Thursday, 26 March 2015

SYARAT PENDAFTARAN UJIAN SKRIPSI @fh_unnes



SEMARANG-sekitarunnes.com, Kali ini redaksi sekitarunnes.com akan membahas mengenai syarat pendaftaran ujian skripsi Fakultas Hukum, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa FH antara lain:
  1.  Foto Copy Sertifikat KKL.
  2. Legalisir Sertifikat Komputer
  3. Legalisir Sertifikat TOEFL. 
  4. Menyerahkan Persetujuan Pembimbing. 
  5. Rekap Nilai (yang ditanda tangani PD 1). 
  6.  Foto Copy KTM. 
  7. Foto Copy KRS. 
  8. Foto Copy Kartu Bimbingan Online. 
  9. Mengisi Form Pendaftaran. 
  10. Masukkan  ke dalam Map Warna Merah. 
  11. BERKAS DIKUMPULKAN RANGKAP 3 (masing-masing stopmap diberi NAMA dan NIM) 
Syarat diatas berdasarkan pengumuman yang tertera di TU Fakultas Hukum UNNES.

BERKAS YANG HARUS DIKUMPULKAN UNTUK VERIFIKASI WISUDA



SEMARANG-sekitarunnes.com, Anda sudah dinyatakan lulus dan sudah memiliki SBVT ? maka langkah selanjutnya yang harus dilewati oleh mahasiswa adalah mengumpulkan berkas untuk verifikasi wisuda di BAAKK geduh H, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa antara lain ;

  1.  Formulir pendaftaran wisuda.
  2. Fotocopy ijazah terakhir.
  3. SBVT yang sudah distempel oleh Fakultas masing-masing. 
  4. Foto 3x4 sebanyak 6 lembar (FORMAT DOF). 


2.      
3.      
4.      

SYARAT BEBAS PERPUSTAKAAN UNNES



SEMARANG - sekitarunnes.com, Anda mau daftar wisuda? Salah satu persyaratannya adalah mahasiswa harus lepas keanggotaan perpustakaan Universitas dan Fakultas. Mengenai syarat bebas perpustakaan Universitas, syarat yang harus dipenuhi mahasiswa antara lain;

  1.   Mahasiswa wajib menyerahkan soft copy tugas akhir (word dan pdf).
  2. Pada halaman pernyataan harus di tandatangani oleh penulis.
  3. Untuk halaman pengesahan (pembimbing dan penguji) harus sudah di tandatangani dan distempel fakultas. 
  4.    Penyerahan CD skripsi di ruang multimedia. 
  5. Bayar Rp. 10.000,00.
Sampai berita ini diturunkan mengenai point 1 sampai 3 berdasarkan papan pengumuman di gedung perpustakaan lantai dua tertanda Ka. UPT Perpustakaan Dr. Sutikno, S.T., M.T. sedangkan mengenai point 4 dan 5 berdasarkan pengalaman pribadi saat ngurus bebas perpustakaan universitas untuk memenuhi syarat wisuda. (RAB)

Wednesday, 25 March 2015

74 Penerima beasiswa Van Deventer Ikuti Regional Meeting

Sebanyak 74 mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Unika Soegijapratana penerima beasiswa Van Deventer Maas Sticthing (VDMS) mengadakan Regional Meeting dengan tema “ Career Plan by Knowing Yourself and Being a Model Leader” di kampus Unnes Sekaran.


Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo MSi saat membuka mengatakan, Regional Meeting ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa calon sarjana untuk siap terjun ke masyarakat setelah menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung tiga hari, Kamis sampai Sabtu (19-21/3) di rektorat.


Bambang BR (panggilan akrapnya) juga menyampaikan, tidak semua mahasiswa menerima beasiswa ini, jadi harus dimanfaatkan dengan baik. Yayasan VDMS memberikan beasiswa sebesar Rp 420.000 per bulan sampai semester 8 dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan prestasi kuliah, ujarnya.


Prof Jan Passchier dari Belanda menyampaikan, Regional Meeting di Unnes ini merupakan yang pertama di Indonesia dilaksanakan yang difasilitasi langsung oleh VDMS Board.


Prof Jan Passchier menyampaikan tujuan VDMS yakni memberdayakan pemuda pemudi Indonesia agar lebih mandiri. Dengan kegiatan regional meeting diharapkan mahasiswa menjadi calon-calon pemimpin hebat masa depan dan tepat dalam berkarir.


Hadir sebagai narasumber Ronni H Mustamu alumnus Stanford University, USA menyampaikan materi “Basic Leadership: Introduction to your leadership journey”.


Pembicara lain, Dwiani Fegda MPsi menjelaskan secara detail materi tentang “Career Plan by Knowing Yourself and Being a Model Leader”. Kegiatan dikemas sedemikian rupa sehingga berlangsung sangat menarik.






from Universitas Negeri Semarang » Languages » Bahasa Indonesia http://ift.tt/1GjX8nx

via IFTTT

Yunina Resmi Prananta, Guru SDN 1 Wonosobo Juara

Yunina Resmi Prananta guru SDN 1 Wonosobo berhasil meyakinkan dihadapan 12 anggota dewan juri dan 250 mahasiswa PGSD dalam mempraktekkan pembelajaran dengan materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara Tenggara.


Alhasil, dia menyisihkan lima lawannya sehingga meraih juara pertama dalam Lomba Guru Unggul Inovatif Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Senin (23/3) di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes).


Tokoh punakawan, iringan suara angklung dan media berbasis TIK dipadukan secara harmonis, menjadikan kegiatan pembelajaran berlangsung menarik.


Dua puluh siswa kelas 6 SD Labschool Unnes berperan sebagai murid dalam real teaching selama 25 menit.


Dalam final itu, Yunina mengungguli Wahyuningsih Rahayu (SD Batursari 3 Demak-Juara 2), Sutrisno (SD Masehi Temanggung-Juara 3).


Sedangkan sebagai juara harapan I-III berturut-turut yakni Ary Setyowati (SDN Mangunsari Semarang), Caryanto (SDN Prapag Lor 01 Brebes), dan Sri Sungatmi (SDN 01 Karanganyar Kabupaten Karanganyar).


Sebelumnya, Rektor Prof Fathur Rokhman MHum mengatakan dari kegiatan lomba ini Unnes berharap muncul sosok guru inovatif yang mampu menginspirasi dunia pendidikan di Indonesia karena guru sebagai soko guru.


Ketua Panitia Dr Isnarto melaporkan, lomba yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) dalam rangka menyambut Ulang Tahun Emas, Dies Natalis Unnes ke-50 ini diikuti 59 guru terbaik perwakilan dari 21 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1CXmPdV

via IFTTT

Tuesday, 24 March 2015

Ketika “Mahesa Jenar” Bicara tentang Sambung Sastra

Ada Mahesa Jenar di Kampus Unnes Sekaran. Dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), ia mengendarai kuda seraya diiringi tari barongan dan puluhan gadis cantik menuju Auditorium.


Sesampai di Auditorium, ia disambut ratusan tamu dan menyampaikan pidato ilmiah tentang Sambang Rasa dalam Sastra Jawa.


Tentu saja itu bukan tokoh Mahesa Jenar seseungguhnya – toh Mahesa Jenar memang hanya tokoh rekaan. Tokoh yang datang ke Unnes adalah dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Dr Teguh Supriyanto. Dia berkostum Jawa dan memerankan diri menjadi tokoh berjuluk Senapati Rangga Tohjaya itu.


Apa kaitannya Mahesa Jenar dengan Teguh Supriyanto? Saat menyelesaikan studi doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM), Teguh meneliti Nagasasra. Mahesa Jenar adalah tokoh utama dalam cerita karangan SH Mintardja itu.


Dalam pidato pengukuhannya, Teguh menyampaikan bahwa sastra Indonesia dalam kemunculannya lebih dahulu menyambangi sastra Barat, sastra Jawa, dan sastra daerah lainnya.


“Jika kita amati, sastra Indonesia era 1980-an gejala yang tampak ada sambung rasa (relasi ideologis) antara sastra Indonesia modern dengan sastra daerah,” katanya.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1FypICe

via IFTTT

Hari Ini Unnes Kukuhkan Tiga Profesor Baru


Kado indah kembali diterima keluarga besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada hari jadinya yang
ke-50. Setelah sebelumnya mengukuhkan delapan profesor, hari ini Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum akan kembali mengukuhkan tiga dosen Unnes sebagai profesor.

Dr Sucihatiningsih DWP dari Jurusan Ekonomi Pembangunan akan dikukuhan sebagai profesor pada bidang ekonomi pertanian.

Dr Teguh Supriyanto MHum dari Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa akan dikukuhkan sebagai profesor pada bidang sastra Jawa.

Dr Subyantoro MHum dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia akan dikukuhkan sebagai profesor psikolinguistik.

Rektor mengaku berbahagia dengan akselerasi akademik yang dicapai tiga dosen Unnes tersebut. Pencapaian mereka diharapkan meningkatkan kontribusi Unnes sebagai rumah ilmu.

“Di berbagai kesempatan saya sampaikan, profsor bukan capaian puncak. Setelah jadi profesor, dosen harus berkarya, bahkan dengan karya-karya yang lebih hebat dan bermakna,” katanya.





from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1Htcvb5

via IFTTT

Monday, 23 March 2015

Pemkab dan Pemkot, Fondasi Pengembangan Tonnis


Untuk mempercepat pengembangan Tonnis di kalangan masyarakat Indonesia kita mulai dari dunia pendidikan dulu, entah itu sekolah atau mahasiswa untuk mengembangkan di daerah.

Setelah berkembang di daerah, nanti bisa berdampak pada pengembangan di masyarakat. Harapan kita ada Pengurus Besar di atas, tapi harus dimulai dari bawah dulu. Yakni mulai dari masing-masing Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota agar menjadi fondasi untuk mengembangkan Tonnis ini.

Ketika sudah berkembang di Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota nanti menjadi satu bagian dari kelembagaan yang bisa dinaungi di bawah pengurus besar.

Deputi Bidang Pembinaan Prestasi Kemenegpora Prof Dr Djoko Pekik Irianto menyampaikan itu saat membuka “Tonnis Open Tournament” Piala Rektor Ke-VII dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jumat (20/3) di kampus Sekaran. Kegiatan berlangsung Jumat samapai Minggu (20-22/3).

Ke depan, kata Prof Djoko kalau dikembang nanti tidak hanya sebagai olahraga rekreasi dalam kependidikan , tapi bisa menjadi salah satu olahraga prestasi di Indonesia pada khususnya dan berbagai iven di manca negara.

“Unnes harus buat program yang terencana dengan baik bagaimana mempiarkan mensosialisasikan sampai dengan bagaimana agar bisa dimainkan lapisan masyarakat,” kata Prof Djoko.

Hal yang paling gampang dilakukan yakni kerjasama dengan masing-masing perguruan tinggi yang ada didaerah toh peralatan dan lapangannya tidak perlu yang mahal-mahal sehingga tidak menjadi kendala, imbaunya.

Pemenang

Pertandingan diakhiri dengan pertandingan beregu putra antara Pengadilan Tinggi Agama melawan Lintang Trenggono yang dimenangkan oleh tim Pengadilan Tinggi Agama dengan skor 2 : 1. Sehingga Pengadilan Tinggi Agama memboyong piala bergilir.

Sedangkan pemenang cabang lainnya yakni Ganda perorangan 50+ keluar sebagai juara I dipasangan Jarot/Sugeng (lintang Trenggono) 2 : 0, Juara II pasangan Warno/Suparman (Dinpora), juara III bersama Supriyo/Edi (Demak Kota).

Ganda Putri 30+ juara I Rita/Eny (Dinpora), juara II Dr Wahyu/Titik (Semarang), Juara III Ani Lutfiah/Siti Wulan.

Ganda Putri Perorangan 30- juara I Alif/ Ima (Unnes 1), juara II Aulia/Fatima (Smart), juara III Mutiara/Finandya (UNY).

Tingkat SD, juara I pasangan Fauza R/M Abid (SD Isriyati) skor 2:0, juara II Abriyanto/Doffa (SD IT Assalam), juara III Hasfi/Hoga (SD Almadina).

Sumber: Unnes.aciid

Sunday, 22 March 2015

Menjaga Semangat Leluhur Melalui Ziarah

Keluarga besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) berziarah ke makam Dewan Presidium dan sesepuh Unnes yang telah wafat, Minggu (22/3).


Pagi hari, rombongan bertolak dari Semarang ke ke makam rektor pertama IKIP Negeri Semarang Prof Wuryanto di Astana Bibis Luhur, Mojongo, Surakarta. Ziarah dilanjutkan ke makam Drs Moenadi di Makam Pahlawan Surakarta.


Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, ziarah bukan semata aktivitas fisik. Baginya ziarah adalah ikhtiar mengenang dan menghormati leluhur.

“Mereka orang-orang yang memiliki jasa besar meletakkan fondasi universitas sehingga Unnes bisa besar seperti saat ini,” katanya.


Prof Wuryanto, lanjut Rektor, memiliki kecemerlangan ketika mendirikan kampus IKIP Semarang di Kelud. Dia punya obesesi menjadikan Unnes langsung besar, melahirkan guru-guru cerdas dan bermartabat.


“Beliau menginginkan setiap guru berperilaku mulia. Selain itu, beliau ingin alumni IKIP Negeri Semarang cerdas dan berwawasan luas,” kenangnya.


Adapun Mayjen Moenadi, lanjutnya, telah berjasa merealisasikan IKIP Negeri Semarang dari lembaga yang sebelumnya bernama IKIP Yogyakarta Cabang Semarang.


“Dari beliau kita berterima kasih sekaligus belajar banyak. Tugas kita saat ini adalah mewujudkan cita-cita mereka yang belum sempat terlaksana,” pungkas Rektor.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1B1xvlv

via IFTTT

Saturday, 21 March 2015

English for Executives Kembali Bergulir

Setelah beberapa hari absen, kini pelatihan bahasa inggris untuk para pejabat Universitas Negeri Semarang kembali bergulir.


Pelatihan yang diselenggarakan oleh International Office Unnes ini diikuti pejabat di lingkungan Unnes (Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, dan Kepala Lembaga) diadakan setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 7 sampai 8.30 pagi rektorat kampus Sekaran.


Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum sela sela pelatihan mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris para pejabat di Unnes. Selain itu, juga sebagai salah satu untuk menyukseskan misi universitas menjadi universitas konservasi bertaraf internasional pada 2020, Selasa (17/3).


Koordinator pelatihan Agung Nugroho menyampaikan, pelatihan yang diselenggarakan dua kali dalam satu minggu ini menghadirkan pelaih dari luar dan dalam negeri diantaranya Monika dari Lithuania dan Maria Lackovickova (Slovakia).


Kemudian, Girindra Putri lulusan dari Inggris, Kunto Nurcahyoko (Ohio Amerika), dan Agung Nugroho (Australia).


Mereka saling bahu membahu memberi pelatihan bahasa Inggris yang berstandar Internasional bagi para pejabat tersebut, jelas Agung.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1LD4oiQ

via IFTTT

Menwa Unnes Raih Juara II dan III Lari 11 K Tingkat Nasional

Resimen mahasiswa (Menwa) Universitas Negeri Semarang meraih juara II, III dan harapan I dalam Lomba lari 11 K Solo Open Tingkat Nasional.


Menwa Unnes harus puas dibawah menwa Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang sebagai juara pertama.


Siti Insaroh humas menwa unnes menyampaikan, lomba yang diselenggarakan oleh Univesitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dalam rangka dies Natalis ke XXXIX itu dibagi menjadi beberapa kategori yaitu umum, pelajar, Menwa, dan TNI/POLRI Minggu (15/3) di Solo.


“Tim kami sudah berusaha yang terbaik, tapi masih unggul dengan tim dari Unissula hanya terpaut satu menitan dari juara pertama,” kata Siti.


Siti menjelaskan, juara I dari Unissula dengan catatan waktu 43.36, juara II dan III dari Unnes diraih oleh Ahmad Muna Nur Aziz dan Dwi Triswanto dengan catatan waktu (44.31 dan 45.58).

Selain itu meraih juara II dan III, Menwa Unnes atas nama Amir Mustofa juga menambah prestasi sebagai juara harapan I dengan catatan waktu 46.43.


Siti menambahkan, saat lari berlangsung pada medannya beraspal banyak kendaraan berlalu lalang sehingga peserta kurang bebas. Selain itu juga ada yang naik, turun, dan mendatar.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/19FO3cr

via IFTTT

Friday, 20 March 2015

Peningkatan Mutu Pendidikan Berdasar Sistem

Upaya memperbaiki mutu pendidikan harus dilakukan menggunakan

pendekatan sistem. Karena itu, setiap komponen harus memahami dan

berkomitmen pada mutu.


“Standar pendidikan juga perlu direalisasikan pada tingkat kota.

Evaluasi secara menyeluruh juga diperlukan, pada bagian mana komponen pendidikan itu tak berjalan optimal dan tak memenuhi target dan batas waktu,” kata pakar pendidikan Universitas Negeri Semarang Prof Mungin Edy Wibowo, dalam Focus Group Discussion (FGD) “Meningkatkan Mutu Pendidikan di Semarang” di kampus Sekaran, Selasa (17/3).


Kegiatan dibuka oleh Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Prof Mungin hadir sebagai pembicara bersama Ketua Dewan Pendidikan

Kota Prof Rasdi Ekosiswoyo, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unnes Prof Totok Sumaryanto, Ketua Komisi D DPRD Kota Laser Narindo, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin.


Diskusi dimoderatori oleh Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Unnes Prof Tri Marhaeni Pudji Astuti.


Bunyamin menyatakan, tingginya minat masyarakat menengah ke bawah

untuk tinggal di Kota Semarang merupakan salah satu faktor penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Semarang kedatangan penduduk urban setiap waktu. Masalahnya, pendatang yang tergolong menengah ke bawah tidak secara serius memikirkan pendidikan. Ini yang menghambat peningkatan mutu pendidikan di Semarang,” ujarnya.


Bunyamin memastikan masih banyak anak yang juga tak dapat sekolah

karena keluarganya tidak memiliki syarat administratif kependudukan.


“Ada yang tak bisa sekolah karena keluarganya tak punya KK (kartu

keluarga),” jelasnya.


Kendala lain, hingga saat ini masyarakat masih memilih sekolah negeri. “Padahal di kota ini banyak sekolah swasta yang baik mutunya,” kata dia.


Meski begitu, ia mengapresiasi berbagai prestasi yang ditorehkan

para pelajar.


Berdasar data yang dihimpun dinas pada 2014, Semarang

merupakan kota terbanyak yang mengikuti berbagai kompetisi, baik

nasional maupun internasional, yakni sebanyak 86 kompetisi.


Sementara Prof Rasdi menilai guru sudah seyogianya menjadi yang

terdepan dalam mengatasi permasalahan pendidikan. “Semuanya bertumpu

pada guru. Karena itu guru dalam nyambut gawe kudu peng-pengan.


Jadi, kalau sudah tersertifikasi jangan melempem dan berhenti belajar,” kata Rektor Unnes 1994-2002 ini.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1BW0ObT

via IFTTT

Semalam, Motor Beat Hitam AD 2190 UR Hilang di PKMU Unnes

 
Terlihat beberapa motor terparkir di halaman gedung UKM Pusat Universitas Negeri Semarang. foto dari : unnes.net


sekitarunnes.com, UNNES SEMARANG - (19/3) Semalam sekitar pukul 21.00 WIB telah hilang sepeda motor honda beat berwarna hitam dengan plat nomor polisi AD 2190 UR.

Kabar ini kami terima dari akun twitter @viqiaz  yang menjelaskan kepada tim redaksi sekitarunnes.com

Melalui akun twitternya @viqiaz berkicau "Mohon bantuan min, motor beat hitam AD 2190 UR hilang tadi pukul 21-22 di PKMU Unnes."


Selain itu ada 4 motor juga hampir di curi di PKMU, 3 motor sudah rusak di bagian kuncinya dan satu hilang.

"Ada 4 motor hampir di curi di PKMU, 3 sudah rusak bagian kuncinya dan satu hilang.", imbuh akun @viqiaz dalam penjelasannya.

Para pencuri kendaraan bermotor ini biasanya mengincar mahasiswa yang memarkir kendaraan nya tanpa ditambahi kunci tambahan. Hal ini tidak hanya terjadi kali ini saja, beberapa bulan yang lalu sempat marak pencurian kendaraan sepeda motor yang terjadi di lingkungan kampus yang notabene tempat parkir resmi yang di jaga oleh petugas parkir. Harap berhati-hati dalam memarkir sepeda motor anda.

Tuesday, 17 March 2015

Menristekdikti Apresiasi Prestasi Unnes

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof M Nasir mengapresiasi prestasi Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi LPTK yang paling diminati dalam SNMPTN.


Ia juga mendorong agar Unnes giat mempersiapkan diri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).


Agar visi menjadi PTNBH dapat diwujudkan, katanya, civitas akademika Unnes perlu bekerja keras memenuhi criteria yang ditentukan.


“Salah satunya, akreditasi institusi A dan akreditasi program studi mayoritas A. Selain itu, publikasi di jurnal terakreditasi minimal 300,” katanya dalam pertemuan dengan Pimpinan dan Ketua Senat Unnes di Jakarta.


Dengan status PTNBH, perguruan tinggi memiliki otonomi lebih luas pada bidang akademik dan nonakademik.


Namun, M Nasir mengingatkan bahwa ada sanksi bagi PTNBH yang tidak memenuhi standar kinerja. Salah satu bentuknya adalah downgrade.


Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengungkapkan, pada usianya yang ke-50 tahun, Unnes memiliki sejumlah tantangan.


Selain mewujudkan Unnes menjadi PTNBH, pihaknya berupaya mewujudkan Unnes sebagai pelopor inovasi pendidikan. Oleh karena itu, ia mencanangkan tahun 2015 sebagai tahun inovasi.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1Cp2j44

via IFTTT

Tanam Rumput Laut di Pantura, Unnes-Damandiri Bekerja Sama

Yayasan Damandiri menjajaki kerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk menanam 800 ton rumput laut kabupaten dan kota di pantai utara Jawa Tengah.


Kegiatan ini digagas untuk mengembalikan kesuburan laut Jawa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.


Dalam pertemuan dengan pimpinan Unnes, Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono Suyono mengatakan, kemitraan dengan Unnes dalam pengembangan Posdaya telah menunjukkan hasil baik.


“Sekarang kita programkan penanaman 800 tn bibit rumput laut. Kami akan suplai bibitnya, nanti mahasiswa dan dosen bermitra dengan masyarakat untuk menanam dan memelihara,” katanya, Selasa (17/3) di Jakarta.


Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes Prof Dr Rustono MHum menyambut baik tawaran kerja sama ini.


Menurutnya, gagasan untuk menanam rumput laut selaras dengan semangat Unnes sebagai Universitas Konservasi.


Program tersebut juga diharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar dapat melakukan diversifikasi produk.


Sebelumnya, Unnes dan Yayasan Damandiri telah melaksanakan program kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat melalui program posdaya.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1Cp07cZ

via IFTTT

Dukung Anik Kendal Di D2 Indosiar


Anik - mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), dalam ajang Dangdut Academy 2 Indosiar
Anik Kendal merupakan nama sapaan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), dalam ajang Dangdut Academy 2 Indosiar.

Pada konser launching finalis top 25 Dangdut Academy 2 Indosiar, Anik mendapat kesempatan menjadi finalis 25 besar.

Kesempatan tersebut tak disia-siakan olehnya. Konser yang berlangsung pada 8 Maret 2015 tersebut telah menjadikannya menjadi finalis 20 besar Dangdut Academy 2 Indosiar.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, memberikan apresiasi atas prestasi Anik yang telah lolos masuk 20 besar di ajang Dangdut Academy 2 Indosiar dan mengajak warga Unnes agar mendukung Anik agar dapat tetap bertahan di konser-konser berikutnya sampai masuk babak final dan menjadi juara.

“Mari kita dukung Anik supaya bisa bertahan di panggung megah tersebut. Cara mendukungnya sangtlah mudah, cukup dengan mengirim sms dengan format ketik: DA(spasi)ANIK kirim ke 98888 bagi pengguna Telkomsel, atau ke 7288 untuk pengguna Indosat dan XL. Ayo warga Unnes Kirim sms dukungan sebanyak-banyaknya,” ajak Fathur Rokhman.

via IFTTT

Friday, 13 March 2015

Rektor: Setiap Guru Adalah Pemimpin


Guru memiliki berbagai keterampilan sosial yang diperolehnya selama menempuh pendidikan. Salah satu yang dimiliki adalah keterampilan memimpin. Oleh karena itu, seseorang yang belajar menjadi guru harus siap tampil menjadi pemimpin di masa depan.

Demikian salah satu yang dikatakan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat berbicara pada stadium general di hadapan mahasiswa PGSD Tegal, Jumat (13/3).

“Tidak hanya memimpin kelas, sekolah, atau perguruan tinggi. Anda juga bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang kerja,” kata Rektor.

Di hadapan ratusan mahasiswa PGSD Tegal, profesor sosiolinguistik ini kembali mengajak mahasiswa untuk membuat cita-cita tinggi dalam hidup. Mengutip kalimat Ir Sukarno, ia mengajak mahasiswa untuk menggantungkan cita-citanya di langit.

“Menggantungkan cita-cita di langit berarti membuat cita-cita tertinggi. Jika gagal, Anda akan memperoleh bintang,” katanya.

Untuk mencapai cita-cita demikian, kata Prof Fathur, mahahasiswa perlu percaya diri, bersyukur, dan mengoptimalkan berbagai peluang.

Selain memberikan kuliah umum, Rektor bersama Dekan FIP Prof Dr Fakhrudin dan sejumlah pimpinan fakultas lain menggelar diskusi dengan dosen dan karyawan PGSD Tegal. Sebelumnya, Rektor bersama mahasiswa juga menanam pohon gaharu di halaman kampus.

from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1x1dGia

via IFTTT

Lomba Menyanyi Tunggal, Hafid Zuhdan Juara

Hafid Zuhdan Batiar dari Jurusan Sendratasik meraih juara pertama pada kompetisi menyanyi tunggal dosen dan karyawan dalam rangka Dies Natalis Unnes ke 50 di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) kampus Sekaran Gunungpati.


Hafid menyanyikan lagu “Demi Cinta” yang dipopulerkan oleh Kerispatih. Adapun juara II dimenangkan Imam Adi Nugroho SS MHum membawakan lagu “Kaulah Segalanya” yang dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya. Haryanto menjadi juara III membawakan lagu “Biarlah Bulan Bicara” yang dipopulerkan Broery Marantika. Keduanya dari Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAAKK).


Ketua juri, Eko Raharjo MHum mengatakan, ketiga kontestan ini memiliki nilai poin yang ketat karena memang mempunyai kualitas baik dalam hal teknik vokal.


“Kriteria yang dinilai tidak hanya materi vokal saja, tapi juga teknik, penguasaan panggung, dan penampilan,” kata Eko.


Kegiatan diikuti 20 orang dari berbagai unit di Unnes. Para juara memperoleh penghargaan trophy dan uang pembinaan.






from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1EhstVo

via IFTTT

Lagi, Unnes Kukuhkan Tiga Profesor

Dalam kurun waktu satu minggu Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali mengukuhkan tiga orang putra terbaik menjadi Profesor, Kamis (12/3) di kampus Sekaran. Sebelumnya, Selasa (10/3) Unnes juga telah mengukuhkan putra terbaiknya menjadi profesor.

Kali ini Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengukuhkan Prof Dr Sudarman MPd dari Fakultas Teknik, Prof Dr Ir Amin Retnoningsih Msi, dan Prof Dr Sarwi Msi keduanya dari Fakukultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Prof Fathur mengatakan, dengan terwujudnya masyarakat ekonomi ASEAN, lembaga pendidikan tinggi di Indonesia dituntut tidak sekadar mampu bersaing dalam skala nasional, tapi juga dalam skala regional bahkan internasional.

“Unnes memiliki komitmen yang kuat guna mewujudkan menghasilkan lulusan yang kompeten dibidangnya, profesional, berkarakter, berwawasan konservasi, dan memiliki daya saing tinggi,” kata Prof Prof Fathur.

Untuk itu, kata Prof Fathur, peran para profesor menjadi sangat penting sebagai pembaharu dan pencipta inovasi yang unggul melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

from Universitas Negeri Semarang http://ift.tt/1NSFYQR