check up laboratorium, hasil test psikologi, pengetahuan gunung serta 30 aspek penilaian lainnya oleh tim teknis SIYE IV Mahapala Unnes.

“Ketiga atlet ini merupakan anggota Mahapala ke-35 yang masih sangat muda dan belum genap 1 tahun di Mahapala namun mereka memiliki mental dan fisik yang kuat dan siap untuk melakukan ekspedisi”, ungkap M Syaefuddin selaku ketua panitia.

Sebelumnya, Mahapala Unnes juga sukses dalam ekpedisi pertama 2009 di gunung Kilimanjaro, ekpedisi kedua di gunung Elbrus, dan yang ketiga di gunung Aconcagua. Ini merupakan agenda 2 tahunan Unnes dan Mahapala” tambah Syefuddin.


from Universitas Negeri Semarang

Tim Woodball Unnes Borong 19 Medali Tingkat Internasional

Tim Woodball Universitasa Negeri Semarang (Unnes) memborong  juara Tingkat Internasional pada kejuaraan 8th Asian University dan 5th Indonesia Open Woodball Championship 2015.

Dosen pendamping Kriswantoro MPd menyampaikan, pada kejuaraan ini tim Unnes meraih 19 medali yakni dari 8th Asien University memperoleh 5 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Sedangkan dari 5th Indonesia Open 3 emas, 2 perak, 3 pernggu.

Kriswantoro juga mengemukakan, kegiatan berlangsung tanggal 3 sampai dengan 8 September 2015, di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (BAJRA SANDHI),Denpasar Bali.  Diikuti 204 atlet terdiri atas Indonesia, Chinese Taipei, Jepang, China, Hongkong, Malaysia, Korea Selatan, dan Oman.

Menurut Kriswantaro, medali Emas pada kejuaraan  8th Asien University diperoleh Khoirul Mustaqim pada cabang Tunggal Putra Stroke, Ika Yulianingsih (Tunggal Putri Stroke), Khoirul Mustaqim dan Wisnu (Double Putra Stroke), Elia Safitri dan Eka Nanda Sari (Double Putri Stroke), dan  Ika Yulianingsih, Dwi Tiga Putri, Elva Lumban Raja, dan Elia Safitri (Team Stroke Putri).

Medali Perak diperoleh Rudianto berpasangan Ahris Sumaryanto (Double Putra Stroke), Elva Lumban Raja dan Susanti Elviah (Double Putri Stroke), dan Ahris Sumaryanto, Wisnu Wicaksono, Khoerul Mustaqim, Arie Wahabie Lutfi  (Team Stroke Putra).

Medali Perunggu diperoleh Dwi Tiga Putri (Tunggal Putri Stroke), Arie Wahabie Lutfi, Mohamad Taufik (Double Putra Stroke), Musyarofatul dan Nur Fauziah (Double Putri Stroke).

Sedangkan pada kejuaraan 5th Indonesia Open medali emas diproleh Ahris  (Tunggal Putra Stroke), Ika (Tunggal Putri Stroke), dan Ika (Tunggal Putri Fairway).

Medali Perak diperoleh  Ahris (Tunggal Putra Fairway), dan  Wisnu, Khomaruddin, Annas, Taufik (Team  Fairway Putra).

Kemudian, medali perunggu oleh   Ahris, Wisnu, Khadiq, Rudiyanto (Team Stroke Putra),  Andiansyah (Tunggal Putra Fairway), dan   Elva (Tunggal Putri Fairway).


from Universitas Negeri Semarang

Wednesday, 7 October 2015

Prodi Pendidikan Bahasa Arab Unnes Gelar DZIKRO



SEKITARUNNES.COM - SEMARANG, Dzikro merupakan kegiatan tahunan dari Komarun (Forum Komunikasi Mahasiswa Bahasa Arab Unnes) Prodi Pendidikan Bahasa Arab dalam rangka memperingati hari ulang tahun. Kegiatannya berupa serangkaian acara yang akan dimulai tanggal 12 Oktober – 25 Oktober 2015. Jenis kegiatannya antara lain kirab, reuni akbar, bazar buku, lomba menyanyi bahasa Arab dan fashion show tingkat Unnes, dan lomba SMA/MA/Sederajat Se-Jawa Tengah yaitu lomba tilawah, pidato bahasa Arab (khitobah), baca puisi bahasa Arab (qiro’atu syi’ir), gramatika bahasa Arab, bercerita bahasa Arab, dan kaligrafi. 

Pada tahun ini dzikro mengangkat tema Harmonisasi Peradaban Timur Tengah di Nusantara. Harapannya kegiatan ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk menggali potensi dan apresiasi terhadap kemajuan Prodi Pendidikan Bahasa Arab Unnes. Untuk lebih jelasnya bisa kunjingi, 
Blog                 : dzikropbaunnes2014.blogspot.com 
FB                   : Dzikro PBA Unnes  
Halaman          : Dzikro Pendidikan Bahasa Arab 
Twitter             : @dzikro_unnes,
CP                   : 085642922852 (Roihatul Jannah)

Naik Pangkat, 11 Dosen Terima SK

Sebelas tenaga pendidik Universitas Negeri Semarang (Unnes) menerima surat keputusan kenaikan (SK) pangkat. Penyerahan dilakukan oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum di gedung Rektorat kampus Sekaran, Rabu (7/10).  Mestinya yang diundang untuk menerima SK 14 orang namun yang hadir 11, “ 3 yang tidak hadir akan diserahkan kemudian,” jelas Kepala bagian Hukum dan Kepegawaian Dra Soelami.

Dalam sambutannya, Rektor yang didampingi Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Dr S Martono MSi, Kepala Biro Administrasi UmumKepegawaian Drs Anwar Haryono MPd, dan Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Dra Soelami itu mengatakan, kenaikan pangkat merupakan penghargaan bagi dosen yang telah memenuhi syarat sekaligus sebagai bentuk kepercayaan.

“Ikuti etika birokrasi sesuai aturan yang berlaku,’’ ujar Prof fathur sembari mengajak agar dosen menyempatkan diri mengurus kenaikan pangkat, sebab kenaikan pangkat merupakan hal yang saling terkait terus sampai ke jenjang guru besar.

Mereka yang menerima SK kenaikan pangkat dan jabatan adalah Prof Dr Teguh Supriyanto MHum ke IV/b dan Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt ke IV/d.

Selain itu, Edi Waluyo SPd MPd (IV/a), Dra Maria Theresia Sri Hartati MPd (Lektor Kepala), Ucik Fuadiyah SPd MPd (III/b), Zukhaira SS MPd (III/d), dan Dr Hartono MPd (PAK). Kemudian Much Aziz Muslim SKom MKom (III/d) Drs Rubianto Hadi MPd (III/d) dan Priyanto SPd MPd (III/d).


from Universitas Negeri Semarang

Teliti Batik Pekalongan, Mahasiswa Unnes: Motif Gambarkan Dinamika Masyarakat

Batik pekalongan ternyata bukan sekadar jenis kain dan bahan pakaian. Batik pekalongan juga memiliki berbagai nilai filosofif yang menggambarkan keyakinan dan nilai-nilai hidup masyarakat. Namun tidak semua orang mengetahuinya.

Dasar itulah yang mendorong empat mahasiswa Unnes melakukan penelitian untuk menggali nilai filosofis batik Pekalongan. Mereka adalah Mustangin, Rini Handayani, Niken Larasati, dan Fitri Febrianti. Menurut mereka, informasi tentang nilai batik pekalongan diperlukan.

“Selain sebagai bahan pengetahuan, nilai filosofis batik bisa digunakan pemerintah dan pengusaha batik untuk mengembangkan batik sesuai nilai yang hidup di masyarakat,” kata Mustangin, mahasiswa Jurusan Akuntansi Unnes sekaligus ketua tim peneliti.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi bahwa batik pekalongan memiliki motif secara lebar dan dinamis. Para perajin fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Ciri khas pesisiran ditampilkan dengan pilihan warna yang lebih cerah. Ini menggambarkan karakteristik warga pesisiran yang berani dan terbuka pada pembaruan. Berbeda dengan motif Solo dan Yogya yang berpegang pada pakem, batik pekalongan lebih berani membuat kebaruan.

Melalui penelitian ini, mereka mengungkap bahwa batik pekalongan tidak menggambarkan binatang secara utuh. Ini berkaitan dengan keykinan agama warga setempat yang meyakini penggambaran binatang tidak diperbolehkan.

“Solusinya, bagian-bagian binatang disamarkan. Ada yang sekilas tampak seperti bunga, ada yang tampak seperti kupu-kupu,” terang Rini Handayni.

Ditinjau dari ragam hias dan tata warnanya, batik Pekalongan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni, kain batik encim yang menggambarkan ciri khas Cina, kain batik bergaya Belanda, dan kain batik pribumi.

Ketiga ragam jenis batik ini menunjukkan dialektika kebudayaan masyarakat Pekalongan dengan bangsa Timur dan Barat. Sejarah pergaulan itu turut mempengaruhi motif batik yang tercipta dan beredar.

“Sayangnya, berdasarkan penelitian yang kami lakukan, nilai filosofis batik pekalongan belum dianggap penting. Konsumen dan pengusaha cenderung menilai batik sebatas sebagai warisan budaya. Adapun nilai historis dan filosofisnya tidak dijelaskan secara detail,” katanya.

Oleh karena itu, timnya menyarankan, pemerintah segera merumuskan kebijakan agar nilai filosofis dijadikan keunggulan produk.

“Batik perlu dikembangkan sebagai benda estetis, bukan komoditas tekstil semata. Untuk menjaga nilai estetisnya tetap terjaga, perlu ada argumentasi historis dan filosofis yang menunjukkan eksistensi batik melampaui wujud fisiknya,” kata Mustangin.


from Universitas Negeri Semarang

Bonbaber, Bonang Modern Inovasi Mahasiswa Unnes

Gamelan merupakan salah satu dari banyak musik tradisonal warisan budaya Indonesia. Namun, sebagai instrumen musik asli Indonesia, gamelan kurang diminati oleh generasi muda. Untuk itulah, sejumlah mahasiswa Unnes menciptakan Bonbaber atau Bonang Barung Berbasis Arduino.

Menurut ketua peneliti Riris Yuniaratri alat Bonbaber digunakan sebagai inovasi alat musik Bonang, salah satu intsrumen penting dalam stelan gamelan. Dalam tradisi para niyaga, bonang memiliki poisisi penting. Selain bunyinya yang domnan, bonang biasanya ditelakkan di depan karena paling cantik.

“Bonang barung sendiri merupakan salah satu jenis bonang, selain bonang terusan. Bonang barung beroktaf tengah sampai tinggi biasanya menjadi pemuka dalam ansambel , khususnya dalam teknik tabuhan pipilan. Pola-pola nada dapat menuntun lagu instrumen-instrumen lainnya,” katanya.

Bonbaber dibangun dengan tiga komponen utama yakni arduino sebagai mikrokontroler, MP3 modul dan alumunium foil sebagai capacitive sensor. Ketika alumunium foil disentuh oleh alat yang bersifat konduktor seperti tangan manusia maka capacitive sensor akan mengaktifkan send-pin ke arduino.

“Kemudian menunggu respon dari receive-pin. Ketika receive-pin merespon, selanjutnya akan dikirim ke arduino untuk memeriksa di library capasitive sensor dan membunyikan note yang telah tersimpan pada WTV020 melalui speaker sebagai outputnya,” lanjut Riris.

Secara lebih teknis, mahasiswa Prodi Pend. Teknik Informatika dan Komputer Unnes itu menjelaskan, capacitive sensor tersebut memiliki beberapa bagian yaitu send-pin sebagai pengirim sensor serta receive-pin sebagai penerima sensor dan penerus sensor ke Arduino. Arduino sendiri memiliki library, yaitu kumpulan dari fungsi-fungsi yang memudahkan pengkoneksian ke sensor dan modul.

Dalam Bonbaber, ketika alumunium foil disentuh oleh alat yang bersifat konduktor seperti tangan manusia maka capacitivesensor akan mengaktifkan send-pin ke arduino,kemudian menunggu respon dari receive-pin. Ketika receive-pin merespon, selanjutnya akan dikirim ke arduino untuk memeriksa di library CapasitiveSense dan membunyikan note yang telah tersimpan pada WTV020-SD melalui speaker sebagai outputnya.

Dengan modernisasi bonang berbentuk Bonbaber, Riris berharap lebih banyak masyarakat khususnya generasi muda tertarik belajar gamelan. Riris optimis inovasinya akan menarik perhatian anak muda. Selain relatif baru, pembuatan Bonbaber juga tergolong mudah.

 


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 6 October 2015

Siswa Banyumas Antusias Ikuti Workshop Film

Mahasiswa pegiat film di Universitas Negeri Semarang yang terdiri atas Adalah Tri Sutrisno, E.F Lazuardo, Feriyanto, Fakhri Ali Azizi, Ahmad Badrudin, Ali Sidiq, Doni Kurniawan, dan Dhaifina memprakarsai terselenggaranya workshop produksi film di SMAN Sumpiuh Banyumas Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.

“Workshop produksi film di SMAN Sumpiuh ini, sebagai upaya dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk berkarya memproduksi film,” tutur Tri Sutrisno salah satu mentor workshop.

Acara workshop yang diselenggarakan selama 4 hari terhitung sejak 28 September hingga 1 Oktober 2015 tersebut mendapatkan sambutan antusias dari siswa. Hari pertama diisi dengan pengenalan film dan materi terkait managamen produksi, penulisan skenario, sutradara, keaktoran, kameramen, artisik, dan editor. Kegiatan di hari kedua praktik memproduksi film, dimana siswa-siswi menerapkan materi yang diberikan pada hari sebelumnya. Kemudian, hari ketiga diisi dengan kegiatan editing. Pemutaran film dari hasil produksi siswa-siswi peserta workshop dilakukan di hari keempat.

Faras salah satu siswa peserta mengungkapkan ketertarikan dan semangatnya dalam mengikuti acara workshop produksi film yang diselenggarakan oleh mahasiswa Unnes. “Acara workshop film yang diselenggarakan oleh kakak-kakak mahasiswa Unnes begitu mengasikan dan membuat saya menjadi mengerti bagaimana cara membuat film. Selain itu, Saya dan teman-teman merasa termotivasi untuk membuat film,” kata faras peserta workshop.

Kepala SMAN Sumpiuh Saidan, menambahkan bahwa acara workshop film tersebut menjadi langkah awal yang baik bagi sekolah dalam mengembangkan kreativitas siswa. Selain itu, dirinya pun menyampaikan rasa berbahagia karena mahasiswa Unnes telah menularkan ilmunya kepada sekolah. “Melihat siswa yang begitu antusias dan bersemangat membuat saya terpacu untuk terus mengembangkan kreativitas yang dimiliki siswa, terkhusus dalam membuat film seperti yang telah mahasiswa Unnes tularkan” kata Saidan.


from Universitas Negeri Semarang

Pembekalan Calon Wisudawan Unnes

Pengangguran merupakan masalah besar tidak hanya di negara berkembang tetapi juga negara-negara maju.

Namun tingkat pengangguran di negara-negara berkembang pada umumnya lebih tinggi dibandingkan negara yang sudah maju.

Pengangguran mempunyai dampak negatif tidak hanya pada masalah ekonomi, tetapi juga menjadi pemicu kerawanan sosial.

Untuk itu, Pusat Pengembangan Layanan Konseling dan Bursa Kerja (Pusbang LKBK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisudawan Periode III Tahun 2015 dalam rangka mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Kepala Pusbang LKBK Sinta Saraswati MPd Kons menyampaikan, peserta pembekalan calon wisudawan ini terbatas hanya 200 orang saja dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Hadir sebagai nara sumber antara lain Prie GS dengan materi “Motivasi Diri”, Lucia Trisni SPsi MPsi (Strategi Sukses Menghadapi Seleksi Kerja), dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Peluang dan Tantangan Kerja di Dunia Pendidikan).

Kegiatan akan berlangsung, Selasa (13/10) di Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan kampus Sekaran Gunungpati.

Pendaftaran dibuka mulai 5 – 12 Oktober dengan menyerahkan foto kopi KTM di Sekretariat Pusbang LKBK Gedung BPTIK lantai 1 Unnes.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 085712470460 (Aisyah).


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 5 October 2015

Di Unnes, Enam Mahasiswa Asing Tuntaskan Jurus Pencak Silat

Meski kurang luwes, enam mahasiswa asing tuntas menyajikan jurus pencak silat dan tari gambang semarang yang dipentaskan di beranda Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran, Senin (5/10).

Para penari itu adalah mahasiswa VIA University Cillage Denmark yang mengikuti perkuliahan di Unnes melalui program Summer Course on Sport and Socio-Culture 2015, mereka adalah Lea Falkenberg Andersen, Malene Staunstrup Jeppesen, Line R Mogensen, Tina Jorgensen, Sophie Amalie Munch dan Alexander Skovbogaard.

Menurut Ketua International Office Unnes Intan Permata Hapsari MPd menuturkan, kegiatan ini menutup serangkaian kegiatan Summer Course on Sport and Socio-Culture 2015. Di Unnes mereka telah banyak belajar tentang budaya, “selain itu, mereka juga diajak berkunjung ke beberapa tempat wisata, diantaranya Karimunjawa dan Bali,” katanya.

Saat menutup acara, Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Rustono mengungkapkan, program ini merupakan bentuk penguatan lembaga dan implementasi dari visi Unnes untuk go International. Melalui program ini, secara internal dapat memromosikan Unnes dan mengenalkan Indonesia ke generasi muda di seluruh dunia.

“ Melalui kegiatan ini diharapkan Unnes secara khusus dan Indonesia pada umumnya semakin dikenal di luar negeri,” kata Prof Rus yang juga ketua Dewan Kesenian Jawa Tengah itu.

Sementara itu, Bintang Hanggoro Putro MHum mengaku tidak sulit melatih tari mahasiswa Denmark ini. “Mereka memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar sehingga memperlancar proses pembelajaran. Meskipun mereka belum pernah mengetahui budaya Indonesia ’’ katanya.


from Universitas Negeri Semarang

79 Orang Karyawan Unnes Berebut Kursi Pejabat Struktural

Sebanyak 79 orang karyawan Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengikuti seleksi berebut kursi menjadi pejabat struktural.

Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Drs Anwar Haryono MPd saat membuka menyampaikan, seleksi ini diikuti 79 orang terdiri atas 59 orang calon Kepala Subbagian (Kasubbag) dan 20 orang calon Kepala Bagian (Kabag), Senin (5/10) di rektorat kampus Sekaran Gunungpati.

Mereka akan merebutkan 27 kursi formasi yang dibutuhkan untuk tiga tahun kedepan yakni Kasubbag 17 orang dan Kabag 10 orang, tutur Anwar Haryono MPd.

Anwar Haryono MPd menjelaskan, tes dilaksanakan selama tujuh hari. Untuk hari pertama, Senin (5/10) tes Psikotes dan FGD, hari kedua Selasa (6/10) tes tulis (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Wawasan Kebangsaan), hari ketiga Rabu (7/10) Manajemen (Perkantoran/Kelembagaan, konflik, perencanaan, dan kepemimpinan).

Kemudian, Kamis (8/10) peraturan kepegawaian, Jumat (9/10) informasi dan teknologi, Senin dan Selasa (12-13/10) wawancara, Kamis dan Jumat (15-16/10) paparan visi misi.


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 4 October 2015

Cegah Abrasi, Mahasiswa KKN Unnes Tanam Mangrove

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu mata kuliah yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat.

Tak kurang selama empat puluh lima hari, mahasiswa semester tujuh Universitas Negeri Semarang (Unnes) menempuh KKN dengan hidup dalam satu wilayah pedesaan dan melakukan pengabdian kepada masyarakat sekitar posko KKN.

Pada tahun 2015 ini, mahasiswa KKN Unnes yang berada di Kabupaten Demak, melaksanakan penanaman Mangrove. Lokasi penanamanya berada disepanjang bibir pantai Kecamatan Wedung.

“Penanaman ini merupakan salah satu strategi untuk mencegah abrasi yang kapan saja bisa mengancam ekosistem yang ada. Kami juga dalam kesempatan ini menggandeng masyarakat dan karang taruna untuk turut serta menanam dan juga merawat mangrove kedepannya,” Ujar Prof Dr Totok Sumaryanto, selaku ketua LP2M Unnes.

Dalam kegiatan ini, ada sekitar 480 mahasiswa KKN Unnes dari tiga wilayah Korcam (Koordinator Kecamatan), yakni Kecamatan Bonang, Guntur dan Wedung tergabung sebagai sukarelawan penanaman.

Adapun kegiatan yang juga melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai penyumbang 25000 bibit mangrove ini, turut menggandeng aparat penegak hukum Kepolisian dan TNI di Kabupaten Demak untuk menanam mangrove.


from Universitas Negeri Semarang

Unnes Siap Ikuti Pimnas 2015

Tujuh Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Semarang (Unnes), siap  berlaga di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXVII di Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, 5-9 Oktober 2015.

Pembantu Rektor bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum melepas keberangkatan Tim PKM Unnes di kampus Sekaran, Jumat (2/10). Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Unnes oleh Pembantu Rektor kepada Ketua Tim Pimnas Unnes.

Adapun pada Pimnas kali ini, hampir semua bidang PKM yang meliputi PKMK, PKMKC, PKMM, PKMP dan PKMM diikuti oleh mahasiswa Unnes.

Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR menyampaikan bahwa ke 7 tim Pimnas telah mempersiapkan diri dengan segala upaya, dan saya berharap semua tim dapat tampil maksimal.

Lebih lanjut Prof Rustono menyampaikan, bahwa Tim PKM Unnes telah siap dan akan berjuang dengan maksimal. Prof Rustono juga berharap agar seluruh anggota Tim menjaga kesehatan supaya saat berlaga dapat maksimal

Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ini merupakan agenda tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun.


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 2 October 2015

6.282 Ikuti Kuliah Umum Pendidikan Konservasi


Sebanyak 6.282 orang mengikuti kuliah umum pendidikan konservasi di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dipusatkan di lapangan sepak bola ( lapangan Prof Dumadi) Fakultas Ilmu Keolahragaan. Jumat (2/10).

Mereka terdiri atas mahasiswa baru 6.021 (130 rombongan belajar), 82 dosen pengampu MKU pendidikan konservasi, 44 jajaran pimpinan di lingkungan Unnes, 20 instruktur tari konservasi, 15 instruktur senam, dan panitia pendukung 110 orang.

Kegiatan ini mengusung tema “Kuliah Umum Bersama Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Konservasi”.
Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR 1) Prof Rustono saat membuka menyampaikan, pertama-tama permohonan maaf kepada Bapak Rektor kepada jajaran pimpinan Unnes dan mahasiswa bahwa Pak Rektor tidak bisa hadir saat ini karena Pak Rektor sedang menarik mahasiswa PPL Antar Bangsa di Malaysia.

Prof Rustono juga mengatakan, pendidikan konservasi dimulai dari kurikulum 2015 untuk mahasiswa baru angkatan 2015.

Prof Rustono menjelaskan, mata kulian pendidikan konservasi tidak hanya teoritis di kelas saja, tetapi harus diamalkan dilapangan. Untuk itu hari ini diselenggarakan kuliah umum pendidikan konservasi bersama-sama sebanyak 6.282 orang.

Menurut Prof Rustono, kuliah umum hari ini dilaksanakan dengan tiga pokok bahasan yakni senam konservasi, tari konservasi, dan makanan konservasi. Tari dan senam konservasi ini sebagai salah satu wujud implementasi dari salah satu 7 pilar Unnes konservasi.

Prof Rustono menambahkan, untuk kuliah umum ke dua akan dilaksanakan November dengan pokok bahasan dua yakni menanam pohon sebanyak 70 ribu pohon, dan makanan konservasi.

Sedangkan kuliah umum ke tiga pada akhir November ada tiga pokok bahasan yakni nyanyi konservasi, pidato konservasi, dan parikan atau pantun konservasi.

from Universitas Negeri Semarang

SMAN 1 Sanden Yogyakarta Kunjungi Unnes

Sebanyak 209 murid dan guru SMAN 1 Sanden Bantul Yogyakarta mengunjungi Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Rombongan dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemahasiswaan Rohmiyanto SPd, diterima oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Heri Kismaryono MM, Kamis (1/10) di Auditorium kampus Sekaran Gunungpati.

Rohmiyanto SPd menyampaikan, murid saya sebanyak 195 klas XII IPA dan IPS ini sebentar lagi akan lulus ingin mengenal Unnes lebih dekat diantaranya tentang pengetahuan tentang kampus Unnes, kegiatan, cara penerimaan mahasiswa baru, dan beasiswa.

Menanggapi itu, Heri Kismaryono MM menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru di Unnes ada tiga jalur yakni pertama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), kedua Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan ketiga Seleksi Mandiri (seleksi yang diselenggarakan oleh Unnes sendiri).
“Tidak ada alasan siswa tidak bisa melanjutkan ke bangku kuliah, sebab Unnes menerima mahasiswa bibik misi terbesar se Indonesia,” kata Heri Kismaryono.

Mahasiswa penerima biasiswa bidik misi itu diperuntukkan bagi siswa berprestasi dan tidak mampu secara ekonomi. Selain itu tidak membayar kuliah sampai lulus (8 semester), bahkan tiap bulan memperoleh biaya hidup sebesar Rp600 ribu.

Sebelumnya, beberapa mahasiswa prestasi juga memberi testi moni sebagai gambaran nyata bagi calon mahasiswa Unnes diantaranya Ma’rifah dari UKM Mahapala yang telah berhasil mendaki puncak gunung Elbrus, Kilimanjaro, Aconcagua, Marista, Enik, Meta, Intan, dan Fahri.


from Universitas Negeri Semarang

Memeringati Hari Batik, Pegawai Unnes Serentak Mengenakan Batik

Memeringati hari batik nasional pada 2 Oktober, walaupun Jumat, pegawai di lingkungan Universitas Negeri Semarang (Unnes) serentak mengenakan pakaian batik. Hal ini sebagaimana himbauan Rektor Unnes melalui SMS Gate Way pagi tadi.

“Khusus Jumat ini, mereka yang biasanya mengenakan pakaian olah raga, serempak mengenakan batik,” kata Kepala UPT Pusat Humas Unnes Bambang Priyono MPd, Jumat (2/10) di Kampus Sekaran Gunungpati.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Himbauan penggunaan batik ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kebanggaan warga Unnes untuk menggenakan pakaian batik, “itu harus kita dukung,” ujar Bambang Pri.


from Universitas Negeri Semarang

Lima Mahasiswa Kuliah di Jepang

Lima mahasiswa semester VII Program Studi (Prodi) Bahasa Jepang akan mengikuti perkuliahan di Seifu Institut Of Information Technology Jepang melalui program joint degree. “Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sekaligus untuk memajukan prodi Bahasa Jepang,” Terang Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Prof Agus Nuryatin ketika mengantar mahasiswa berpamitan, Kamis (1/10) di Ruang Rektor kampus Sekaran Gunungpati.

Pada kesempatan ini, Ai Sumirah Setiawati selaku dosen prodi Bahasa Jepang sekaligus dosen yang akan mendampingi kelima mahasiswa tersebut menjelaskan, mereka akan belajar 35 sks yang akan ditempuh selama sebelas bulan. Ia juga menjelaskan bahwa selama selain belajar, mereka juga memperdalam bahasa dan kebudayaan khas Jepang.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes Prof Rustono mengapresiasi kegiatan ini, berkali-kali profesor linguistik itu mengucapkan terima kasih kepada Dekan FBS yang telah memprakarsai program kerja sama tersebut.

“Semoga sepulangnya nanti mahasiswa peserta kuliah di Jepang ini menjadi mahasiswa yang handal dan bisa membagi ilmunya kepada generasi sesudahnya,” kata Prof Rustono sembari berpesan agar bisa menjaga diri, menjaga nama universitas dan pandai menjaga nama keluarga.

Humas/Nurul Novitasari


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 1 October 2015

Universitas Bengkulu Studi Banding ke Unnes

Tim Persiapan Remunerasi Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan studi banding implementasi remunerasi Badan Layanan Umum (BLU) di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Rombongan terdiri atas 10 orang dipimpin Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Dr rer nat Totok Eka Suharto beranggotakan Ir Herry Gusmara MSc (ketua tim persiapan remunerasi), Dr Saiful SE MSi Ak, Dr Willy Abdillah SE MBuss, Drs Boko Susilo MKom, Nikmah SE MSi Ak, Fitrawati Ilyas SE MSc Ak, Ir Ahmad Nezar, Baruki SH, dan Ir Bambang G Murcitro MS.

Mereka diterima oleh tim remunerasi dan tim Badan Pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi (BPTIK) Unnes diantaranya Amir Mahmud SPd MSi, Moh Khoiruddin SE MSi, Henny Murtini SE MSi, Drs Sutikno MSi, Mona Subagja, dan Suminar Selasa (29/9) di rektorat kampus Sekaran.

Kunjungan tersebut untuk mempelajari dan mendiskusikan format KMK tentang remunerasi, pedoman implementasi, sistem dan prosedur penilaian kinerja dosen dan karyawan, sistem perhitungan dan mekanisme pembayaran.

Selain itu, juga dipresentasikan contoh-contoh aplikasi berbasis teknilogi informasi sebagai implementasi remunerasi.


from Universitas Negeri Semarang