Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Tuesday, 27 January 2015

#KisahNyata Besarnya Pengorbanan Orang Tua Untuk Anak

sekitarunnes.com - Pengorbanan ? Apasih pengorbanan itu ? Menurut aku pribadi pengorbanan adalah semua usaha yang dilakukan tanpa mengenal lelah dan tak berharap pembalasan. Yahhh ini sih menurut aku ya, nggak tau kalau menurut kalian.
     
Yahh disini aku ingin bercerita sedikit sih mengenai betapa besarnya pengorbanan orang tua kepada anaknya. Yang namanya orang tua pasti menyayangi anaknya dan rela mengorbankan semuanya untuk anak yang mereka sayangi. Tapi orang tua menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya itu beda-beda, ada yang memanjakan anaknya, ada juga yang mendidik anaknya dengan keras supaya anaknya kelak menjadi anak yang mandiri. Mungkin kalian tak pernah menyadari betapa besarnya pengorbanan orang tua yang dilakukan untuk kalian hingga saat ini, yah mungkin sampai kalian lulus sekolah ataupun lulus kuliah. Orang tua kalian rela menunda keinginannya karna mereka lebih memilih untuk membahagiakan anaknya. Misalnya saat Lebaran ada orang tua yang rela tidak membeli baju baru asalkan anaknya bisa membeli baju baru supaya tidak diejek teman-temannya, yah namanya orang tua ya nggak rela bila liat anaknya sedih. Dan ada juga orang tua yang rela memakai baju yang sobek-sobek dan tak layak pakai asalkan anaknya tetap berpakaian yang pantas jangan sampai anaknya juga berpakaian seperti mereka. Tapi kebanyakan anak tak pernah menyadarinya, misalnya ada anak yang maksa-maksa orang tuanya minta dibeliin motor ninja kalau nggak dibeliin mogok buat masuk sekolah tapi si anak nggak melihat kemampuan orang tuanya padahal bapaknya hanya bekerja sebagai buruh tani dan ibunya hanya ibu rumah tangga. Bisa dibayangkan berapa besar sih upah buruh tani itu, sedangkan anaknya maksa minta dieliin motor ninja yang tau sendiri lah berapa duit yang harus dikeluarkan untuk beli motor, seorang buruh tani aja bersyukur udah bisa makan tiap harinya dan bisa membiayai sekolah anaknya sampai SMA, tetapi si anak tak pernah menyadarinya. Nah kejadian ini nyata terjadi, si anak benar-benar mogok nggak mau sekolah beberapa hari sehingga orang tuanya dipanggil ke sekolah, dan si bapak menjelaskan kepada guru sekolahnya alasan kenapa anak itu mogok sekolah, dan dari cerita si bapak itu membuat guru disekolahnya prihatin dengan kelakuan si anak yang tak pernah bisa mengerti keadaan orang padahal disini orang tua rela sekali mengorbankan semuanya bahkan nyawapun rela dikorbankannya demi membahagiakan anaknya.
 
     Dan ada lagi, aku pernah melihat bapak-bapak yahh udah lumayan tua sih.. Bapak itu pergi ke counter hp bersama anak perempuannya karna anaknya minta dibeliin hp baru, dan yang aku tau bapak itu membayar hp nya dengan uang lembaran sepuluh ribu seharga hp yang diinginkan anaknya itu. yahh sedikit terharu sih liat bapak-bapak yang bisa dikatakan udah tua itu membelikan hp anaknya dengan uang lembaran sepuluh ribu itu, yah mungkin dari upah tiap hari yang ditabung dan uang itu dipakai untuk membelikan apa yang diinginkan anaknya dan menunda untuk membeli apa yang mereka inginkan karna bagi orang tua anak adalah yang utama.
 
     Dan terkadang aku nggak habis pikir sama anak-anak yang suka memaksa orang tuanya untuk menuruti semua kebutuhan dan mengancam ingin bunuh diri atau apalah bila keinginannya tak diturutin.
 
     Kebanyakan anak memang tak menyadari betapa besarnya pengorbanan orang tuanya yang rela melakukan apa saja demi anaknya, yang mungkin rela kerja banting tulang siang malam untuk mencukupi kebutuhan anaknya. Terkadang juga ada pula anak yang marah-marah dan ngambek pada orang tuanya karna keinginan mereka tak diturutin. Padahal ya, setau aku kalau orang tua mampu pasti semua keinginan anaknya diturutin karna anak adalah yang utama. Disini aku hanya menyarankan pada kalian jika kalian ingin sesuatu dan orang tidak bisa memenuhinya saat itu, sabar saja dulu jangan terus marah-marah dan ngambek pada orang tua kalian dan lihat dulu keadaan orang tua kalian apakah mampu tidak memenuhi keinginan yang kalian mau itu. Karna orang tua akan memberikan semua yang kalian inginkan bila mereka mampu, besar pengorbanan orang tua yang mereka lakukan untuk anaknya tetapi betapa sadisnya kita yang tak bisa memahami betapa besar pengorbanan mereka untuk kita. Dan saran aku juga jangan nuntut yang aneh-aneh pada orang tua yahh,karna itu menambah beban pikiran orang tua kalian padahal orang tua kalian uadah banyak sekali pikiran yang kalian tak tau dan kalau bisa jangan membuat mereka kecewa dengan diri kalian buatlah mereka bangga dengan apa yang kalian lakukan. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. :)
 
Penulis :

Saturday, 2 August 2014

Dicari…! Rektor yang Memakmurkan Masjid. Adakah?

Suasana jelang Pemilihan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) sudah mulai terasa. Yang paling bisa kita rasakan dan kita lihat adalah sudah mulai terpampang spanduk yang mengabarkan tanggal (timeline) proses pemilihan rektor sejak beberapa waktu yang lalu.

Namun ada hal yang unik dan menarik manakala saya hendak shalat Jum’at di masjid kampus Unnes, MUA (Masjid Ulul Albab) pada tanggal 13 Juni 2014.

Ketika melewati depan masjid (pinggir jalan Taman Siswa) terpampang spanduk bertuliskan “Dicari…! Rektor yang Memakmurkan Masjid”.

 
Spanduk yang dibuat dan dipasang oleh Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) ini menunjukkan besarnya harapan kami (mahasiswa muslim) memiliki rektor yang tidak sekadar handal dalam mengelola kampus, tetapi juga sekaligus memiliki ghirah untuk memakmurkan masjid-masjid di lingkungan kampus.

Semoga rektor yang dimaksud dalam spanduk bisa segera ditemukan.
aamiin…

#BacktoMasjid

Sumber: pujiantoalbandary.wordpress.com

Friday, 18 July 2014

Penelitian: Respon Mahasiswa Unnes Terhadap Hasil Belajarnya Sesaat Setelah Pengumuman Yudisium

Berikut ini kami persembahkan hasil penelitian dari Badan Litbang redaksi sekitarunnes.com.
Penelitian dengan judul: Respon Mahasiswa Unnes Terhadap Hasil Belajarnya Sesaat Setelah Pengumuman Yudisium.

LATAR BELAKANG
Banyak diantara kita kepo ingin mengetahui seperti apa sih respon mahasiswa setelah melihat nilai semesterannya

TUJUAN 
Iseng ajah

METODE
Memantau respon follower @SekitarUnnes setelah diumumkannya yudisium semester genap 2013/2014

PENGOLAHAN DATA
Random Absurd Simple Sampling

WAKTU DAN TEMPAT
Sekitar jam 08:00 s.d. 09:10 18 Juli 2014 via twitter

RESPONDEN
Follower @SekitarUnnes

HASIL DAN PEMBAHASAN
Data survey didapatkan setelah peneliti memantau respon follower @SekitarUnnes melalui situs twitter setelah diumumkannya yudisium semester genap 2013/2014 mulai jam 08:00 s.d. 09:10 tertanggal 18 Juli 2014.

Indikator dari respon, peneliti tentukan menjadi:
1. Bersyukur/Senang/Menerima
2. Bersedih/Kecewa/Menghujat
3. Bingung/Respon GaJe

Dari data yang telah terkumpul, peneliti menggunakan indikator respon tersebut untuk menunjukkan respon mahasiswa terhadap hasil belajarnya sesaat setelah pengumuman yudisium.

Jadi dari indikator respon tersebut, bisa digolongkan untuk indikator poin 1 bersifat positif. Indikator poin 2 bersifat negatif, dan indikator poin 3 bersifat gak jelas.

Ngerti nggak? Apa, nggak?! Santai, gue juga nggak.

Berikut gambar yang menunjukkan contoh beberapa indikator respon yang telah digolongkan,


Dari gambar diatas, dapat diketahui variasi respon dari responden terhadap hasil belajarnya sesaat setelah pengumuman yudisium.

Dari data tersebut lalu dihitung persentase indikator respon dari poin 1-3, hasil perhitungan dapat dilihat pada gambar berikut,



Dari persentase di atas diketahui bahwa indikator respon “Bersyukur/Senang/Menerima” mendapat respon paling tinggi yaitu sebesar 43%. Dari persentase tersebut, dapat dikatakan bahwa responden masih waras masih bisa bersyukur tetep menerima apapun keadaannya yg jelas enggak su’udzon dulu ama dosen. Alhamdulillah. *Ciumin satu-satu

Indikator respon “Bersedih/Kecewa/Menghujat” mendapat persentase sebesar 37%. Tidak bisa dipungkiri memang kecewa dan sedih sudah barang tentu berkecambuk di batin responden apabila melihat hasil belajarnya selama 1 semester ternyata tidak sesuai harapan. Apalagi dg menghujat itu tidak menyelesaikan masalah sob, Ingat! IPK tetep penting, tapi bukan yg utama *Twit bijak

Sadarilah bahwa, Nilai Yudisium jelek, tdk slalu krn mahasiswa yg tdk bisa menjawab soal ujian, bisa jd dikarenakan dosen yg g ngerti sama jawaban mahasiswa-nya .

Lihat kutipan dari Prof. Yohanes Surya berikut,

"Tdk ada manusia yg terlahir bodoh, mereka cuma tdk beruntung mndapat guru yg baik." (Yohanes Surya) So, kl nilai Yudisium mu jelek? maka? *Udahlah abaikan

Indikator selanjutnya adalah “Bingung/Respon GaJe” mendapatkan persentase sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada responden yang memiliki respon yang emang bener-bener gak jelas.

Ada yang merespon hasil belajarnya dengan bernyanyi *ah suaranya

Ada juga yang merespon dengan respon “deg-degan kayak mau ijab kabul *mungkin responden udah pernah dilamar kali

KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masih ada responden yang merespon dengan bersyukur tetap menerima apapun yang telah diberi. *Alhamdulillah

Memang tidak bisa dipungkiri kecewa dan sedih pasti akan selalu ada, jadi wajar juga kalo ada responden yang kecewa sedih bahkan menghujat

Saran dari peneliti untuk responden poin ke 2 ini adalah

Sadarilah bahwa, Nilai Yudisium jelek, tdk selalu karena mahasiswa yg tdk bisa menjawab soal ujian, bisa jd dikarenakan dosen yg g ngerti sama jawaban mahasiswa-nya . *Kata Bijak

Dan untuk responden dengan respon Bingung dan GaJe teruskan karena kalian akan jadi pembeda.

SARAN
Sadarilah bahwa, Nilai Yudisium jelek, tdk slalu krn mahasiswa yg tdk bisa menjawab soal ujian, bisa jd dikarenakan dosen yg g ngerti sama jawaban mahasiswa-nya.

Lihat kutipan dari Prof. Yohanes Surya berikut,

"Tdk ada manusia yg terlahir bodoh, mereka cuma tdk beruntung mndapat guru yg baik." (Yohanes Surya)

So, kl nilai Yudisium mu jelek? maka? *Udahlah abaikan

Kurang lebih begitu hasil penelitiannya, Intinya Manusia nggak ada yang sempurna, karena yang sempurna hanya milik Allah SWT dan Andra and The Backbond.

[TAMAT]

Sunday, 4 May 2014

YKS di Semarang, Rumput Rp 2,4 Miliar Simpanglima Rusak Parah


HUT Kota Semarang tak pernah lekang dari kehadiran stasiun TV. Terakhir, nanti malam plus Minggu malam besok, ada Trans TV yang berniat menggelar acara Yuk Keep Smile (YKS). Sebuah tradisi yang merusak lapangan Simpanglima. Padahal rumput di lapangan itu pernah dipermak dengan biaya Rp 2,4 miliar pada 2011, memakai duit rakyat.

Pada 2011, tepatnya hari Rabu 13 April, Walikota Soemarmo (yang kini masih mendekam di penjara setelah tertangkap KPK dalam kasus korupsi) memerintahkan agar lapangan Simpanglima haram bagi pertunjukan musik, konser, kampanye pemilu, atau tontonan yang mengundang ribuan orang. Ribuan orang ini diperkirakan biang kerok rusaknya rumput di lapangan tersebut, selain oleh roda-roda truk yang memasuki lapangan untuk mengangkut perkakas panggung. Lapangan yang – oleh walikota sendiri dibatasi — hanya boleh untuk acara-acara kenegaraan, misalnya upacara 17 Agustus.

Belum genap sebulan Soemarmo mengeluarkan titah, pada 3 Mei 2011 dia malah ikutan main di Opera van Java Trans7! Ya, sebuah inkonsistensi yang kemudian menjadi ‘tradisi perusakan Simpanglima’, sebab pada tahun-tahun setelah OvJ 2011 itu jantung Kota Semarang ini kembali menjadi tempat pertunjukan besar yang merusak asset penting milik Kota Semarang.

Pada 28 April 2012, rumput Simpanglima juga kembali diinjak-injak kaki puluhan ribu orang dan ditancapi besi-besi panggung oleh stasiun TV berbeda. Kali ini MNCTV, dengan pergelaran musik akbar “MNCTV Festival Semarang”. Rumput hijau dan segar yang bila dilihat dari lantai tertinggi Hotel Ciputra tampak ranum itu berubah menjadi sawah karena hujan mengguyur dan injakan kaki tak ubahnya satu paket yang memorakporandakan rumput serta elemennya senilai lebih dari 2 miliar rupiah!

Lebih gila lagi pada 2013. Dua stasiun TV melata di Semarang seakan kota ini segumpal gula dimana TV-TV adalah semutnya. MNCTV kembali hadir (April 2013), turut membuntuti di belakangnya Trans7 (Mei 2013) dengan acara berbeda-beda, tapi kaitannya sama: HUT Kota Semarang ke-466. Seperti tahun sebelumnya, MNCTV menggeber “MNCTV Festival Semarang”, Trans7 dengan OvJ.

MNCTV menampilkan Changcuter, D’Masiv, Lyla, Zigas, Vikcy Shu, Cakra Khan, Inul Daratista, Zaskia Gotik, Didi Kempot, Iis Dahlia, Budi Doremi, Endank Soekamti, dan masih banyak lagi. Bayangkan dahsyatnya. Belum sebulan –ketika Simpanglima sedang diperbaiki atas protes keras Komisi C DPRD Kota Semarang gara-gara Simpanglima rusak – datanglah Trans7 dengan Opera van Java!

Hari ini, serta besok, Simpanglima menjadi hutan panggung dan tenda warna putih, dengan mobil-mobil berat di sepanjang lingkaran lapangan tersebut, termasuk OB van Trans TV. Jika hujan, bisa dipastikan lapangan akan berubah menjadi sawah, ditambah sampah yang pada pagi hari besok terkumpul sekian ton. Belum lagi kerusakan untuk Minggu malam dan sampah sekian ton lagi pada Senin pagi lusa.

Terbetik berita, Pemkot Semarang menjamin kerusakan rumput Simpanglima dan pedestrian di sekeliling lapangan tersebut diatasi oleh pihak sponsor. Beberapa kali kerusakan telah diperbaiki, masing-masing dengan dana Rp 15 juta per perbaikan.

Namun, esensinya bukan itu. Substansinya adalah: telah terjadi inkonsistensi peraturan walikota hanya untuk mengejar beaya sewa Simpanglima yang berkisar Rp 200 juta sekali pakai. Berarti kalau dua malam YKS berada di sana beaya yang bisa memasuki kantong pemkot bisa mencapai Rp 400 juta. Selain itu, dengan ditayangkan di TV, gengsi Semarang menjadi naik.

Semuanya untung. Pemkot Semarang untung, pihak TV untung, sponsor juga untung. Nah, siapa yang rugi: lagi-lagi rakyat, sebab rakyat kehilangan area publik untuk rekreasi murah di pagi dan sore hari. Konser musik dan tontonan semu merampas hak warga untuk menghirup udara sehat!

Penulis: Arief Firhanusa
Sumber: Kompasiana.com

Thursday, 1 May 2014

Keluhan Dari Mahasiswa Untuk Dosen Yang Susah Ditemui dan Sok Sibuk

SEKITARUNNES.COM, UNNES SEMARANG - Rasa-rasanya memang bertolak belakang dengan salah satu kutipan yang pernah tertulis di halaman website resmi Unnes (unnes.ac.id) jika melihat kasus yang dialamin salah satu mahasiswa jurusan pendidikan biologi unnes ini.

 
"Sudah jadi tugas dosen untuk melayani mahasiswa. Everytime, everywhare. Dua puluh empat jam!" - Prof. Dr. Rasdi Ekosiswoyo, M.Sc. - Profesor Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), mantan Rektor IKIP Semarang (Unnes)

Dilansir dari situs akademik unnes (akademik.unnes.ac.id) melalui halaman suara warga unnes, salah satu mahasiswa unnes bernama Nurul Chasanah Hidayati menuliskan keluhannya tentang Dosen pembimbing yang susah ditemui dan sok sibuk.

"Apa yg mesti saya lakukan terhadap dosbing skripsi yg PHP?? ini PHP tingkat akut. Sudah hampir setahun saya mengurus proposal, produk dan instrumen tapi sampai saat ini belum seminar proposal skripsi. Bukan saya yg malas, dosen saya entah sibuk apa. Berbulan2 saya tidak dibimbing, padahal tiap hari saya temui ke kantor jurusan. Saya ngampus tiap hari selama berbulan2 hanya untuk menunggu dosen yg akan menjawab "belum" saat saya tanyakan tentang berkas saya. Saya sudah berusaha melaporkan ke kaprodi pendidikan biologi, sudah ditegur beliau juga akan tetapi sang dosen yg berinisial EP masih saya belum sadar. Apakah saya harus menunggu dosen tersebut setiap hari sampai habis masa 14 semester? Saya bukan kasihan terhadap diri saya, saya hanya sungkan terhadap bapak dan ibuk saya yg harus menyianyiakan rezekinya hanya untuk menambah biaya semester yg aku gunakan dengan menunggu dosen. Apakah misal saya laporan ke kemahasiswaan atau ke akademik bisa membantu??", jelasnya pada halaman suara warga unnes.

Memang tidak menutup kemungkinan ada oknum dosen yang begini adanya.

Dan berikut ini tanggapan dari operator website akademik unnes:

"Kami sarankan diselesaikan melalui Fakultas (temui Kabag. TU Fakultas Sdr) atau melalui Ketua Jurusan Sdr, sebaiknya dirembug dengan rasa nyaman pada waktu yang tepat, bersama-sama.", tegas Suwardi.


Bagaimana menurut Anda? 

Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk bagaimana menyikapi hal-hal yang terjadi seperti ini.

Thursday, 27 February 2014

Opini Tentang Rok Mini


Soal tentang rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri berada dalam dilema yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum pernah memakai rok mini. 

Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur. Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:

1. "Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya atau kami boleh menikmati paha mbak?"

2. "Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalau kami melihatnya?"

3. "Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga dilihati?"

Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar ilmiah untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai saat ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok mini tersebut dengan diam-diam, dengan "etika" yang saya karang sendiri agar tidak berdampak sosial yang buruk.

Ada yang bilang ini soal iman. Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya kira setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul pikiran bukan- bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai rok mini atau celana pendek sekali di tempat umum. Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rok mini, daya tariknya sungguh sering melewati daya tangkal iman.

Kalau ada yang bilang "Pikiran situ saja yang jorok", duh, ingin sekali saya jawab "Saya sudah susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat".

Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang
lain.

Contohnya merokok. Saya yakin itu adalah hak. Tidak seorangpun kecuali keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh melarang orang untuk merokok. Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itu jadi tidak aman untuk orang lain. "Tolong ya mas, merokoknya di ruang merokok, atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup oleh saya". Gimana kalau perokok menjawab, "Ya situ saja jangan hirup asap saya kalau memang
tidak suka bau asap". Kira-kira Anda mau langsung mengajak adu hantam tidak?

Mamainkan musik adalah hak. Tetapi ketika bertetangga, genjrang-genjreng di jam dua pagi di depan rumah orang, kira-kira akan membuat tidur orang terganggu tidak? Gimana kalau ketika ditegur si penggitar menjawab "Tolong ya Bu, kalau memang tidak suka dengan suara gitar saya, ibu jangan dengerin suaranya, gitar- gitar saya kok ibu yang repot". Kira-kira si ibu akan melempar sandal atau tidak? Kalau bermainnya di dalam kamarnya sendiri, di studio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain. Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant. di rumah, rok mini akan menjadi sangat asik. Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi di kamar,
tidak pakai rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget Dan, semua orang akan merasa happy dan dijamin aman.

Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, di jalanan … duuuh biyung, please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman. Karena nafsu dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya meledak tanpa melukai Anda. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki yang sedang sakit parah jiwanya dan tak tau tempat? Pemerkosa adalah orang yang sedang sakit jiwanya.

Dan kata orang tua, mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati. Mengobati mereka tetap harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain,
berapapun biaya material dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka di penjara seumur hidup. Tapi sambil mengobati, akan lebih
cerdas, mudah, dan murah kalau kita semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak menggunakan rok mini di tempat umum. Masih banyak pilihan busana
yang lain, yang tetap menarik (tanpa menggoda) danpantas.

Cara ini pasti lebih murah sebelum ada yang menjadi korban lelaki sakit jiwa. kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan pengenanya.

Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalu mengagumi perempuan. Dalam teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion. Karena itu, benang dililit-lilit pun ke beberapa bagian tubuh, sudah seperti keindahan yang menyeluruh.

Perempuan juga sangat ekspresif. Mereka suka bicara, suka berdandan, suka menunjukkan" keindahan dirinya. Itu memang kodratnya. Dan sedikit ini komentar lelaki.

Kami- kami ini juga sangat ekspresif. Tapi berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri. Tapi langsung bertindak. Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali. Tetapi sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi. Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadi bisa bukan karena niat pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan.

Semoga kita semua aman dan selamat. di manapun berada. Aamiin


Sumber: https://www.facebook.com/jmglay

Thursday, 16 January 2014

#DialogKebangsaan dari BEMKM UNNES


Senin, 13 Januari 2014 kemarin di Auditorium Unnes pkl 12.30 WIB terselenggara #DialogKebangsaan dari BEMKM UNNES yang mendatangkan beberapa tokoh. Diantaranya adalah Anis Mata, Wiranto, Sutiyoso, Isran Noor, Syahrul Yasin Limpo.

Acara #DialogKebangsaan ini sempat mengalami beberapa masalah perubahan dan pengunduran waktu. Sebagaimana dikutip dari akun twitter @bemkmunnes yang pertama kali mempublish poster di jejaring sosial twitter " #dialogKebangsaan ini Gratis tanpa dipungut biaya apapun!! Terbatas 1500 orang! Buruan daftar." Dialog Kebangsaan ini semula akan dilangsungkan pada hari Jum’at tanggal 20 Desember 2013 di Auditorium Unnes pukul 13.00 WIB. Kemudian diundur sampai akhirnya dilaksanakan pada 13 Januari 2014. Tokoh-tokoh yang diundang juga mengalami perubahan. Lebih lengkapnya bisa dilihat pada gambar dibawah. 
Klik Spoiler Berikut:
Beberapa komentar mengenai acara #DialogKebangsaan ini juga dilontarkan melalui jejaring sosial twitter sebagaimana dilansir dari akun twitter @AsliUnnes mengatakan "Pencerdasan Politik di Kampus atau Politisi Kampus? Ntahlah yg jelas ini di temukan di @bemkmunnes" 

Memang hal ini mengundang pertanyaan diantara kita, apakah ada misi lain selain #DialogKebangsaan? Entahlah.

Berikut ini beberapa foto yang ada di sekitar unnes pada saat acara #DialogKebangsaan :


Monday, 30 December 2013

[Opini] Transportasi Kampus UNNES

Sejak di berlakukannya kebijakan bebas kendaraan bermotor di kampus UNNES pada tanggal 2 Januari 2013 dengan slogannya yaitu:

”Di Kampus : Jalan Kaki atau Bersepeda, Yuk!”

Kampus  Konservasi UNNES sudah menyediakan fasilitas transportasi di sekitar yang menghubungkan fakultas satu dengan fakultas lain yakni Bus UNNES dengan jumlah total 4 unit.



Transportasi ini sebagai alternatif  jika ada beberapa faktor yang tidak memungkinkan mahasiswa itu sendiri untuk berjalan kaki seperti di karenakan jarak fakultasnya jauh dari tempat parkir atau yang lainnya. Karena kebijakan tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk mengarahkan mahasiswa agar bersepeda dan berjalan kaki untuk mengurangi polusi disekitar kawasan kampus dan juga untuk hidup sehat. Namun fasilitasnya belum maksimal seperti Bus kampus yang sudah mulai di biasakan kepada mahasiswa fasilitasnya kurang, sepereti AC yang rusak dan kapasitasnya yang kurang memadahi, tidak seimbang dengan jumlah mahasiswa yang ada. Mungkin lebih baik jika busnya diganti dengan bus yang memungkinkan kuotanya lebih banyak dan penumpang yang berdiri juga nyaman, atau mungkin mengubah desain tempat duduk bus UNNES dengan desain dalam bus Trans Semarang yang menyediakan kuota yang lebih banyak dengan desain kursi yang sedemikian rupa  dan memberika tepat untuk berpegangan kepada penumpang yang berdiri.

Desain Tepat Duduk Bus Trans Semarang
Desain dalam bus yang menyediakan pegangan bagi penumpang yang berdiri

Mungkin desain bus UNNES bisa diubah desainnya mirip dengan bus trans namun busnya tetap. Hal tersebut dapat menambah banyaknya kuota yang bisa masuk dalam bus dan keamanan pun lebih terjamin karena bagi penumpang bus yang berdiri mereka memiliki pegangan di dalam bus jadi ini mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan di dalam bus seperti terjatuh yang di karenakan tidak ada pegangan dalam bus. Tidak hanya itu kami juga mengharapkan jika fasilitas busnya di perbaiki sepertiAC bus yang bocor dan rusak agar segera diperbaiki serta menyamakan fasilitas satu bus dengan bus yang lain karena dalam pengamatan saya fasilitas bus satu dan lainnya sangat jauh berbeda seprti kualitas AC nya atau fasilitas tambahan seperti TV ataupu yang lain. Ada bus yang fasilitasnya sangat menghawatirkan alias parah jadi lebih baik jika seua Bus Fasilitasnya di samakan. Jadi harapan kami hanyalah mendapatkan fasilitas kampus yang semaksimal mungkin.

Sumber: Blog Firda Rahmawati Putri Mahasiswa Teknik Sipil Unnes.