Thursday, 14 September 2017

FIP JIP, Revitalisasi Untuk Memperbaiki Kualitas Dunia Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan temu karya forum Pertemuan Ilmiah Fakultas Ilmu Pendidikan–Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP) Se- Indonesia. Acara yang dilaksanakan Rabu (13/9) di Hotel UTC Semarang.

Forum ini merupakan forum besar yang menampung gagasan dan pemikiran dari para akademisi LPTK se-Indonesia. LPTK sekarang menghadapi tantangan yang tidak mudah, lebih diabad 21 ini dimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sedemikian pesat dan berpengaruh besar bagi dunia pendidikan.

FIP JIP 2017 mengusung tema “Actualizing Educational Conference for Science Educator” diikuti oleh 750 perwakilan dari perguruan tinggi kependidikan se-Indonesia dan dibuka oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman Mhum.

Saat membuka acara Rektor menyampaikan, revitalisasi pendidikan penting sekali dilakukan untuk menghasilkan pendidik masa depan yang berkuaitas.

Ia berharap, dengan forum ini akan muncul solusi-solusi cerdas untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan dimasa yang akan datang. Sehingga dalam pendidikan Indonesia mampu bersaing dengan Negara-negara lain.

Dekan FIP UNNES Prof Dr Fakhrrudin MPd menjelaskan, acara ini juga akan membahas isu-isu keilmuan maupun praksis pendidikan yang terjadi dilapangan. Kerjasama antara fakultas dan jurusan kependidikan diharapkan lebih meningkat dengan adanya forum ini.

Acara ini menghadirkan pembicara Dr Braniskav Pulala (Slovakia), Prof Ranbir Malik PhD (Australia), Dr Minna Makihonko (Finlandia) dan Prof Hamdan Said PhD (Malaysia).


from Universitas Negeri Semarang

Seminar ICONARC Awali Bulan Bahasa dan Seni 2017

Jurusan Senirupa dan Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni bekerjasama Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES), mengadakan Seminar Internasional Seni dan Budaya, International Conference on Art and Culture (ICONARC) dengan mengangkat tema “Peranan Seni dalam Membangun Toleransi Budaya Kebangsaan”, Rabu (13/9), di Hotel Grasia Semarang.

Ketua Panitia Dr Syakir MSn menjelaskan, dewasa ini isu dan kasus-kasus intoleransi, pemaksaan kehendak, demo-demo terkait dengan persoalan kebudayaan terutama sebagai dampak politik pilkada sudah sedemikian meresahkan dan dikhawatirkan dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menambahkan, isu-isu kekinian yang terjadi di sekitar masyarakat yang dapat direspon melalui bidang seni dan budaya. Melalui situs iconarc.org dapat dikutip latarbelakang secara lengkap penyelenggarakan ICONARC. Harapan kedepan kita memiliki sikap toleransi yang ditopang sebuah cara pandang sebuah bangsa dalam mengenali dan memahami lingkungannya.

Saat membuka acara ini Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengajak, marilah kita sebagai akademisi untuk tidak mudah terprovokasi berita di sosial media yang tidak jelas kebenaran dan sumbernya.

Rektor menjelaskan, kita harus pandai dalam mengolah informasi dan mengetahui dampak serta pengaruh media sosial kepada diri kita. Karena sebuah berita atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya di media sosial dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia sehari-hari justru dijadikan sebagai biang fitnah.

Kegiatan ini mengawali rangkaian Bulan Bahasa dan Seni (BBS) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) 2017, yang menghadirkan 4 pembicara asing yaitu Prof Dr Cua Soo pong (China), Prof Halim (Malaysia), Prof Ahamad (Malaysia), Prof Mouro Gaia (Italia), dan dari Indonesia Prof Tjetjep Rohendi Rohidi.


from Universitas Negeri Semarang

Wednesday, 13 September 2017

Raih Akreditasi “B”, Prodi Ilmu Politik Siap Dongkrak Prestasi dan Reputasi UNNES

Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil meraih akreditasi dengan peringkat “B” setelah sebelumnya dilakukan visitasi akreditasi oleh Badan Nasional Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Sabtu (29/7).

Berdasarkan surat ketetapan nomor 2974/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2017, akreditasi ini berlaku selama lima tahun hingga 22 Agustus 2022.

Akreditasi merupakan upaya pemerintah untuk menstandardisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi, sehingga kualitas antar Perguruan Tinggi tidak terlalu bervariasi sesuai kebutuhan kerja.

Prodi Ilmu Politik UNNES telah berdiri sejak tahun 2012, hal ini sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI nomor 232/E/O/2012 pada 6 Juli 2012 lalu.

Ketua Jurusan Politik dan Kewarganegaran (PKn) Drs Tijan MSi menjelaskan, capaian tersebut tak lepas dari kerjasama, kinerja,dan sinergisitas antara dosen dan mahasiswa serta warga UNNES lainnya.

“Dengan capaian ini, tentunya membuat kebanggaan bagi kita. Semoga dengan ini dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat, lulusan, dan pengguna jasa lulusan nantinya” ungkapnya.

Kedepan, lanjut dosen pengampu mata kuliah Hukum Pajak itu, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan prestasi dan mendongkrak akreditasi hingga memperoleh akreditasi unggul “A”.

Program Studi yang memiliki visi “Menjadi Program Studi berbasis Etika Politik dan Penguatan Institusi Lokal yang Bereputasi Internasional” ini, memiliki keunggulan pada kajian etika politik dan penguatan institusi lokal. Dengan kajian tersebut, diharapkan akan terbentuk lulusan Ilmu Politik yang cerdas, beretika, jujur, mandiri, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Koordinator Program Studi Ilmu Politik Moh Aris Munandar SSos MSi mengungkapkan perlunya upaya internasionalisasi bagi Program Studi Ilmu Politik.

“Dalam kaitannya mendukung visi UNNES dan upaya internasionalisasi, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan bahan ajar yang berstandar internasional. Selain itu, kami juga mengembangkan jurnal yang di-review oleh reviewer dari berbagai negara” jelasnya.

Mahasiswa, lanjutnya, dibekali dengan Political Knowing, Political Skill, dan Political Action. Ketiganya penting dan menjadi dasar bagi mahasiswa Ilmu Politik untuk terjun di masyarakat nantinya.

Program Studi Ilmu Politik UNNES menerapkan standar unggul dalam menjamin kompetensi lulusan. Alumni diharapkan mampu menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang ilmu politik, menerapkan etika Pancasila, dan memberikan kontribusi positif dalam mendorong penguatan institusi lokal.

Selain itu, alumni didorong untuk ikut serta dalam memberikan ide/gagasan yang orisinil, kritis, dan komprehensif yang berorientasi pada pemecahan masalah politik dan pembangunan serta bekerja lintas budaya.

Guna mencapai kompetensi lulusan tersebut, maka dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan kemahasiswaan mengacu pada kurikulum terbaru dan selalu mendapat pembaharuan.

Mata kuliah yang disajikan berdasarkan kurikulum inti yang menjadi mata kuliah wajib program studi dan kurikulum lokal yang dijabarkan dalam mata kuliah pilihan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

(Dwi Hermawan, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Satu Dosen dan Dua Tendik UNNES Purna Tugas

Universitas Negeri Semarang
Satu Dosen dan Dua Tendik UNNES Purna Tugas

Dra Palupiningdyah MSi dosen Mata Kuliah Ajar Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasional Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE UNNES) purna tugas.

Selain Palupiningdyah, juga Dra Rini Arini Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan FH dan Supriyanto tenaga kependidikan FMIPA.

Pelepasan oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum, diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR II) Dr Martono, Kamis (31/8) di rektorat kampus Sekaran Gunungpati.

Dekan FH Dr Rodiyah SPd SH MSi, Kepala BUHK Drs Sutikno MSi, Ketua KORPRI, Ketua paguyuban Wredatama, dan pejabat terkait di lingkungan UNNES.

WR II Dr S Martono menyampaikan salam dari Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum bahwa beliau menyampaikan minta maaf karena tidak bisa melepas secara langsung karena baru melakukan monitoring perkuliahan perdana di fakultas dan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.

Melaksanakan pengabdian selama 37 tahun lebih merupakan catatan yang baik untuk lembaga ini, banyak prestasi yang ditorihkan oleh putra terbaik UNNES untuk kemajuan ke masa depan.

Oleh karena itu, baik tenaga pendidik mapun tenaga kependidikan dituntut untuk meningkatkan sumber daya manusia supaya UNNES sejajar dengan perguruan tinggi lain.

Dra Palupiningdyah mewakili purna tugas lainnya menyampaikan terima kasih dan mohon maaf bila selama mengabdi masih banyak kekurangannya. Saya kalau dihitung itu malah lebih dari 40 tahun sebab saya alumni IKIP Semarang (dulu) sekarang UNNES.

Perkembangan UNNES sekarang maju pesat, banyak prestasi baik nasional maupun internasional ditorehkan oleh mahasiswa dan dosen. Ini sungguh luar biasa sesuai dengan visi UNNES yakni universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional, katanya.

PPJM dan Jurusan Management UNNES Dorong Jurnal Bereputasi Internasional

Perkumpulan Pengelola Jurnal Manajemen (PPJM) seluruh Indonesia bekerjasama dengan jurusan Managemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mencoba mengambil peran yang lebih intens, khususnya pada pengelolaan publikasi karya ilmiah, Rabu (13/9) di Hotel Grand Edge, Semarang.

Ketua PPJM, Moh Khoiruddin menjelaskan , hingga saat ini masih ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh para pegelola jurnal di Perguruan Tinggi. Beberapa diantaranya adalah masih kurangnya jurnal bereputasi baik, masih banyak juga jurnal yang belum terakreditasi, dan pengelolaan jurnal yang tidak profesional serta belum dapat diakses secara online.

Selain itu Khoirrudin juga memaparkan, menurut data di SCIMAGO Journal Ranking, hingga tahun 2016 untuk kawasan Asia, Indonesia menduduki peringkat ke-11, jauh dibawah negara Singapura di urutan ke-6, dan Malaysia di urutan ke-8. Sementara urutan tiga besar, masih dipimpin oleh Cina, Jepang dan India. Hal inilah yang PPJM dan Management UNNES mendorong ada solusi riil, yang mampu mengatasi permasalah tersebut.
Saat membuka acara Wakil Dekan Bidang Akademik FE UNNES, Heri Yanto MBA PhD menyampaikan, Workshop dan Call for Paper 2017 yang diselenggarakan oleh PPJM ini sangat penting untuk penerbitan maupun pengelolaan menuju jurnal bereputasi.

Dengan acara ini diharapkan, melaui PPJM Indonesia, khususnya bagi para akademisi dan pengelola jurnal manajemen, juga akan mampu melakukan barter karya ilmiah dengan inovasi Teknologi Informasi, yang akan menerapkan Open Journal System, hingga jurnal akan lebih terkelola secara profesional.

Acara yang dihadirkan 150 peserta dari Perguruan Tinggi di Indonesia menghadirkan pakar, diantaranya B.M. Purwanto MBA, PhD (UGM), Irwan Trinugroho,MSc.,PhD (UNS), DR. Windy Abdillah M.Sc. (Universitas Bengkulu) dan DR. Wahyono (UNNES).


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 12 September 2017

Jurusan IPA Terpadu Selenggarakan Seminar Penguatan Kompetensi Penelitian

Metode penelitian merupakan metode atau cara untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Penelitian pendidikan merupakan penelitian yang memiliki dinamika dan perkembangan yang pesat. Penelitian pendidikan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh mahasiswa calon guru baik di jenjang S1, S2, dan S2 serta dosen program studi kependidikan. Dalam pelaksanaannya, miskonsepsi mahasiswa dan dosen serta perbedaan persepsi mengenai metode penelitian merupakan masalah yang dapat menghambat pelaksanaan penelitian dan dapat mempengaruhi validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Seminar Regional di Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Jurusan IPA Terpadu menyelenggarakan Seminar Regional dengan Tema: Penguatan Kompetensi Penelitian Pendidikan bagi Dosen dan Mahasiswa di Gedung D5 dengan menghadirkan narasumber Prof Dr Sugiyono MPd dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (9/9).

Prof Sugiyono menyampaikan paparannya mengenai metode penelitian yaitu tentang jenis-jenis data, teknik sampling, analisis data, deskripsi dan detail penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, serta penelitian kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif (mix method). Para peserta kegiatan ini sangat mengapresiasi kehadiran Prof. Sugiyono yang merupakan penulis berbagai buku best seller diantaranya Metode Penelitian, Metode Penelitian Administrasi, dan Metode Penelitian Bisnis. Karya beliau telah disitasi oleh kurang lebih 1200 penulis di seluruh Indonesia mulai tahun 2012 hingga sekarang. Sebuah angka yang luar biasa mengingat pentingnya karya beliau sebagai landasan teori dan landasan penelitian kependidikan di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Jurusan IPA Novi Ratna Dewi MPd mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat membatu dosen dalam membimbing skripsi dan mahasiswa tingkat akhir ang sedang menyusun proposal skripsi dalam menentukan metode penelitian yang tepat untuk memecahkan masalah dalam pendidikan IPA. Ia juga berharap kedepannya, seminar serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dan dapat diwadahi untuk agenda kegiatan akademik Jurusan IPA Terpadu seperti kuliah umum, dosen tamu, maupun penelitian kolaborasi antar perguruan tinggi.


from Universitas Negeri Semarang

Sambut Professor University of Auckland, Rektor UNNES Canangkan Kolaborasi Penelitian Menuju World Class University

Universitas Negeri Semarang
Sambut Professor University of Auckland, Rektor UNNES Canangkan Kolaborasi Penelitian Menuju World Class University

Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof Dr Fathur Rokhman, MHum menyambut Professor Elizabeth Rata dari University of Auckland, Selandia Baru pada Jumat (08/9) di Ruang Rektor, Gedung Rektorat, Kampus UNNES Sekaran.
Dalam penyambutan tersebut, turut hadir pula Kepala International Office Intan Permata Hapsari SPd, MPd, Staff Ahli Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Dr. Ratna Dewi Kusumaningtyas, Kepala Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Dr Rudi Hartono MPd, beserta dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.
Diundangnya Profesor Elizabeth ke UNNES merupakan tindak lanjut dari lolosnya proposal program World Class Professor hibah Ristekdikti yang diajukan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNNES.
Dalam sambutannya, Prof Fathur Rokhman mengapresiasi kedatangan Prof Elizabeth sebagai salah satu usaha UNNES untuk naik kelas sebagai World Class University. Ia berharap, adanya Prof Elizabeth dapat memotivasi para Profesor dan dosen di UNNES untuk menjadi tenaga pendidik yang ahli dan mampu bekerja secara optimal dalam membuat artikel penelitian berindeks internasional.
Selain itu, Prof Fathur juga menjadikan kesempatan ini untuk melakukan kolaborasi penelitian bertaraf internasional antara dirinya dengan Prof Elizabeth. Kolaborasi tersebut nantinya akan menghasilkan artikel berindeks internasional pada bidang sosiolinguistik yang berfokus pada pentingnya pendidikan multikultural di masyarakat yang multikultur.
Sebagai informasi tambahan, program World Class Professor ini merupakan pendampingan pembuatan jurnal berbahasa Inggris untuk mendapatkan publikasi internasional bagi kalangan dosen jurusan Bahasa dan Sastra Inggris secara khusus dan Fakultas Bahasa dan Seni secara umumnya.
Kepada unnes.ac.id, Rudi menjelaskan bahwa pendampingan tersebut akan dilakukan dalam serangkaian workshop dan seminar di bulan September dan Oktober. Adapun materi yang diberikan berfokus pada join publication, penulisan artikel kompetitif, pengembangan kurikulum, serta pendidikan multikultural.
(Cesar Abdul, Student Staff)

Pendaftaran Ditutup, UNNES International Novel Contest Diikuti 229 Peserta

Kompetisi penulisan novel tingkat internasional bertajuk “Unnes International Novel Writing Contest 2017” yang digelar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendapatkan respon positif masyarakat.

Hingga batas waktu pendaftaran berakhir pada 11 September 2017,  sebanyak 229 naskah telah diterima oleh panitia.

Sebanyak 229  naskah novel tersebut akan dinilai juri pada 12 September-27 Oktober 2017. Dewan juri dalam kompetisi ini adalah sastrawan Seno Gumira Ajidarma, peneliti sastra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dr Suminto A Sayuti, dan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Prof Dr Agus Nuryatin.

Hasil penjurian akan akan diumumkan pada 28 Oktober mendatang.

Sekretaris Panitia, Muhamad Burhanudin menyebutkan, kompetisi diselenggarakan sebagai stimulus bagi para novelis di berbagai negara untuk menulis kekayaan kultural lokal. Kekayaan kultural dianggap penting agar bisa diketahui publik secara luas dan berguna bagi kemanusiaan.

Pilihan topik itu sekaligus ikhtiar UNNES untuk mengkonservasi kekayaan kultural masyarakat di berbagai negara sehingga dikenal dan lestari.

Pihaknya mengapresiasi antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini. “Ini akan jadi tradsi yang baik dalam kompetisi-kompetisi tahun berikutnya,” katanya. Menurutnya, besarnya jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat berkarya.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 11 September 2017

UNNES Kirim Mahasiswa Ikuti Program Kredit Transfer dan Program Permata

Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengirimkan empat mahasiswa untuk mengikuti program kredit transfer ke beberapa universitas di Malaysia dan Thailand serta dua mahasiswa untuk mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata).

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat menerjunkan peserta program pada Senin (11/9) di rektorat menyampaikan, kedua program tersebut merupakan program penunjang internasionalisasi UNNES 2018.

Selain itu juga merupakan program kerjasama untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa UNNES agar mampu berdaya saing unggul dengan mahasiswa lain dari berbagai universitas.

Prof Fathur berharap mahasiswa yang diterjunkan dapat menjaga nama baik fakultas dan UNNES.

Mereka akan melakukan perkuliahan di perguruan tinggi yang dituju selama satu semester yakni mulai September sampai dengan Desember 2017.

Mahasiswa yang dikirim untuk kredit transfer dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Hilal Haqiqi dan Erika Krismayanti mewakili program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris serta mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Septia Nurkhalisa mewakili Prodi Pendidikan IPA ke Kasetsart University, Thailand. Selain itu, Adityo Nurcahyo mahasiswa Fakultas Teknik (FT) akan mewakili prodi Teknik Kimia dan menimba ilmu di Universiti Malaysia Pahang.

Kemudian, untuk program Permata, dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Dewi Rustiana dan Tutik Sulistyowati mewakili Prodi Pendidikan Sosiologi dan Anropologi ke Universitas Negeri Malang.

(Pramesti Ariandani, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa Ilkom Ikuti Kegiatan Youcan Global Heroes di Nepal

Universitas Negeri Semarang
Mahasiswa Ilkom Ikuti Kegiatan Youcan Global Heroes di Nepal

Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer (Ilkom), Erlin Mega Priliani terpilih salah satu delegasi dalam acara Youcan Global Heroes yang akan dilaksanakan pada 26-31 Agustus di Kathmandu, Nepal.

Setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat, akhirnya Erlin terpilih menjadi satu-satunya delegasi yang mewakili Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Acara yg diselenggarakan oleh Youth Action for Nation (YOUCAN) ini diikuti oleh para pemuda perwakilan dari Young Professional Development Society Nepal (YPDSN) dan 20 mahasiswa Indonesia. Mereka berasal dari ITB,UI,UGM,Udayana, dan beberapa kampus lainnya di Indonesia.

Kegiatan yang akan dilakukan selama sepekan meliputi, pengabdian kepada masyarakat (social project), conference, serta mini research. Acara ini bertujuan untuk mengirim para pahlawan muda Indonesia untuk mengabdi dan belajar, ke negara yang telah diguncang gempa hebat pada 2015 silam.

Harapan ke depan peserta memiliki kepekaan sosial, dan menjadi pahlawan terhadap saudaranya di negara lain. Peserta yang telah mendapatkan pengalaman serta ilmu selama kegiatan, diminta untuk menuangkan ide dan gagasannya untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam bentuk tulisan/essay.

Pada pelepasan delegasi oleh Dekan FMIPA, Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt menyampaikan ucapan selamat, dan harus semangat dalam menjalani kegiatan serta menunjukkan kemampuan terbaik.

Sunday, 10 September 2017

Meski 3 Hari Tanpa Telepon Seluler, Mereka Bisa Menikmati

Setelah dilepas Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, angkatan pertama sejumlah 466 mahasiswa baru UNNES telah menyelesaikan Pendidikan Bela Negara Angkatan 1 dari 10 angkatan yang di rencanakan, pelaksanaan pendidikan diselenggarakan di Rindam IV Diponegoro, Minggu (10/09).

Selama 3 hari sejak Jumat sampai dengan Minggu, peserta pendidikan telah menerima materi yang terdiri dari; wawasan kebangsaan, Pancasila dan UUD 1945, anti radikalisme, belajar dari para pejuang, berbakti pada orang tua dan lembaga, kepemimpinan, dan out bound.

Menurut Komandan Dodik Bela Negara Rindam IV Diponegoro, Letkol Inf Dodit Susanto, mahasiswa antusias mengikuti kegiatan, tampak sangat menikmati dan bahagia walau 3 hari tanpa alat komunikasi HP.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Bambang BR menjelaskan, UNNES akan segera memberangkatkan angkatan ke II dari mahasiswa baru FIP sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter mahasiswa baru dan investasi untuk Indonesia.

Dan ia menambahkan, seluruh mahasiswa yang mengikuti Bela Negara Tahap Pertama ini merasa senang dan bisa menikmati kegiatan positif ini.


from Universitas Negeri Semarang

Sosialisasi Studi Lanjut Amerika Serikat, Hadirkan Perwakilan Embassy of the United States of America

Universitas Negeri Semarang
Sosialisasi Studi Lanjut Amerika Serikat, Hadirkan Perwakilan Embassy of the United States of America

Bagian Kerjasama Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjsama (BAKK) Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Pendidikan & Peluang Beasiswa di Amerika Serikat pada Selasa  (15/8) di Lantai 2 Gedung Prof. Satmoko UNNES. Sosialisasi tersebut hadirkan Muhammad Iqbal dari Embassy of the United States of America. Dalam sosialiasi tersebut, turut hadir Intan Permata Hapsari SPd MPd Kepala International Office UNNES, dosen, dan mahasiswa.

Iqbal memaparkan secara lengkap tentang Education USA, lembaga yang memberikan informasi studi lanjut dan beasiswa di Amerika Serikat. Lebih lengkap, Education USA juga memberikan konsultasi pendidikan, program mentor, informasi beasiswa, dan annual fall graduates.

Terdapat banyak beasiswa yang disediakan Embassy of the United States of America, antara lain Fulbright Master’s Degree Program, Fulbright Doctoral Degree Program, Fulbright Grants for Indonesian Lecturer, Global Undergraduate Exchange Program, East West Center graduate Degree Fellowship, dan beasiswa lainnya.

Iqbal menambahkan beasiswa-beasiwa ini bukan hanya untuk kalangan mahasiswa, namun juga untuk seluruh kalangan yang ingin melanjutkan studi master atau doktor. Ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat antara lain formulir pendaftaran, biaya pendaftaran, sertifikat TOEFL iBT dan SAT untuk undergraduate, sertifikat TOEFL iBT dan GRE/ GMAT untuk graduate, essay, dan surat rekomendasi.

Informasi selengkapnya dapat diakses melalui https://id.usembassy.gov atau email IqbalM2@state.gov.

Nur Adha Choiriyah (Student Staff)

Saturday, 9 September 2017

Gelar Seminar dan Workshop, UKM KSR Teguhkan UNNES sebagai Kampus Siaga Bencana

UNNES sebagai kampus konservasi memiliki tujuh pilar utama yang diantaranya mencakup sumber daya alam, lingkungan, dan budaya. Pengetahuan tentang lingkungan kampus tentu harus diwujudkan dengan upaya preventif dalam menghadapi tantangan ke depannya, seperti kelangkaan sumber daya alam dan risiko terjadinya bencana. Diperlukan tindakan nyata untuk turut serta mendukung kampus konservasi menuju reputasi yang sesuai dengan visi UNNES.

Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Seminar dan Workshop Kampus Siaga Bencana (KSB) oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela (KSR) PMI Unit UNNES pada Sabtu dan Minggu (9-10/9), bertempat di Ruang Borobudur Gedung Prof Retno Sriningsih Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNNES.

Mewakili Rektor UNNES saat membuka kegiatan, Staf Ahli Rektor bidang Kemahasiswaan Tommi Yuniawan SPd MHum mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menjelaskan, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan langkah preventif dan sinergis dalam upaya penanggulangan bencana.

“Lingkungan kampus merupakan salah satu area yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Terkait dengan itu, UNNES sendiri telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pembangunan gedung, penggunaan transportasi hijau, dan penanaman pohon sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya bencana” jelas Dosen Fakultas Bahasa dan Seni itu.

Selain membuka acara, Tommi juga membacakan puisi berjudul “Konservasi Bahasa” karya Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Puisi yang menegaskan pentingnya kesantunan dalam berbahasa ini, memiliki daya tarik tersendiri bagi para peserta seminar dan workshop. Hal ini ditandai dengan suara riuh tepuk tangan hadirin beberapa saat setelah pembacaan puisi.

Selain itu, pembukaan acara juga diikuti oleh penandatanganan dan deklarasi UNNES sebagai Kampus Siaga Bencana (KSB) serta penampilan tari dan grup band dari mahasiswa UNNES.

Ketua Panitia Afif Sa’roni melaporkan terdapat 208 peserta Seminar dan 107 peserta Workshop. Mereka merupakan perwakilan dari Lembaga Kemahasiswaan (LK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Semi Otonom (BSO) dilingkungan UNNES, dan Delegasi KSR PMI dari berbagai perguruan tinggi serta masyarakat umum.

“KSR PMI Unit UNNES sebagai salah satu komponen UNNES berkewajiban memberikan aksi nyata terbentuknya karakter konservasi dan tanggap terhadap kebencanaan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan perilaku konservasi sebagai bentuk adaptasi lingkungan terhadap perubahan iklim serta membuka kesadaran warga kampus akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dilingkungan kampus” jelas Afif.

Kegiatan yang bertema “Menumbuhkan Kesadaran Kesiapsiagaan Bencana Menuju Kampus Siaga Bencana Berwawasan Konservasi” ini menghadirkan tiga pembicara. Mereka ialah Koordinator Dosen Pembina UKM Minat dan Kegemaran UNNES Drs Kusmuriyanto MSi, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Jawa Tengah Purwanto SPd, dan Pengurus PMI Pusat Ketua Bidang PMR dan Sukarelawan Muhammad Muas SH sebagai pembicara.

Muas menjelaskan, dalam konteks pengurangan risiko bencana, Tri Dharma Perguruan Tinggi dilaksanakan untuk mendorong terciptanya kampus dan masyarakat yang aman dan tangguh terhadap bencana.

“Dengan demikian Kampus Siaga Bencana (KSB) merupakan upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas perguruan tinggi dalam kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang melibatkan seluruh komponen perguruan tinggi dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi” jelasnya.

(Dwi Hermawan, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Lima Pernyataan Sikap FH UNNES Peduli Rohingya

Universitas Negeri Semarang
Lima Pernyataan Sikap FH UNNES Peduli Rohingya

Kekerasan terhadap etnis Rohingya menuai keprihatinan publik, demikian dengan Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) atas tragedi di Myanmar tersebut. Para akademisi FH UNNES yang tergabung dalam Pusat Studi Asean (PSA) mengutuk tragedi yang menimpa warga dan pengungsi Rohingya di Rakhine Myanmar.

Ketua PSA FH UNNES, Sonny S. Wicaksono mengatakan, berdasarkan hasil kajian PSA FH UNNES mengungkap, tragedi Rohingya murni permasalahan kemanusiaan yang dipicu akibat konflik dalam negeri Myanmar bukan masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), Senin (4/09) di GSG FH UNNES.

Sonny menjelaskan, tragedi Rohingya murni permasalahan kemanusiaan, tidak ada kaitanya soal agama di sana. Untuk itu kami menghimbau masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi adanya giringan isu SARA.

Sonny menambahkan, berdasarkan laporan Un Office of The High Commisioner for Human Rights (UNHCR) PBB hingga September 2017 serta lembaga lainnya, setidaknya ribuan korban jiwa tewas akibat konflik tersebut.

Dekan FH, Dr Rondiyah SPd SH MSi menyampaikan, pihaknya menilai bahwa tragedi dan konflik kemanusiaan di Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi di Kawasan Asia Tenggara kurun waktu 10 tahun terakhir.

Selanjutnya Dekan FH membacakan Pointers Pernyataan Sikap atas tragedi kemanusiaan terhadap pengungsi rohingnya di myanmar sebagai berikut:

  1. Mengutuk perbuatan pemerintah Myanmar yang telah melakukan kejahatan internasional berupa pembunuhan secara massal (genocide) terhadap pengungsi Rohingya di Rakhine Myanmar.
  2. Mendorong dan mendukung penuh kebijakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk pro aktif menyelesaikan tragedi kemanusiaan Rohingya di Rakhine Myanmar.
  3. Tragedi Rohingnya adalah murni permasalahan kemanusiaan, untuk itu kami menghimbau Masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dan menggiring kepada isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif.
  4. Mengajak seluruh komponen dan elemen masyarakat Indonesia untuk bersatu memberikan dukungan baik moril maupun materiil kepada korban tragedi kemanusiaan di Rakhine Myanmar.
  5. Mendorong peran aktif negara-negara anggota ASEAN dan PBB melalui organ-organnya untuk turut serta berpartisipasi dan segera bertindak dalam menyelesaikan permasalahan tragedi kemanusiaan pengungsi Rohingya di Myanmar.

Dengan pernyataan sikap ini FH UNNES akan medorong negara-negara ASEAN dan PBB melalui organ-organya untuk turut serta berpartisipasi dan segera bertindak secara nyata dalam menyelesaikan tragedi kemanusiaan pengungsi Rohingya di Myanmar.

Friday, 8 September 2017

Mendagri Tjahjo Kumolo Lepas Kader Bela Negara UNNES

Mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti rangkaian pelatihan Bela Negara di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IV/Diponegoro Magelang .

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kulomo SH, Jumat (08/9), di lapangan rektorat. Saat memberikan sambutan Mendagri menyampaikan, Bela Negara ini adalah bagian dari nawacita Presiden RI Joko Widodo. Pemerintah saat ini ingin agar masyarakatnya bisa menghormati para pendiri bangsa, salah satunya melalui program Bela Negara.

Ia menegaskan, Ideologi Pancasila adalah ideologi terbaik bagi bangsa Indonesia, karena mencakup seluruh sendi kehidupan . Dengan demikian, saya mendorong agar generasi muda khususnya mahasiswa UNNES untuk memahami falsafah Pancasila demi membangun karakter manusia Indonesia yang baik dan bermartabat.

Selain itu ia juga menyampaikan, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika berperan penting dalam melestarikan keragaman budaya dan agama, serta memelihara perdamaian dan harmoni di Indonesia.

Senada dengan itu Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjelaskan, UNNES bertekad mengembangkan diri menjadi rumah ilmu pengembang peradaban unggul. Dengan tekad itu, UNNES menjaga jati dirinya sebagai lembaga ilmu pengetahuan yang bertugas mengembangkan potensi sumber daya manusia Indonesia untuk membangun keunggulan bangsa dan manfaat bagi manusia dan kemanusiaan.

Selain membuka, Mendagri didampingi Direktur Kemahasiswaan Kemristekdikti Dr Didin Wahidin, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dan Rektor UNNES sebagai saksi menandatangani Deklarasi yang ditandangi oleh perwakilan mahasiswa dari 8 fakultas yang ada di UNNES.


from Universitas Negeri Semarang

Sambut Professor University of Auckland, Rektor UNNES Canangkan Kolaborasi Penelitian Menuju World Class University

Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof Dr Fathur Rokhman, MHum menyambut Professor Elizabeth Rata dari University of Auckland, Selandia Baru pada Jumat (08/9) di Ruang Rektor, Gedung Rektorat, Kampus UNNES Sekaran.
Dalam penyambutan tersebut, turut hadir pula Kepala International Office Intan Permata Hapsari SPd, MPd, Staff Ahli Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Dr. Ratna Dewi Kusumaningtyas, Kepala Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Dr Rudi Hartono MPd, beserta dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.
Diundangnya Profesor Elizabeth ke UNNES merupakan tindak lanjut dari lolosnya proposal program World Class Professor hibah Ristekdikti yang diajukan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNNES.
Dalam sambutannya, Prof Fathur Rokhman mengapresiasi kedatangan Prof Elizabeth sebagai salah satu usaha UNNES untuk naik kelas sebagai World Class University. Ia berharap, adanya Prof Elizabeth dapat memotivasi para Profesor dan dosen di UNNES untuk menjadi tenaga pendidik yang ahli dan mampu bekerja secara optimal dalam membuat artikel penelitian berindeks internasional.
Selain itu, Prof Fathur juga menjadikan kesempatan ini untuk melakukan kolaborasi penelitian bertaraf internasional antara dirinya dengan Prof Elizabeth. Kolaborasi tersebut nantinya akan menghasilkan artikel berindeks internasional pada bidang sosiolinguistik yang berfokus pada pentingnya pendidikan multikultural di masyarakat yang multikultur.
Sebagai informasi tambahan, program World Class Professor ini merupakan pendampingan pembuatan jurnal berbahasa Inggris untuk mendapatkan publikasi internasional bagi kalangan dosen jurusan Bahasa dan Sastra Inggris secara khusus dan Fakultas Bahasa dan Seni secara umumnya.
Kepada unnes.ac.id, Rudi menjelaskan bahwa pendampingan tersebut akan dilakukan dalam serangkaian workshop dan seminar di bulan September dan Oktober. Adapun materi yang diberikan berfokus pada join publication, penulisan artikel kompetitif, pengembangan kurikulum, serta pendidikan multikultural.
(Cesar Abdul, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Seminar ICETVESS Malaysia, Model Kerja Sama Luar Negeri Unggulan

Universitas Negeri Semarang
Seminar ICETVESS Malaysia, Model Kerja Sama Luar Negeri Unggulan

Model kerja sama antara Universitas Negeri Semarang dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) merupakan model kerja sama dengan kategori unggulan. Kerja sama yang dilakukan oleh UNNES dan UPSI bersifat komprehensif dan aplikatif serta menguntungkan bagi dua belah pihak. Salah satu bukti keunggulan kerja sama ini adalah terselenggarannya ICETVESS (International Conference on Engineering Technology, Vocational Education and Social Science) 2017 di Tanjung Malim Malaysia, 29-30 Agustus 2017. ICETVESS adalah sebuah seminar kolaborasi yang diselenggarakan oleh dua institusi lintas negara.

Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum menyatakan bahwa tren kerja sama dengan mitra luar negeri harus aplikatif. Tidak boleh lagi ada perjalanan dinas keluar negeri berjudul penjajakan saja. Penjajakan harus dibarengi dengan kegiatan akademis yang dapat dilakukan bersama mitra. Semua kerja sama harus berujung pada kegiatan yang produktif. Bahkan, pada ICETVESS 2017, penyelenggara menyediakan kesempatan pada penyaji artikel terbaik untuk menerbitkan karyanya di jurnal terindeks SCOPUS. ICETVESS kali ini mengusung tema “The Emerging trends of TVET and Social Sciences in Asia Pacific Countries” dan UNNES mengirimkan 43 penyaji yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Tidak hanya itu, ICETVESS juga disertai kegiatan lain yang sangat mendukung arah internasionalisasi UNNES. Kegiatan pendukung yang dilaksanakan UNNES bersama UPSI adalah: Joint Clinic Manuscript UPSI-LP2M UNNES, Visiting Lecturers UPSI at FT UNNES dan Pembahasan MoA Credit Transfer Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan PKK serta FPTV UPSI. Pada hari yang sama dengan konferensi tersebut kegiatan kerja sama lain juga berlangsung. Rektor UNNES menjadi Keynote Speaker di UPSI. Tim Kerja Sama UNNES membahas kerja sama dengan KBRI di Kuala Lumpur. Kegiatan lain yang tidak kalah produktif adalah: kunjungan ke Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, inisiasi Joint Student Conference 2018 UNNES-UiTM-UTeM di Kampus UTeM Melaka, penandatanganan MoA  Jurusan Teknik Sipil FT UNNES dengan INDUSTRIALISED BUILDING SYSTEM (IBS) Malaysia, Monev PPL antarbangsa, kajian UNNES bersama Penerbit UPSI dan Wakil Rektor menjadi dosen tamu  di Fakulti Bahasa dan Komunikasi UPSI.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Rustono, M.Hum., menyampaikan apresiasi bagi UPSI yang telah berkolaborasi untuk menjadi tempat penyelenggara kegiatan ini. Staff Ahli Bidang Kerja Sama Luar Negeri UNNES, Dr. Ratna Dewi Kusumaningtyas, selaku koordinator kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti.

Thursday, 7 September 2017

Rayakan Idul Adha, SD Labschool UNNES Bagikan Daging Hewan Kurban ke Warga Sekitar

Memperingati Hari Idul Kurban, warga SD Labschool Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan pemotongan 10 ekor kambing hewan kurban di Jalan Menoreh Tengah X No 4 Semarang, Senin (4/9) lalu.

Koordinator kegiatan Ilham Taqdir menyampaikan, kegiatan ini mengusung tema Dengan Berbagi Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa Kita Kepada Allah SWT.  Warga sekolah ingin menunjukkan perilaku berbagi dan peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu, yaitu dengan menyalurkan daging hewan kurban dari iuran para murid dan amanat orangtua yang ingin melakukan kurban di sekolah.

Kegiatan diawali shalat dhuha berjamaah, kemudian siswa diajak menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Selanjutnya, siswa diberikan penguatan dengan mendengarkan tausiyah dari Rifan Fajrin tentang makna kurban. Yakni meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim as, Nabi Ismail as, dan Siti Hajar. Selain itu kurban merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan diakhiri dengan makan bersama, setelah itu dilanjutkan dengan pembagian daging hewan kurban ke lingkungan warga sekitar dan warga di daerah Mayangsari. Lokasi dipilih karena banyak warga yang kurang mampu tinggal di daerah tersebut.


from Universitas Negeri Semarang

Festival Paduan Suara di Bali, UNNES Raih Dua Emas

Universitas Negeri Semarang
Festival Paduan Suara di Bali, UNNES Raih Dua Emas

Mahasiswa Universitas  Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam UKM Paduan Suara Voice of Conservation meraih dua medali emas dalam 6th Bali International Choir Festival di Bali, 14-20 Juli 2017.

Sejumlah perwakilan mahasiswa didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Seni yang juga Koordinator Pendamping UKM Bidang Seni, Syahrul Syah Sinaga, memberikan laporan tersebut kepada Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman di Rektorat  kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jumat (28/7).

Dua emas diraih untuk kategori folklore dan scenic folklore. Adapun kategori lain yang dilombakan di antaranya pop, jazz, musica religi, musica sacra, dan mix choire. Secara keseluruhan, mahasiswa yang tergabung dalam delegasi ini sebanyak 45 orang dari berbagai program studi.

Sementara itu, 15 mahasiswa UNNES yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan bakal mengikuti lomba karawitan internasional yang diselenggarakan di Selo, Kabupaten Boyolali, Rabu (2/8). Mereka berpamitan kepada Rektor, Jumat (28/7).

Pendamping UKM, Indrawan Nur Cahyono, mengatakan lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia itu akan diikuti belasan perguruan tinggi nonseni. Ia mengatakan, pada lomba yang sama dua tahun yang lalu, UNNES meraih juara pertama.

Rektor berpesan agar mahasiswa membawa nama baik universitas di hadapan institusi lain. Ia juga optimistis delegasi akan menyuguhkan yang terbaik. Ia menyatakan jika setiap mahasiswa UNNES harus memiliki prestasi dan karakter. “Kuliah di UNNES harus siap berprestasi dan berkarakter. Jika punya keterampilan yang bagus, kampus memfasilitasi dan terus mendorong untuk mendukung reputasi,” ujar Prof Fathur.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Bambang BR menyatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai lomba menjadi tolok ukur keaktifan kampus. Ia juga optimistis jika setiap mahasiswa yang menjadi delegasi kampus selalu menyuguhkan yang terbaik.

AUN-QA Apresiasi PJKR UNNES

Tim Prodi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang mempersiapkan Quality Assurance dari ASEAN University Network (AUN) UNNES, bersama Dekan FIK UNNES Prof Tandiyo Rahayu mengunjungi kantor pusat AUN-ASEAN University Network-Quality Assurance di kompleks Chulalongkom University Thailand, Rabu (6/9).

Tim AUN PJKR FIK UNNES yang diwakili oleh Dr Heny Setyawati dan Lulu Farida MPd ini diterima oleh Executive Direktor AUN-QA Choltis Dhirathiti dan Chief of AUN-QA Korn Ratanagosoom. AUN-QA juga mengapresiasi upaya PJKR UNNES yang telah membuat draft Self Assessment Report (SAR). Menurutnya, PJKR UNNES adalah prodi pertama di bidang keolahragaan yang mencoba untuk memperoleh Quality Assurance dari AUN.

Prof Tandiyo mengatakan bahwa diskusi langsung dengan Pimpinan tertinggi AUN-QA, sangat mencerahkan dan tim PJKR mendapat banyak arahan dan bekal berharga dalam mempersiapkan diri untuk akreditasi tingkat ASEAN. Mr Choltis Dhirathiti juga mengharap dukungan dan kerja sama civitas akademika UNNES, agar PJKR UNNES bisa menjadi role model di kawasan ASEAN.


from Universitas Negeri Semarang

Wednesday, 6 September 2017

UNNES Kukuhkan Tiga Profesor

Universitas Negeri Semarang (UNNES) Rabu, (6/9) tambah tiga profesor baru, pengukuhan Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum di Auditorium kampus Sekaran Gunungpati.

Mereka Prof Dr Retno Sri Iswari SU sebagai Profesor/Guru Beser dalam bidang Ilmu Biokimia pada Fakultas Matematika dan  Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Dr Abdurrahman Faridi MPd sebagai Profesor/Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris pada Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dan Prof Dr Enni Suwarsi Rahayu MSi sebagai Profesor/Guru Besar dalam Bidang Ilmu Botani pada (FMIPA).

Prof Fathur Rokhman menyampaikan, UNNES dengan bertambahnya tiga Profesor baru ini semakin menambah kekuatan dalam reputasi internasional.

Prof Fathur juga berpesan kepada tiga Profesor baru itu untuk lebih berinovatif dan berprestasi karena UNNES merupakan berbudaya prestasi dan berkarakter.


from Universitas Negeri Semarang

FIS UNNES Selenggarakan FGD Pengembangan Museum Bersama Silvy W. Puntowati

Universitas Negeri Semarang
FIS UNNES Selenggarakan FGD Pengembangan Museum Bersama Silvy W. Puntowati

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengembangan Museum” pada Jumat (25/8), bertempat di Gedung C7 Lantai 3 FIS UNNES. Hadir sebagai narasumber, Silvy W Puntowati, alumnus Ilmu Antropologi UI yang kini bekerja di museum Volkenkunde, Leiden, Netherland.

Dalam acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIS UNNES Prof Dr Wasino MHum ini, Silvy memaparkan bahwa bangunan Museum Volkenkunde terdiri dari berbagai ruangan, yakni ruang pameran, ruang penyimpanan (gudang) dan kantor yang semuanya dirancang dengan baik.

Silvy yang sudah cukup lama bekerja di Museum Volkenkunde sudah sangat memahami dan mengenal fisik bangunan maupun seluruh koleksi Museum Volkenkunde.

Museum Volkenkunde saat ini, jelasnya, merupakan gabungan dari Afrika Museum dan Tropen Museum yang dikelola dalam satu manajemen. Menariknya, Museum di Leiden ini bisa mendatangkan income generate, baik dari kegiatan kunjungan belajar, maupun dari kegiatan perayaan ulang tahun dengan tema tertentu.

Sedangkan untuk koleksi museum, benda-benda etnografi dari Indonesia memang bukan menjadi koleksi pertama museum Volkenkunde, tetapi menjadi salah satu koleksi terbanyak di musem Volkenkunde.

Koleksi Museum Volkenkunde didapatkan dengan berbagai macam cara. Beberapa diantaranya yakni ekspedisi ilmiah, rampasan perang, penemuan pribadi, hadiah dari para duta besar dan kolektor, temuan arkeologi, dan hibah dari pameran dunia.

Beberapa koleksi benda etnografi dari Indonesia yang otentik adalah patung-patung dari candi Singasari, Keris Jogja dari Dr Groneman (Dokter pribadi Sultan Hamengku Buwono VI), Badik Teuku Umar, Harta Cakra Negara, dan lain-lain.

Silvy juga menceritakan berbagai pengalaman menarik selama bekerja di Museum Volkenkunde, termasuk bagaimana cara pengelolaan dan pengembangan Museum Volkenkunde secara garis besarnya. Dituturkan pula oleh Silvy bahwa gamelan berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung anak-anak di Belanda yang sangat suka berlama-lama bermain dengan gamelan tersebut.

“Anak-anak di sana kalau ulang tahun banyak yang suka dirayakan dengan paket wisata di museum, mereka sangat suka dengan koleksi Indonesia, terutama gamelan, sehingga pasti tidak mau pulang padahal durasi waktunya sudah habis dan masih ingin terus bermain gamelan” tuturnya penuh kebanggaan.

Diskusi kali ini dihadiri oleh dosen FIS UNNES. Pada sesi tanya jawab, para dosen berdiskusi aktif terkait dengan pengelolaan dan pengembangan museum sehingga dapat menjadi sebuah museum yang menarik untuk dikunjungi bukan hanya oleh siswa atau akademisi dalam rangka penelitian, tetapi juga oleh masyarakat secara luas sebagai edu wisata yang menarik.

(Kontributor: Didi Pramono)

Jadi Pemakalah ACPES, Puluhan Mahasiswa dan Dosen FIK UNNES Kantongi Sertifikat Internasional

Sebanyak 18 dosen dan 10 mahasiswa  Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperoleh sertifikat dalam International Conference ASEAN Council of Physical Education and Sport (ACPES) , Senin (5/9). Sertifikat itu diperoleh setelah mereka menjadi pemakalah pada forum pertemuan tahunan akademisi dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Menurut Dekan (FIK) Prof Dr Tandiyo Rahayu MPd, konferensi ini digelar antara lain untuk menentukan arah pembangunan pendidikan jasmani dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang spesifik masing-masing regional.

Sejauh ini, tambah Prof Tandyo, beberapa kali ACPES diselenggarakan, dosen dan mahasiswa FIK UNNES telah memetik manfaatnya untuk menambah kuat reputasi UNNES.

Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof Dr Fathur Rokhman MHum sangat mengapresiasi kegiatan yang diikuti berbagai universitas di negara-negara ASEAN, pada 2 – 5 September 2017 ini.

Prof Fathur berharap, pengalaman dan ilmu yang didapat dari forum bergengsi ini dapat ditularkan kepada dosen dan mahasiswa UNNES yang lain.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 5 September 2017

Raih Enam Medali, Rektor UNNES Beri Apresiasi Berbeda Kepada Tim Pimnas UNNES

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum memberikan penghargaan dan apresiasi kepada mahasiswa peraih medali dalam Pimnas ke-30 pada Selasa (5/9) bertempat di gedung H Rektorat Universitas Negeri Semarang.

Koordinator PKM dan Pimnas UNNES Tommi Yuniawan SPd MHum melaporkan terdapat 13 tim peserta Pimnas tahun ini. Hal tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya terdapat 11 tim.

“Setelah melewati beberapa tahapan seperti konsolidasi, pemantapan tahap 1, tahap 2, dan tahap 3, serta proses karantina, tim Pimnas UNNES berhasil meraih enam medali dalam Pimnas ke-30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar” jelas Tommi.

Dalam Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristekdikti ini, UNNES berhasil meraih 2 medali emas poster, 1 medali perunggu poster, 1 medali emas presentasi, 1 medali perak presentasi dan 1 medali perunggu presentasi.

Pada Pimnas 2017 kali ini, UNNES berpartisipasi dihampir semua bidang PKM yang meliputi PKM-GT, PKM-K, PKM-KC, PKM-M, PKM-PE dan PKM-PSH.

Perwakilan peserta Pimnas Moh. Nasrul Baharsyah merasa bangga dapat mempersembahkan medali penghargaan kepada UNNES melalui ajang bergengsi tahunan ini.

“Pengalaman ini pasti tak terlupakan. Yang sangat berkesan bukan tentang perjalanannya yang menggunakan pesawat terbang. Tapi karena rasa solidaritas dan kerjasama diantara teman-teman peserta Pimnas. Tentu saja, capaian ini tak lepas juga dari dukungan Bapak Rektor, Bapak Ibu Dosen Pembimbing, dan rekan-rekan mahasiswa UNNES” ungkap Nasrul.

Dalam sambutannya, Rektor UNNES mengapresiasi capaian prestasi Tim Pimnas yang sangat membanggakan ini.

“UNNES berhasil menempati peringkat 7 dari 89 Perguruan Tinggi peserta Pimnas. Sementara di kluster LPTK, kita berada di peringkat pertama” jelas Rektor.

Capaian prestasi ini, tambah Rektor, semakin meneguhkan UNNES sebagai Perguruan Tinggi yang bereputasi internasional dan memiliki mahasiswa yang berkualitas unggul yang mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.

Melalui Keputusan Rektor UNNES nomor 416/P/2017, Rektor memberikan apresiasi pemberian nilai A mata kuliah Skripsi bagi peraih medali Emas, nilai A mata kuliah KKN bagi peraih medali Perak, dan nilai A mata kuliah PPL/PKL bagi peraih medali Perunggu. Selain itu, pemberian nilai A bagi Tim Pimnas UNNES untuk mata kuliah tertentu sesuai bidang studi yang ditempuh.

“Tradisi semacam ini harus terus dikembangkan, kita harus selalu siap untuk berkompetisi. Hanya mereka yang memiliki mental yang kuat yang dapat menjadi juara” pungkas Profesor bidang Sosiolinguistik itu.

(Dwi Hermawan, Student Staff)

 


from Universitas Negeri Semarang

Rektor UNNES Secara Resmi Buka Tiga Program Bagi Mahasiswa Internasional

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) secara resmi membuka tiga program internasional pada Selasa (5/9) di Ruang Rektor, Kampus UNNES Sekaran, Gunungpati. Turut hadir dalam acara pembukaan Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman, Kepala LP3 Dr Abdurrahman MPd, Kepala International Office UNNES Intan Permata Hapsari, MPd, Dekan FT Dr Nur Qudus, MT, beserta jajaran pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Prof Fathur menjelaskan bahwa UNNES adalah universitas berwawasan konservasi yang berusaha menjadi world class university. Oleh karena itu, UNNES selalu membuka kesempatan bagi mahasiswa asing untuk belajar mengenai budaya Indonesia ataupun berkuliah di UNNES. Adanya program-program internasional ini diharap dapat meningkatkan reputasi UNNES baik di skala regional ataupun internasional.

Prof Fathur menambahkan bahwa UNNES akan memberikan pelayanan terbaik pada mahasiswa asing yang belajar  atau mengikuti program di UNNES. Beliau berpesan agar mahasiswa tersebut menikmati setiap kegiatan yang mereka ikuti.

Selain itu, apabila ada kesempatan, ia menghimbau mahasiswa-mahasiswa tersebut untuk berkeliling melihat kehidupan di kota Semarang dan mengamati budaya Indonesia secara langsung. Jadi, ketika pulang ke negaranya, mereka bisa membawa pesan ke keluarga dan temannya bahwa Indonesia adalah negara yang damai dan indah.

Perlu diketahui, tiga program internasional yang diadakan oleh UNNES ini adalah Program Joint Summer Hibah PKKUI, Pertukaran Darmasiswa, dan International Teaching Internship.

Program Joint Summer Hibah PKKUI dan Pertukaran Darmasiswa berada di bawah naungan International Office UNNES. Peserta program tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama mahasiswa UNNES dan belajar mengenai kebudayaan Indonesia.

Adapun peserta dari Joint Summer Hibah PKKUI antara lain Patrick Berndt Pedersen, Mads Mathias Kjeldsen, dan Mia Hausgaard Yde dari VIA Denmark. Sedangkan peserta program Darmasiswa 2017/2018 adalah In-in Pioquinto Jal (Filipina), Marta Beata Kupsch (Polandia), Marta Monika Wiegel, Arkadiusz Jan Jodlowksi, dan Barbora Skombarova (Slovakia).

Program International Teaching Internship adalah program praktek mengajar mahasiswa asing di sekolah mitra UNNES di bawah bimbingan LP3 UNNES. Untuk tahun ini, program dilakukan pada periode 6 September – 26 Oktober 2017 dan diikuti oleh 10 mahasiswa dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia ke 3 sekolah di Semarang.

Peserta dari program International Teaching Internship antara lain Mohammad Aidil Afifi bin Yusri, Nur Fatin Nadzirah binti Mohd Nasli, Nur Asilah binti Abdul Karim, dan Ain Atifah binti Hamdan di MAN 1 Semarang, Patrick Jelian Anak Lanchang Haslinda binti Basri, dan Wan Nor Aida binti Wan Berahim di SMKN 7 Semarang, serta Nahdatul Emma binti Ahmad Murad dan Norsyuhada binti Mohd Redzuan di PAUD Labschool UNNES.

(Cesar Abdul, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Enam Putra Terbaik UNNES Pensiun

Universitas Negeri Semarang
Enam Putra Terbaik UNNES Pensiun

Sebanyak enam putra terbaik Universitas Negeri Semarang (UNNES) memasuki pensiun atau purna tugas.

Mereka yakni Dra Murwatiningsih MM dari Fakultas Ekonomi (FE), Drs Laurentius Elyas Nugraha MA (FBS), Drs Sunarko MPd (FIS), Drs W Sunarto MSi (FMIPA), Drs Masugino MPd (FT), dan Sarno (FIK).

Pelepasan oleh rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum yang diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono, Senin (31/7) di rektorat kampus Sekaran Gunungpati.

Dr S Martono menyampaikan, melakukan pengabdian di UNNES selama 36 tahun lebih ini merupakan waktu yang luar biasa, jasa ini merupakan jasa baik sejak dulu saat masih bernama IKIP Semarang. Ini menjadi kekuatan kami untuk pelayanan.

Untuk itu atas nama lembaga dan pribadi kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas keterbatas kami dalam melakukan pelayanan. UNNES selalu terbuka menerima kritik dan saran untuk kemajuan ke depan.

Setelah memasuki purna tugas ini hubungan silaturahmi yang telah terbina selama ini jangan sampai terputus, sebab sudah ada wadahnya para pensiunan UNNES yakni di paguyuban Wredatama.

Ketua Wredatama UNNES Drs Zoedindarto Boedihartono menyampaikan, bahwa jumlah anggota Wredatama sampai saat ini sebanyak 640 orang. Ada berbagai forum yang dapat digunakan anggota wredatama untuk saling sapa, dan silaturahmi.

Selain halal bihalal yang rutin dilaksanakan usai Idul Fitri, anggota wredatama juga memiliki agenda rutin menggelar silaturahmi dalam rangkaian dies natalis UNNES.

13 Mahasiswa UNNES PKL di UPSI Malaysia

Untuk mewujudkan Universitas Negeri Semarang (UNNES) bereputasi Internasional baik mahasiswa maupun dosen terus melakukan lompatan diberbagai bidang. Kali ini UNNES mengirimkan 13 mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Antarbangsa ke  Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

Ke-13 mahasiswa FBS itu 5 mahasiswa dari program studi (pordi) Bahasa dan Sastra Indonesia, 5 mahasiswa dari Prodi Bahasa dan Sastra Inggris, 1 mahasiswa dari prodi Bahasa dan Sastra Asing, dan 2 mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Jawa.

Mereka akan menjalani praktik kerja di Malaysia selama satu bulan mulai 6 September sampai dengan 5 Kotober 2017.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat melepas rombongan menyampaikan, PKL Antarbangsa merupakan upaya untuk mempersiapkan mahasiswa agar kelak bisa bekerja secara professional dan berkualitas. Selain itu, juga untuk meningkatkan reputasi UNNES di tingkat internasional.

Hadir Dekan FBS Prof Agus Nuryatin, Wakil Dekan I Prof Dr Muhammad Jazuli MHum, Drs Bambang Indiatmoko MSi PhD, dan pejabat terkait.

Prof Fathur juga mengemukakan, kalian sebagai duta UNNES dan Indonesia untuk Malaysia harus bisa membawa nama baik UNNES serta Indonesia. UNNES datang harus bisa memberi manfaat kepada UPSI, kemudian setelah pulang kalian dirindukannya atas prestasi yang kalian lakukan.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 4 September 2017

Seminar ICETVESS Malaysia, Model Kerja Sama Luar Negeri Unggulan

Model kerja sama antara Universitas Negeri Semarang dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) merupakan model kerja sama dengan kategori unggulan. Kerja sama yang dilakukan oleh UNNES dan UPSI bersifat komprehensif dan aplikatif serta menguntungkan bagi dua belah pihak. Salah satu bukti keunggulan kerja sama ini adalah terselenggarannya ICETVESS (International Conference on Engineering Technology, Vocational Education and Social Science) 2017 di Tanjung Malim Malaysia, 29-30 Agustus 2017. ICETVESS adalah sebuah seminar kolaborasi yang diselenggarakan oleh dua institusi lintas negara.

Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum menyatakan bahwa tren kerja sama dengan mitra luar negeri harus aplikatif. Tidak boleh lagi ada perjalanan dinas keluar negeri berjudul penjajakan saja. Penjajakan harus dibarengi dengan kegiatan akademis yang dapat dilakukan bersama mitra. Semua kerja sama harus berujung pada kegiatan yang produktif. Bahkan, pada ICETVESS 2017, penyelenggara menyediakan kesempatan pada penyaji artikel terbaik untuk menerbitkan karyanya di jurnal terindeks SCOPUS. ICETVESS kali ini mengusung tema “The Emerging trends of TVET and Social Sciences in Asia Pacific Countries” dan UNNES mengirimkan 43 penyaji yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Tidak hanya itu, ICETVESS juga disertai kegiatan lain yang sangat mendukung arah internasionalisasi UNNES. Kegiatan pendukung yang dilaksanakan UNNES bersama UPSI adalah: Joint Clinic Manuscript UPSI-LP2M UNNES, Visiting Lecturers UPSI at FT UNNES dan Pembahasan MoA Credit Transfer Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan PKK serta FPTV UPSI. Pada hari yang sama dengan konferensi tersebut kegiatan kerja sama lain juga berlangsung. Rektor UNNES menjadi Keynote Speaker di UPSI. Tim Kerja Sama UNNES membahas kerja sama dengan KBRI di Kuala Lumpur. Kegiatan lain yang tidak kalah produktif adalah: kunjungan ke Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, inisiasi Joint Student Conference 2018 UNNES-UiTM-UTeM di Kampus UTeM Melaka, penandatanganan MoA  Jurusan Teknik Sipil FT UNNES dengan INDUSTRIALISED BUILDING SYSTEM (IBS) Malaysia, Monev PPL antarbangsa, kajian UNNES bersama Penerbit UPSI dan Wakil Rektor menjadi dosen tamu  di Fakulti Bahasa dan Komunikasi UPSI.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Rustono, M.Hum., menyampaikan apresiasi bagi UPSI yang telah berkolaborasi untuk menjadi tempat penyelenggara kegiatan ini. Staff Ahli Bidang Kerja Sama Luar Negeri UNNES, Dr. Ratna Dewi Kusumaningtyas, selaku koordinator kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti.


from Universitas Negeri Semarang

Lima Pernyataan Sikap FH UNNES Peduli Rohingya

Kekerasan terhadap etnis Rohingya menuai keprihatinan publik, demikian dengan Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) atas tragedi di Myanmar tersebut. Para akademisi FH UNNES yang tergabung dalam Pusat Studi Asean (PSA) mengutuk tragedi yang menimpa warga dan pengungsi Rohingnya di Rakhine Myanmar.

Ketua PSA FH Unnes, Sonny S. Wicaksono mengatakan, berdasarkan hasil kajian PSA FH Unnes mengungkap, tragedi Rohingya murni permasalahan kemanusiaan yang dipicu akibat konflik dalam negeri Myanmar bukan masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), Senin (4/09) di GSG FH UNNES.

Sonny menjelaskan, tragedi Rohingya murni permasalahan kemanusiaan, tidak ada kaitanya soal agama di sana. Untuk itu kami menghimbau masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi adanya giringan isu SARA.

Sonny menambahkan, berdasarkan laporan Un Office of The High Commisioner for Human Rights (UNHCR) PBB hingga September 2017 serta lembaga lainnya, setidaknya ribuan korban jiwa tewas akibat konflik tersebut.

Dekan FH, Dr Rondiyah SPd SH MSi menyampaikan, pihaknya menilai bahwa tragedi dan konflik kemanusiaan di Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi di Kawasan Asia Tenggara kurun waktu 10 tahun terakhir.

Selanjutnya Dekan FH membacakan Pointers Pernyataan Sikap atas tragedi kemanusiaan terhadap pengungsi rohingnya di myanmar sebagai berikut:

  1. Mengutuk perbuatan pemerintah Myanmar yang telah melakukan kejahatan internasional berupa pembunuhan secara massal (genocide) terhadap pengungsi Rohingnya di Rakhine Myanmar.
  2. Mendorong dan mendukung penuh kebijakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk pro aktif menyelesaikan tragedi kemanusiaan Rohingnya di Rakhine Myanmar.
  3. Tragedi Rohingnya adalah murni permasalahan kemanusiaan, untuk itu kami menghimbau Masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dan menggiring kepada isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif.
  4. Mengajak seluruh komponen dan elemen masyarakat Indonesia untuk bersatu memberikan dukungan baik moril maupun materiil kepada korban tragedi kemanusiaan di Rakhine Myanmar.
  5. Mendorong peran aktif negara-negara anggota ASEAN dan PBB melalui organ-organnya untuk turut serta berpartisipasi dan segera bertindak dalam menyelesaikan permasalahan tragedi kemanusiaan pengungsi Rohingnya di Myanmar.

Dengan pernyataan sikap ini FH UNNES akan medorong negara-negara ASEAN dan PBB melalui organ-organya untuk turut serta berpartisipasi dan segera bertindak secara nyata dalam menyelesaikan tragedi kemanusiaan pengungsi Rohingnya di Myanmar.


from Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa UNNES Blusukan, Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) lakukan blusukan sosialisasikan bahaya narkoba di Dusun Bobang, Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal , Minggu (4/09) di serambi masjid setempat.

Kegiatan ini dalam rangka Kuliah Keja Nyata (KKN) Revolusi Mental yang canangkan oleh UNNES. Sasaran utama sosialisasi ini adalah remaja, karena usia remaja merupakan masa dimana mereka akan sangat mudah untuk terjerumus pada kenakalan remaja dan terjebak di narkoba.

Seperti diketahui peredaran Narkoba di Indonesia semakin meningkat dan mengkhawatirkan terlebih saatini Indonesia dinyatakan Darurat Narkoba. Hal tersebut cukup beralasan dengan ditangkapnya peredaran Narkoba yang jumlahnya cukup fantastis.

Saat memberikan materi bahaya narkoba Sri Maryuni, Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat menjelaskan, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan hal paling penting dalam pemberantasan narkoba. Sebab Indonesia dianggap pasar yang basah bagi para produsen dan bandar-bandar narkotika. Banyaknya jenis baru dari narkoba, bukan tidak mungkin pengedar akan bilang bahwa ini suplemen supaya lebih banyak yang tertarik.

Kita berharap, dengan pemahaman dan pengetahuan bahaya narkoba, para remaja disini dapat membentengi dirinya dan menjauhi narkotika.

Tidak hanya Sri Maryuni, tampil juga Retno Arini mahasiswa dari PG PAUD FIP. Ia memaparkan, pada awalnya remaja yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok yang dianggap wajar. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Melihat kegiatan diatas pembina Karang Taruna Ikatan Remaja Bobang (IRBA) Turut Prambudi, menyambut gembira dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNNES. “Saya mewakili warga Bobang senang dengan hadirnya mahasiswa dikampung kami. Saya berharap remaja Bobang lebih mengerti tentang bahaya narkoba dan bisa menjauhi. Harapan ke depan kegiatan KKN seperti ini bisa dilanjutkan di kemudian hari”, pungkasnya.


from Universitas Negeri Semarang

Lima Anggota Baru Mahapala UNNES Peroleh Seragam Lapangan di Puncak Sindoro

Universitas Negeri Semarang
Lima Anggota Baru Mahapala UNNES Peroleh Seragam Lapangan di Puncak Sindoro

Lima orang angota baru angkatan XXXVII Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan pengambilan kaos lapangan berwarna biru di Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tegah. Kamis-Minggu (27-30/7) yang lalu.

Ketua panitia Hardiyanto menyampaikan, pendakian dimulai dari Desa Bansari yang dikenal mempunyai jalur tertutup dan panjang, kemudian turun melalui Desa Kledung.

Untuk mencapai puncak Gunung Sindoro, lanjut Hardiyanto, melalui jalur Bansari dibutuhkan waktu selama 9 jam. Selama kegiatan mereka juga di dampingi oleh 7 orang anggota aktif.

Hardiyanto menjelaskan, selain pemenuhan atribut Kaos Lapangan kegiatan ini juga merupakan pendewasaan bagi anggota baru dengan mengkonsep kegiatan sendiri dari pra kegiatan sampai pasca kegiatan.

Tidak hanya pendakian saja, peserta juga dilatih untuk belajar navigasi dan observasi di basecamp Bansari dan Kledung untuk mengetahui pengelolaan pelayanan pendaki yang meliputi perizinan, fasilitas yang ada, rescue dan pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini diharapkan jiwa kepemimpinan tumbuh dalam diri mereka.

Kelima anggota baru itu yakni Mia Nur Mufida, Umi Rodliyah (Akuntansi), Yulvah Sadiyah (Geografi), Mila Santika (Bahasa Indonesia), dan Edelwis Hilda Safira (PGPAUD).

Sunday, 3 September 2017

7.682 Mahasiswa Baru UNNES 2017 Resmi Diterima

Universitas Negeri Semarang
7.682 Mahasiswa Baru UNNES 2017 Resmi Diterima

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar upacara penerimaan mahasiswa baru yang dibarengkan dengan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 72, Republik Indonesia di lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Rabu (17/8/2017).

7682 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang sekaligus menjadi awal masa orientasi mahasiswa tersebut. Hal itu disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik , Prof Dr Rustono MHum saat membacakan laporan penerimaan mahasiswa baru.

Secara simbolis Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rohman MHUM, menyematkan Jaket Almamater dan Bibit Pohon kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai bentuk komitmen UNNES sebagai universitas yang berwawasan konservasi.

Rektor berpesan kepada mahasiswa baru, selama empat tahun menempuh pendidikan di kampus, mahasiswa harus memiliki tanggungjawab yang besar. Tingkatkan terus budaya prestasi yang mempunyai daya saing menuju UNNES sebagai universitas yang bereputasi internasional.

Selanjutnya PPAK akan berlangsung tiga hari mulai Sabtu hingga Senin (19-21/8). Mahasiswa baru akan dikenalkan dengan karakter universitas, fakultas, visi konservasi, ideologi dan pendidikan karakter, hingga sistem akademik. Setelah PPA mereka dijadwalkan mengikuti Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT), Tes Narkoba dan Bela Negara.

Saturday, 2 September 2017

Silaturahmi dengan Mahasiswa Baru Penerima Bidikmisi, Rektor UNNES Berikan Wejangan

Dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha, Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan acara makan bersama dengan mahasiswa baru penerima beasiswa Bidikmisi, Sabtu (2/9) di Masjid Ulul Albab, Gunungpati.

Acara yang bertemakan “Indahnya Kebersamaan” ini turut dihadiri oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Wakil Rektor I Prof Dr Rustono MHum, Ketua BAI UNNES Drs Anwar Haryono MPd, beserta jajaran Dekan, Wakil Dekan, dan pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Prof Fathur Rokhman memberikan beberapa pesan kepada mahasiswa Bidikmisi. Ia percaya bahwa mahasiswa Bidikmisi adalah mahasiswa spesial karena beberapa hal.

Pertama, mahasiswa Bidikmisi yang berhasil lolos menjadi mahasiswa UNNES adalah mahasiswa yang beruntung dengan menyisihkan lebih dari 3000 pelamar beasiswa. Mereka yang lolos mendapatkan kesempatan untuk berkuliah dengan biaya yang diberikan oleh negara.

Kedua, mahasiswa Bidikmisi harus berprestasi dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar tata aturan sebagai mahasiswa UNNES. Hal-hal tersebut antara lain menggunakan narkoba, mengikuti aliran radikal, melakukan plagiasi, dan memiliki pergaulan yang bebas.

Ketiga, Rektor mendorong mahasiswa untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, yakni berkompetisi menunjukkan kemampuan dan kompetensi terbaiknya di tingkat nasional maupun internasional.

Seusai sambutan, acara silaturahmi dilanjutkan dengan makan bersama dari daging hewan kurban yang telah disembelih oleh panitia BAI UNNES sebelumnya. Perlu diketahui, acara ini termasuk dalam serangkaian acara peringatan Idul Adha yang diadakan oleh BAI UNNES.

(Cesar, Student Staff)

Silaturahmi dengan Mahasiswa Baru Penerima Bidikmisi, Rektor UNNES Berikan Wejangan

Dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha, Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan acara makan bersama dengan mahasiswa baru penerima beasiswa Bidikmisi, Sabtu (2/9) di Masjid Ulul Albab, Gunungpati.

Acara yang bertemakan “Indahnya Kebersamaan” ini turut dihadiri oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Wakil Rektor I Prof Dr Rustono MHum, Ketua BAI UNNES Drs Anwar Haryono MPd, beserta jajaran Dekan, Wakil Dekan, dan pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Prof Fathur Rokhman memberikan beberapa pesan kepada mahasiswa Bidikmisi. Ia percaya bahwa mahasiswa Bidikmisi adalah mahasiswa spesial karena beberapa hal.

Pertama, mahasiswa Bidikmisi yang berhasil lolos menjadi mahasiswa UNNES adalah mahasiswa yang beruntung dengan menyisihkan lebih dari 3000 pelamar beasiswa. Mereka yang lolos mendapatkan kesempatan untuk berkuliah dengan biaya yang diberikan oleh negara.

Kedua, mahasiswa Bidikmisi harus berprestasi dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar tata aturan sebagai mahasiswa UNNES. Hal-hal tersebut antara lain menggunakan narkoba, mengikuti aliran radikal, melakukan plagiasi, dan memiliki pergaulan yang bebas.

Ketiga, Rektor mendorong mahasiswa untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, yakni berkompetisi menunjukkan kemampuan dan kompetensi terbaiknya di tingkat nasional maupun internasional.

Seusai sambutan, acara silaturahmi dilanjutkan dengan makan bersama dari daging hewan kurban yang telah disembelih oleh panitia BAI UNNES sebelumnya. Perlu diketahui, acara ini termasuk dalam serangkaian acara peringatan Idul Adha yang diadakan oleh BAI UNNES.

(Cesar, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Teguhkan Konservasi, Mahasiswa KKN UNNES Wajib Tanam Tiga Pohon Produktif

Universitas Negeri Semarang
Teguhkan Konservasi, Mahasiswa KKN UNNES Wajib Tanam Tiga Pohon Produktif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahap II tahun 2017 Universitas Negeri Semarang (UNNES) diwajibkan menanam tiga buah pohon produktif ditempat KKN.

Hal tersebutlah, yang disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum saat memberikan arahan kepada 2159 Mahasiswa KKN dan 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rabu (2/8) di lapangan Gedung Rektorat Kampus Sekaran Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Setiap mahasiswa diwajibkan menanam tiga pohon produktif di daerah KKN. Keberlangsungan lingkungan bergantung pada upaya manusia untuk melestarikan. Jadi, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk turut melestarikan alam sekitar” jelas Prof Rustono.

Ia mengimbau, saat pelaksanaan KKN, mahasiswa dapat menjaga nama baik UNNES dan membantu memperdayakan masyarakat dengan serius agar masyarakat merasakan nilai dan manfaat dari KKN dan mahasiswa juga dapat belajar banyak dengan masyarakat.

“Melalui KKN, adik-adik dan UNNES diharapkan dapat memberikan andil terhadap pembangunan daerah terutama pedesaan. Adik-adik harus memiliki niat tulus untuk mengabdi dan melaksanakan program dengan baik. Apapun yang diperlukan oleh masyarakat desa, adik-adik harus tanggap dan cekatan untuk mengenali masalah dan upaya penyelesaiannya” tambah Wakil Rektor sekaligus Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni tersebut.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengembangan KKN UNNES Dr Dwijanto MS menjelaskan KKN tahap II tahun 2017 ini terbagi atas KKN Kebangsaan di Gorontalo, KKN Alternatif II-A, Lokasi Tahap 1, Revolusi Mental (KKN RM), Pengentasan Kemiskinan (KKN PK), dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM).

“Mahasiswa KKN diterjunkan di lima kabupaten/kota yakni Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Mereka nantinya akan melaksanakan program kerja yang telah disusun ditiap tiap lokasi KKN.” jelas Dr Dwijanto

(Dwi Hermawan, Students Staff)

UNNES Sembelih 19 Hewan Kurban

Universitas Negeri Semarang adakan penyembelihan hewan kurban, Sabtu (2/9) di Masjid Ulul Albab, Gunungpati.

Adapun hewan kurban yang disembelih kali ini adalah 10 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Turut hadir dalam acara penyembelihan Dekan FIP Prof Dr Fakhruddin MPd, Dekan FH Dr Rodiyah, Asisten Direktur II PPs Prof Tri Joko Raharjo, Prof Masrukhi, Prof Teguh Supriyanto, dan pejabat UNNES lainnya.

Selain itu, acara penyembelihan ini diikuti oleh mahasiswa asing peserta Joint Summer Camp dan Darmasiswa 2017.

Ketua BAI UNNES Drs Anwar Haryono MPd menyampaikan bahwa daging hewan kurban ini akan didistribusikan kepada pihak yang menerima, diantaranya warga UNNES, warga sekitar kampus, dan panti asuhan.

(Cesar, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Tumbuhkan Jiwa Konservasi, Mahasiswa Baru FMIPA UNNES Lakukan Kebersihan Lingkungan

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan acara kebersihan lingkungan bersama dengan mahasiswa baru, Sabtu (2/9) di Kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Farid Wujdi, selaku anggota BEM FMIPA menyatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini untuk menumbuhkan jiwa konservasi pada mahasiswa baru. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa baru belum begitu mengenal konsep konservasi UNNES. Oleh karena itu, mereka perlu dilatih dengan menjaga kebersihan kampus melalui program ini.

Adapun lokasi yang menjadi fokus kebersihan ini FMIPA, Rektorat, dan Perpustakaan Pusat. Program kebersihan ini berfokus pada membersihkan sampah plastik yang ada di sekitar wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan tidak adanya petugas kebersihan di waktu libur panjang Idul Adha.

Acara ini diikuti oleh 60 orang mahasiswa baru FMIPA beserta anggota BEM FMIPA.

(Cesar, Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Friday, 1 September 2017

Perkuat Internasionalisasi, FE UNNES Hadirkan Visiting Profesor dari UteM Malaysia

Universitas Negeri Semarang
Perkuat Internasionalisasi, FE UNNES Hadirkan Visiting Profesor dari UteM Malaysia

Tahun 2017 merupakan tahun reputasi untuk terus melejit di tingkat internasional, oleh karena itu Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE UNNES) menghadirkan pakar dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UteM) Malaysia Dr Sentot Imam Wahjono dalam acara Visiting Profesor di Aula FE kampus Sekaran Gunungpati.

Kegiatan tersebut mengusung tema “ International Initiatives Strategic for Higher Education “ dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai strategi-strategi dalam rangka internasionalisasi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi.

Dekan FE Dr Wahyono MM saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa FE telah melakukan berbagai upaya dalam rangka internasionalisasi diantaranya keikutsertaan dosen dalam konferensi internasional dengan output jurnal bereputasi yang terindeks scopus, jalinan kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri salah satunya dengan UteM, penyelenggaraan guest lecturer, program student exchange, PKL dan KKN antar bangsa, serta kegiatan-kegiatan internasionalisasi lainnya. Dengan kehadiran Dr Sentot, diharapkan kerjasama antara Utem dan FE UNNES semakin ditingkatkan.

Dr Sentot dalam pemaparannya menyampaikan terlebih dahulu mengenai latar belakang internasionalisasi perguruan tinggi yang mencakup aspek sosial & budaya, ekonomi, akademik, dan kompetisi.

Selain itu, juga menyampaikan arti pentingnya meningkatkan rangking perguruan tinggi seperti webometrics, UI Green Matric, dan lain-lain. UteM membuka jalinan kerjasama seluas-luasnya dengan peguruan tinggi di Indonesia seperti dalam kolaborasi atau kerjasama pendanaan penelitian.

Kemudian, menyampaikan mengenai pengalaman-pengalaman UteM dalam kegiatan internasional. UteM juga menawarkan program menulis skripsi bagi mahasiswa terakhir untuk dapat menulis skripsi bantuan dari dosen-dosen dari UteM.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman Salat Idul Adha di Masjid Ulul Albab

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menunaikan ibadah salat Idul Adha di Masjid Ulul Albab Kampus Sekaran Gunungpati.

Prof Fathur tiba di Masjid Ulul Albab sekitar pukul 06.10 bersama Ibu Rektor Barokah Isdaryanti SPd MPd, Jumat (1/9).

Sebelum masuk ke serambi masjid Prof Fathur mengajak kita semua untuk mempererat persaudaraan diantara kita karena kita semua adalah saudara.

Dr H Abu Rochmad dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sebagai imam dan Kkatib menyampaikan hari ini jutaan jemaah haji seluruh dunia tidak terkecuali jemaah haji Indonesia berkumpul di padang Arafah untuk menunaikan wukuf.

Dr Abu Rochmad mengajak kepada kita semua untuk meningkatkan takwa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar hidup ini menjadi semakin berkualitas bagi diri kita sendiri dan masyarakat.

Beliau, berharap hari ini harus lebih baik dibanding dengan kemarin, dan kehidupan esok harus lebih baik dibanding dengan hari ini. Apa yang terjadi di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran untuk menghadapi hari esok agar hidup menjadi nyaman dalam interaksi dengan sesama manusia.

Selain Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, hadir pula Dekan FBS Prof Agus Nuryatin, Wakil Dekan, Kepala Biro, dan Pejabat lainnya.

Ketua Badan Amalan Islam (BAI) UNNES Drs Anwar Haryono Mpd menyampaikan untuk penyembelihan hewan kurban dilaksanakan besok pagi yakni Sabtu (2/9) juga di masjid Ulul Albab tercinta ini.


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 31 August 2017

Peminjaman Toga Wisuda Periode III, 13 Hingga 25 September

Universitas Negeri Semarang
Peminjaman Toga Wisuda Periode III, 13 Hingga 25 September

Peminjaman perlengkapan wisuda bagi wisudawan periode III tahun 2017 dimulai 13-25 September 2017 di Koperasi Mahasiswa (Kopma) gedung LP2M lantai I Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Ketua Umum Kopma Lilis Mitasari menyampaikan, adapun jadwal peminjaman toga diatur sebagai berikut:

Rabu 13 September        : PPS dan FH
Kamis 14 September      : FIP
Jumat 15 September      : FBS.
Senin 18 September       : FIS
Selasa 19 September      : FMIPA
Rabu 20 September        : FIK
Jumat 22 September      : FE
Senin 25 September       : FT

Pengembalian toga dan pengembalian uang jaminan dapat dilakukan pada 27 September-3 Oktober. Sedangkan, pengembalian setelah 3 Oktober, toga dianggap terbeli dan uang jaminan tidak dapat diminta kembali, tegas Lilis Mitasari.

 

Wednesday, 30 August 2017

Pengajian Rutin UNNES Menilik Hubungan antara Islam dan Olahraga

Universitas Negeri Semarang
Pengajian Rutin UNNES Menilik Hubungan antara Islam dan Olahraga

Universitas Negeri Semarang (UNNES) adakan pengajian rutin pada Minggu (20/8) di Rumah Dinas Rektor. Susunan acara diawali dengan khataman Alquran bersama dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof Dr Rustono, MHum.

Dalam sambutannya, Prof Rustono menyatakan kebanggaannya pada aktivitas yang telah dilakukan oleh UNNES, terutama acara Solat Subuh berjamaah di hari sebelumnya (Sabtu (19/8)) yang dimuat oleh Ristekdikti. Kemudian, ia juga mengingatkan pada para pimpinan mengenai persiapan kurban yang akan dilakukan UNNES dalam rangka hari raya Idul Adha nantinya.

Masuk ke acara berikutnya, tausiyah pengajian kali ini diisi oleh Dr Bambang Budi Raharjo, MSi dengan tema Olahraga dari sisi Islam. Dalam tausiyah kali ini, Bambang menyatakan bahwa olahraga adalah aktivitas fisik yang disengaja dengan melakukan aturan baku dengan hasil yang tidak didapatkan saat itu juga. Dengan melakukan olahraga, badan akan menjadi sehat. Sehat yang dimaksud adalah kuat dan bertenaga untuk melakukan banyak aktivitas. Berdasarkan manfaat tersebut, Bambang menganggap bahwa olahraga adalah sebuah kebutuhan primer.

Kemudian, kaitan mengenai hubungan antara olahraga dengan Islam, Bambang menyampaikan bahwa banyak anjuran tokoh Islam mengenai olahraga yang dapat dilakukan oleh umat. Sebagai contoh, panglima perang Islam, Umar bin Khatab, menyarankan pasukannya untuk berlatih melempar, dan pemuda untuk berenang. Kemudian, Nabi Muhammad SAW, mewajibkan kepada para orangtua untuk mendidik anak mereka membaca dan berolahraga. Olahraga yang disarankan nabi antara lain berenang, memanah, bertinju, dan berkuda.

Meskipun beberapa olahraga yang disampaikan tersebut masih kondisional pada kebutuhan zaman saat itu (seperti memanah untuk berperang), terdapat nilai dari olahraga yang dapat digunakan sehari-harinya. Ia mencontohkan bahwa dalam pertandingan olahraga, durasi waktu merupakan hal yang penting. Sehingga, orang harus datang tepat waktu agar tidak dikeluarkan dari pertandingan.

Seusai tausiyah, acara pengajian dilanjutkan dengan pembacaan kitab oleh Gus Lukman Hakim dan ditutup dengan doa yang dipandu oleh KH Maksum.

(Cesar Abdul, Student Staff)