Thursday, 10 September 2015

Gagas Tes Narkoba, Rektor Unnes Terima Penghargaan dari Menpora

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menerima penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia dalam Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Rabu (9/9) kemarin.

Penghargaan diberikan karena Prof Fathur dinilai memiliki komitmen dalam pengembangan karakter kepemudaan, terutama karena gagasannya menyelenggarakan tes narkoba bagi seluruh mahasiswa baru Unnes.

Sebagaimana diketahui, tes narkoba dilakukan Unnes kepada seluruh mahasiswa baru Unnes. Hasilnya, lebih dari 6.000 mahasiswa dinyatakan negatif narkoba.

“Pembinaan karakter mahasiswa Unnes dilakukan sedini mungkin. Itu antara lain dilakukan dengan menghindarkan mahasiswa baru dari hal-hal negatif seperti narkoba,” katanya.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 8 September 2015

Jadi Mahasiswa Harus diatas Standar Baik


Menjadi mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) harus diatas standar baik. Jika kurang dari standar maka belajarnya perlu ditingkatkan lagi.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan itu saat menerima kembali lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan, Selasa (8/9) di rektorat kampus Sekaran Gunungpati.

Menurut Prof Fathur, standar baik untuk itu diantaranya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,0 dan lulus tepat waktu. Untuk tingkat Sarjana (S1) delapan semester. Selain berstandar, juga berkarakter yang diperoleh dari masyarakat keilmuan dan profesi.

Prof Fathur berpesan kepada kelima mahasiswa itu, pengalaman dan ilmu yang diperoleh saat KKN mohon ditularkan pada mahasiswa Unnes lain dalam bentuk ceramah, menulis artikel sehingga ilmunya menjadi kekal.

“Ilmu itu hakiki, ilmu itu harus diteladani, dan ilmu itu harus ditulis supaya kekal,” kata Prof Fathur.
Nur Hariris dan Choerul Rahmad mahasiswa KKN menyampaikan, kelima mahasiswa Unnes ber KKN Kebangsaan bergabung 600 mahasiswa se-Indonesia dan Universitas Teknik Malaysia (UTM) selama 30 hari di Riau.

Nur Hariris menceriterakan, kegiatan itu mengusung tema “Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan”. Kegiatan KKN diantaranya Seminar, membuat kanal bloking untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, membuat plangisasi himbauan kebakaran, membuat peraturan desa pencegahan kebakaran hutan dan pembukaan lahan baru.

Kemudian, revegetasi (penghijauan kembali), dan pembentukan MPA (masyarakat peduli api).

from Universitas Negeri Semarang

Monday, 7 September 2015

Video OSMB Unnes 2015

SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - OSMB merupakan singkatan dari Orientasi Studi Mahasiswa Baru yang di selenggarakan di Universitas Negeri Semarang (Unnes). OSMB Unnes di gelar pada 18 Agustus 2015 lalu.

Menurut akun @osmbunnes melalui twitnya, "Banyak kan yg kepo video OSMB, yuk simak link berikut ini buat nonton video paper mob secara penuh, :D"


Untuk tahun ini, Upacara Penerimaan Mahasiswa baru lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Jelas salah satu mahasiswa yang redaksi wawancarai.

Serentak, Empat Fakultas Unnes Gelar Pemilihan Dekan

Sebanyak empat dari delapan fakultas di Universitas Negeri Semarang (Unnes), hari ini, Senin (7/9) serentak menggelar pemilihan dekan periode 2015-2019. Ke empat fakultas tersebut, yaitu Fakultas Teknik (FT), Ilmu Keolahragaan (FIK), Ilmu Sosial (FIS), dan isip), Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Proses pemilihan itu dilaksanakan sesuai dengan surat keputusan Rektor Unnes nomor 18 tahun 2015. Pemilihan dilakukan secara terbuka dipimpin ketua senat fakultas. Setiap anggota senat memberikan 1 suara, sedangkan Rektor 35% total suara.

Dalam pemilihan tersebut, Prof Dr Tandiyo Rahayu MPd berhasil menangguk suara terbanyak dan memenangi pemilihan dekan FIK. Profesor pendidikan olahraga ini meraup 14 dari 25 suara. Dia unggul dari dua calon lainnya, Dr Nasukha MKes 7 suara, dan Drs Tri Rustiadi MKes dengan 4 suara.

Di FT, dosen pendidikan teknik bangunan Dr Nur Qudus MT memperoleh 15 suara, mengungguli Drs Muhammad Khumaidi MPd 7 suara dan Prof Dr Saratri Wilonoyudho MSi 4 suara.

Adapun Drs Moh Solehatul Mustofa MA dari jurusan sosiologi dan antropologi memenangkan pemilihan di FIS dengan 10 suara, mengungguli Prof Dr Wasino MHum dengan 8 suara, dan Dr Suwito Eko Pramono MPd 0 suara. Abstain 9 suara.

Sedangkan profesor bidang lingkungan FMIPA Prof Zaenuri MSi memenangkan 29 suara, setelah mengungguli Prof Dr Edy Cahyono MSi dengan 21 suara dan Drs Arief Agoestanto MSi 2 suara.


from Universitas Negeri Semarang

#KabarUnnes Siti Zulaikhah Mahasiswa PBSI Unnes Berangkat dari Seragan sejak Kamis Belum Sampai Unnes

SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - Semalam (6/9) sekitar pukul 20:25 tim redaksi sekitarunnes.com menerima sms permohonan bantuan untuk publikasi informasi.

Tertulis dalam pesan singkat tersebut menjelaskan, "mohon bantuanya untuk diinfokan ke media sosial, baru saja tadi malam saya dapat informasi ada mahasiswa prodi PBSI UNNES semester 5 a.n. siti zulaikhah sdh brgkt dr rumah (sragen) sejak kamis tapi sd hari ini belum sampai di unnes smg. sudah dilacak di kos maupun menwa, menghubungi temanya jg blum ada yg tahu. no hp ybs jg tdk bisa dihubungi. mohon bantuanya utk saling mencari info mengenai keberadaanya".

Bagi siapapun yang mengetahui informasinya bisa menghubungi
085640018203

Sunday, 6 September 2015

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Awali Seminar Dengan Puisi

Ohoho…. sementara aku melihatmu bersenyum
Dengan mesin industri yang begitu kemarau di bahumu
Rupa-rupanya jemarimu lebih letih melangkah pada tongsis, line,
Instagram, hektogram dan apalah-apalahnya
Membuatmu tampak makin kekinian
Dan aku melihatmu menyusu pada pematang qwerty dan layar sentuh itu.
Hingga aku menemu dirimu
Serupa film tanpa terjemah, gagah antara entah Indonesia atau Nusantara
Mengeliling pada sertifikasi, investasi tak ubahnya kontrasepsi
Pelindung pasa soal-soal nasib yang kau cipta sendiri

Penggalan bait puisi tersebut dibacakan oleh Himas Nur mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada pembukaan Seminar Nasional “Nasib Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Nasional (Pasca-Kurikulum 2013)”, di Gedung Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Minggu (6/8).

Seminar yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia PPs Unnes dan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menghadirkan tiga narasumber Prof Dr Djoko Saryono MPd dari Universitas Negeri Malang, Prof Dr Faruk HT dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Prof Dr Suherli Kusuma MPd dari Unswagati Cirebon. Drs Pardi MHum, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng bertindak sebagai moderator dalam seminar yang dihadiri oleh 300 peserta.

Prof Dr Faruk sebagai pemateri pertama mengungkapkan, kurikulum pelajaran bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam tidak hanya pembangunan nasionalisme Indonesia, melainkan bahkan kebudayaan Indonesia karena sifat legalnya, ekstensitas dan intensitas penggunaannya. Karena itu, kebijakan mengenainya benar-benar harus mereka yang secara akademis benar-benar matang dan berwawasan luas, baik dari segi ilmu pendidikan maupun ilmu kebahasaan dan kesastraan. Hanya dengan cara demikian, kesalahan seperti yang terjadi dalam kebijakan kurikulum 2013 ini dapat dihindari.

Prof Djoko Saryono mengupas kendala-kendala yang dihadapi dalam proses implementasi konstruksi kebijakan kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang dihajatkan. Menurutnya terdapat tiga kendala utama yang dihadapi. Pertama, selalu terdapat ketidakserasian, ketidaksambungan atau tidak ada harmonisasi dan sinergi antara konstruksi kebijakan dan implementasi kebijakan. Kedua, guru sebagai implementor kebijakan kurikulum mengalami penggerusan, pengikisan, pengekangan dan atau pembelengguan birokratis-administratif, malah penafian profesionalitas oleh birokrasi-administrasi pendidikan sehingga di dalam diri mereka tidak tumbuh dan berkembang otonomi dan etos profesi yang kuat. ketiga, lingkungan dan suasana pembelajaran, pengajaran, dan pemelajaran bahasa dan sastra Indonesia selalu kurang menguntungkan.

Pemateri ketiga, Prof Suherli Kusuma menegaskan pada penyempuranaan kurikulum diterapkan pada pendekatan pembelajaran menjadi komunikatif-integrated berorientasi genre teks. Berbagai pendukung implementasi kurikulum dipersiapkan dalam bentuk uji publik, sosialisasi, pelatihan pendidik, penyediaan sarana buku teks pelajaran dan buku panduan pendidik, bahkan buku pengayaan dan referensi.


from Universitas Negeri Semarang

Daerah Banaran Unnes Susah Air

SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - Daerah Banaran Unnes memang susah untuk masalah air. Untuk kebutuhan sehari hari rumah atau kost didaerah Banaran ada beberapa yg menggunakan sumur artetis atau sumur bor dan ada juga yg menggunakan air yang dikelola secara swasta.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu akun Twitter @irairwi kepada akun milik walikota Semarang "@hendrarprihadi pak,mhn perhatian unt daerah Banaran Unnes,air susah skali didapat,kmrn ada PAM Swasta tp krn nunggak pajak akhirnya disegel"

Dia juga menjelaskan kerugiannya akibat penyegelan ini, "@hendrarprihadi yg dirugikan kami sbg pelanggan ..boleh sj disegel tp tlg pemkot memberi solusi"

Melalui akun twitternya @irairwi meminta pemkot untuk memberikan solusi, " @hendrarprihadi jangan asal main segel tp tdk memberi solusi unt masyarakat" jelasnya.

Akun Instagram @UnnesCantik - Mengabarkan tentang Kecantikan Mahasiswi Unnes


SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - Perkembangan pesat dalam penyebaran informasi melalui sosial media membuat pendistribusian informasi melalui sosial media sangatlah cepat, selain facebook dan twiter, yang sedang ngetrend saat ini adalah Instagram.

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial.

Salah satu contohnya adalah akun Instagram @UnnesCantik, Akun @UnnesCantik berfokus pada pemberian informasi tentang mahasiswi unnes yang dikatagorikan sebagai mahasiswa yang cantik seperti pada nama akunnya Unnes Cantik. 

Sampai saat berita ini ditulis jumlah postingan foto yang telah di unggah melalui akun ini mencapai 143 posts foto dan memiliki 6,277 followers.

Kajian Gelora Perubahan "Membangun Unnes dari Keberagaman" bersama @bemkmunnes

SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - Yuk ikuti Kajian Gelora Perubahan "Membangun Unnes dari Keberagaman" yang akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal: Senin, 7 September 2015
Waktu: 19.30 WIB
Tempat: di Selasar Auditorium.

Kegiatan ini Terbuka untuk umum.

Melalui akun twitternya @BEMKMUnnes mengatakan, "kegiatan kajian gelora perubahan ini akan ada juga diskusi bersama, pembicara dari dosen FIP dan temen-temen mahasiswa daerah di Unnes".

Jadi kalo anda ada waktu dan ingin menambah wawasan ikut bergabung bersama di kajian gelora perubahan.

#UnnesCantik Ika Ayu Ratnasari, Kesehatan Masyarakat 2015 Unnes @ikaayur


SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - Melalui akun instagram @UnnesCantik yang terpublish pada tanggal 5 September 2015 tertera dengan caption "Ika Ayu Ratnasari, Kesehatan Masyarakat 2015 @ikaayur #unnescantik"

Saturday, 5 September 2015

Ling Art FBS Unnes adakan Seminar Nasional bertajuk "Aktualisasi Pemuda Melalui Goresan Pena"


SEMARANG, SEKITARUNNES.COM - Ling Art FBS Unnes dengan bangga mempersembahkan Seminar Nasional 2015 dengan tema, "Aktualisasi Pemuda Melalui Goresan Pena".

Mengundang penulis beken Bernard Batubara yang udah menulis berbagai novel best seller seperti Radio Galau FM, Surat untuk Ruth, Kata Hati, bahkan Radio Galau FM sudah ekspansi ke dalam layar lebar. Kemudian Ling Art mengundang pula Makmhmud Kuncahyo, beliau adalah penulis buku Kuliah itu Gak Penting, Presiden Mahasiswa BEM KM Unnes 2013, Gubernur FMIPA Unnes 2012, Wakil Ketua Forum Mahasiswa Malaysia-Indonesia, dan Delegasi Indonesia dalam IOSA ASEAN 2013 di Thailand.

Fasilitas:
- Kudapan
- Makan siang
- Doorprize
- Sertifikat betaraf nasional
- Souvenir (seminar kit)

Waktu dan tempat:
- Minggu, 4 Oktober 2015 di Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes.

Harga:
- Mahasiswa: 35k
- Umum: 45k
- On the Spot (OTS): 45k

Registrasi:
Ketik Nama_Universitas kirim sms ke 085-641-504-547 (Aminah)
transfer ke nomor rekening 03-44-8521-59 (BNI) a.n. Susilawati
kirim bukti pembayaran ke semnas.lingart.2015@gmail.com
atau langsung datang saja ke PKM FBS Unnes setiap hari pada pukul 08.00 - 16.00 WIB

More info:
- Group discussion: LING ART FBS UNNES
- Facebook Account: Ling Art Fbs Unnes
- Twitter Account: @Ling_Art_Unnes
- Fans Page: Seminar Nasional LingArt 2015
- Website: www.ling-art.com

 Contact Person:
- Fuad (0857-426-406-12)
- Aminah (085-641-504-547)

 Ayo segera daftar! Tunggu apa lagi! KUOA TERBATAS!!!

Batas pembayaran 27 September 2015.

Optimalisasi ‘Simarta’ Unnes


Universitas Negeri Semarang (Unnes) beberapa bulan yang lalu telah meluncurkan Sistem Infirmasi dan Manajemen Rumah Tangga (Simarta).

Sistem ini merupakan manajemen kerumahtanggaan secara online. Penggunanya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi, tapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan terintegrasi sehingga proses organisasi menjadi efisien, fleksibek, dan terukur.

Untuk itu, Sub Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan Rapat Optimalisasi Pemanfaatan ‘Simarta’, Jumat (5/9) di rektorat kampus Sekaran. Kegiatan diikuti 120 orang dari Unit-unit dan fakultas yang ada di Unnes.
Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Drs Anwar Haryono MPd saat membuka menyampaikan, sistem yang sudah berjalan selama ini baru manajemen peminjaman dan penjadwalan ruang terbuka dan tertutup.

Yakni, Si peminjan ruangan tinggal login di laman simarta.unnes.ac.id terus mengisi data ruangan yang akan dipinjam (sudah ada kolomnya) diantaranya nama ruang, tanggal, waktu, unit pemakai, jumlah peserta, peminjam, dan keperluan untuk digunakan kegiatan apa.

Setelah mengisi data, jika ruang itu belum terpakai ketika di OK atau enter maka ruang yang akan dipinjam itu langsung disetujui oleh sistem dan bisa dilihat oleh siapa saja yang membuka ‘Simarta’.

Hari ini, kata Anwar Haryono sistem sudah dikembangkan lagi fasilitasnya yakni manajemen tugas Satpam, manajemen dan sistem kontrol penggunaan kendaraan dinas, serta manajemen penugasan dan pengawasan cleaning service.

Rochsid Tri Hanggoro Putro Bidang Teknologi dan Informasi Unnes menyampaikan, mulai hari ini ‘Simarta’ sudah ditambah lagi fasilitasnya. Untuk itu mohon masukan dan saran untuk menyempurkan sistem ini. Data apa yang dianggap masih kurang. Saat memandu tampilan di ‘Simarta’.

Rochsid menambahkan, dalam waktu dekan juga akan dikembangkan tentang manajemen sistem kontrol jalur dan penggunaan listrik, penggunaan air, dan kepuasan pelayanan.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Eko Febrianto menyampaikan, dengan sitem online ini pelayanan kerumahtanggaan diharapkan dapat menjawab tantangan zaman. Sebab bisa dilakukan kapan saja dan dimana pun tetapi masih dalam kendali Sub Bagian Rumah Tangga.

Selain itu, dengan ‘Simarta’ ini diharapkan dapat mendukung layanan prima dan memberikan data laporan manajemen kerumahtanggaan secara cepat, akuran, dan transparan, terang Eko Febrianto.

from Universitas Negeri Semarang

Friday, 4 September 2015

Kejuaraan Internasional Gulat Indonesia Unnes



Tim gulat Jawa Timir (Jatim) pada hari pertama sementara memimpin perolehan medali pada Kejuaraan Internasional Gulat Indonesia Terbuka Jumat (4/9) di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran Gunungpati.

Tim Jatim meraih lima emas, tiga perak, dan lima perunggu. Peringkat kedua ditempati Thailand dengan lima emas, dua perak, dan satu perunggu.

Peringkat ketiga, diduduki Tim Jawa Barat (Jabar) dengan perolehan tiga emas dan dua perak. Sedangkan tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) berada di urutan lima dengan perolehan tiga perak dan tiga perunggu.
Emas Jatim diperoleh dari Hasan Sidiq (greco roman/59 kg Putra), Iqbal (gaya bebas remaja/66 kg), Andruikm Kurniawan (greco roman/66 kg), Lulut Gilang (greco roman/71 kg putra), dan Putra Orga (greco roman/98 kg).

Emas Thailand di raih oleh Nadia Narin (bebas/44 kg putri), Theerasak Thabnom (bebas/47 kg putra), Dhuangnapa Boonasyu (bebas/52 kg putri), Jatima Virangsa (bebas/ 57 kg putri), dan Montree Wantada (bebas/59 kg putra).

Sedangkan dua perak Jateng diperoleh dari Justra A (bebas/53b kg putra), Sulistiono (greco roman/98 kg) Dan Danang Priyadi (greco roman/130 kg putra).

Hari kedua, Jumat (4/9) pertandingan masih berlangsung, khusus tim putri yang bertaanding. Sementara, atlet Jateng mengalami cedera kaki saat bertanding.

from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 3 September 2015

Gubernur Gembira, Indonesian Open Wrestling Tournament Diselenggarakan Di Unnes

Eksistensi Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai Rumah Ilmu ternyata mendapat pengakuan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bahkan, Ganjar menyatakan kegembiraannya karena Indonesian Open Wrestling Tournament 2015 diselenggarakan di Unnes, Universitas yang tumbuh sebagai rumah ilmu.

“Di Unnes ini para atlit dapat mengedukasi segala atmosfir akademik yang berbasis pada ilmu pengetahuan, “ pinta Ganjar seusai menyaksikan Kejuaraan Gulat Internasional 2015, Kamis (3/9) di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati.

Didampingi Pembantu Rektor I Prof Rustono, Pembantu Rektor IV YL Sukestiyarno, Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas BW, dan beberapa pengurus PGSI Jateng, Gubernur berharap kejuaraan internasional ini bisa jadi ajang para atlet Indonesia unjuk kemampuan di mata dunia internasional.
“Ini juga sebagai sara pencarian atlet untuk persiapan Asian Games besok. Harapannya semua atlet tampil maksimal sehingga banyak pilihan,” ujar Gubernur.

Menurut Kepala Pusat Humas Unnes Bambang Priyono MPd, Indonesian Open Wrestling Tournament 2015 resmi dibuka Plt Asisten Kesra Setda Provinsi Jateng Taufik Hidayat, Rabu (2/9) malam di Wisma Perdamaian.

Pada Kamis-Jumat (3-4/9) Atlet-atlet dari empat negara, yakni Iran, Thailand, Kamboja, dan tuan rumah Indonesia ambil bagian akan bertarung di 26 kelas senior dan 10 kelas remaja, “semua nomor itu mulai akan memainkan kelas gaya bebas, feminim style dan grego,” kata Bambang Pri.


from Universitas Negeri Semarang

Wednesday, 2 September 2015

Mahasiswa Unnes PPL Antar Bangsa diterima di KBRI Bangkok

Sembilan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Antar Bangsa tiba di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok.

Rombongan didampingi Kepala Pusat PPL Unnes Drs Masugino MPd dan Drs Bambang Indiatmoko MSi diterima oleh Atase Pendidikan Republik Indonesia Dr Yunardi Yusuf, Jumat (28/8) di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Hadir, Kepala Sekolah SIB Tjatur Prasetyawati beserta Guru dan staff.

Masugino MPd menyerahkan mahasiswa Unnes sepenuhnya kepada Atase Pendidikan Republik Indonesia Bangkok untuk dibimbing saat melakukan PPL di Bangkok.

Dia, berpesan kepada mahasiswa agar mengingat instruksi dari Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum bahwa mahasiswa terpilih yang menjadi Duta Bangsa agar dapat bekerjasama dengan baik, menjunjung nasionalisme di luar negeri, dan dapat menjadi cerminan yang baik bagi Unnes dan Indonesia.

Dr Yunardi Yusuf menyambut gembira atas kedatangan mahasiswa Unnes yang ber PPL di SIB. Sebagai calon guru, mahasiswa harus siap ditempatkan dalam berbagai kondisi.

Dr Yunardi menyampaikan, betapa sulitnya anak-anak Warga Negara Indonesia mengakses pendidikan. Terutama anak-anak buruh yang berada di wilayah Serawak, Sabah, dan Filipina.

“Dari generasi ke generasi, mereka tidak mendapatkan pendidikan sehingga mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang layak,” terang Dr Yunardi. Saat melangsir mahasiswa PPL Antar Bangsa (Alfisyahr Izzati).

Mereka yakni Juliyanti (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Tati Nurkhikmah (Pendidikan Bahasa Indonesia), Adam Putra Janata (Pendidikan Bahasa Inggris), Aham Wahyu Wijaya ( Pendidikan Kimia), Adieba Warda Hayya (Pendidikan Biologi), Yeyen Jannatul I’liyin ( Pendidikan Geografi), Alfisyahr Izzati (Sosisologi antropologi), Eva Andriani (Pendidikan Akuntansi), dan Aprillia Andriani (PJKR).


from Universitas Negeri Semarang

Unnes dan Kabupaten Batang Tandatangani MoU

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Batang di kampus Sekaran, Rabu (2/9).

Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Prof YL Sukestiyarno mengatakan Nota Kesepahaman ini bermaksud mengadakan kerjasama dimana Laboratorium Fakultas Teknik Unnes menyediakan fasilitas laboratorium untuK pengujian mutu hasil pekerjaan kontruksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, khususnya pekerjaan kontruksi jalan, jembatan dan bangunan gedung,” katanya.

Dengan demikian, Unnes dan Kabupaten Batang akan bekerjasama dengan tujuan meningkatkan peran dan fungsi fasilitas Laboratorium Fakultas Teknik Unnes untuk membantu Pemerintah Kabupaten Batang dalam rangka pengujian mutu hasil pekerjaan kontruksi guna menjaga kualitas hasil pekerjaan kontruksi yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.

Bupati Batang Yoyok Riyo Sidibyo berharap semoga Unnes dan Batang dapat menjalin kerjasama yang baik, dan ini menjadi awal dari kerjasama selanjutnya.


from Universitas Negeri Semarang

2015, Unnes Terima 7 Mahasiswa Darmasiswa

Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2015 menerima mahasiswa asing dari Pemerintah Republik Indonesia program beasiswa Darmasiswa sebanyak 7 orang.

Rambongan diterima oleh Rektor Prof Fathur Rokhman MHum, diwakili Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan kerjasama Prof YL Sukestiyarno, Senin (31/8) di rektorat kampus Sekaran.

Hadir, Kepala Internasional Office Intan Permata Hapsari MPd dan Wati Istanti MPd dosen bahasa Indonesia.

Koordinator Program Darmasiswa Unnes Yusro Edy Nugroho MHum, melaporkan 2015 ini Unnes menerima mahasiswa asing program beasiswa Darmasiswa dari pemerintah Republik Indonesia sejumlah tujuh mahasiswa. Namun saat ini baru hadir lima mahasiswa, dua mahasiswa akan menyusul beberapa hari lagi.

Mereka yakni Kamila Sustrova dari negara Ceko, Sauphavady Thongouane (Laos), Lucia Mariana Power La Cruz (Peru), Marta Kupsch (Polandia), dan Abhner Eli Leal Odreman (Venezuela).

Sedangkan dua mahasiswa yang akan menyusul Angellca Acuna Gonzales (Kosta Rika) dan Natalia Janikowska (Polandia).

Prof YL Sukestiyarno menyampaikan, ke tujuh mahasiswa ini akan kuliah di Unnes selama satu tahun (2 semester). Mereka akan belajar tentang bahasa dan budaya Indonesia. Diantaranya membatik, menari, melukis, cara menabuh gamelan, dan menyanyi keroncong.

Itu semua, merupakan jembatan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di negara asal mereka, terang Prof Sukestiyarno.


from Universitas Negeri Semarang

Mahapala Gelar Training Center di Sumbing

Mahapala Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menggelar Training Center di Gunung sumbing, Temanggung melalui jalur Cepit dan turun melalui jalur Garung. Latihan yang dilaksanakan dari tanggal 23 – 29 agustus 2015 itu diikuti oleh 7 calon atlet yang akan diseleksi kembali untuk mensukseskan kegiatan ‘Spirit of  Indonesian Youth Expedition IV’ di Cartstenzs Pyramid, Papua sebagai salah satu rentetan 7 puncak tertinggi di dunia.

“Latihan ini digelar di  puncak gunung Sumbing selama tujuh hari guna membiasakan para calon atlit beraktifitas di dataran tinggi dan suhu dingin. Tercatat bahwa puncak tertinggi adalah 3371 mdpl dan suhu terendah -4,5 derajat,” ungkap M Syaefudin selaku ketua tim expedisi.

Medan puncak gunung Sumbing yang memiliki tebing-tebing yang bervariasi di manfaatkan untuk latihan tyrolean (menyebrang tebing dengan tali), scrambling (menaiki tebing) dan rapelling (menuruni tebing) yang nantinya akan di temukan di medan Carstenz Pyramid. Hal ini menuntut calon atlet agar tetap fokus walau dalam keadaan dingin dan kadar oksigen rendah.

“latihan ini berbeda dengan latihan sebelumnya karena kami juga melatih kerjasama dan meningkatkan kebersamaan selama di puncak sebagai tim pendakian dan pengabdian masyarakat”, ujar Andar jaya salah satu calon atlet SIYE IV.

“Semua anggota MAHAPALA UNNES akan terus melakukan latihan dan juga mematangkan semua persiapan karena akan ada target pengabdian masyarakat yang merupakan elemen penting dari kegiatan expedisi. Merupakan kado spesial di tahun emas UNNES karena akan mengibarkan bendera UNNES yang baru di gunung tertinggi Indonesia-Australia,” tambah Syaefudin.


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 1 September 2015

FBS Undang Pakar Bahas Budaya Kemaritiman

Mengkaji perspektif budaya kemaritiman merupakan bagian yang tak bisa dilepaskan dari konservasi budaya. Kesadaran itulah yang mendasari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan Temu Wicara Terbatas.

Kegiatan tersebut mengusung tema Menemukan Kembali Adab Bahari dan Potensi Terbaiknya. Adapun sebagai narasumber diskusi yang dilaksanakan di gedung dekanat FBS, Senin (31/8) antara lain Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Radhar Panca Dahana, Prof DR Wasino, Prof DR Sudharto P Hadi, Prof DR Mujahirin Thohir,
Prof DR Saratri Wilonoyudho.

Hadir pula, Gubernur Ganjar Pranowo di tengah-tengah diskusi yang dimoderatori Amir Mahmud NS.

“Jawa Tengah mempunyai potensi kelautan yang potensial, dapat diketahui daerah-daerah seperti Semarang, Demak, dan Rembang merupakan wilayah yang mempunyai jumlah nelayan cukup banyak. Kami terus mendorong kemajuan nelayan, dalam waktu dekat, kami akan melakukan pembinaan Kampung Nelayan  sebagai percontohan”, Ujar Ganjar Pranowo.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir budayawan kota semarang, insan media, dan komunitas seni budaya kota Semarang.

(Aji Kusuma/Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Unnes Siap Fasilitasi Kejuaraan Gulat Internasional

Universitas Negeri Semarang (Unnes) siap memfasilitasi kejuaraan gulat tingkat internasional berjudul Wrestling Tournament Indonesia Open yang akan diselenggarakan pada 1 hingga 7 September 2015 di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati.

Kepala Pusat Humas Unnes yang juga salah satu panitia pelaksana, Bambang Priyono MPd mengatakan kejuaraan itu menjadi yang pertama di Jateng.

Bambang Pri menyebut 3 negara yang terdiri atas Kampucia, Thailand, dan Iran dipastikan turut serta dalam turnamen itu. Atlet gulat seluruh Indonesia yang terdiri dari 17 pengurus Provinsi juga akan hadir, “Tujuannya dalam rangka pembinaan dan mencari bibit unggul di olahraga gulat,” katanya, Selasa (1/9) di Auditorium Kampus Sekaran Gunung Pati.


from Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa Unnes Bisa  Magang di Metro TV

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berkesempatan untuk magang di Metro TV. Selain magang, juga memungkinkan untuk bisa menjadi pegawai di sana. Sebab banyak mahasiswa Unnes yang mempunyai kemampuan menjadi presenter.

Direktur Pemberitaan Metro TV Suryo Pratomo menyampaikan itu setelah melakukan penandatanganan bersama Nota Kesepahaman dengan Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Sabtu (29/8) malam di kampus Sekaran.

Prof Fathur mengatakan, ruang lingkup Nota Kesepahaman ini yakni meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan, pertukaran tenaga ahli, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Kemudian, pertukaran informasi dan data di bidang Iptek, serta bidang lain sesuai kebutuhan berdasarkan Nota Kesepahaman, serta peliputan kegiatan program khusus dari Metro TV.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 31 August 2015

Mengabdikan Diri Hingga Pensiun Merupakan Kebahagian Luar Biasa

Mengabdikan diri hingga memasuki pensiun di Universitas Negeri Semarang (Unnes) merupakan kebahagian luar biasa.

Drs Sri FR Sri Sartono MT mengungkapkan kesan itu saat pelepasan purnatugas oleh Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (PRIV) Unnes Prof YL Sukestiyarno di rektorat kampus Sekaran Gunungpati, Senin (31/8).

Sri Sartono juga menyatakan kebanggaannya sudah dipensiun oleh pemerintah. “Sebab, banyak yang pensiun sebelum dipensiun oleh pemerintah ”, kata dosen Fakultas Teknik Unnes yang kini menekuni ketrampilan pijat refleksi itu.

Menurut PR IV, pegawai yang pensiun merupakan pegawai terbaik dengan mengakhiri pengabdiannya di Unnes selama berpuluh puluh tahun dengan baik tanpa cacat,” tegas Prof Sukes

Oleh karenanya, tidak berlebihan kalau PR IV secara khusus mengucapkan terima kasih karena kontribusi para pensiunan dengan sejumlah karyanya, telah ikut andil membesarkan dan membawa nama harum Unnes.

Purnatugas bagi pegawai bukanlah akhir dari segalanya, karena pensiun tidak berarti jalan kehidupan terkunci, “ sangat banyak peluang dan kesempatan bagi pegawai yang memasuki masa pensiun untuk berbuat lebih banyak, bahkan justru kesuksesan dalam hidup sering diperoleh seseorang tatkala memasuki masa pensiun,” kata Prof Sukes.

Pada kesempatan itu, Ketua Persatuan Wredhatama Unnes Drs Zoedindhatro Boedi Hartono menegaskan, mulai saat ini setiap pensiunan otomatis menjadi anggota wredhatama Unnes dan akan diberi kartu tanda anggota (KTA).

“Selanjutnya pengurus akan menjadi penghubung antara anggota wredhatama dengan pimpinan Unnes agar ada kebijakan tertentu buat para pensiunan. Pengurus juga akan berusaha mencari solusi bila ada para pensiunan mendapat musibah dan keperluan lainnya,” katanya.

Selain Sri Sartono, Drs Aryo Sunaryo MPd (FBS) dan Dr Siskandar MA (FIP) juga ikut dilepas.

 


from Universitas Negeri Semarang

Seminar Nasional; Nasib Pelajaran Bahasa Indonesia Pasca-kurikulum 2013

Pada kurikulum saat ini, mapel Bahasa dan Sastra Indonesia berbasis teks yang menjadi paradigma pengembangan fungsi bahasa. Sebagai sebuah mata pelajaran penghela dan pembawa ilmu pengetahuan, Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki peranan yang sentral saat ini. Untuk menyikapi hal tersebut, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia akan mengadakan Seminar Nasional yang bertema “Nasib Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Nasional (Pasca-kurikulum 2013)” di Ruang Bundar Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Selasa 6 September 2015 mulai pukul 08.00 WIB.

Tiga pembicara yang terdiri atas Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Faruk Tripoli, S.U. (Universitas Gadjah Mada), dan Prof. Dr. Suherli Kusmana, M.Pd. (Pascasarjana Unswagati Cirebon) akan membahas posisi pembelajaran bahasa dan sastra pasca-kurikulum 2013.

Peserta seminar akan mendapatkan sertifikat, seminar kit (makalah, bolpoin, buku catatan), CD media pembelajaran, kudapan, dan sntap siang. Biaya seminar sebesar Rp50.000 (mahasiswa S1), Rp75.000 (Mahasiswa S2/S3), dan Rp100.000 (Umum dan Guru) ditransfer ke BNI 0348984817 atas nama Septina Sulistyaningrum. Informasi Bayu (085641120340) dan Neina (085640216430).


from Universitas Negeri Semarang

Mata Najwa on Stage Dipadati Belasan Ribu Penonton

Belasan ribu penonton memadati halaman depan Rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk mengikuti talk show Mata Najwa on Stage (MOS), Sabtu (29/8) malam. Antrean panjang terjadi sejak pukul 18.00 di pintu masuk lokasi talk show,.

‘Cinta Untuk Negeri’ menjadi tajuk yang diangkat dalam talk show malam itu. Lelah menunggu berjam-jam, terbayarkan saat Najwa Sihab muncul dari belakang panggung usai pertunjukan 3D Mapping berlatar Lawang Sewu. Penonton langsung bersorak saat presenter 37 tahun itu menyapa ribuan warga Semarang.

Tak lama setelah itu ia mengundang narasumbernya naik ke atas panggung. Bintang tamu yang diundang untuk naik dan berbincang dengan Najwa di atas panggung pada malam itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Titiek Puspa, Iko Uwais, hingga Jubing Kristanto.

Dalam talk show MOS, Anis Baswedan mengatakan “Akan ada kebijakan nantinya, sebelum memulai pembelajaran, siswa diwajibkan membaca doa setelah itu menyanyikan lagu patriotik, untuk menutup kegiatan pembelajaran siswa juga harus menyanyikan lagu daerah.” Hal tersebut dikatakan Anis Baswedan saat menanggapi masukan dari Jubing dan Titiek Puspa terkait persoalan kebijakan untuk melestarikan kebudayaan Indonesia.

Selain itu Ganjar Pranowo di dalam talk show tersebut berpesan kepada mahasiswa yang memang sebagian hadir dalam acara tersebut. Dikatakan Ganjar, sebagai mahasiswa yang terpenting yaitu mengikuti organisasi ekstra maupun intra kampus. Ia berpendapat, melalui kegiatan itu akan memberikan banyak pengalaman terjun ke dalam masyarakat.

“Dahulu saya ikut mapala, dari situ belajar banyak, termasuk bagaimana memimpin sekelompok orang, hingga ikut mengajar dan memberi pelatihan tentang rock climbing, dan olah raga ekstrem lainnya,” jelas Ganjar.

Jalin Kerjasama
Dalam waktu yang sama, Unnes juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Media Televisi Indonesia (Metro TV).

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan “Nota Kesepahaman ini bertujuan sebagai kerangka sinergi untuk penjajakan pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas SDM, penyediaan tenaga ahli serta mengembangkan dan membina hubungan kelembagaan, dalam rangka melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” ungkapnya.

Selama lima tahun kedepan Unnes dan Metro TV akan melakukan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pertukaran tenaga ahli, dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, serta pertukaran informasi dan data di bidang IPTEK serta bidang lain sesuai kebutuhan berdasarkan Nota Kesepahaman kedua pihak.

“Kerjasama ini juga memungkinkan, mahasiswa Unnes untuk magang di Metro TV, sekaligus memberikan rekomendasi untuk bisa menjadi pegawai disana. Banyak mahasiswa Unnes yang memiliki kemampuan sebagai presenter atau bidang broadcasting yang lain. Mudah mudahan kerjasama ini menjadi langkah awal untuk kerja sama selanjutnya,” tambah Rektor Unnes.


from Universitas Negeri Semarang

Sunday, 30 August 2015

Kamu Mahasiswa/i Unnes Suka Dance - Nyanyi? Gabung bersama V.A.P Kingdom


SEMARANG, sekitarunnes.com - Kalian Mahasiswa/i Unnes yang suka dance atau nyanyi? Tapi masih bingung buat nyalurin hobi kalian?

Ayo Begabung Bersama V.A.P Kingdom

V.A.P kingdom merupakan salah satu komunitas Kpop di Unnes yang berkonsentrasi dalam bidang dance & sing cover.

Persyaratan:
1. Mahasiswa/i Unnes Semarang
2. Hobi Dance/Nyanyi
3. Serius menekuni hobi

Langsung daftar ke:
085641812369 (Rissa)

Dengan cara:
Ketik: VAP_Nama_Prodi (tahun)

FREE!

Friday, 28 August 2015

Unnes Terima Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia


Universitas Negeri Semarang (Unnes) menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia terkait dengan tes anti narkoba.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia Paulus Pangka SH, Jumat (28/8) di auditorium kampus Sekaran Gunungpati.

Penghargaan itu diantaranya dianugerahkan kepada Universitas Negeri Semarang atas prestasi penyelenggara Tes Anti Narkoba Terbanyak di Indonesia dengan jumlah 6.180 Mahasiswa Baru yang diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Dr Bambang Budi Raharjo.

Kemudian, kepada Prof Dr Fathur Rokhman MHum (Rektor Unnes) atas prestasi pemrakarsa diwakili Pembantu Rektor Bidang kerjasama Prof Dr YL Sukestiyarno, Badan Eksekutif Mahasiswa Unnes (M Mugnil Labib) atas prestasi penggerak, dan Mitra Unnes Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dan Mahasiswa atas prestasi penyelenggara pendukung yang di wakili Anang Budi Utomo MPd.

Paulus Pangka menyampaikan, Unnes patut memperoleh penghargaan Prestasi Rekor Bidang Pendidikan dan Kesehatan. Sebab sejumlah 6.180 mahasiswa baru saat dites narkoba tidak satu pun yang terdeteksi menggunakan narkoba.

Dia juga mengemukakan, sebelum dites tidak ada pemberitauan sedikitpun kepada mahasiswa, namun setelah dites hasilnya tidak satupun mahasiswa yang menggunakannya.

“Ini bisa sebagai contoh kepada perguruan tinggi lainnya,” terang Paulus.

from Universitas Negeri Semarang

Sarjana Mengajar Mengatasi Sebagian Masalah di “Jendela Indonesia”


Pelabuhan speedboat Pulau Morotai mendadak ramai pada Selasa (25/8) menjelang sore. Puluhan orang berdiri di dermaga yang terbuat dari bahan kayu itu.

Ini peristiwa yang jarang terjadi. Pada hari biasa pelabuhan hanya ramai pada pagi hari, mengantar para pedagang yang akan menyeberang ke Tobelo, Halmahera Utara.

Puluhan orang yang tampak di pelabuhan adalah warga dan pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai. Mereka datang untuk menyambut 40 peserta Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (SM3T) yang akan mengbadi di daerah yang menghadap ke Samudera Pasifik itu.

Kepala Dinas Pendidikan Pulau Morotai Yanto A Giri mengungkapkan, kedatangan para sarjana mengatasi sebagian masalah pendidikan di pulau yang kerap disebut sebagai jendela Indonesia itu.

Sebagai kabupaten yang baru berdiri lima tahun lalu, Pulau Morotai memang masih kekurangan banyak guru. Jangankan guru, di pulau yag pernah menjadi pangkalan militer Amerika dalam perang dunia II itu beberapa posisi kepala dinas pun masih belum terisi.

“Di sini semua sekolah kekurangan guru,” kata Fahrizal, kepala SMA Negeri 4 Pulau Morotai, menimpali. Ia mengatakan, hanya ada 20 guru di sekolahnya.

“Yang paling banyak kurang adalah guru sekolah dasar dan guru pelajaran produktif di SMK. Tapi guru-guru mata pelajaran eksakta juga banyak kurang,” kata Djufri Kepala Bidang Pendidikan Dasar Pulau Morotai.
Sejak berdiri lima tahun silam, kabupaten ini sebenarnya giat membangun. Jalanan di ibu kota kabuaten tampak mulus dan baru, dilengkapi pagar tembok yang indah. Mereka tengah membangun jalan lingkar di sepanjang pantai.

Namun untuk pengadaan guru, pemerintah daerah mengaku kesulitan karena kuotanya ditentukan oleh pemerintah pusat.

Selamat dan “Bertambah”

Pembantu Rektor Bidang Adminsitrasi Umum Unnes Dr S Martono secara resmi menyerahkan keempat puluh sarjana tersebut kepada Plh Bupati Pulau Morotai Ramli Yaman. Kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Martono menyampaikan bahwa peserta SM-3T telah melewati seleksi dan persiapan yang cukup panjang.

“Di tempatkan di mana pun, mereka siap. Harapan saya, merekadatang dalam kondisi sehat pada hari ini sejumlah 40, setahun lagi kami tarik juga dalam sehat dan bertambah. Dalam artian bertambah pengalaman dan pengetahuannya,” katanya, didampingi Kepala Pusat Program PPG Unnes Drs Ngabiyanto MSi.
Phh Bupati mengungkapkan kegembiraan ketika menerima peserta 40 peserta Sm3T itu. pria yang mengawali karier sebagai guru itu mengatakan, daeranya terletak di kawasan terluar. Namun, daerahnya tetaplah bagian dari Republik Indonesia.

“Kedatangan Anda sekalian semakin merekatkan perasaan itu, perasaan bahwa Pulau Morotai adalah bagian dari Republik Indonesia,” katanya.

Tidak lama, ia langsung menyerahkan 40 sarjana itu kepada kepala sekolah, kepala desa, dan camat sembari menganjurkan para peserta untuk segera mencicipi popeda, makanan khas Pulau Morotai yang terbuat dari bahan ubi itu.


from Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa Unnes Meraih Beasiswa Eagle Award Documentary Competition

Dua mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Univrsitas Negeri Semarang (Unnes) meraih beasiswa Eagle Award Documentary Competition 2015 dari Metro TV.

Mereka yakni Diana Noviana dan Visian Pramudika mampu menyisihkan peserta lain dari seluruh Indonesia. Sehingga mereka meraih posisi lima besar finalis melalui karyanya yang berjudul Tinta Perajut Bangsa.

Dengan capaian itu mereka berhak mendapatkan beasiswa pembuatan film dokumenter dan bekerja bersama dengan filmmaker profesional Indonesia.

Program yang telah diadakan sejak tahun 2005 itu menyaring dan mewadahi bakat-bakat muda yang kritis dan peduli terhadap kondisi ke-Indonesia-an serta isu-isu penting didalamnya yang terwujud melalui film dokumenter.

Karya film yang dihasilkan nantinya akan diikutsertakan dalam berbagai kompetisi dan festival film dokumenter, baik bersifat nasional maupun internasional.

Penentuan finalis ini dilakukan dalam Pitching Forum yang ditayangkan pada Sabtu, 15 Agustus pukul 21.00 WIB di Metro TV. Dewan juri yang terlibat dalam forum ini merupakan nama-nama besar dalam dunia akademik dan perfilman Indonesia, yakni Imam B. Prasodjo (Sosiolog), Riri Riza (Sutradara Film), Yenni Wahid (Direktur Wahid Institute), Leila S. Chudori (kritikus film), dan Seno Gumira Ajidarma (wartawan).

Peraihan prestasi ini, diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain sehingga bersemangat meraih prestasi membawa nama harum universitas konservai.


from Universitas Negeri Semarang

Thursday, 27 August 2015

Sarjana Mengajar Mengatasi Sebagian Masalah di “Jendela Indonesia”

Pelabuhan speedboat Pulau Morotai mendadak ramai pada Selasa (25/8) menjelang sore. Puluhan orang berdiri di dermaga yang terbuat dari bahan kayu itu.

Ini peristiwa yang jarang terjadi. Pada hari biasa pelabuhan hanya ramai pada pagi hari, mengantar para pedagang yang akan menyeberang ke Tobelo, Halmahera Utara.

Puluhan orang yang tampak di pelabuhan adalah warga dan pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai. Mereka datang untuk menyambut 40 peserta Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (SM3T) yang akan mengbadi di daerah yang menghadap ke Samudera Pasifik itu.

Kepala Dinas Pendidikan Pulau Morotai Yanto A Giri mengungkapkan, kedatangan para sarjana mengatasi sebagian masalah pendidikan di pulau yang kerap disebut sebagai jendela Indonesia itu.

Sebagai kabupaten yang baru berdiri lima tahun lalu, Pulau Morotai memang masih kekurangan banyak guru. Jangankan guru, di pulau yag pernah menjadi pangkalan militer Amerika dalam perang dunia II itu beberapa posisi kepala dinas pun masih belum terisi.

“Di sini semua sekolah kekurangan guru,” kata Fahrizal, kepala SMA Negeri 4 Pulau Morotai, menimpali. Ia mengatakan, hanya ada 20 guru di sekolahnya.

“Yang paling banyak kurang adalah guru sekolah dasar dan guru pelajaran produktif di SMK. Tapi guru-guru mata pelajaran eksakta juga banyak kurang,” kata Djufri Kepala Bidang Pendidikan Dasar Pulau Morotai.

Sejak berdiri lima tahun silam, kabupaten ini sebenarnya giat membangun. Jalanan di ibu kota kabuaten tampak mulus dan baru, dilengkapi pagar tembok yang indah. Mereka tengah membangun jalan lingkar di sepanjang pantai.

Namun untuk pengadaan guru, pemerintah daerah mengaku kesulitan karena kuotanya ditentukan oleh pemerintah pusat.

Selamat dan Bertambah

Pembantu Rektor Bidang Adminsitrasi Umum Unnes Dr S Martono secara resmi menyerahkan keempat puluh sarjana tersebut kepada Plh Bupati Pulau Morotai Ramli Yaman. Kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Martono menyampaikan bahwa peserta Sm3T telah melewati seleksi dan persiapan yang cukup panjang.

“DI tempatkan di mana pun, mereka siap. Harapan saya, merekadatang dalam kondisi sehat pada hari ini sejumlah 40, setahun lagi kami tarik juga dalam sehat dan bertambah. Dalam artian bertambah pengalaman dan pengetahuannya,” katanya.

PLh Bupati mengungkapkan kegembiraan ketika menerima peserta 40 peserta Sm3T itu. pria yang mengawali karier sebagai guru itu mengatakan, daeranya terletak di kawasan terluar. Namun, daerahnya tetaplah bagian dari Republik Indonesia.

“Kedatangan Anda sekalian semakin merekatkan perasaan itu, perasaan bahwa Pulau Morotai adalah bagian dari Republik Indonesia,” katanya.

Tidak lama, ia langsung menyerahkan 40 sarjana itu kepada kepala sekolah, kepala desa, dan camat sembari menganjurkan para peserta untuk segera mencicipi popeda, makanan khas Pulau Morotai yang terbuat dari bahan ubi itu.

 


from Universitas Negeri Semarang

53 PNS di Lingkungan Unnes Naik Pangkat

Sedikitnya 53 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Universitas Negeri Semarang (Unnes) menerima Surat Keputusan Kenaikan Pangkat (SKKP) periode 1 April 2015 Tenaga Kependidikan. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Drs Anwar Haryono MPd, Kamis (27/8) di Gedung H Kampus Sekaran Gunungpati.

Menurut Kepala Bagian Kepegawaian Unnes Dra Soelami, dari usulan sejumlah 65 orang, yang sudah diterbitkan 57, yang belum terbit 8 orang.

Dari 57 SKKP, 4 belum bisa dibagikan karena pada saat yang sama mturun SJ Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), “sehingga harus diusulkan revisi atau perbaikan kepangkatannya”, kata Kepala bagian yang sering menjadi pembawa acara itu.

Pada kesempatan itu, Kepala BAUK meminta, agar PNS yang menerima SKKP bisa meningkatkan kinerjanya melalui kerja keras dan cerdas, karena saat ini pelayanan publik dan administrasi masih banyak kekurangan.
“Ke depan diharapkan PNS bisa terus meningkatkan pelayanan kepada publik melalui optimalisasi pelayanan yang cepat, tepat waktu, dan berkualitas”, katanya.

Secara simbolis Kepala BAUK menyerahkan SKKP kepada Niken Duharini SPd (Pengelola Ketatausahaan BAUK), Slamet Riyadi (Kabag Kerja Sama BAAKK), dan Unang Setiawati SE (Kepala Sub Bagian Akuntansi Manajemen BAPK)


from Universitas Negeri Semarang

Tuesday, 25 August 2015

Pertanggungjawaban Keuangan Kunci Keterserapan Anggaran

Berdasarkan laporan keuangan penyerapan anggaran di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebesar 31 % per Agustus 2015, maka untuk meningkatkan penyerapan yang lebih baik, Bidang Keuangan FBS mengadakan pelatihan tentang pertanggung Jawaban Keungan dan E-Kegiatan supaya mempertanggung jawabkan keungan dapat kredibel, akurat sesuai dengan peraturan yang berlaku Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 tentang standar biaya masukan beserta revisinya.

Kegiatan yang dilaksanakan Selasa, (25/8) di Gedung Dekanat Lt 2, dihadiri Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum, Kepala Tata Usaha, Kepala Sub Bagian, tenaga kependidikan, dan perwakilan dari lembaga Kemahasiswaan.
Junjung Sugiyat SPd dalam paparannya menyampaikan mekanisme pengelolaan keuangan yang ada di Unnes sebagai Badan Layanan Umum. Setiap Pengeluaran dari nol rupiah sampai 200 juta harus ditanda tangani oleh pejabat Pembuat Komitmen. Narasumber yang lain, Arumawan membahas tentang persyaratan yang harus terpenuhi dalam penyusunan pertanggungjawaban keuangan (SPJ).

Diharapakan setelah melaksanakan kegiatan ini, penyusunan pertanggungjawaban keuangan (SPJ) bisa benar dan meminimalkan kesalahan sehingga keterserapan anggaran dapat tercapai.
(Agus Suwarto SPd/Bag.Kepegawaian FBS)


from Universitas Negeri Semarang

BNN Tidak Menemukan Satupun Mahasiswa Unnes Yang Mengonsumsi Narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tenga terus aktif melakukan pencegahan penyalagunaan Narkoba. Atas inisiatif Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman, BNN melakukan tes urin terhadap 6.180 mahasiswa baru Unnes di kampus Sekaran, Gunungpati, kemarin Senin (24/8).

Dari tes yang berlangsung hingga sore hari itu, BNN tidak menemukan satu pun mahasiswa yang mengonsumsi narkoba.
Prof Fathur mengatakan, tes urine tersebut merupakan salah satu bentuk nyata Unnes dalam memberantas narkoba di lingkungan kampus. “Ini juga sesuai dengan instruksi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, selain untuk mencegah peredaran narkoba di dalam kampus,” katanya.

Rektor menambahkan, jika didapati mahasiswa yang positif menggunakan narkoba, pihaknya tak segan untuk menindak tegas seusai regulasi yang telah ditetapkan. “Sanksinya bisa dikeluarkan. Sehingga mahasiswa bisa lebih berhati-hati,” tandasnya.

Selain dilakukan ketika mahasiswa baru memasuki bangku perkuliahan, kampus juga menjadwalkan tes narkoba bakal dilakukan ketika mereka akan wisuda. Pembinaan berkesinambungan juga dilakukan sepanjang mereka menjadi mahasiswa aktif, yakni melalui kegiatan organisasi, sosialisasi bahaya narkoba, dan pengarahan pada kegiatan positif.


from Universitas Negeri Semarang

Ketika Gubernur Sambangi Stand Unnes di Jateng Fair 2015

Semarak Jateng Fair 2015 di Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah resmi dibuka oleh Gubernur Ganjar Pranowo, Senin (24/08). Kegiatan yang direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 6 September 2015 ini diisi dengan pameran berbagai produk unggulan dari Jawa Tengah.

Tak mau ketinggalan, Universitas Negeri Semarang (Unnes) turut mengambil bagian dalam stand promosi pendidikan di Jawa Tengah. Menempati Balai Sasana Ungaran, Unnes memajang berbagai produk karya dosen maupun mahasiswa.

Mulai dari karya teknologi tepat guna, desain busana, lukisan, alat permainan edukatif, jurnal ilmiah, dan produk usaha binaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menjadi bagian pengisi stand Unnes.

Setelah selesai melakukan pembukaan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan visitasi ke stand-stand pameran. Ada yang menarik perhatian Ganjar Pranowo, Ketika menyambangi Stand Unnes, Pak Gubernur tertarik dengan kaos Djoeang Cloth yang merupakan produk hasil pembinaan PMW.

“Wah, bagus ini desainnya”, Ujar Ganjar Pranowo sembari memilah kaos yang dipajang.

Tak lama kemudian, Pak Gubernur menentukan pilihan kaosnya, Saya mau yang gambar garuda, NKRI dan tentang toleransi. Ukuran XL ada?”, Tanya Gubernur Ganjar.

Dengan sigap, Gesang Rahmawan, alumnus jurusan sejarah yang juga pemilik Djoeang Cloth menyiapkan kaos yang dipilih Pak Gubernur.

“Alhamdulillah, senang rasanya kaos kami dibeli Pak Ganjar, tadi kaget waktu tiba-tiba Pak Ganjar memilih kaos dan meminta untuk dibungkus”, Ujar Gesang.

(Aji Kusuma Admaja/Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Mengklasifikasi Buku Itu Mudah

Selama ini masih sering dijumpai adanya Perpustakaan Sekolah yang belum terkelola dengan baik. Dimana sering disampaikan oleh petugas perpustakaan sekolah bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mengolah bahan pustaka, terutama dalam mengklasifikasi bahan pustaka/buku sesuai sistem Klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC).
Menjawab permasalahan tersebut, Tim pustakawan Unnes yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat telah mengadakan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Kegiatan dilaksanakan di UPT Perpustakaan pada Kami-Sabtu, (20-22/8).

Kegiatan ini dibuka oleh Kasubbag Tata Usaha UPT Perpuatakaan, Drs M Faraz Suparto MSi. Dalam sambutannya, Drs Faraz manyampaikan bahwa kegiatan semacam ini secara rutin diselenggarakan oleh Unnes, yakni kegiatan yang dilaksanakan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat dan yang melalui LP3 Unnes. Semua kegiatan tersebut bertujuan sama yaitu membantu meningkatkan kompetensi tenaga pengelola perpustakaan sekolah, khususnya si tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Lanjutan Pertama (SMP).

Selain itu, Drs Radiyo selaku salah satu anggota Tim Pengabdian pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa, kegiatan pengabdian ini secara rutin dilaksanakan oleh Pustakawan Unnes untuk membantu meningkatkan kemampuan pengelolaan perpustakaan sekolah, yang memang sebagian besar tenaga pengelolanya belum memiliki kompetensi ataupun tidak berlatar pendidikan dibidang Perpustakaan.

Kegiatan tersebut dirasakan sangat membantu para pengelola perpustakaan. Sebanyak 16 orang peserta dari berbagai sekolah yang ada di Kecamatan Gunungpati, Gajahmungkur, & Ungaran Kabupaten semarang dan sekitarnya terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Para peserta mengharapkan bahwa kegiatan semacam ini tetap rutin diadakan oleh Unnes.
Diharapkan selepas kegiatan ini para peserta dapat menerapkan ilmunya di perpustakaan sekolah masing-masing.

(Unnes/M Z Eko Handoyo)


from Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa Unnes Raih Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional

Jauza Rona Hasan, mahasiswi Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (Unnes) baru saja menorehkan prestasi baik pada cabang olahraga taekwondo. Ia berhasil menjadi juara 1 Jeonju Open International Taekwondo Championship di Korea Selatan pada medio Juli lalu.

Kejuaraan taekwondo itu diikuti oleh 22 atlet dari 22 negara seperti Korea Selatan, Kazakstan, Mongolia, Argenia, Afrika Selatan, India, Kirgistan, Thailand, Rusia.

“Kejuaraan Jeonju Open International Taekwondo Championship merupakan event yang cukup bergensi dan dilaksanakan setiap tahun. Ajang ini karena penyelenggaraan even ini senantiasa menjadi ajang yang dinanti oleh negara–negara peserta,” ujar Jauza.

Jauza mendapatkan medali emas di kelas under 46, setelah mengalahkan atlet dari Kazakstan.

“Ini hasil yang baik bagi saya, tapi saya akan terus berlatih meningkatan kemampuan agar bisa mencapai performa terbaiknya,” ungkap Jauza kepada unnes.ac.id.

“Harapan saya, saya bisa menunjukkan prestasi terbaik di ajang Pra PON dan PON 2015 mendatang,” tandasnya.


from Universitas Negeri Semarang

Handarbeni Perwujudan Cinta Negeri

Cinta tanah air harus selalu ditanamkan melalui konsep mangun rasa handarbeni dan mulat sarira hangsara wani. Handarbeni berarti ikut merasakan dan melakukan tindakan sebagai seorang pemilik, sehingga seseorang merasa punya tugas dan tanggung jawab atas kepemilikannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Saratri Wilonoyudo dalam Sarasehan Selasa Legen yang ke-61 di panggung terbuka Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang, Senin (25/8).

Lebih lanjut Prof Saratri menyatakan, di masa kini konsep mulat sarira hangrasa wani yang berarti berani melihat diri sendiri sudah ditinggalkan, sehingga pemimpin kini tidak mampu melihat kesalahan dalam dirinya.

“Pemimpin perlu mempunyai daya angon seperti ajaran yang terdapat dalam lagu Ilir-Ilir sebagai perwujudan mandat Tuhan melalui laku menek blimbing. Mandat Tuhan bukan berarti tanah air merupakan warisan tetapi tanah air merupakan titipan, sehingga kita perlu memikirkan masa depan anak cucu kita di tanah air ini,” Ujar Prof Saratri.

Sarasehan Selasa Legen yang ke-61 juga menampilkan gendhing, tari, macapat dan geguritan.


from Universitas Negeri Semarang

Monday, 24 August 2015

Unnes Adakan Tes Narkoba Bagi Mahasiswa Angkatan 2015

Dalam rangka menerapkan strategi memerangi perederan narkoba secara ilegal. Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan tes narkoba melalui urine bagi seluruh mahasiswa angkatan 2015.

Sekitar 6180 mahasiswa  yang terdiri dari lima puluh empat jurusan tercatat mengikuti tes narkoba. Pembukaan tes urine yang dilakukan di lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes, Senin (24/8).

Kegiatan tes narkoba juga dihadiri oleh Rektor beserta jajaran pimpinan kampus Unnes,  Diresnarkoba Polda Jateng Kombespol Eko Widodo, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Amrin Remico, Kasatbimas Polrestabes Semarang AKBP I Nengah Wirta Dharmayana SH MH, dan Kapolsek Gunungpati AKP Bambang Supriyanto SH.

“Ini adalah langkah Unnes untuk mengantisipasi peredaran narkoba di dalam kampus. Pada bulan mei lalu, seluruh pimpinan Unnes juga melakukan tes narkoba. Hasilnya pun, Alhamdulillah tidak ada yang positif. Unnes akan menerapkan kebijakan tegas,  jika ada pimpinan atau mahasiswa yang terlibat dalam perederan atau mengonsumsi narkoba”, Ujar Prof Fathur saat memberikan sambutan pembukaan tes narkoba.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Unnes dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP)  Jawa Tengah dan Diresnarkoba Polda Jateng. Kedepan secara rutin pada saat penerimaan mahasiswa,  Unnes akan melakukan tes serupa sekaligus melakukan edukasi  tentang antisipasi penyalahgunaan narkoba kepada segenap civitas akademika kampus konservasi.

(Aji Kusuma Admaja/Student Staff)


from Universitas Negeri Semarang

Enam Mahasiswa Asal Denmark Akan Kuliah Di Unnes

Enam mahasiswa asal Denmark akan mengikuti perkuliahan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui program Summer Course on Sport and Socio-Culture 2015. Mereka adalah Lea Falkenberg Andersen, Malene Staunstrup Jeppesen, Line R Mogensen, Tina Jorgensen, Sophie Amalie Munch dan Alexander Skovbogaard.

Didampingi Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes Drs Tri Rustiadi MKes dan dosen FIK Prof Dr Tandiyo Rahayu MPd, mereka diterima oleh Pembantu Rektor Pengembangan dan Bidang Kerjasama (PR IV) Prof YL Sukestiyarno MS PhD, di ruang rektor, barubaru ini.

Tri Rustiadi mengatakan, keenam mahasiswa tersebut menimba ilmu di bawah naungan FIK, karena di negara asalnya mereka kuliah di Fakultas ilmu keolahragaan dan kesehatan, “selain itu, mereka juga mendapatkan keterampilan berbahasa dan budaya Indonesia,” katanya.

PR IV menyambut baik terselenggaranya program Summer Course on Sport and Socio-Culture 2015 itu. “Ini merupakan salah satu langkah bagi Unnes untuk menuju universitas bertaraf internasional,” katanya.

Kepada para mahasiswa asing itu, Prof Sukes berpesan agar mereka mampu berbaur dengan mahasiswa lainnya di Unnes. “Belajarlah dengan sungguh- sungguh dan berbaurlah dengan mahasiswa kami agar cepat dapat menyesuaikan diri. Jadilah para pemimpin di negara kalian kelak,” pesannya.


from Universitas Negeri Semarang

PPL di Malaysia, Mahasiswa Unnes Ikuti Orientasi di UPSI

Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengikuti orientasi program latihan mengajar, Kamis (20/8) di Fakulti Pendidikan dan Pembangunan Manusia Universiti Sultan Idris (UPSI), Malaysia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 mahasiswa adalah peserta Pengalaman Praktik Lapangan Antarbangsa. Adapun 2 mahasiswa lainnya adalah peserta Praktik Kerja Lapangan Khusus (PKLK).

Program PPL Antarbangsa ini akan berjalan selama dua bulan yaitu mulai Rabu (19/8) sampai Jumat (16/10) mendatang.

Orientasi dibuka oleh Pengarah Bahagian Hal Ehwal Antarbangsa (BHA) UPSI Dr Intan Safinas binti Mohd Ariff Albakri.

Pada program orientasi itu,  mahasiswa diperkenalkan pada  lingkungan kampus, budaya dan etika di Malaysia sebagai bekal yang akan dibawa oleh mahasiswa saat melakukan praktik mengajar.

“Bawalah banyak ilmu positif dari Malaysia terutama sistem pendidikan yang dapat diterapkan di Indonesia. Begitu juga saya, saya juga menimba ilmu dari mahasiswa Unnes untuk menambah pengetahuan sehingga kerja sama ini benar-benar membawa manfaat,” kata Dr Intan.

“Jangan lupa untuk selalu menghormati orang-orang yang ada di lingkungan sekolah nanti anda,” lanjutnya.

Ketujuh belas mahasiswa yang mengikuti PPL dan PKL Antarbangsa adalah Syafrina Maula (Bimbingan dan Konseling) Moh. Farizqo Irvan (PGSD), Inggrid Ismi (PGPAUD), Riyan Azkalia (Pendidikan Bahasa Inggris), Herning Bangkit (Pendidikan Seni Musik), Awwalufika Ulya (PendidikanMatematika)

Selain itu, Karima Afifah (Pendidikan Fisika), Mutiarani (Pendidikan Akuntansi), Kuni Afifah (PendidikanAkuntansi), Loren Fibrilia (PJKR), Guntur Putra (PKLO), Jauhandri Arizal (Pendidikan Teknik Otomotif), Rizki Kurniadhi (Pendidikan Teknik Bangunan), Ginanjar Abdunafi (Pendidikan Teknik Bangunan), Desinta Purnamasari (Pendidikan Teknik Elektro), Annisa Tira (Seni Rupa) dan Ade Hafshah (Sastra Perancis).


from Universitas Negeri Semarang

Saturday, 22 August 2015

Dua Hari, Mata Najwa On Stage Hadir di Unnes


Bekerja sama dengan MetroTV, Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menyelenggarakan Mata Najwa On Stage (MOS) di lapangan Sutera, depan Gedung Rektorat Kampus Sekaran Gunungpati.
Acara akan dilangsungkan selama dua hari, Jumat dan Sabtu (28-29/8).Pada hari pertama akan diadakan pelatihan jurnalistik.

Presenter cantk Prita Laura, jurnalis senior Catharina Davy, dan kameramen senior MetroTV Sudirman Mustary akan berbagi pengetehuan tentang jurnalisme.

Hari kedua menjadi penutup sekaligus puncak kegiatan, dilangsungkan pada pukul 19.00 hingga 22.00.

Mata Najwa on Stage dengan tema Cinta untuk Negeri akan menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar, artis senior Titiek Puspa, aktor laga Iko Uwais, serta gitaris Jubing Kristianto

Tiket gratis bisa didapatkan secara online di http://matanajwa.metrotvnews.com/ mulai 21 Agustus 2015. Penukaran tiket dilakukan Jumat (28/8) pukul 10:00-17:00.


from Universitas Negeri Semarang